[ VOTE DAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
Yang tidak pernah terbayangkan oleh Reygan, yaitu perjodohan.
Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara laki-laki dan juga perempuan yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi tidak dengan Reygan, dia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal, wanita itu bernama Nasya.
Rumah tangga mereka berdua sama sekali tidak dibumbui oleh rasa cinta, mereka berdua harus menikah saat mereka menginjak kelas dua SMA.
Awalnya bukan Nasya lah yang seharusnya menikah dengan Reygan, melainkan kakak tirinya. Tapi karena Kakak tirinya enggan untuk menikah muda akhirnya Nasya lah yang harus menggantikannya.
Perasaan Reygan bukan untuk Nasya, melainkan kekasihnya yang bernama Zora. maka dari itu Reygan selalu memperlakukan Nasya dengan tidak baik bahkan ia secara terang-terangan berpacaran dengan Zora tepat di depan mata istrinya.
Nasya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berdua juga harus merahasiakan pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NG STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Mami Kala menyuruh Nasya dan juga Reygan untuk pergi ke toko buket bunga, sepertinya Mami Kala memesan bunga.
Reygan menyuruh Nasya untuk tetap di mobil, gadis itu menganggukan kepalanya lalu menatap kepergian suaminya.
Beberapa menit kemudian Reygan kembali dengan buket bunga mawar yang besar, Nasya mengerutkan keningnya memperhatikan buket tersebut.
Setelah Reygan menyimpannya di kursi belakang, ia kembali masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tujuan mereka kali ini pergi ke rumah Mami Kala dan juga Papah Reja.
Reygan berdehem untuk menetralkan suasana yang terasa canggung, ia melirik kearah istrinya yang sedang melihat keluar jendela mobil.
"Kau tahu hari ini hari apa?" tanya Reygan.
"Senin, ada apa?" tanya balik Nasya.
Reygan menggelengkan kepalanya lalu kembali fokus menyetir.
Sesampainya di rumah Mami Kala, Reygan begitu terkejut saat membuka pintu, ia melihat Mami Kala dan juga yang lain sudah menunggunya di depan pintu.
"Selamat ulang tahun!" ucap mereka semua.
Reygan dan juga Nasya saling menatap satu sama lain, Nasya mengangkat kedua pundaknya lalu ikut bergabung dengan yang lainnya.
Reygan di tarik untuk masuk kedalam rumah, laki-laki itu menatap sekeliling rumah yang sudah di dekorasi dengan sangat indah.
"Kapan kalian menyiapkannya?" tanya Reygan.
"Sebenarnya ini Papah Reja yang menyiapkannya, bersama kak Kirana dan juga sahabat-sahabatmu." jawab Chalandra sambil menyimpan kue di atas meja.
"Ayo sayang make a wish." ucap Mami Kala sambil menyalakan lilin menggunakan korek api.
Reygan menganggukan kepalanya lalu memejamkan kedua matanya, beberapa menit kemudian ia membuka matanya dan langsung meniup lilin yang ada di hadapannya itu.
Semua orang yang ada disana bertepuk tangan, Reygan memotong sebagian kue lalu memindahkannya ke piring plastik.
Reygan menyuapi kue itu ke Mami Kala, Papah Reja, Chalandra, Kak Kirana dan juga istrinya Nasya.
Setelah selesai mereka semua memberi hadiah kepada Reygan, kecuali Nasya.
***
Nasya dan Reygan sudah ada di rumah saat pukul sembilan malam, setelah selesai mandi Nasya pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi disana.
Sedangkan Reygan yang baru saja keluar dari kamarnya langsung menghampiri Nasya dan duduk disebelah istrinya.
Nasya memberikan papper bag kecil kepada suaminya itu, Reygan dengan senang hati menerimanya.
"Gelang?" tanya Reygan saat membuka papper bag tersebut.
"Kenapa? apakah kau tidak suka? kembalikan kepadaku." kata Nasya hendak mengambil lagi hadiah pemberiannya.
