Varel dan Vera tinggal di ibu kota Jakarta , rumah mereka satu komplek yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter, Varel dan Vera sering bermain bersama dari umur 3 tahun , karena tetanggaan, so pasti kedua orang tua mereka saling kenal satu sama lain.
Papa Vera adalah seorang pengusaha garmen yang cukup besar , dan juga punya banyak butiq di Jakarta ,Bandung dan kota kainnya, dan papi Varel bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti sebagai Direktur utama.
Varel dan Vera bersekolah di Taman kanak-kanak yang sama dan juga di SD yang sama, di sekolahpun mereka juga bermain bersama bak seperti anak kembar atau seperti lem sama kertas yang tak terpisahkan , saling menjaga dan saling melindungi, begitulah Varel sama Vera baik di rumah,maupun di sekolah sampai mereka kelas 5 SD ,mereka masih tetap bersahabat.
Suatu hari papi Varel di pindah kerja kan ke Surabaya saat Varel dan Vera kelas 5 SD semester pertama, dan otomatis Varel dan Vera pun terpaksa berpisah., karena perpisahan tersebut, watak Varel dan Vera berubah djngin dan tidak pernah tersenyum sampai mereka remaja
Bagaimana kisah persahabatan Varel dan Vera selanjutnya ? apakah mereka akan bertemu lagi suatu hari nanti ?
Yuk Readers ,,,ikuti kisahnya selanjutnya ,,
jangan lupa Komentar dan like nya ya , untuk penyemangat author biar bisa lebih maju lagi kedepannya
Wassalam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda waty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Kunjungan Calon Mertua
" Benarkah kamu tidak tau Cel dengan siapa saya di jodohkan oleh mami dan papi ?" tanya Varel sendu dengan suara yang pelan
" Kan sudah saya bilang tadi saya tidak tau , kamu tunggu saja om Bara dan Tante Hanifah sampai di London besok , tanya sendiri langsung pada mereka " ucap Marshcel menegaskan.
' Yes,, yes ,,yes kena kamu Varel Palevi ' ucap Marshcel di dalam hati lalu
mengayunkan ke atas dan kebawah tinjunya yang terkepal
" Baiklah kalau begitu , percuma juga saya nanya sana kamu Cel " jawab Varel ketus di sebrang sana sambil memutuskan sambungan panggilannya.
Fito yang sudah tau kalau Bara dan Hanifah akan datang , mulai berfikir semua hal apa saja yang menyangkut putri kesayangannya, Fito tidak mau melihat Vera terpuruk , menangis dan terluka lagi seperti waktu kecil dulu saat berpisah dengan Varel yang pindah ke Surabaya , Fito berfikir keras apa yang harus dia lakukan andaikan benar Varel telah di jodohkan dengan wanita lain.
Ke esokan harinya setelah sholat subuh waktu setempat , Varel langsung ke bandara HEATHROW London untuk menjemput kedua orang tuanya, setelah memarkirkan mobilnya di parkiran ,Varel langsung berjalan ke arah pintu gerbang Kedatangan sambil melirik jam tangannya , Varel menunggu orang tuanya di pintu terdepan di kedatangan bandara HEATHROW
Setelah menunggu 30 menit lamanya , Varel melihat kedua orang tuanya dari jauh sambil menyeret kopernya menuju ke pintu keluar
" Mami ,, papi ,, " teriak Varel sambil melambaikan tangannya pada mami dan papi nya .
Kedua orang tua Varel langsung membalas lambaian tangan Varel sambil berjalan ke arah dimana Varel berdiri
" Mami ,, papi ,," ucap Varel menyalami kedua orang tuanya lalu merangkulnya
" Sini mi , biar Varel yang nyeret kopernya " kata Varel mengambil koper di tangan maminya
Varel bersama kedua orang tuanya berjalan menuju ke mobilnya di parkiran , lalu Varel memasukan semua barang bawaan orang tuanya ke dalam bagasi mobil
" Yuk naik mi ,,Pi " ucap Varel sambil membukakan pintu mobilnya untuk mami dan papi nya
Mami dan papi Varel pun masuk ke dalam mobil ,lalu Varel menyusul masuk ke mobilnya dan langsung meninggalkan bandara Heathrow London pulang ke rumah kontrakannya
Hanya satu jam perjalanan, Varel sudah memasuki halaman sebuah rumah ,lalu memakirkan mobilnya dan setelah itu Varel langsung keluar dari mobil yang di susul kemudian oleh papi dan mami nya juga , Varel lalu membuka bekasi mobil tersebut untuk menurunkan barang-barang bawaan ke dua orang tuanya
" Ayo mi ,Pi silahkan masuk " ucap Varel setelah membuka pintu rumahnya
" Wah,, rumah kamu lumayan bagus juga nak " ucap mami Varel sambil melayangkan pandangannya ke seluruh ruangan rumah tersebut
" Ini bukan rumah Varel mi tapi ini rumah kontrakan, Varel lebih suka memilih mengontrak rumah dari pada nginap di hotel mi " ucap Varel mengasih tau maminya
" Kenapa Varel tidak membeli rumah saja di London ini ? hitung-hitung sebagai aset juga " ucap Bara papinya
" Belum ada pikiran ke sana soalnya Pi, oh ya , mami dan papi istirahat dulu , itu kamar mami dan papi sudah Varel siapkan " ucap Varel seraya menunjuk salah satu kamar yang menghadap ke ruang tamu rumahnya , sambil mempersilahkan kedua orang tuanya untuk istirahat
" Ya nak , mami mau istirahat dulu sebentar " ucap mami Varel sambil berjalan ke arah kamar tersebut
Bara dan Varel mengikuti Hanifah dari belakang sambil menyeret koper dan membawa barang-barang bawaannya
" Silahkan mi , Pi " ucap Varel membukakan pintu kamar untuk maminya , lalu masuk kedalam dan menaruh koper orang tuanya di sudut kamar lalu keluar lagi meninggalkan kedua orang tuanya untuk istirahat
Di rumah sakit sana Felly dan Vera lagi ngobrol santai, Fito papanya Vera lagi membeli makan untuk makan siang mereka, kesehatan Felly sudah jauh membaik , dokter bilang 2 atau 3 hari lagi Felly sudah boleh pulang ke rumah.
