NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shizi

Saat bangun tidur. Nara tiba-tiba menjadi sosok yang bukan dirinya, dan itu membuatnya merasa syok.

Apa semua ini karena ucapan sang ibu? pada waktu itu hingga dirinya berada di tubuh seseorang?

Yuk simak dalam kisah Nara, dengan judul.
Jiwa yang tertukar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Sosok lelaki misterius

Setelah menerima telepon dari seseorang. Mirna pun langsung masuk ke dalam rumah dan menunggu kedatangan sosok yang ia tunggu.

"Aku penasaran, apa yang dimaksud dengan Dani apa itu Dani–."

Ting tong.

Belum sempat Mirna memecahkan sosok yang dimaksud Jali. Suara bel membuatnya urung memikirkan akan orang tersebut, dan langsung membuka pintu.

"Masuklah, aku sudah dari tadi menunggumu." Mirna pun menyambut tamu yang sedari tadi diharapkan dan akhirnya datang juga.

"Maaf, tadi jalanan agak macet. Jadi, bagaimana dengan pria bodoh itu?" tanya pria yang tengah berjalan menuju sofa.

"Tenang saja. Semua pasti akan berjalan dengan lancar," kata Mirna dengan senyuman yang mengembang.

Jika Mirna dan seorang laki-laki tengah merayakan keberhasilan karena selangkah lagi. Mirna bisa menguasai apa yang selama ini ia inginkan, lewat laki-laki yang dianggapnya bodoh.

Berbeda dengan Nara yang sekarang tengah galau hanya karena kue, karena kue itu mengingatkannya pada orang yang sangat berjasa baginya.

………..

"Mbak Nara, kenapa melamun terus. Apa ada masalah? Jika ada siapa tahu aku bisa bantu." Sinta yang sedari tadi pagi terus melihat Nara yang tidak fokus. Memilih menghampiri dan menawarkan bantuan, siapa tahu dengan begitu masalah yang tengah di hadapi bosnya, sedikit berkurang.

"Tidak ada masalah, hanya saja ingat sama teman." Jawab Nara dengan senyuman yang mengembang, menandakan jika tidak ada masalah yang serius.

"Baiklah, jika anda butuh bantuan saya bisa meminjami anda bahu." Ucapan Sinta di terima Nara dengan sangat baik, karema memang Sinta adalah sosok karyawan dan bisa juga merangkap sebagai teman baik.

"Tentu, tapi bisakah kamu tidak berbicara denganku terlalu formal." Nara berujar dengan netra yang menatap wajah Sinta.

"Sepertinya tidak mungkin Mbak, karena kita sebagai atasan dan juga bawahan. Terlihat tidak sopan jika saya berbicara seperti yang anda mau," jelas Sinta yang menolak halus untuk berbicara non formal.

"Kita sedang tidak bekerja di kantor. Tidak ada yang perlu di khawatirkan, dan mulai sekarang jangan memakai kata-kata 'Anda' ataupun 'Saya' karena semua itu membuat tidak nyaman di telinga." Nara pun mulai memberi penjelasan kita Sinta tak perlu berlebihan pada dirinya, karena embel-embel itu membuatnya sangat risih.

"Baiklah seperti yang anda–."

"Katakan lagi,"

"Ah, maaf. Mungkin lidahku belum terbiasa," ujar Sinta dengan sesekali menggaruk kepalanya.

"Ya sudah aku pergi ke kasir dulu,ya."

Mendengar Sinta berpamitan, lantas Nara pun mengangguk karena ia sendiri harus menyelesaikan menghias kue yang berada di depannya kini.

Beberapa menit kemudian, akhirnya Nara pun selesai untuk menghias kue.

Pufff.

"Akhirnya selesai," ujarnya lirih dengan tangan mengusap pelipisnya yang terkena keringat.

Waktu berjalan begitu cepat dan sekarang pun jam yang bertengger didinding, sudah menunjukkan angka pukul dua siang.

Saking asiknya Nara sampai lupa jika dirinya sedari tadi belum makan, dan sekaranglah ia merasakan perutnya perih karena belum terisi apapun, dan akhirnya memilih untuk menelepon Sinta yang berada di bawah.

📲"Sin, bisakah gue minta tolong sama lo."

📲"Mau minta tolong apa, katakan saja."

📲"Tolong belikan makanan karena perut gue dari pagi belum dapat jatah."

📲"Mau dibelikan apa?"

📲"Terserah yang pedes-pedes juga boleh, dan jangan lupa sekalian minumnya late."

📲"Baiklah, dan tunggu aku akan membelikan kamu."

Setelah percakapan via telepon, Nara pun menekan tombol of pada layar ponselnya. Untuk mengakhiri sambungan telepon dengan Sinta tadi, yang meminta tolong agar membelikannya makanan.

Sedangkan di luar, ada sosok lelaki yang sangat tampan. Menatap toko yang sudah beberapa tahun tak terlihat olehnya.

"Sama sekali tidak berubah," gumamnya dengan wajah datar lelaki itu pun terus menelisik tiap inci dari bangunan tersebut.

"Apa kabar Nara sekarang ya, lama aku tidak jumpa dengannya?" dalam gumamnya lelaki itu bertanya-tanya akan sosok wanita bar-bar yang berada di kehidupan masa lalunya.

Saat lelaki tengah asik memandangi bangunan tersebut. Datanglah Sinta dengan dua kantong yang berisikan makanan, yang di minta oleh Nara.

"Maaf, apa ada yang bisa saya bantu?" Sinta mengajukan pertanyaan dan terlihat lelaki itu menghembuskan nafas kasar.

