Gadis yang begitu aktif disekolahnya, selalu mendapat renking 1, menjadi osis termansyur disekolahnya, berbakat dalam segala hal, bela diri, memasak, bermain alat musik, menari dan hal kecil lain yang ia lakukan di dunianya.
Namun menjadi anak yang beruntung tidaklah begitu lama setelah dia mendapati sebuah buku novel yang berjudul '2 putri dengan nasib yang berbeda'.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menyelamatkan musuh atau membiarkanya mati?
"viona, hey!!! Kenapa kamu melamun saja? selamatkan leon, Cepat pake kekuatan penyembuhmu"teriak edgar menyadarkan viona dari melamunya itu, sebenarnya viona tidaklah melamun, melainkan. Dia sedang berpikir bagaimana menyembuhkan leon tampa harus membuat mereka mencurigainya.
leon yang melihat sikap viona sambil menahan sakit karena dia yang mendapatkan serangan fatal dari pria mesterius itu, menatap viona dengan pandangan yang tidak bisa di jelaskan.
"aakh...! Kak... Aku juga sedang kesakitan"jawab viona sambil memegang dada seolah-olah menahan sakit juga.
"sudahlah edgar, lebih baik kamu bawa leon ke tenda sekarang juga. Agar dia lebih cepat mendapatkan pengobatan"saran paneran andrea.
"maaf pangeran? Apa anda tidak bisa melihat? Bahwa aku juga cedera?, bagiamana aku membawa kakakku sedangkan aku juga sedang menahan sakit!"ketus edgar menahan sabarnya, karena dia melihat viona tidak terlihat benar-banar sakit.
dia mengingat jelas, bahwa viona tidak ikut menyerang pria itu, dia hanya sembunyi di belakang pangeran andrea saja. Dia bahkan merasa curiga dengan hubungan kedua orang itu.
"a_a itu kak, saya yang akan pergi meminta pertolongan., t-tolong bertahanlah"ucap viona langsung pergi dari situ dengan raut wajah khawatir.
***
"Siaal! Aku merasa bahwa edgar dan leon mulai mencurigaiku lagi!. Aakhh! Lebih baik aku cepat-cepat mencari pertolongan sebelum si dua sialan itu lebih mencurigaiku lagi"lirihnya dan langsung bergegas ke tenda.
***
Dan kembali ke pertemuan Ratu Xia dan Raja dari guruestoni yang bernama Raja Alan Ra Baraston Guruestoni di hutan bagian selatan pun terjadi, tanpa sengaja kedua hewan suci yang di incar oleh kedua kerajaan itu bergabung untuk melawan mereka berdua,
Raja Alan yang sedang kesusahan menekan kekuatan dari hewan suci ular bertubuh perak, di kejutkan dengan kedatangan musuhnya.
"Ratu Xia? kenapa kamu bisa berada di kawasan kami?"ketus Alan bertanya.
"heh! Ini bukan kawasan kamu saja pria tua! kita diberi kebebasan bisa kemana saja, lagian hewan suci yang sedang ku incar berlari ke arah kalian"jelas ratu xia.
"hey nek... Lebih baik kamu pergi dari sini! Aku tidak peduli soal hewan suci yang kamu incar! Keberadaanmu mengangguku mendapatkan hewan suciku"ketus raja alan.
Mereka berdua saling menatap marah cukup lama sampai ada satu prajurit yang berteriak, mengaggetkan mereka berdua.
"YANG MULIA RAJA, INI GAWAT... ULARNYA SUDAH MENGELUARKAN RACUN GAS DARI TUBUHNYA! SEMUA AYO TUTUP HIDUNG"teriak prajurit ketakutan.
"ck sial"dercak raja alan, dia sebenarnya sudah tau bahwa ular bertubuh perak itu akan mengeluarkan racun ditubuhnya, tapi karena dia mengahlihkan pandanganya ke ratu xia, itu membuatnya lengah.
"gunakan topengnya!"teriak raja alan, mereka sudah melakukan persiapan terlebih dahulu, namun na'asnya, ratu xia dan pengawalnya tidak mengetahui itu, mereka tertekan dengan racun yang hampir menutupi mereka.
"RATU. UHUK! RATU S_SEBAIKNYA KITA PERGI DARI SINI DULU!"teriak pengawal yang masih menetap setia, sedangkan pengawal ratu lainya sudah berlari melindungi diri mereka sendiri.
"Tidak!, kamu bisa l_liat kan? Bahwa peri bunga itu juga melemah disana, haha_"ratu yang kegirangan itu, tidak memperdulikan saran prajurit dan racun yang mulai menebal itu, ia bergegas berlari ingin menangkap hewan peri itu.