" Vera hari ini mama belum melihat Varel , kemana ya dia ?" tanya mamanya Vera , yang tidak melihat Varel di jam makan siang ini , biasanya di jam makan siang Varel selalu ada di rumah sakit menemani Vera menjaga dirinya
" Masih di rumah barangkali ma , soalnya kemaren papa mendengar kak Varel telponan dengan orang tuanya , kalau orang tuanya sudah on the way ke sini untuk menyusul kak Varel " ucap Vera memberi penjelasan pada mamanya
" Apa ? Hanifah dan Bara on the way ke London ini ? untuk apa Vera ?" tanya mama Vera kaget mendengar kabar dari Vera
" Vera tidak tau untuk apa mereka datang ke London ini ma , mungkin juga mereka mau healing , mumpung anak nya masih lagi berada di sini " jawab Vera lagi yang benar-benar tidak tau kenapa orang tua Varel menyusul anaknya ke London
Felly dan Vera pun diam seperti memikirkan sesuatu , mungkin juga lagi memikirkan kedatangan kedua Varel , tapi ntah lah ya
" Assalamu'alaikum " pintu ruang rawat Felly di dorong dari luar
" Wa'alaikum salam " jawab Vera dan mamanya bersamaan dan langsung melihat ke arah pintu
" Ini papa bawakan beberapa menu makanan untuk makan siang kita , dan apa mama sudah makan ?" ucap papanya Vera sambi berjalan ke arah meja ,lalu menaruh makanan siang nya di atas meja
" Mama sudah makan kok pa , mama kan harus teratur makan ,karena harus makan obat " jawab Felly istrinya
"Baguslah kalau begitu ma , semoga mama cepat sembuh ya " ucap papa Vera pada istrinya
" Iya pa ,,Aamiiin " jawab mama Vera lagi sambil menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur rumah sakit tersebut
" Vera ,, yuk makan sayang " seru papa Fito sama putrinya sambil membuka kemasan makan siang tersebut
" Iya pa , papa duluan aja, Vera mau sholat Zuhur dulu, setelah itu baru makan " jawab Vera sambil berjalan ke kamar mandi rumah sakit tersebut
Setelah sholat Zuhur , Vera pun makan siang duduk di samping papanya di sofa ruang rawat inap rumah sakit tersebut
" Bagaimana rasanya sayang ? enak nggak?" tanya Fito pada putrinya
" Enak pa , enak banget malah " jawab Vera sambil meanggukkan kepalanya menelan isi mulutnya tersebut, lalu meneguk air putih yang ada di hadapannya
" Makannya santai saja ya sayang, nanti keselek " ucap Papa Vera tersenyum sambil mengusap kepala putri kesayangannya itu
Vera pun makan dengan lahap tanpa bicara lagi , setelah makan Vera membersihkan meja sofa tersebut seperti semula, dan membuang semua bungkus bekas makan tersebut ke tong sampah yang telah tersedia di pojok ruangan rawat inap itu .
Setelah makan siang, Vera dan papanya duduk bersantai di sofa ruangan rawat inap itu sambil ngobrol pelan-pelan dengan papanya , sementara Felly mama nya Vera tertidur setengah bersandar di tempat tidur tidak lama setelah makan obat.
Melihat posisi istrinya tertidur seperti itu , Fito segera bangkit dari tempat duduknya di sofa , berjalan kearah istrinya lalu memperbaiki tidur istri dengan hati-hati dan pelan-pelan sekali, karena takut istri nya akan terbangun nanti
semangat bund 💪💪