NovelToon NovelToon
Wanita Pengganti

Wanita Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Sandra terpaksa menikah dengan calon suami kakaknya saat sang kakak memilih kabur bersama pria yang katanya lebih mapan di banding kekasihnya di hari pernikahannya.

Dapatkan Sandra menjalani pernikahannya dengan baik? Apakah pernikahan itu akan bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Ini ruang kerja nona!" ucap Abimanyu sambil menunjukkan sebuah ruang yang berada di sebelah ruangan Gara, hanya terpisah sebuah dinding kaca yang tertutup oleh tirai putih.

"Jadi pekerjaanku apa di sini?" tanyanya sambil mengamati ruangan barunya itu. Ia belum faham dengan tugasnya di sana, ia tidak tahu di letakkan di posisi yang mana

"Nona di sini akan bekerja dengan nona Sarah! dia yang akan membatu semua pekerjaan anda!"

Hehhhh .....

Akhirnya Sandra bisa bernafas lega, setidaknya ia ada yang menemani, tidak sendiri di dalam ruangan itu. Tapi Sandra baru menyadari tidak ada siapapun di ruangan itu selain mereka berdua.

"Trus orangnya di mana sekarang?" tanya Sandra lagi.

"Sepetinya nona Sarah sedang ke kamar mandi." Abimanyu segera tersenyum saat wanita yang sedang di bicarakan tengah berjalan ke arah mereka.

"Tuan Abi?" tanyanya tampak terkejut karena melihat ada Sandra bersama Abimanyu. Tampak wanita itu menatap aneh pada Sandra, lebih tepatnya pada penampilan baru Sandra. Terakhir kali ia melihat Sandra berpenampilan urakan dan kini terlihat lebih rapi.

"Kebetulan sekali nona Sarah datang, kenalkan ini nona Sandra, dia yang akan membatu nona Sarah menyelesaikan pekerjaan nona! Jadi mohon bimbingannya!" ucap Abimanyu kemudian Abimanyu melirik pada Sandra agar Sandra bisa melakukan seperti yang ia lakukan.

Sarah melirik pada Sandra, terlihat ia memberi tatapan ragu pada Sandra.

"Ahhh iya, mohon bimbingannya!" ucap Sandra sambil membungkukkan tubuhnya.

"Salam kenal nona Sandra!" walaupun begitu, Sarah tetap membalas sapaan Sandra.

"Kalau begitu saya permisi!" ucap Abimanyu sambil membukukan badannya sedikit dan berbalik tapi segera Sandra menarik ujung jasnya.

Hal itu berhasil membuat Abimanyu menghentikan langkahnya, "Ada apa nona?" tanyanya sambil menatap tangan Sandra yang masih menggengam erat jasnya.

"Maaf, maaf, nggak sengaja!" ucap Sandra dan Abimanyu hanya tersenyum simpul.

"Lain kali jaga tangan nona!" ucap Abimanyu, hal itu menyisakan tanda tanya besar di benak Sandra.

"Maksudnya?"

"Nanti nona tahu sendiri!" ucap Abimanyu.

Nona tidak tahu saja seposesif apa tuan Gara ...., batin Abimanyu. Abimanyu diam, menunguu Sandra kembali melanjutkan ucapannya.

"Apa aku masih bisa pergi kuliah?" tanya Sandra dengan ragu.

"Tuan Gara sudah memindah jadwal kuliah anda ke kelas karyawan, jadi anda tetap bisa masuk kuliah sepulang bekerja!"

"Hahh, kenapa tidak bilang?"

"Itu bisa nona tanyakan langsung pada tuan Gara nanti, saya permisi!"

Abimanyu berlalu begitu saja tanpa menunggu Sandra kembali bertanya.

Kini di ruangan itu hanya tinggal dirinya dan juga nona Sarah. Sandra pun duduk di kursinya dengan canggung karena Sarah terus menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.

Apanya yang aneh ...., batinnya sambil sesekali memperhatikan penampilannya dari cermin yang ada di sisi ruangan.

Cantik ..., tanpa terasa ia memuji penampilannya sendiri. Kemudian Sandra baru sadar, dari ruangannya itu ia bisa melihat pria yang tengah duduk sibuk di ruangannya, tampak pria itu tengah fokus dengan benda elektronik di depannya, sesekali membetulkan letak kaca matanya.

Tampak juga sih dia, tapi sering menyebalkan ...., batinnya.

Brukkk

Sebuah tumpukan berkas mendarat di meja kerjanya membuat Sandra tersadar, rupanya Sarah sudah berada di depan mejanya dengan tatapan sinis.

"Nona Sarah!" dengan reflek Sandra berdiri.

"Kamu pikir di sini anda di bayar untuk melamun dan mencuri pandang pada tuan Gara?" ucap nona Sarah, belum sampai Sandra menyahutnya Sarah sudah lebih dulu kembali bicara,

"Tuan Gara tidak suka siapapun memperhatikannya saat beliau bekerja, jadi jaga sikap anda. Segera selesaikan semua berkas ini sebelum sore, karena tuan Gara tidak suka ada keterlambatan!"

"Baik nona!" Sandra hanya bisa menunduk dan Sarah pun kembali ke tempatnya.

Sandra menatap pasrah pada setumpuk berkas itu, ia tidak tahu apa yang bisa ia lakukan dengan tumpukan itu.

Karena Sandra hanya terus membolak-balik berkas-berkas itu tanpa berniat untuk melakukan apapun pada berkas-berkas itu, sepertinya Sarah tengah memperhatikannya.

"Jangan bilang kamu tidak tahu apa yang harus kamu kerjakan!?" ucap Sarah dan Sandra hanya bisa nyengir karena memang ia tidak tahu dengan tugasnya.

