renata setiap hari menjalani kehidupan asrama yang biasa biasa saja sampai suatu saat bertemu seseorang yang mengubah kehidupannya jadi indah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
1 tahun berlalu
Renata pulang dari rumah sakit dan tersenyum bahagia.
Ini kehamilan kedua ,rasa nya hidup ini sangat sempurna batin Renata
Tiba - tiba ponsel Renata bunyi dan ada pesan dari Yuda.
"Renata hari ini aku menikah ,maaf tidak mengundang mu karna Vino pasti akan marah jika tau siapa calon istri ku " tulis Yuda
"Tidak apa - apa ,semoga kau bahagia ,aku mendukung semua keputusan mu " balas Renata
Renata pulang ke rumah dan melihat Vino juga sudah pulang
"Dari mana saja? " tanya Vino
"Dari rumah sakit " jawab Renata
"Apa kau sakit ? kenapa tidak menunggu aku pulang baru ke sana " ucap Vino sedikit khawatir
Renata tersenyum dan memperlihatkan kertas dari Dokter.
"Jadi beneran positif? " tanya Reno senang
Renata mengangguk
Vino ikut tersenyum dan memeluk Renata dengan erat
" Terima kasih " ucap nya bahagia
Intan, Winata dan Reno tersenyum bahagia melihat mereka.
"Reno akan punya adik " ucap Intan saat menatap Reno
"Kita punya cucu lagi ,rumah ini akan hangat dan ramai sebentar lagi " kata Winata
Beberapa bulan berlalu
Vino,Renata dan Reno sedang duduk di taman sambil makan - makan.
Vino memegang perut Renata yang sudah agak besar.
Renata menatap Vino dan tersenyum,
Reno sedang main bola dan berlari ke arah mereka,Reno menarik tangan papa nya mengajak nya bermain bola.
Mereka berdua bermain dengan bahagia,
Renata tersenyum melihat mereka sambil memegang perut nya.
B**erikan kami kebahagiaan hingga anak - anak dewasa batin Renata
Beberapa tahun berlalu
Yuda sedang di mobil bersama putri nya.
"Nanti saat kau bertemu pertama kali dengan teman papa ,kau harus menyapa nya dan mencium pipi nya,karna dia sangat suka anak kecil ,mengerti? " ucap Yuda
"Ya pa " kata Chaca
A**nak semanis dan penurut ini kenapa Karina tega meninggalkan nya batin Yuda
"Mereka pasti menyukaimu ,anak mereka juga ada yang seumuran dengan mu jadi kau bisa bermain nanti sama mereka " ucap Yuda sambil mengelus pipi putri nya.
"Ya itu bagus pa,Chaca akan punya teman baru " kata Chaca senang
Tiba - tiba di jalan mobil bertabrakan ,Chaca dan Yuda berteriak.
Chaca melihat Yuda penuh dengan darah
"P bangun pa " teriak Chaca
Yuda sudah tidak sadar kan diri
"Pa Chaca takut ,bangun pa " ucap Chaca sambil menangis keras.
Orang - orang berdatangan dan menolong mereka,membawa mereka ke rumah sakit.
Di rumah sakit
Chaca sudah sadar dan luka di dada nya sudah di jahit
"Papa " panggil Chaca saat baru sadar
Perawat terlihat kasian
"Dek papa nya sudah pergi untuk selama nya, sebentar lagi keluarga adek datang menjemput jadi tenang lah " ucap salah satu perawat.
"Papa gak boleh ninggalin Chaca ,Chaca gak punya siapa - siapa lagi " ucap Chaca saat menangis.
Perawat memegang Chaca yang berjalan mencari papa nya ,perawat mengantarkan Chaca keruangan papa nya.
Chaca melihat Yuda sudah di tutup pakai kain.
Chaca kecil menitikkan air mata
Papa gak boleh ninggalin Chaca,Chaca gak punya siapa - siapa lagi batin Chaca
Chaca menangis tersedu - sedu memeluk mayat papa nya.
"Ca ayo ikut mama " ucap seseorang
Chaca melihat ke belakang ,Karina mengulurkan tangan pada nya.
Chaca menunduk tapi lama kelamaan menerima uluran tangan Karina .
Chaca kecil mengikuti Mamanya tapi langsung berhenti, Karina ikut berhenti dan menatap Chaca.
"Kenapa?" tanya Karina
"Bisakah kita pergi setelah Papa dimakamkan?" tanya Chaca sedih
"Baiklah kita akan pergi setelah dia di makamkan, kau harus janji jangan jadi anak bandel saat bersama Mama" ucap Karina
Chaca mengangguk patuh.
Mampir thor nyimak..
padahal Vino dan Pandu orang yg sama, ih seru.
yg saya penasaran, apa motif Pandu nyamar dan sekolah coba?
perhatikan perbedaan waktunya ya.