Bagaimana jika hubungan yang telah di jalin selama empat tahun terbentang oleh restu orangtua?
Apa harus terus bertahan hingga restu itu datang tanpa kepastian hubungan? atau memilih untuk mengakhiri hubungan dan menjalani kehidupan masing-masing? Atau malah memilih bertahan dan memantapkan hubungan itu meski harus melawan restu?
Begitu lah dengan kisah Kriss dan Delia yang hubungannya harus terombang-ambing karena RESTU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Delia pun membuka kantong plastik itu. Mata Delia membulat sambil berkaca-kaca, hatinya terenyuh setelah tau apa yang Roy belikan untuknya.
Satu kotak susu ibu hamil dan beberapa cemilan khusus untuk ibu hamil.
"Aku gak tau susu itu cocok untuk kamu makanya aku cuma beli satu kotak dulu. Dan cemilan itu, manatau kamu kelaparan tengah malam, jadi daripada kamu masak mie instan, mending kamu ngemil pake itu." Ucap Roy.
"Oh iya, tadi waktu cek kandungan kamu di kasih resep vitamin gak? Tadi aku mau singgah di apotik, mau beli vitamin untuk kamu, tapi takut salah." Kata Roy lagi.
"Kamu gak harus ngelakuin ini semua Roy." Lirih Delia.
"Aku gak pa-pa kok. Malah aku seneng ngelakuinnya." Jawab Roy.
"Di kasih resep gak tadi? Sini biar aku beli di apotik." Tanya Roy lagi.
"Udah malam Roy. Biar besok pagi aku yang beli sendiri." Balas Delia.
"Ya udah kalau gitu." Balas Roy tak ingin memaksa.
"Ya udah, aku pulang yah. Jangan lupa sebelum tidur minum dulu susunya. Dan kalau lapar tengah malam jangan makan mie instan, makan aja cemilan itu."
"Makasih yah Roy."
Roy membalas ucapan terimakasih Delia dengan senyuman tipis.
"Aku pulang yah." Pamit Roy lagi lalu pergi dari depan pintu kontrakan Delia.
Setelah Roy jauh, barulah Delia menutup kembali pintu kontrakannya.
"Seandainya Kriss yang melakukan ini." Gumam Delia sambil mengusap perutnya.
💋💋💋
Keesokan harinya.
Dirumah Mama Lastri.
Pagi ini Tante Leni mendatangi rumah Mama Lastri karena syok mendengar cerita sang Kakak yang mengatakan kalau kekasih keponakannya itu hamil.
"Serius Kak, pacarnya si Kriss hamil?" Tanya Tante Leni.
Mama Lastri menganggukkan kepalanya.
"Gimana ini Len? Aku harus berbuat apa agar perempuan itu pergi dari kota ini. Aku takut tiba-tiba Kriss pulang dan mencari perempuan itu." Tanya Mama Lastri. Bukan karma yang ia takutkan malah ia takut anaknya mencari kekasihnya.
"Kakak udah nyuruh Om nya Kriss yang di Singapura untuk mencegah Kriss pulang ke Indonesia?" Tanya Tante Leni.
Mama Lastri menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu aman, Kriss gak akan pulang ke Indonesia." Balas Tante Leni.
"Tapi Len, kamu kan tau Kriss orangnya nekat. Kan bisa aja sangking penasaran dengan perselingkuhan perempuan itu, Kriss jadi pulang kesini tanpa sepengetahuan Om nya."
"Iya juga yah." Lirih Tante Leni.
Tante Leni pun memikirkan cara untuk membuat Delia pergi meninggalkan kota ini.
"Aku punya ide." Ucap Tante Leni setelah ide licik terlintas di kepalanya.
"Apa?" Tanya Mama Lastri bersemangat.
"Gimana kalau kita kirim surat kaleng ke personalia tempat Delia bekerja dan bilang kalau Delia hamil di luar nikah. Kalau perlu kita bilang aja si Delia itu hamil hasil open BO." Ucap Tante Lastri.
"Aku yakin setelah itu Delia di pecat dari tempatnya bekerja. Dan karena dia tidak punya keluarga di kota ini, mau tak mau dia pasti akan kembali ke kampungnya." Lanjut Tante Lastri.
Mama Lastri menganggukkan kepalanya sambil tersenyum licik.
"Ide kamu boleh juga Len." Puji Mama Lastri.
"Iya dong. Leni gitu loh." Balas Tante Leni.
"Tapi Len, cara kita ngirim surat kaleng ke personalia gimana?" Tanya Mama Lastri.
Meski mulut Mama Lastri pedas dan hatinya bengis tapi otaknya tak cukup pintar untuk mencari cara licik. Dibalik semua cara licik Mama Lastri ada Tante Leni yang berperan besar memberikan ide.
"Gampang Kak, kita kirim lewat satpam. Kita tulis untuk bagian personalia." Jawab Tante Lastri.
Mama Lastri kembali menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujui ide adiknya itu.
"Ya sudah, ayo kita bikin sekarang. Lalu kita titip ke satpam. Jadi besok perempuan itu bisa langsung di pecat." Ajak Mama Lastri tidak sabaran.
Bersambung...