novel ini menceritakan cinta yg berubah jadi benci namun perjodohan membawa ke pernikahan bisakah benci kan berubah jadi cinta lagi????
ayo mampir ke novel perdana saya maaf bila Ada pemilihan kata yang kurang sesuai🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani.ctmur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
"Ya Tuhan apa yang terjadi dengan mereka? kenapa mereka tampak seperti monster, memasuki kamar mereka seperti memasuki rumah kosong yang menyeramkan" ucap Dara sambil menuruni anak tangga mencari keberadaan bi Sumi.
"bi bibi" teriak Dara dia mencari bi Sumi yang belum dia temukan. dia lalu berjalan keluar rumah melihat bi Sumi yang sedang ngobrol bersama pak Sugeng di luar.
"bi Sini! "Panggil Dara sambil melambaikan tangannya.
"iya non sebentar" melihat Dara berdiri di depan pintu,bi Sumi langsung berlari mendekati dia.
"ada apa non"? Tak menjawab pertanyaan bi Sumi, Dara langsung menarik bi Sumi masuk dan duduk di meja makan.
" non Dara ada apa? Jangan bikin bibi takut"bi Sumi yang semakin bingung dengan tingkah laku Dara.
"bibi,kak Frans sama kak Serly kenapa sih"? ucap Dara sambil berbisik di deket bi Sumi.
" lah emang kenapa non"?
"ih... bibi kan Dara yang nanya kenapa bibi malah balik nanya" ucap Dara yang kesal sambil menghentak hentakan kakinya.
"bibi ga tau non mereka kenapa, soalnya bibi seharian belum ketemu mbak Serly"
"kalau kakak"?
" kalau mas Frans ma,cuma tadi pagi kebawah ambil sarapan abis itu gak turun turun lagi, emang kenapa sih non"?
"terus apa lagi"?
" tadi siang mas Reno kesini, saya bilang mas Frans di kamar. terus mas Reno nya naik, udah gitu aja, orang seharian gak ada yang makan non, tu bibi masak a
saja masih utuh"ucap bi Sumi sambil menunjuk makanan di atas meja.
"em... yayaya berati mereka gak pada ke kantor"? tanya Dara yang dijawab bi Sumi dengan menggeleng kan kepala, karena dia mengetahui ada Frans yang berdiri di belakang Dara.
Bi Sumi memberi kode dengan matanya ke Dara, tapi Dara yang belum Faham malah melanjutkan pertanyaannya.
" tadi bang Reno lama gak bi di sini"?
lagi lagi bi Sumi hanya menggulingkan kepala.
"bibi kenapa sih gelang geleng muluk lihatin sono muluk kaya lihat han" ucap Dara sambil menoleh ke belakang, betapa kagetnya dia melihat Frans sudah berdiri tegap dibelakang nya dengan sorot mata yang tajam.
"eh kakak, makan kak silahkan Dara mau ke kamar dulu" ucap Dara sambil berlari menuju kamarnya.
"bibi permisi dulu mas" bi Sumi pun juga melakukan hal sama seperti Dara.
***
Dengan nafas ngos ngosan karena harus berlari menaiki tangga Dara langsung menutup pintu kamarnya "Ya Tuhan kenapa kak Frans jadi kaya monster yang menakutkan gitu" gumam Dara sambil mengelus dada.
"Aku tanya abang aja" ucap Dara sambil mencari ponsel yang masih berada di dalam tasnya.
Baru mau mencari kontaknya Reno di ponselnya tiba tiba ada panggilan masuk dari mama Meta,
"halo assalamu'alaikum ma"
"waalaikum salam dek, lagi pada ngapain sih pada susah bener di telfon"? tanya mama Meta yang sedikit kesal dengan anak anaknya yang pada dihubungi.
" ih mama kan Dara kemarin sudah bilang hari ini ada acara sama temen temen kampus" jawab Dara sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"kakak sudah pulang belum dek? dari tadi mama telfon ga di angkat, kak Serly jg HP gak aktif, mama khawatir".
mendengar pertanyaan mama Meta, Dara jadi kaget dan langsung terperanjat dari atas kasur,
"aduh aku harus jawab apa ini gak mungkinkan aku bilang mereka lagi jadi monster"
gumam Dara dalam hatinya yang bingung sambil mondar mandir ga jelas.
