Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.
Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "
by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33. KAU MASIH ISTRIKU
Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 sore kini Emin dan Paris ingin segera kembali ke Jakarta. Paris menghubungi asistennya untuk mempersiapkan kepulangan mereka ke Jakarta. Tidak menunggu lama helikopter yang tadinya menghantarkan mereka ke Bandung kini datang untuk menjemput Emin dan Paris.
"Sultan mah bebas kapan saja bisa pulang." gumam Emin di dalam hati."Apa kita harus pulang hari ini? tanya Paris kepada Emin membuat Emin mengerutkan keningnya. Ia bingung akan pertanyaan Paris. Padahal sebelumnya ia sudah meminta kepada asistennya untuk mempersiapkan helikopter menjemput mereka untuk segera kembali ke Jakarta.
"Kedua orang tuaku nanti kecarian. Karena aku sama sekali belum memberitahu tentang tugas ke luar kota." ucap Emin kepada Paris dibalas anggukan dari Paris. Helikopter yang akan menjemput Mereka pun tiba disana.
"Ayo masuk! ujar Paris meminta kepada Emin untuk terlebih dahulu naik ke dalam helikopter disusul olehnya.
Selama di dalam perjalanan Emin hanya diam saja menatap ke bawah indahnya alam ciptaan Tuhan."Seumur-umur Baru kali ini aku menaiki helikopter. Bahkan naik pesawat komersil saja aku belum pernah sama sekali" gumam Emin dalam hati tetapi ia tidak memperlihatkannya kepada Paris.
"Kamu Kenapa diam saja?
"Tidak apa-apa, hanya saja saya ingin menikmati pemandangan ciptaan Tuhan."sahut Emin sambil terus menatap pemandangan indah.
"Apa kamu memikirkan sesuatu?
"Tidak!
"Apa boleh aku bertanya sesuatu kepadamu mengenai hal pribadi?
"Selagi aku bisa menjawab, pasti akan aku jawab." sahut Emin pandangannya tetap beralih ke pemandangan yang indah. tak ada sedikitpun ia menoleh ke arah Paris.
"Ada hubungan apa kamu dengan Abelano?
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?
"Karena dia mengakui kalau kamu itu adalah istrinya.
"Oh ya?
"Iya, padahal ketika kamu melamar pekerjaan di kantorku. Terlihat di KTP dan biodata kamu kamu masih single parent." ucap Paris menuntut jawaban yang pasti dari Emin.
Emin hanya terdiam ia tidak dapat langsung menjawab pertanyaan Paris kali itu.
"Kenapa kamu diam? apa Kamu Memang benar istri Abelano? tanya Paris penuh selidik.
Emin menghela nafas panjang. lalu ia pun akhirnya angkat bicara. Baginya tidak ada gunanya membohongi statusnya. Karena itu merupakan dosa besar baginya, untuk menutupi kebohongan awal yang ia lakukan maka ia akan melakukan kebohongan lagi. untuk menutupi kebohongannya sebelumnya.
"lebih tepatnya istri yang tak dianggap!" sahut Emin yang mampu membuat Paris terhenyak.
"Maksud kamu apa?
"Istri tak dianggap Bagaimana maksudmu? Aku belum paham sama sekali. "Tidak perlu kau memahaminya, karena aku yang akan menjalani kehidupanku.
"Bicara sama aku, Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu dariku. "Sudahlah tidak perlu dibahas. lebih baik kita membahas yang lain saja. Dari bahasaku istri yang tidak dianggap, Seharusnya kamu paham artinya.
Kamu bukan anak kecil, tetapi kamu sudah dewasa bahkan menjadi pimpinan perusahaan Paris company. Itu artinya kamu lelaki yang cerdas menelaah apa yang aku bicarakan." ucap Emin sambil memandang ke depan tanpa melihat ke arah Paris sedikitpun.
Belum dapat dipecahkan oleh pikiran Paris, mengenai istri tak dianggap yang dimaksud oleh Emin. Itu merupakan PR bagi Paris karena ia tak kunjung mendapat jawaban dari Emin. "jika kau Tidak dianggap aku akan menganggapmu dan akan mengangkat derajatmu." ucap Paris bersemangat..
