NovelToon NovelToon
Perjodohan

Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Annisa Nurhalizah

PROSES REVISI. KALO ADA CERITA NGEGANTUNG DAN NGGAK NYAMBUNG MOHON DI MAKLUMI, AKAN SEGERA DI REVISI. TERIMA KASIH.

"Jessii, ini permintaan terakhir kakek kamu jangan di tolak dongg!"

"Pliss maa! aku nggak mau di jodohin.. Apa lagi sama orang sombong kek dia!!"

Meliana mengusap dadanya agar bisa lebih tenang untuk menghadapi sikap keras kepala yang di miliki anak bungsunya itu.

Ya, Jessica Relieta anak dari Meliana dan Reta itu mendapat pesan terakhir dari Kakek Jessica bahwa dia ingin melunasi hutang - hutangnya dengan menjodohkan cucu nya.

Karena dijodohkan dengan keluarga kerajaan Raden Agung Yagsa, seorang Jessica yang pecicilan itu pasti susah untuk mengubah diri menjadi seseorang yang anggun.

Namun karena juga hutang kakek Jessica yang sangat tidak mendukung, mau tak mau Jessica menerima perjodohan itu dengan berat hati.

Tetapi ketika sang pangeran meminta untuk di cintai apakah Jessika bisa mengabulkan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Nurhalizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perceraian

"Jessica apa maksud kamu!!" Helena makin panik dengan kondisi ini.

"Ya kak! Aku mau ceraii!! Aku nggak mau punya suami pembunuh kayak diaa!" Teriak Jessica yang menusukkan hati Putra.

Putra mulai geram. Ia pun bangkit dari duduk nya dan langsung menarik tangan Jessica dan menyeret nya keluar dari ruangan itu.

Helena yang merasa bahwa situasi itu tidak akan bisa selesai dengan mereka berdua saja langsung mengikuti langkah Putra untuk menghentikan sebuah kejadian yang tidak di ingin kan.

"Stop! Diam sampai di sini!" Seru pengawal.

"Apa maksud lo! Mereka lagi berantem!" Sentak Helena.

"Anda hanya di beri batas sampai sini!" Tegas sang pengawal.

"Siapa yang ngasih gue batas!"

"Saya."

Helena langsung melirik ke arah belakang tubuhnya dan mengerutkan dahinya.

"Apa maksud anda ngelakuin semua ini!" Seru Helena.

"Apa maksud saya?" Ia terkekeh.

"Maksud saya ituu, ya ngehancurin keluarga kalian!" Serunya.

Helena berdecak.

"Maksud lo apa mau ngerusak keluarga gue!!" Sewot Helena yang hendak menyerang Melati namun langsung di tahan oleh para pengawalnya.

"Jangan bermain kasar, atau kamu juga akan terkena akibatnya!" Balas Melati.

"Apa maksud lo!" Sentak Helena kembali.

Melati menunjukkan smirknya.

"Maksud saya ituu..." Melati menggantungkan katanya dan mendekati Helena.

"Membuat ibu kamu mati, Jessica cerai, dan Putra menikah lagi." Jelas Melati.

Helena membulatkan matanya. Sekarang ia paham, bagaimana rencana kelicikan yang di ambil oleh Melati.

"Karena saya melihat anak saya sudah cinta dengan adik kamu, jadi sepertinya saya harus menikahkannya dengan orang lain agar dia tidak mendapat keturunan yang buruk!" Sentak Melati.

"Dan...

Karena Jessica juga sangat mencintai ibunya, saya bunuh ibu kamu kemudian bercerai dengan Putra, selesai!" Ucapnya dengan hampang tanpa merasa dosa.

"Dasar wanita licik!" Helena langsung menarik rambut Melati yang langsung di dorong terjatuh oleh para pengawalnya.

"Berani sekali kamu melawan saya ya! Hajar dia!" Seru Melati yang langsung di laksanakan oleh para pengawalnya.