Pandangan mata raja alan tidak sengaja tertuju ke arah ratu xia, ia kaget karena wanita itu dengan tidak memperdulikan nyawanya, pergi sendiri menangkap peri bunga, dia di buat kebingungan. Antara menolong ratu xia atau tidak, dikarenakan jika ia tidak menolongnya, ratu xia bisa mati, tapi itu juga yang ia inginkan.
hewan suci ular bertubuh perak sudah di taklukan, sebenarnya racun yang dikeluarkan di tubuh ular itu, adalah pertahan terakhirnya, banyak juga prajurit dari raja alan mati apalagi prajurit ratu xia.
tubuh ular yang sudah mengeluarkan racun terakhirnya itu juga pertanda dia sudah tidak lagi mempunyai kekuatan, Itulah yang membuat siular ini sudah mudah di taklukan.
berbeda dengan ratu xia, dia juga berhasil menangkap hewan suci peri bunga, tapi sayangnya dia juga tidak kuat lagi menahan racun yang sudah dia hirup cukup banyak.
tapi sebelum ratu xia benar-benar kehabisan nafas, raja alan muncul dan langsung melepaskan topengnya dan memakai topeng itu ke ratu xia, tapi karena ratu xia banyak menghirup racun, itu membuatnya tidak sadarkan diri.
***
Malam pun tiba, semua orang kembali ke tenda mereka dengan berbagai keadaan. Kematian, luka-luka, keberhasilan, kegagalan, kecapean, putus asa, masih bersemangat, pasrah.
Untung saja semua kerajaan memiliki sintains, termasuk kerajaan leofances sintainsnya yaitu viona sendiri, mereka yang terluka menahan sakit menunggu viona datang ke tempat pengobatan.
"salam nona viona, raja memanggilmu datang ke tenda pengobatan prajurit sekarang juga"teriak prajurit di tenda viona dan arin.
"ibuu...~~~ hikss, viona takut... Bu, bagaimana ini, jika mereka tau cara pengobatan viona sudah aneh, mereka, Mereka pasti akan membunuhku, tidaak...!"jerit viona yang memeluk arin di dalam tenda.
'bagaimana ini, aku begitu bodoh! Aku tidak memikirkan keadaan seperti ini, aku tidak berpikir panjang soal ini'batin arin juga kebingungan.
edgar yang sudah geram dengan keanehan adiknya, dia tidak peduli lagi dengan luka dalamnya itu, ia bergegas ke tenda viona dan langsung masuk.
Viona dan arin kaget dibuatnya.
"e_edgar sayang? ada apa nak?"tanya arin berusaha tenang, menghampiri edgar.
"AKU MAU MEMBAWA VIONA KE TENDA PENGOBATAN BU! INI TANGGUNG JAWABNYA DIA HARUS CEPAT MENGOBATI PARA PRAJURIT YANG SEDANG KESAKITAN! TERUTAMA KAKAKKU!"teriak edgar menatap tajam ke arah viona yang sedang bersembunyi di belakan arin.
"s_sayang, viona juga sedang sakit sekarang, apa raja tidak bisa meminta tolong sintais dari kerajaan lain dulu?"tanya arin.
"Ibu gila!?, kita punya sintais untuk apa kita meminta tolong ke kerajaan yang lain"teriak edgar dengan amarah yang sudah tidak bisa di jelaskan lagi.
"anak sialan kamu edgar! Bernai beraninya kamu mengataiku gila! Tunggu saja, aku akan melaporkan perbuatan mu ke duke!"ketus arin yang kaget karena dikatai gila oleh edgar.
"heh!!! Duke si lumpuh itu? Dia bisa apa sekarang buuu!? Sialahkan saja, dia sudah tidak punya kuasa lagi! Sekarang kakak tertuaku yang memegang kuasa itu sekarang"ketus edgar menatap tajam ke arah arin dan vioan, dia benar-benar sudah tidak mempercai arin lagi.
'cepatlah datang ke tenda pengobatan viona, jangan membuat raja yang datang menjeputmu, maka kamu akan tau rasa bagaimana kepalamu lepas dari badanmu"sarkas edgar, tersenyum miring dan langsung meninggalkan mereka berdua.
"AARRRRGGHHH... EDGARRRR EDGAR... KAMU YANG AKAN MATI PERTAMA KALI DI TANGANKU!!!"teriak arin putus asah.
"ibu bagaimana ini..."jerit viona yang sudah sangat takut.
"tenang sayangku, kita akan buat kekacauan malam ini, dan itu kesempatan kita untuk pergi dari sini"ucap arin dengan raut wajah marah dan penuh muslihat.
BAYBAY SEE U LETER...