Emin hanya terdiam ia sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Paris kepadanya. Tak terasa mereka sudah tiba di Jakarta . Jam sudah menunjukkan pukul 18.40 mereka mendarat tepat di lantai paling atas kantor yang dipimpin oleh Paris
"Aku akan antarkan kamu pulang langsung ke rumah." ucap Paris kepada Emin ketika mereka sudah tiba di Jakarta. "Tidak perlu aku bisa naik ojek sendiri."
"Tapi ini sudah hampir malam, tidak bagus seorang wanita naik ojek sendirian.
"Mengapa tidak, kita hanya dapat berdoa berserah kepada Allah agar Allah memberikan pertolongan kepada kita jangan terlalu khawatir akan segala sesuatu hal.
" Aku tidak akan membiarkanmu pulang sendiri." ucap Paris ngotot ingin segera menghantarkan Emin pulang ke rumah kedua orang tuanya.
"Aku tidak pulang ke rumah orang tuaku. Aku ingin menginap di rumah Arumi."sahutnya berusaha untuk menghindari Paris agar Paris tidak mengetahui rumah kedua orang tuanya. "Ya sudah kalau begitu saya antar kamu ke sana saja." sahutnya sambil mengembangkan senyumnya. Ia menarik tangan Emin turun dari lantai atas menuju loby.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka tiba di parkiran. Ketika Emin dan Paris tiba di parkiran, mereka dikejutkan dengan kehadiran Abelano di sana. "Ayo kita pulang! pekik Abelano sambil menarik tangan Emin.
Emin tidak dapat menolak karena bagaimanapun dia masih sah istri dari Abelano. Emin berpamitan kepada Paris lalu ia mengikuti Abelano masuk ke dalam mobil mewah milik Abelano tentunya setelah Abelano membuka pintu untuknya.
"Kau dari mana?sehingga kau pulang sampai jam segini? tanya Abelano penuh selidik. "Tugas di luar kota. Pak Paris ingin meninjau proyeknya yang ada di Bandung." sahut Emin dengan santai tanpa ada yang ia tutup-tutupi.
"Ingat kau masih istriku seharusnya kau meminta izin dariku jika kau ingin bepergian kemana-mana.
"Bagaimana mungkin aku berpamitan kepadamu aku saja tidak mengetahui kalau saat itu akan pergi ke luar kota yaitu kota Bandung.
"Loh kenapa dari sini? rumah kedua orang tuaku tidak dari sini." ucap Emin melihat arah jalanan tidak menuju rumah kedua orang tua Emin.
"Kau istriku sudah sewajarnya kita tinggal bersama." ucap Abelano membuat seorang Emin merasa bingung dengan sikap Abelano yang sulit di mengerti olehnya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit dari kantor Paris Company mereka tiba di sebuah apartemen mewah milik Abelano.
"Kau membawaku kemana? jangan macam-macam. ucap Emin khawatir Kalau Abelano bertindak nekat kepadanya.
Abelano tidak menjawab ia meminta Emin agar terus mengikuti dirinya. Hingga tiba saatnya mereka tiba di depan pintu apartemen milik Abelano. Abelano membuka pintu apartemen miliknya, agar Emin dapat masuk dengan leluasa.
"Apartemen siapa ini?
"Tidak mungkin aku membawamu ke apartemen orang lain, kalau ini bukan apartemen kita.
"Bukan apartemen kita melainkan apartemenmu.
"Apartemenku apartemen kamu juga karena kau itu istriku."sahut Abelano.
Abelano membawa Emin masuk ke dalam apartemennya. Emin tampak takjub melihat apartemen milik Abelano yang sangat besar dan desain interiornya yang cukup megah dan mewah.
"Kamu tinggal di sini? Apa kamu tidak tinggal di rumah utama? tanya Emin penasaran. Sejak mami mengusirku, aku tinggal sendiri di sini mengurus diri sendiri, tanpa ada yang peduli kepadaku.
"Maaf apartemennya sedikit berantakan. asisten rumah tangga yang bekerja di sini pulang ke kampung. Otomatis harus aku yang mengerjakan segalanya." ucap Abelano membuat Emin merasa tidak tega Seorang Abelano tinggal sendirian di apartemen mewah itu, oleh karena dirinya sendiri.
"lebih baik kamu mandi. Aku akan membereskan ini dulu, baru aku membersihkan diri. Kemudian kamu antar aku pulang ke rumah orang tuaku."
"Kenapa harus pulang? menginap lah disini malam ini saja. Aku kesepian di sini." ucap Abelano memohon dengan sangat kepada. Emin. Emin tidak menjawab.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