Seorang Pendekar Wanita/Lihiap muda yang sedang naik daun, kuat, dan terkenal. Rela meninggalkan semua kesuksesan yang telah ia raih di usia muda, hanya untuk keluar dari kungkungan latar belakang keluarganya sebagai Keluarga Bangsawan.
Berbagai konflik dan pemberontakan yang terjadi di Dunia Bela Diri, membuatnya kembali ke Dunia Bela Diri dengan menyembunyikan identitas asli.
Pertarungan, intrik, dan romansa tidak bisa dihindari.
Di situlah Legenda itu ditulis kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KidOO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB — 33
Pada saat menyambut tubuh Nangong Rong yang terlempar, dengan cepat Lenghou Cang mengecek kondisi dari gadis itu.
Lenghou Cang menghela nafas, kondisi dari Nangong Rong sangat memprihatinkan. Kauwcu dari Tiauw Yang Sinkau itu tahu, ia tidak boleh meladeni para dedengkot tua itu dalam pertarungan yang berlarut-larut, jika ingin menyelamatkan nona muda yang tidak dikenalnya ini.
Setelah mengambil keputusan pasti, Lenghou Cang menggertak dan melepaskan pukulan Telapak Sembilan Matahari tingkat ke sepuluh. Dengan begitu dia berhasil membawa Nangong Rong yang sudah tidak sadarkan diri dari pertempuran panjang malam itu.
Nangong Rong–Gadis ini tidak sepenuhnya sedang tidak sadarkan diri, dia berada pada kondisi antara sadar dan tidak sadar. Pukulan beracun yang dilepaskan oleh Tok Ong Nan Kui dalam sekejap saja telah menyerang hampir ke setiap urat-urat penting tubuh.
Beruntung, Lenghou Cang dengan cepat menotok pembuluh darah yang menghubungkan ke arah jantung sehingga racun tidak langsung menjalar ke jantung.
Berada dalam kondisi seperti itu, Nangong Rong masih sempat berkata-kata dengan pelan dan terbata-bata. “T-Terima kasih Inkong/tuan penolong.”
“Anak, sebaiknya engkau diam saja dulu. Nyawamu semakin terancam jika engkau terus berbicara.” Sambil terus melesat cepat, Lenghou Cang mengabaikan ucapan terima kasih dari Nangong Rong.
Sementara itu, setelah membatalkan niat pengejaran pada Kauwcu Tiauw Yang Sinkau. Tiga orang dedengkot tua tersebut memutuskan untuk kembali melacak jejak pemuda pucat yang membawa lari anak naga incaran mereka.
Namun, usaha mereka benar-benar telah sia-sia seutuhnya. Padahal mereka saling berjanji akan membagi sama rata, serta mencari secara terpisah. Tapi, hingga pagi tiba, sosok pemuda berwajah kuning penyakitan tidak mereka temukan.
Anak muda itu menghilang begitu saja seperti ditelan bumi.
Lenghou Yanzi mengikuti petunjuk dari majikannya di Villa Angsa Emas. Begitu ia tiba di ruang bawah tanah Villa Angsa Emas, dia meletakkan anak naga yang membeku. Lenghou Yanzi menunggu hingga pagi tiba.
Sayang, Nangong Rong tidak kunjung terlihat. Lenghou Yanzi tidak mau tergesa-gesa, dan kalau terus merasa khawatir pada Nangong Rong maka, usaha mereka berdua semalaman akan terasa sangat sia-sia.
Dia melihat bekuan anak naga. Menunggu Nangong Rong tanpa melakukan sesuatu adalah buang-buang waktu secara percuma. “Binatang ini harus segera dieksekusi, menyimpannya begini hanya akan menyusahkan diri sendiri.”
Berpikir demikian, Lenghou Yanzi mengeluarkan kendi arak kosong yang sudah ia persiapkan sebelumnya dari balik jubah putih. Dia tahu kalau menghilangkan bekuan dari kepala binatang ajaib tersebut pasti akan menimbulkan keributan karena raungan keras yang akan dikeluarkan makhluk itu.
Lenghou Yanzi berlaku cerdas dengan menghilangkan bekuan dari leher dan langsung menebasnya dengan tangan yang telah ia lapisi energi Swat Im Sinkang.
Naga benar-benar berbeda dengan binatang lain pada umumnya, makhluk lain jika terkena pembekuan dari Swat Im Sinkang akan membeku secara keseluruhan. Tapi, tidak demikian dengan naga.
Meskipun dia baru anak naga, tetap saja itu binatang mistik. Darahnya panas mendidih, dan tidak terkena pembekuan dari Swat Im Sinkang sama sekali.
Pada saat Lenghou Yanzi menebas leher binatang itu darah merah panas mengucur deras bagaikan air mancur.
Lenghou Yanzi dengan sigap membuka penutup dari kendi arak dan menampung seluruh darah dari binatang ajaib tersebut. Ketika kendi itu hampir penuh, darah dari anak naga tersebut juga mulai berhenti mengucur dan hanya menetes sedikit demi sedikit dan meninggalkan warna hitam serta asap di tanah.
“Darah dari binatang ini benar-benar sangat berkhasiat, tidak heran kenapa semua orang menginginkannya.” Lenghou Yanzi bergumam pelan.
Sekarang, anak naga itu benar-benar telah mati. Lenghou Yanzi menghilangkan balok es yang membungkus seluruh tubuh bangkai anak naga. Dia tidak ingin menyia-nyiakan daging naga itu begitu saja.
Daging naga panggang rasanya juga akan menggugah selera perutnya yang kelaparan. Tepat ketika Lenghou Yanzi membedah, di rongga leher binatang itu, si pemuda menemukan bola merah jernih tidak berbau. Itu seperti bola kelereng, tapi kenyal dan sangat sulit untuk dipecahkan. Padahal ia telah menjepitnya dengan sekuat tenaga.
Tidak mau berspekulasi, Lenghou Yanzi merobek ujung baju putihnya, membungkus benda bulat tersebut dan mengikatnya di balik ikat pinggang.
Sepanjang malam itu dia terus bekerja keras memanggang daging naga dan menyantapnya, sambil menunggu Nangong Rong tiba, dia juga menyisakan daging bakar itu untuk Nangong Rong. Mungkin saja si majikan akan merasa jijik jika harus makan daging hewan melata sejenis ular.
Akan tetapi, Lenghou Yanzi telah merasakan sendiri–tenaga dalam yang berputar di dalam tubuh seperti kian meningkat setelah makan daging hewan itu.
Ya, walaupun pada akhirnya, Nangong Rong tidak kunjung muncul, bahkan hingga pagi pun tiba.
Lenghou Yanzi–meskipun merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi pada sang majikan, dia berlaku cerdas. Seharian ia tidak keluar dari ruang bawah tanah itu. Lenghou Yanzi memilih untuk bermeditasi hingga ia merasa sudah kembali tiba waktunya malam.
Setelah mengganti pakaian dan jubah serta merapikan kembali semua barang-barang penting ke dalam buntalan pakaian, Lenghou Yanzi juga melepaskan topeng kulit tipis yang membuat wajahnya seperti pemuda penyakitan.
Dengan begitu sosok orang yang sangat berbeda telah muncul di ruang bawah tanah Villa Angsa Emas.
Tetap berhati-hati, Lenghou Yanzi bergerak keluar melalui lorong masuk yang sebelumnya telah ia lewati.
mohon bantuannya kak
Aku hiatus novel ini, soalnya ... hanya dikasih level 3 oleh yang mulia NT/MT ...
Jangan baca! Jangan baca! Biar kagak menyesal. 🙏🙏🙏🙏 😂😂😂