NovelToon NovelToon
Kakak Tiriku Adalah Suamiku

Kakak Tiriku Adalah Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:205.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tiara Permata

kisah seorang ceo yang terkenal jutek jatuh cinta kepada sektetarisnya yang imut. Namun secara tiba-tiba wanita yang iya cintai menjadi adik tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Permata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 33

Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang Bi Inah. Ilham dan Alika lansung menghampiri dokter untuk menanyakan keadaan Bi Inah.

"Bagaimana dengan keadaan Bi Inah dok?"

tanya Alika dengan antusias.

"Pasien banyak kehilangan darah, dan stok darah yang dimiliki oleh pasien sedang habis. Jadi kami harus mencari pendonor secepatnya supaya pasien segera di tangani."jawab dokter

"Kalau begitu ambil saja darah saya dok" ucap Alika dengan percaya diri.

"Baiklah. Kalau begitu ayo ikut, kita segara bertindak "ucap dokter dengan tergesa-gesa.

Kemudian Alika lansung mengikuti titah sang dokter dengan didampingi oleh suami tercinta nya.

" Kamu yakin dengan keinginan kamu ini? " tanya Ilham dikarenakan Alika yang dia kenal takut dengan darah dan jarum suntik.

Meskipun saat kejadian yang mengerikan itu, yang membuat Bi Inah mengeluarkan darah yang begitu banyak Alika tidak pinsan, namun tubuh nya gemetar dan wajahnya menjadi pucat karna menahan rasa takutnya. Alika berusaha menguatkan dirinya supaya dapat menghilangkan ketakutan nya akan darah, dan supaya tidak merepotkan suaminya disaat situasi yang genting.

"Aku yakin, ini semua demi Bi Inah aku tidak ingin Bi Inah kenapa-kenapa. Bi Inah seperti ini karena aku. Jadi aku juga harus bisa bantu Bi Inah. "ucap Alika yang berusaha menguat kan dirinya.

"Jangan bicara seperti itu lagi, itu semua bukan salah kamu, itu karna kecerobohan Abg yang tidak bisa jaga kamu dengan baik. Maaf kan abang" ucap Ilham sambil menundukkan kepalanya

Disaat suster mengeluarkan jarum suntik yang digunakan untuk mengambil darah, tubuh Alika terlihat gemetar, karna takut melihat jarum suntik.

"Abang "ucap Alika sambil menggenggam tangan Ilham.

" Kamu kenapa? "tanya Ilham yang melihat Alika gemetar

" Kamu takut? kalau kamu takut kita cari pendonor yang lain saja "ucap Ilham

" Sudah tidak ada waktu untuk cari pendonor yang lain bang, selagi darah aku cocok, untuk apa cari pendonor yang lain. Yang penting abang temenin aku disini biar aku ngak takut. "ucap Alika

" Baik lah kalau itu maumu, abang akan slalu ada di samping kamu. "ucap Ilham sambil mencium kening Alika

" Makasih bang" ucap Alika sambil tersenyum

"Kalau kamu takut, kamu tutup mata saja. Biar kamu tidak melihat jarum suntik nya. " saran Ilham

Disaat jarum suntik tersebut mulai menyentuh kulitnya Alika lansung berteriak histeris hingga suster tersebut terkejut dan jarum suntik yang dipegang nya terlempar.

" Buk. Ibuk yang tenang ya, biar semua nya bisa cepat selesai. "ucap suster

" Sayang tahan sedikit ya. Ngak sakit kok rasanya kayak digigit semut. "ucap Ilham

" Loh kok abang tau? emangnya abang udah pernah donor darah? "tanya Alika menyelidik

" Hehehe. Belum sih. "ucap Ilham sambil nyengir dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

" Hmmmm. "

" Ya udah sih. Abang akan slalu disamping kamu, tahan dikit biar cepat selesai. " ucap Ilham

" Ya udah deh. Ayo cepet sus. "ucap Alika pasrah

Suster pun kembali mengarah kan jarum suntik nya kepada Alika.

"Aaaaaa" suara pelik Alika sambil menutup mata saat jarum suntik menembus kulit nya. Dan suster pun berhasil mengambil darah Alika sesuai yang di butuhkan nya.

"Sudah selesai buk. Silahkan buka matanya" ucap suster. Namun disaat Alika membuka matanya Alika melihat darahnya yang cukup banyak dalam kantong, Alika lansung pinsan.