Mereka pun menghajar Helena dengan menonjoknya dan menendangnya terus - terusan hingga kesadaran Helena secara perlahan hilang.

♡♡♡

Putra melempar Jessica ke depan meja pengadilan untuk memberinya akses bicara yang lebih leluasa.

"Ngomong sekarang! Kalau lo mau cerai sama gue!" Sentak Putra.

Jessica menahan emosinya.

"Ngomong! Sekarang! Gue dengan senang hati ngedengernya!" Seru Putra.

"Ada apa ini?!" Tanya Penghulu dengan tegas.

Putra melirik Jessica dan menaik turunkan alisnya sebagai kode untuk menyuruh Jessica menjawab pertanyaan nya.

Jessica terdiam membisu.

"Kenapa anak muda seperti kalian ada di gedung pengadilan! Satpam! Bawa mereka!" Teriak penghulu yang langsung di datangi oleh para mengaman.

Jessica panik. Mereka berdua langsung di bawa keluar oleh kedua satpam dan mendorongnya dengan keras.

"Kalau mau cerai nikah dulu! Anak muda jaman sekarang putusnya aja di pengadilan! Gaya bangett." Ucap salah satu pak satpam itu yang langsung pergi dari hadapan Putra dan Jessica.

Putra melirik ke arah Jessica.

"Sekarang apa mau lo!" Tegas Putra.

Jessica menghiraukan omongan itu. Putra manaikkan salah satu alisnya dan menampilkan smirknya di hadapan Jessica yang sama sekali tidak di lihat itu.

Putra mendekatkan tubuhnya kepada Jessica.

"Lo masi mau cerai sama gue?" Tanya Putra baik - baik.

"Iya!" Sentak Jessica. Putra terkekeh.

"Gimana cara gue ngebuktiin, kalau gue sama sekali nggak ada hubungannya sama pembunuhan ibu lo." Ucap Putra.

Jessica melirik Putra.

"Ceraiin gue!"

Putra mengerutkan dahinya.

"Kenapa nggak lo aja yang ceraiin gue?!" Tanya Putra. Jessica memutar matanya malas.

Putra mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica.

"Kenapa?"

"Ck! Ya karena gue istri lo lah!" Teriak Jessica sambil membuang muka Putra dari hadapannya.

"Kenapa istri gue nggak bisa ceraiin gue??" Tanya Putra sekali lagi.

"Karena gue nggak punya hak! Udah?! Jelas?!!" Sentak Jessica dengan tegas.

Ia pu beranjak pergi dari sana karena sudah tidak kuat dengan suasana yang ada. Kediamannya di sana malah membuat tensi darah nya makin naik karena harus terus berdebat dengan suaminya itu.

Namun karena Putra menarik tangannya, Jessica terhuyung ke tubuh Putra saking lemasnya.

Putra langsung mendekap tubuh Jessica yang sama sekali tidak di tolak oleh Jessica.

Nyaman.

"Gue nggak bakal ceraiin lo." Ucap Putra dengan lembut.

Gue juga.

Jessica menggelengkan kepalanya.

"Gue mau cerai!" Tegas Jessica.

Hening.

"Putra gue mau cerai," pinta Jessica dengan lembut agar Putra bisa tergoda dengan bulaiannya. Jessica juga mengeratkan pelukannya kepada Putra membuat Putra terkekeh sendiri.

"Ada alasan." Ucap Putra.

"Apa?" Jessica menegakkan kepalanya.

Putra tersenyum sambil menunduk.

"Lo harus mencintai gue."

Jessica membulatkan matanya.

"Jangan ngarep ya! Pokonya gue nggak mau tau lo harus ceraiin gue!" Sentak Jessica.

"Apa yang bakal yakinin gue kalau gue bakal ceraiin lo?" Tanya Putra.

Jessica terdiam. Benar! Dia harus membuat sebuah rencana agar dia bisa bercerai bagaimana pun caranya dengan Putra.