"halo halo adek kamu dengar mama gak" teriak mama Meta di telfon, karena Dara yang tak kunjung ada jawaban.
"iya ma maaf ma tadi lagi minum, mama ngomong sendiri ya sama kakak, bentar aku ke kamar kakak dulu" Dara langsung keluar kamar menuju kamar Frans.
***
Di kamar Frans yang mulai merasakan lelah merebahkan tubuhnya di atas karpet deket sofa tempat Serly berada. Tiba tiba terdengar ketukan dari luar kamar.
tok tok tok
"kakak.. mama telfon ni mau ngomong sama kakak, penting katanya"teriak Dara sambil mengetuk pintu.
mendengar teriakan Dara,Frans pun memejamkan mata berpura-pura tidur.
Serly yang mendengar teriakan Dara melihat ke arah Frans.
''Yach dia tidur'' gumam Serly sendiri, sejenak dia berfikir membangunkan Frans apa tidak.
tok tok tok
''kakak mama telfon penting katanya'' belum mendapat jawaban dari sang kakak,Dara pun memutuskan mengulangi lagi.
Serly pun memutuskan membangunkan Frans,di pegang lah tangan Frans ''bangun tu ada telfon penting dari mama''
Frans yang merasa senang karena dia bisa mendengarkan suara Serly,dan dia pun kembali memejamkan mata pura pura tak mendengar.
''bangun buruan itu mama telfon''
Frans membuka matanya betapa bahagianya dia bisa menatap wajah Serly dari dekat ''iya makasih ''jawab Frans dengan senyum.
Frans lalu bergegas membuka pintu danmelihat Dara yang sudah manyun.
''lama banget sih ni mama mau ngomong''ucap Dara kesal sambil menyodorkan ponselnya.
''assalamualaikum ma''
''walaikumsalam nak,kalian pada kemana aja sih mama telfon ga pada diangkat''
''maaf ma Frans tadi ketiduran''jawab Frans dengan suara yang lesu
''ini kok kamu gak ke kantor apa kamu sakit''
''enggak ma tadi itu aku bangun kesiangan ama sedikit pusing aja''
''ya sudah kalian di rumah baik baik aja kan,soale mama kefikiran terus,Serly mana ada gak''
''mama tenang saja kita baik baik di sini ma, bentar aku ke Serly dulu''ucap Frans sambil berjalan menuju ke arah Serly berada.
''yessss''sorak Frans dengan girangnya seperti anak kecil yang dikasih permen.
Frans lalu berjalan menuju sofa duduk di sebelah Serly yang sedang tidur.
''mama pengen ngobrol sama kamu''Frans membangunkan Serly sambil mengusap rambutnya.
''gak usah pegang pegang''bentak Serly sambil menyingkirkan tangan Frans dan melotot kan matanya.
''idih cantik cantik galaknya kaya mak lampir''ucap Frans dengan lirih lalu duduk disebelah Serly tapi sayangnya Serly malah pergi dan memilih duduk di depan meja riasnya.
''assalamualaikum ma''
''walaikumsalam sayang,kamu lagi apa. mama telfon ga bisa bisa.
''iya ma hp Serly habis batre maaf'''
''ya sudah ga papa yang penting kalian di rumah pada sehat,udah dulu ya sayang mama mau temenin papa ke depan assalamualaikum''
''walaikumsalam ma''jawab Serly lalu mematikan telfonnya.
Serly yang sudah mematikan telfon, lalu mencari cari keberadaan Dara dan ternyata Dara masih berdiri di depan pintu kamar Frans.
iya Dara takut situasi menyeramkan akan terjadi untuk kedua kali.
''ini ponselnya dek,makasih ya''
''sama sama kak,Serly balik kamar dulu kak'' pamit Dara lalu berjalan menuju kamar.
Dukung terus ya kak terimakasih buat dukungan dan support nya🙏
jangan lupa like dan koment nya🙏
terimakasih atas dukungannya