Calvin menemukan seorang bayi perempuan di sebuah jembatan, tempat ia akan mengakhiri hidup.
Sejak saat itu, Calvin mulai memahami arti kehidupan yang sebenarnya.
Setelah adanya bayi yang diberi nama Angela, hidupnya menjadi lebih beruntung dari sebelumnya.
Hingga lima tahun berlalu, seorang wanita datang dan mengaku menjadi ibu kandung dari Angela.
Akankah Calvin memberikan bayi itu begitu saja? setelah lima tahun yang indah dilewati bersama Angela?
Simak kisah Calvin, si pelajar yang gigih berjuang demi malaikat kecil bernama Angela.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAMLA Bab 31
Jo merasa jika apa yang dikatakan oleh Rena adalah omong kosong, sebab sebelumnya, dia tidak pernah mengetahui kapan sang teman hamil bahkan melahirkan.
Hingga Jo teringat akan jeda keduanya berpisah. Ya, waktu itu sudah tiga tahun yang lalu.
"Astaga Ren, aku tidak ingin mempercayai semua ini, tapi fakta yang terjadi di lapangan, aku pun tidak memahaminya," jawab Jo masih berada di dalam khayalannya.
Bagaimanapun juga, Rena dan Jo adalah teman dekat, dia akan menanyakan bahkan meminta penjelasan mengenai peristiwa tidak terduga itu.
Seketika air mata bu Rena terjatuh, Jo merasa bersalah atas semua yang telah ia katakan pada sang wanita.
"Hiks, maafkan aku Jo. Waktu itu, aku sedang dalam situasi yang tidak jelas. Bahkan kekasihku meminta anak itu hilang, tekanan ini sangat berat bagiku, Jo. Maaf, harusnya aku datang padamu dan meminta solusi. Akan tetapi aku tidak melakukannya dengan alasan yang sangat kekanak-kanakan," ungkap Rena sudah lega saat Jo mendengar semua perkataannya tanpa amarah. Dia langsung berdiri dan memeluk Jo yang sedang duduk.
Ini terlihat sangat aneh dipandangan mata seorang Calvin. Bukan ini yang dia inginkan, tapi ... sudahlah, mungkin mereka belum berjodoh.
"Pak, kau sedang melihat apa?" tanya pak Risman ketika melihat wajah Calvin yang sangat sendu. Pandangan matanya lurus ke depan, ke arah yang pasti, yaitu pasangan yang sedang berpelukan. Dia adalah Jo dan bu Rena.
Namun, untuk beberapa saat, Calvin menghentikan pandangan itu karena terlalu kentara, hingga dia melihat pak Risman tidak bosan melihatnya.
"Haha ... kau yang kenapa? aku kan sedang memperhatikanmu yang sedari tadi seperti orang kehilangan semangat. Jawab pertanyaanku dengan baik. Kau tidak bisa menghindar lagi," cetus pak Risman sangat senang membuat muridnya tersiksa.
"Dih, apaan sih pak? sejak kapan bapak kepo ya? sungguh menyebalkan," jawab Calvin yang merasa terintimidasi oleh gurunya.
Sang guru yang biasa sangat pandai melakukan banyak hal, bahkan begitu mudahnya marah kepada Calvin, untuk saat ini, hanya tertawa.
"Hahaha."
Suara tawa pak Risman sampai terdengar Jo dan bu Rena, hingga keduanya salah tingkah, sebab orang-orang disekitarnya menjadikan dua orang itu pusat perhatian.
"Pak Risman, kalau mau tertawa mikir dulu deh, mana bisa bu Rena sampai menoleh ke arahku yang terlihat saat bengong tidak jelas," ucap Calvin merasa sangat terkejut.
Dia tidak habis pikir dengan tingkah pak Risman yang absurd itu.
"Iyakah, Cal? kau bilang saja padaku tentang perasaanmu yang sesungguhnya. Mana tahu aku bisa menolong kegalauan yang kau rasakan. Paham kan?"
Pak Risman sangat hobi membuat Calvin salah tingkah. Apalagi saat ini, sebagai orang yang patah hati, dia tidak ingin memperlihatkan kepada siapapun."
"Aku tidak paham dan tidak mau paham, pak, aku ingin kembali ke asrama."
Calvin sangat kecewa dengan pemandangan yang ada di depannya. Rasanya tidak percaya jika akan mendapatkan hal buruk seperti ini.
"Bu Rena, aku merasa hidup ini, sangat aneh. Kau adalah teman kak Jo, tapi kenapa rasanya sangat cemburu. Di dada ini, begitu luar biasa. Aku sangat menyesalkan semua perbuatan yang telah aku lakukan. Contohnya adalah, mulai menyukaimu, bu Rena," batinnya dengan mendalam.
Perkataan sang pemuda, sangat menyedihkan.
Baru kali ini merasakan perasaan ini, tapi langsung masuk ke dalam jurang paling dalam.
Hingga bu Rena benar-benar memanggil namanya.
"Cal, boleh minta waktunya sebentar?"
*****