Seketika melintas di pikiran Jessica tentang temannya, Zeen. Jessica memunculkan smirk nya untuk merencanakan sesuatu dengan Zeen.

"Udah ada alasannya?" Tanya Putra.

Jessica menganggukkan kepalanya dengan percaya diri. Ia yakin dengan alasan ini, Putra pasti akan langsung menceraikannya bagaimana pun caranya.

Putra agak sedikit penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Jessica. Tapi apapun alasan yang akan di lontarkan oleh Jessica, Putra tidak akan menyetujuinya.

"Dengan alasan ini, lo pasti, pastii bangett mau ceraiin gue!" Seru Jessica.

Putra memiringkan kepalanya.

"Apa?" Tanya Putra.

Jessica menunjukkan smirknya. Tapi ia langsung mengubah ekspresi wajah nya menjadi ekspresi yang sangat serius. Jessica juga menahan tawa karena melihat ekspresi serius dari Putra yang sangat penasaran dengan apa alasan yang ia gunakan.

Tapi, ia sendiri agak sedikit ragu dengan alasan ini. Apakah Putra akan percaya atau tidak atau percaya namun tetap tidak ingin cerai atau bagaimana pun, itu sangat lah hal yang sulit untuk di rencanakan dengan sangat mendadak seperti ini.

"gue, sebenernya mau jujur dari dulu.. tapi selalu susahh." Ucap Jessica. Putra memiringkan kepalanya.

"apa itu?" Tanya Putra penasaran.

"gue... itu... "

Jessica sengaja menggantungkan kata - katanya agar Putra makin penasaran. Jessica masih sangat senang melihat wajah Putra yang gemess itu, jadi dia masih menggantung kan kata - katanya agar masih bisa melihat ekspresi Putra.

"gue..."

"ngomong yang jelas! Jangan di potong - potong!" Sentak Putra yang mulai kesal dengan Jessica.

Jessica terkejut. Namun dia malah makin menutup mulutnya agar Putra tetap penasaran.

Putra mencengkram tangan Jessica dengan kuat.

"awww!!" jerit Jessica.

"ngomong!"

"gu--guee.."

Putra diam menunggu jawaban Jessica.

"guee udah.. awww!"

Putra mencengkram Jessica lebih kuat dari sebelumnya sambil mendekatkan wajahnya ke Jessica.

"gue udah nggak bikir!"

1
Wati_esha
Syukur alhamdulillah.
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah.
Wati_esha
Tq update nya ya.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Putra tahu Melati bukan ibunya?! 😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Wati_esha
Masalah perceraian anakmu sepele, Reta?! Botol banget sih.
Wati_esha
Jessica hamil.
Wati_esha
Kenapa harus nangis Jessica? Bukankah kamu sadar saat tanda tangan & tidak dibawah tekanan?
Botol sih jadi orang.
Wati_esha
Putra - Jessica. 😭😭😭😭😭😭😭
Tirta, Taya, tidakkah kalian berkomunikasi dengan Putra? Bahkan besan meninggalpun tak ada yang muncul.
Wati_esha
Putra belum tahu Melati bukan ibu kandungnya.
Wati_esha
🙏🙏🙏💪💪💪
Wati_esha
* .. sepercik air. Untuk surat, dapat menggunakan diksi sepucuk surat.
Wati_esha
Gubrakkkkk. Jessica 😢😢😢😢😢 Helena tahu dati mana ya?
Wati_esha
Kenapa Meliana tidak sekalian berobat disana?!
Wati_esha
😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲
Wati_esha
Jadi Melati bukan ibu kandungnya Putrakah?
Wati_esha
Manusia apa bukan ya?! Adik kok jadi menantu!!!
Wati_esha
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Wati_esha
Putra sudah menyetubuhi Jessica saat Jessica pingsan.
Wati_esha
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!