"Sayang kamu kenapa ayo bangun, sayang " ucap Ilham panik sambil menepuk-nepuk pipi Alika dengan lembut.

" Tenang saja, itu dia cuma pinsan karena lihat darah ini. sebentar lagi dia juga sadar kok" ucap suster dan lansung meninggalkan Alika dan Ilham.

*****

Di tempat lain terlihat sepasang suami istri yang tengah memperhatikan anaknya dengan perasaan sedih.

"Aku sungguh tidak sanggup melihat anak kita satu-satunya jadi seperti ini."ucap Gita hati nya begitu pilu melihat anak yang disayangi menjadi depresi hanya karena cintanya yang tidak terbalaskan. Gita menumpahkan segala kesedihannya di pelukan suaminya. Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

"Kamu harus bersabar. Aku tau apa yang kamu rasakan sebagai ibu. Aku juga merasakan hal yang sama. Mungkin kita pernah mempunyai kesalahan sehingga Tuhan menghukum kita dengan cara seperti ini. "ucap Johan sambil mengeratkan pelukan nya dan tak diduga air mata Johan juga terjatuh.

Lisa duduk di bangku taman dengan keadaan yang sangat menyedihkan tatapannya tampak kosong. Namun seketika sepasang pasien dari rumah sakit jiwa tersebut lewat di hadapan nya, Lisa lansung mendorong wanita itu dan kemudian menjambak rambut perempuan tersebut.

"Kamu harus mati, kamu sudah merebut Ilham dari aku, aku akan membunuhmu. "ucap Lisa sambil menarik rambut perempuan tersebut. Namun perempuan itu juga tidak tinggal diam, perempuan tersebut juga mulai menarik rambut Lisa sehingga mereka berdua main tarik-tarikan. Sedangkan laki-laki dari pasangan perempuan tadi malah bertepuk tangan layaknya anak kecil yang melihat adegan yang sangat lucu.

Namun kedua orang tua Lisa yang melihat adengan tersebut dari jauh langsung menghapiri Lisa.

"Tolong suster. Suster. "teriak Gita memanggil suster karena melihat anaknya yang sedang bertengkar dengan pasien lain.

Tak berapa lama petugas rumah sakit jiwa itu datang. dan mulai memisahkan pertengkaran dua orang pasien nya yang tengah baku hantam tersebut. Saat pertengkaran Lisa justru memberontak ingin menghajar kembali pasien perempuan tadi. Petugas membawa paksa Lisa untuk di kasih obat pemenang, kaki dan tangan Lisa di ikat supaya Lisa tidak membahayakan pasien yang lain.

"Lepaskan aku. Aku harus membunuh perempuan itu. Dia telah merebut calon suamiku. Aku harus membunuhnya. "ucap Lisa sambil memberontak. Kemudian suster menyuntikan obat penenang dan seketika tubuh Lisa mulai melemah dan kemudian berhenti memberontak dan Lisa mulai tertidur.

Melihat kejadian tersebut membuat Gita semakin merasa sedih. Dia tidak menyangka, jika Ilham mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi anak nya. Ibu mana yang tega melihat anaknya menderita, dan itu lah yang saat ini yang tengah dirasakan oleh Gita.

1
Asiah
lanjut
Niezha JeLex's
Hnya kurang sreg sma sebutan bos,,lbh enak pak ajha lbh natural...🤗🤗,,slbih nya aq suka,,tetep semangat untk author....
Asiah
lanjut
Bibit Yunita
Wkwkwkwk....
Lucu, thor...
Q bisa bayangin gimana kagetx Ilham saat mukax dipoles make up ma alika...
lanjut lg thor, gpl y thor...
Suyani Hernawan
jangan lama lama lanjutnya
Bibit Yunita
ditunggu kelanjutannya y thor... semangat y thor
Bibit Yunita
keren nih ilham langsung buat keputusan, sukses y thor
Dyah Ernawati Asmuri
lanjuuut,thor...g mslh nunggu...tp ttp up ya thor...
Asiah
lanjut
melati putih
lanjuuut
Agus Prianto
lama g up.. ee cmn satu episode... lnjut thor
Yeni Rizal
lanjut
Apriyanti
lanjut thor
Resty Faresqhadzy
lanjutkan
Qirania Ajp
mn lNjutanya
Rani
mana kelanjutanya
rema putri
gercep juga Ilham yak😂
Putri Ontang Anting
trharu
Eti Guslidar
lisa kok maksa... lebay
Eti Guslidar
bucin.. bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!