Salah siapa, lagian tadi kan tuan Abi sudah bilang untuk membantuku bukan untuk memberikan tugas sebanyak ini, batin Sandra membela dirinya sendiri.

Akhrinya Sarah menghela nafas dan berjalan deniati Sandra kembali, ia mulai membimbing sandra.

"Beri tanda pada tempat-tempat yang harus di tanda tangani oleh tuan Gara dan setelah itu berikan pada tuan Gara untuk di tanda tangani!"

"Hanya itu?" tanya Sandra dan hal itu membuat Sarah mengerutkan keningnya.

"Apa ada yang salah?" tanya Sandra mulai curiga.

"Lakukan saja sesuai yang aku tunjukan!"

"Baiklah!" ucap Sandra dengan santai, hanya memberi tanda pada tempat-tempat yang harus di beri tanda tangan oleh Gara, tentu itu bukan hal yang sulit.

Akhrinya setumpuk tinggi berkas itu berhasil ia selesaikan bahkan tidak sampai satu jam,

"Nona Sarah, saya mau ke ruangan tuan Gara dulu!" ucap Sandra dan Sarah hanya mendongakkan kepalanya sejenak dan kembali fokus pada pekerjaannya.

Sandra pun mengangkat kedua alisnya tidak peduli, tanpa pikir panjang ia pun mengetuk pintu ruangan yang tertutup itu.

Setelah mendapat sahutan, Sandra pun masuk dan Gara terlihat tetap fokus dengan pekerjaannya, seolah-olah tidak peduli dengan keberadaan Sandra di sana.

"Mau tetap berdiri saja di situ?" pertanyaan dari Gara segera menyadarkan Sandra.

"Ah tidak," ucap Sandra tergagap, "Maksud saya, saya hanya ingin mengantarkan berkas-berkas yang harus tuan tanda tangani!" ucapnya lagi sambil meletakkan setumpuk berkas itu di atas meja Gara.

Ternyata Gara sama sekali tidak terusik dengan keberadaan Sandra beserta berkas-berkas itu.

Tapi ini kesempatan Sandra untuk mengucapkan terimakasih.

"Tuan Gara, Terimakasih ya karena tuan Gara sudah merawatku semalaman kemarin!" ucap Sandra dengan senyum yang di buat zemanis mungkin.

Sungguh tidak di duga tanggapan. dari Gara, pria itu menatap ke arah Sandra dengan senyum miring ke kanan,

"Kamu pikir saya sungguh-sungguh ingin merawatmu?" tanyanya kemudian dan Sandra mengangukkan kepalanya.

,"Saya hanya tidak mau kamu mati di kamar saya. Lagi pula kalau kamu cepat mati, itu terlalu mudah untuk kalian!" ucap Gara.

Kual Sandra, kuat ..., Sandra berusaha mencuatkan diri sendiri. Dari pada berlama-lama di sana membuat hatinya semakin hancur, I pun memilih untuk pergi saja.

"Saya permisi!" ucapnya lagi sambil berbalik, tapi langkahnya yang baru setengah langkah dan melayang di udara segera terhenti saat telinganya mendengar suara berat itu.

"Memang siapa yang mengijinkan kamu pergi." ucap Gara membuat Sandra memejamkan matanya dengan nafas yang tertahan, ia gagap menghela nafas dan memilih untuk kembali berbalik.

"Maaf tuan!" ucap Sandra tapi Gara terlihat tidak peduli, ia memilih menutup laptopnya dan menarik berkas-berkas itu agar lebih dekat dengannya.

Terlihat Gara mulai sibuk memeriksa satu-persatu berkas-berkas itu, lebih serius dan teliti, bahkan terkesan lama membuat beberapa kali Sandra terpaksa menggerak-gerakkan kakinya yang mulai kesemutan.

Kenapa semakin ke sini dia semakin menawan saja ..., batin Sandra, lagi-lagi ia kembali tanpa sadar mengagumi pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu.

"Jangan menatapku seperti itu!" ucap Gara bahkan tanpa mendongakkan kepalanya.

Hahhh dia tahu, batin Sandra dan dengan cepat Sandra menundukkan kepalanya.

"Maaf tuan!"

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya

Follow akun Ig aku ya

Ig @tri.ani5249

...Happy Reading 🥰🥰🥰...

1
Dewi Sari
mister bukan master y
Marhaban ya Nur17
drama banget se Sandra wkwkkw ah authornya kebanyakan nonton sinetron
Marhaban ya Nur17
gw emessyyy ama gara 😄 ngapa diem bae woooyyu
Marhaban ya Nur17
taruhannya jabatan y pak gara yg kaya eyang
Marhaban ya Nur17
yes oroknya jd wkwkwk
Marhaban ya Nur17
pasti salah paam wkwwk
Marhaban ya Nur17
abimanyu g jujur tuh 😄 aril adeknya n mantan e gara
Marhaban ya Nur17
nyaplok
Marhaban ya Nur17
ibu nya Sandra kah
Marhaban ya Nur17
typo nya banyak kali
Marhaban ya Nur17
negatif golongan darahnya
Marhaban ya Nur17
ea se naya emang naksir sama abimanyu wkwkkw
Marhaban ya Nur17
kocak San wkwkkwk boleh jg se buat arya terjun
Marhaban ya Nur17
2x klo gtu 😁
Marhaban ya Nur17
kocak y Sandra wkwk
Marhaban ya Nur17
lama" jg nemfel
Marhaban ya Nur17
gara liat arya selingkuh kali atau ngomong yg tidak" wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
kasihan se emang sama gara soal e dri kecil emang udh di tuntut jd perfec
Marhaban ya Nur17
gara udh mulai naksir tp msh oon 😁
Marhaban ya Nur17
gw kira gara bakal kejebak jg wkkwkw pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!