Tetapi Reygan langsung menyimpan ke dalam saku celananya, laki-laki itu tersenyum tipis menatap istrinya.
"Terima kasih." ucap Reygan begitu tulus.
Nasya menganggukan kepalanya lalu kembali fokus ke layar televisi, sedangkan Reygan masih fokus memperhatikan istrinya.
Nasya yang sadar langsung menoleh kearah Reygan. "Kenapa kau melihatku seperti itu terus?" tanya Nasya.
Reygan tidak menjawab, laki-laki itu malah memepetkan tubuh Nasya ke pembatas sofa.
Tangannya memeluk pinggang gadis yang ada dihadapannya itu, tak lama kemudian Reygan langsung mel*mat bibir Nasya dengan begitu lembut.
Sedangkan Nasya tidak mrmbalas ataupun menolak l*matan tersebut, gadis itu memejamkan kedua matanya dan tangannya memegang erat baju bagian bawahnya.
Dengan cepat Reygan mengubah posisi Nasya menjadi duduk di atas pahanya, laki-laki itu dengan rakus mel*mat bibir istrinya.
"Buka mulutmu." bisik Reygan
Dengan perlahan Nasya membuka mulut dan membalas l*matan suaminya, walaupun terbata-bata.
Reygan mengangkat tubuh istrinya dan membawanya kedalam kamar, ia membaringkan tubuh Nasya di atas kasur.
Reygan kembali mel*mat bibir istrinya itu, beberapa saat kemudian ia tersadar dan langsung menghentikan aksinya.
Nasya membuka matanya dan melihat wajah Reygan yang saat itu sangat dekat dengan wajahnya, laki-laii itu tersenyum tipis lalu mengecup bibir Nasya sekilas.
Reygan membaringkan tubuhnya di samping Nasya dan memeluk gadis itu dengan erat.
"Aku akan menahannya sampai kita lulus sekolah nanti." bisik Reygan
"Apakah kau menyukaiku?" tanya Nasya to the poin.
Reygan terdiam sejenak lalu tidak lama kemudian ia menganggukan kepalanya.
"Iya, aku menyukaimu." jawabnya sehingga membuat Nasya tersenyum.
"Bagaimana denganmu? apakah kau menyukaiku?" tanya Reygan balik.
Nasya menganggukan kepalanya dengan cepat, entah ia bermimpi atau tidak Nasya berharap jika ini adalah nyata.
"Maafkan aku karena selalu bersikap kasar kepadamu." kata Reygan lalu diangguki oleh Nasya.
Mereka berduapun kembali melanjutkan obrolan, sampai mereka tertidur karena kelelahan.
Keesokan harinya Nasya dan Reygan berjalan di lorong sekolah untuk pergi ke kelasnya.
Semua siswa perempuan yang ada disana berkumpul hanya untuk melihat Reygan pagi itu.
Reygan menoleh kebelakang menatap istrinya yang saat itu sedang mengikuti langkahnya, ia pun tersenyum tipis.
Sesampainya di kelas Reygan menyuruh Nasya untuk kembali duduk disampingnya, dengan senang hati Nasya mengiakannya.
Chalandra, Eliaria dan juga Sena masuk kedalam kelas Nasya dan langsung menghampiri mejanya.
"Apakah kau ingin ikut bersama kita?" tanya Eliaria.
"Kemana?"
"Kantin, aku mendengar hari ini full jamkos." bisik Eliaria
Nasya yang mendengarnya merasa senang, ia menganggukan kepalanya dengan cepat lalu beranjak berdiri dari tempat duduknya.
"Kak Reygan bisa ikut bersama kita." kata Chalandra melihat kakak laki-lakinya yang selalu memperhatikan Nasya.
Reygan menganggukan kepalanya lalu ikut berdiri dari tempat duduknya, ia mengikuti langkah istrinya dari belakang.
dasar Reagen lebay
ngga ada akhlaknya...
korban dari orang tua yg selingkuh
menjodohkan anak yg masih sekolah