NovelToon NovelToon
Humaira

Humaira

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Spiritual / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:287.7k
Nilai: 5
Nama Author: kailah haplah

humaira gadis cantik berhijab berumur 21 tahun,anak yang di tinggalkan orang tuanya saat kecelakaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kailah haplah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 pindahan maira

setelah semuanya selesai,penghuni panti masuk kekamarnya masing-masing maira dan fariq juga sudah berada di kamar,kelihatan mereka yang canggung dan salah tingkah membuat keduanya tidak tahu harus berbuat apa padahal malam ini adalah malam pertama mereka.

terlihat maira berbaring di sebelah fariq yang sudah lebih dulu berbaring,maira merasa canggung dia tidak bisa memejamkan matanya,apa lagi dia tidur masih mengennakkan kerudungnya,begitu juga dengan fariq seperti ada magnet ketika maira membaringkan tubuhnya tepat di sampingnya.

dikamar pengantin terdengar hening tidak ada obrolan atau erangan seperti kamar pengantin pada umumnya,waktu demi waktu akhirnya maira dan fariq tertidur pulas.

adzan subuh berkumandang,seperti biasa di panti melaksanakan solat berjamaah,setelah selasai solat semuanya kembali keaktivitas masing-masing.

di ruangan tengah ada fariq,maira dan fahmi sedang ngobrol.

"kak...maira sekarang sudah menikah,mungkin setelah ini maira akan ikut kak fariq pulang kerumahnya",tutur maira kepada fahmi.

"kakak...mengerti itu,kapan kalian akan pindah?"

"rencananya hari ini aku akan memboyong maira ke rumah",jawab fariq.

"secepat itu?",tanya bu lastri menghampiri mereka bertiga.

"maaf bu,bukan saya tega memisahkan maira dan keluarganya,tapi..." fariq belum selasai berbicara langsung dipotong fahmi

"masa ibu gak ngerti sih...mereka kan pengantin baru jadi gak mau ada yang ganggu" goda fahmi.

"kakak...apaan sih?" maira cemberut.

"bercanda...sensi banget..."

"sudah-sudah,ibu ngerti maksud nak fariq walaupun dia tidak menjelaskannya" ucap bu lastri.

"jam berapa mau berangkat?" tanya bu lastri.

"paling sudah dzuhur bu maira kan harus berkemas dulu" jawab maira.

"kalo begitu ibu masakin ya buat di makan nanti kalo sudah sampai rumah".

"gak usah bu...maksud saya jangan ngerepotin di rumah sudah ada bibi Art di rumah jadi dia sudah menyiapkan untuk kami".

"oh...ya sudah kalo begitu tapi kapan-kapan kami bolehkan main kerumah nak fariq?"

"dengan senang hati saya tunggu bu,lagian kan itu juga rumah maira".

di dalam kamar maira sedang mengemasi barangnya kedalam koper fariq juga ikut membantu,ketika fariq hendak mengambil sesuatu dia tidak sadar apa yang di pegangnya,dia terus mebulak balikkannya.

sontak maira mengambilnya seraya berkata " kakak apaan sih" barang itu pun langsung di sembunyikan maira kedalam koper.

"itu punya kamu?" tanya fariq.

"memangnya punya siapa?ini kan kamar maira",ucap maira polos.

fariq tertawa " ha...ha.. maaf...itu pertanyaan bodoh,jadi punya kamu se..." fariq belum menyelesaikan bicaranya dia langsung berhenti karena melihat sikap maira yang tertunduk.

"kamu kenapa mai...?"

"maira malu kak...dengan kakak tertawa seperti itu maira merasa rendah" lirih maira.

fariq baru sadar kalau yang didepannya bukan tipe gadis suka bercanda " kakak minta maaf sikap kakak seperti itu sama kamu,kakak janji gak akan mengulanginya".

seketika kamar itu hening,fariq dan maira melanjutkan pekerjaan mereka sampai akhirnya mereka selesai mengerjakannya,waktu begitu cepat maira dan fariq sudah berada di halaman panti di antar oleh keluarga besar panti.

"bu maafkan maira ya selama ini maira banyak menyusahkan ibu",ucap maira sambil memeluk bu lastri.

"enggak neng...malahan ibu senang kamu selalu didekat ibu,kalo bukan suami kamu yang membawa kamu sebenarnya ibu gak rela".

maira melepaskan pelukannya,dan giliran memeluk rahmi "kak rahmi...maira bakal kangen titip anak-anak ya"

"iya mai...tapi kamu juga bakal sering berkunjungkan?"

