NovelToon NovelToon
Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: @Nur_Halimah

Pernikahan yang tiba-tiba di batalkan saat ijab kabul akan dilaksanakan, membuat Aisyah merasa di khianati. Namun siapa sangka, di balik batalnya pernikahan membawanya untuk menemukan cinta yang sebenarnya.

Siapakah lelaki yang paling pantas untuk Aisyah layani dan taati ? simak kisahnya, ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Nur_Halimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Abdul

Kemarahan Abdul

“Kenapa kamu mengabaikan ibu?”

“Sudahlah bu, tidak perlu bersandiwara. Setelah melihat apa yang sudah ibu lakukan pada istri ku. Sekarang aku bisa mengambil kesimpulan. Kenapa Aisyah tidak menemui ku beberapa hari ini. Dan ibulah penyebabnya.” Ucap Abdul. Sotopun di letakkan di atas meja.

“Kau! Berani sekali kau menghina ibumu, nak. Ibu sudah melakukan banyak hal untukmu. Dan kau melupakan semua perjuangan dan pengorbanan ibu demi wanita yang baru saja hadir dalam hidup mu?” ucap Nanik, ia berusaha berkata lembut walau hatinya sangat sakit mendengar apa yang sudah putranya katakan walau itu sangat benar.

“Suamiku, kau baru saja sembuh. Kenapa bisa berkata seperti itu pada ibu mertua.” Ucap Aisyah berusaha mencerahkan Abdul agar tidak marah lagi.

“Jangan kau keluarkan suara mu, dasar wanita mandul!” teriak Nafik marah. Ya, kepribadian lain muncul lagi. Dan Aisyah hanya bisa menghela nafasnya saat melihatnya.

“Cukup, bu!” teriak Abdul karna ia juga sakit hati saat istrinya dihina sedemikian rupa. Walau ibunya sendiri, tapi ia tidak menyetujui semua perkataan hina ibunya.

“Kau! Membentak ibu nak?” ucap Nafik dengan marah. Ia bahkan menagis karna benar-benar terluka. Keinginannya untuk memiliki cucu di tentang keras oleh sang anak.

“Aku tidak akan melakukan hal ini kalau ibu sendiri tidak keterlaluan! Aku sangat mencintai Aisyah bu. Dan asal ibu tau, anak adalah titipan dari Allah. Jadi kalau Allah belum kasih kita anak, berarti Allah belum mempercayai kita untuk memilikinya. Mungkin saja masih ada sikap kita yang belum benar dan kita harus lebih bisa untuk memperbaiki diri lagi agar Allah benar-benar percaya kalau kita bisa mengurus dan mendidik anak kita nanti. Jadi jangan hanya menyalahkan Aisyah. Abdul juga salah karna Abdul belum bisa menjadi suami yang baik untuk Aisyah.”

“Tidak  Ab...”

“Iya. Ibu tidak bisa menyangkal hal itu. Aisyah adalah muslimah yang baik.ia terlalu sempurna untuk Abdul yang masih suka membuat onar. Walau sekarang Abdul sudah tidak membangkang lagi, mungkin masih ada dosa yang belum Abdul tebus, itulah kenapa Abdul belum dikasih momongan, bahkan sekarang Abdul berada dirumah sakit karna masih punya dosa. Jadi ibu jangan membuat Abdul marah besar pada ibu karna itu bisa membuat Abdul lebih bertambah dosanya. Ibu, mengertilah Abdul. Abdul juga masih belajar menjadi orang baik.”

“Tapi kau tidak bisa menyalahkan takdirmu pada ibu!” Nafik masih kesal. walau ia menangis mendengar semua keluhan sang anak.

“Bukan hanya pada ibu, tapi juga pada Ayah. Aku tidak akan menjadi anak nakal kalau bukan karna kalian berdua yang tidak memiliki waktu untuk ku.”

“Kami bekerja, nak.”

“Ya. kalian bekerja siang malam tanpa henti. Itulah kenapa aku suka membuat keributan untuk menarik perhatian kalian!” ucap Abdul ikut emosi karna sang ibu masih saja tidak mau merasa bersalah.

Sedangkan Aisyah yang tidak tega mendengar pertengkaran keduannya pun ikut bersuara.

“Tidak ada yang salah. Ini sudah takdir. Yang terjadi biarlah terjadi.  Suamiku, jalan hidupmu bisa membuatmu mendapatkan pelajarn kalau uang bisa dicari, tapi waktu dengan keluarga tidak bisa di ulang lagi.” Ucap Aisyah lembut yang langsung bisa mengena di hati Abdul.

“Ibu juga berjuang agar semua kebutuhan mu tercukupi. Bertahun tahun beliau mengorbankan waktu, keringat dan tenaganya untuk kamu, anak tercintanya. Jadi, jangan hanya karna satu kesalahan ibu, membuatmu melupakan semua pengorbanannya selama ini. Benarkan apa yang sudah kukatakan, bu Nafik?” tanya Aisyah dengan lembut. Meski sangat tidak sopan memanggil ibu mertuanya dnegan nama itu. Tapi ia hanya ingin mengatakan pada ibu mertuanya kalau ia sudah tau apa yang sudah ia rahasiakan. Dan benar saja, Nafik sangat gugup saat Aisyah memanggilnya seperti itu.

Bersambung..........

1
ruby sunn
rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ biar semangat 😇 saling mendukung ya Thor 😇
moonjuice
Thor, kalau tiba-tiba aku kurus berati itu salahmu ya. Habisnya ceritamu bikin lupa waktu wkwkwk Semangat!
Secangkir Kopi
lanjut
Secangkir Kopi
crazy up nya banyak banget thor
Secangkir Kopi
Bagus ceritanya... semangat ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!