Sepertinya Sinta lupa dengan siapa dia berbicara dan apa dia sama sekali tidak mengenalnya, itulah yang sekarang ada dipikiran sosok lelaki itu.

"Tidak ada, aku hanya melihat-lihat toko yang ada di sebelah sana." Tidak ingin Sinta curiga dan pria itu berbohong seolah-olah tengah melihat toko kosong, yang terdapat di samping toko kue Nara.

“Baiklah kalau begitu saya tinggal masuk ke dalam,” ucap Sinta pada lelaki dengan setelan hem berwarna putih lengkap dengan Toxsedonya.

“Iya, silahkan.” Jawab pria tersebut.

bukan tidak ingin menemui Nara, hanya saja dirinya belum siap untuk bertemu dengan Nara.

Dengan rasa sedikit galau. Akhirnya pria itu pun pergi dan mungkin besok dirinya akan datang lagi, untuk bertemu Nara.

Di dalam toko Sinta yang sudah memberikan makanan pada Nara, tiba-tiba teringat dengan pria yang mengaku melihat toko samping.

“Nara! Aku tadi lihat seorang pria di depan toko ini.”

“Lantas,” Nara tidak menatap lawan bicara namun ia yang di ajak bicara langsung menempali.

“Iya, dia tanya toko yang ada di samping, dan melihatnya. Apa lelaki itu akan membuka usaha di sini juga?” Sinta langsung membeberkan perihal sosok pria tadi.

“Kalaupun iya, memangnya kenapa.” Nara dengan mulut yang penuh masih tetap meladeni ucapan Sinta.

“Bukan begitu, hanya saja pernah mengenalnya tapi entah … aku sedikit lupa namun bagiku tidak asing,” terang Sinta yang langsung meletakkan sendoknya lantas langsung menatap Sinta.

“Apa lo yakin.”

“Sangat yakn, karena dari suaranya juga aku hapal, tapi lupa siapa pemilik suara itu.” Sinta sangat serius pada saat menjelaskan karena memang dirinya pernah mengenal tapi lupa.

“Sudahlah, jangan di bahas. Lebih baik lo makan dulu dan tolong ini nanti bawa jangan lupa berikan pada anak-anak.”

Itulah kebiasaan Nara, dan Sinta pun merasa beruntung telah memiliki bos sebaik Nara yang tak pernah memandang rendah orang-orang yang ada di sekitarnya ataupun karyawannya.

“Beruntung sekali kelak yang jadi suaminya. Nara adalah sosok yang baik pada siapapun,” batin Sinta dalam hati.

Sore hari setelah sampai Rumah. Ia pun langsung merebahkan diri dan tertidur, namun itu hanya sebentar karena dirinya sempat bermimpi. Sosok lelaki tampan yang tiba-tiba melamarnya.

“Aish … apaan sih, mimpi gak jelas banget.” Nara yang terbangun langsung mengusap wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya.

“Tap … Mengapa mimpi itu terasa nyata, ya.”

Masih dengan keadaan lesu, suara ketukan pintu membuatnya menghembuskan nafas kasar.

“Naraaaa! Woe … bangun dan segera buka pintunya, jangan molor mulu lo.”

1
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penutup Angga dan Nara, happy ending ya... 🤗🤗🤗
Shizi🦁🦁: makasih mom, udah ikutin nara sampai end😍😍 iya happy ending
total 1 replies
mom mimu
aku mampir lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penyemangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
mom mimu
Angga, Nara aku mampir lagi, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: semangat juga buat mom🥰
total 1 replies
Lee
Ikutan sedih, mnding jepitnya sini buat q aja angga mubazir loh dbuang..
Shizi🦁🦁: iya, padahl aku juga mau lho
total 1 replies
Lee
ingat aku orang kaya,..😂😅
Lee
Penasaran isi rekening Nara skrang brpa...😅
Shizi🦁🦁: jangan kakak, aku pun penasaran🤣
total 1 replies
Lee
selamat y nara angga akhirnya rga kalian udh kembali lg...

mampir lg y kak.
maaf lma
Lee
Ada hikmahnya jg Angga ketuker sma Nara, jdi Angga asli pnya tmen bru Jali sma Dany yg solid..
Shizi🦁🦁: iya, dari yang gak punya jadi.punya
total 1 replies
վմղíα | HV💕
iklan meluncur
Shizi🦁🦁: makasih say🥰
total 1 replies
վմղíα | HV💕
kasihan mama Rena dikira Rangga
Shizi🦁🦁: iya, mana semua beda pula
total 1 replies
mom mimu
yoo semangat yoo... 💪🏻💪🏻💪🏻 setangkai 🌹 meluncur...
Shizi🦁🦁: makasih mom, yuk semangat juga buat mom😇
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi...
Shizi🦁🦁: makasih mom
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😘😘😘
total 1 replies
mom mimu
nyicil lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: siap mom🥰🥰
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih ya mom🥰
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi kak,semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
Lee
Angga ngomentari diri sndiri..😂
Shizi🦁🦁: wkwkwk. iya yah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Lee
Nara asli mrsa brsalah, angga asli merasa mnikmati hdup..tpi mau gmana lg jiwa mreka kn trtukar..
Shizi🦁🦁: itu dia masalahnya, menikmati peran yang kebalik😁
total 1 replies
Lee
Emg bner, prnah punya tmen kya Angga gini trus dia crita emg smua brawal dri mamanya yg dmen anak cwek, serius ka kisah nyata ini tpi orgnya asyik bgt jdi kngen 😢
Shizi🦁🦁: iya, aku pun ada juga temen seperti itu. rata2 emaknya yang menyalahi aturan kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!