"iya kak" maira melepas pelukannya dan bergeser ke arah fahmi.

"jaga diri kamu baik-baik ingat jangan tinggalkan solat,lanjutkan hapalan al-qurannya dan satu hal semoga kamu cepat diberikan momongan" ucap fahmi sambil membelai kepala maira,dia adalah gadis yang sudah dianggap adik.

maira pun melihat kearah anak-anak dan memeluknya secara bergiliran.

"kakak akan merindukkan kalian".

semua menangisi kepergian maira,fariq pun merasa bersalah harus memisahkan mereka,maira dan fariq sudah berada didalam mobil,fariq melihat maira yang sedang menangis.

fariq pun melajukkan mobil dengan pelan terlihat fahmi dan anak-anak mendorong mobil fariq tanda merelakan kepergian maira.

setelah menempuh perjalanan satu jam,mereka sampai dirumah,terlihat bibi dan pak satpam yang membantu membawa barang - barang maira.

fariq mengajak maira langsung kekamar mereka," mai...ini kamar kita" ucap fariq setelah membuka dan masuk kekamarnya.

"subhanallah cantik banget kak..."

"kamu suka?"

"iya kak,maira suka..." maira mengedarkan pandangannya.

"ini kakak yang buat sendiri?" tanya maira.

"enggak,kakak cuma punya ide tapi yang buat orang lain".

ternyata fariq mendesain kamarnya sebelum pernikahan mereka,dia memberikan kejutan untuk sang istri,dengan nuansa biru muda.

"permisi den..." suara bibi di belakang pintu.

fariq membuka pintu,"iya bi"

"bibi pamit pulang,makanan sudah dihidangkan den".

"makasih bi,tapi bibi seminggu ini boleh libur dulu ya" ucap fariq.

"iya den...bibi ngerti kok" goda bibi sambil tersenyum,"kalo begitu selamat menempuh hidup baru maaf bibi baru ngucapin" ucap bibi sambil terkekeh,maira pun tersenyum melihat tingkah laku bibi.

setelah bibi pergi,maira dan fariq sudah berada di meja makan,maira menuangkan air untuk fariq.

"kakak biasa ngopi?"

fariq terdiam dia tidak menjawab pertanyaan maira.

"partanyaan ku salah ya".

fariq menggelang,"pertanyaannya engga salah,yang salah itu panggilannya".

"maksud kakak?"

"mai...aku sudah menjadi suami kamu bisa gak kalo kamu jangan panggil aku kakak karena aku bukan kakakmu" jelas fariq.

"terus maira harus manggil apa?" tanya maira.

"kamu harus manggil aku dengan panggilan sayang..."

bersambung....

1
difaq aisyah
Lumayan
Mukmini Salasiyanti
Dokter kok bs ya dikibulin?
Hahhhh
love is Blind
Mukmini Salasiyanti
ishhh...
ishhhhhh....
poor, fariq
Ning Mar
mungkinkah riana hamil...
Ning Mar
smg datangnya ujian smkn membuat cinta mereka kuat
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
Ning Mar
nahhh betul tuhhh kata maira...
❤muslimah❤
mai.. itu sabar atau bego.
❤muslimah❤
aduh, kasihan lea. itu kan anak kandungnya.
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
Erning tri Christanti
bagus ceriTanya
Erning tri Christanti
suka ceritanya,gak vulgar....mantap pokoknya.sukses trus ya thor
Fitra Afroh
bagus sekali lanjut
Mirna Yuliana Rachman
maaf pasa tabrakan umur 6 tahun, berarti 27 tahun kemudian umur 33 tahun
Mirna Yuliana Rachman
agak bingung, umur Huamira itu 21 tahun atau 32 tahun ya. Diawal di bilang umur Humaira 21 tahun. Pas kejadian tabrakan umur 5 tahun, sekarang mengenang kejadian 27 tahun yg lalu. jadi bingung
Widya Herida
lanjutkan kk
Baihaqi Sabani
aneh kyy ko farig ma sandi bs akrab.......
Baihaqi Sabani
ko maira g shlt istharah dulu...gercep amat....hihihi
Baihaqi Sabani
lea2
Baihaqi Sabani
aduh kakey g wasiat dulu ap gtthor
Baihaqi Sabani
yes ktahuan...tpi bisa2 yaaa lea lngsung nyium sandi toh msh ad fariq....hadeh
Baihaqi Sabani
uuh andai fariq tau kbhongany lea...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!