Darah Mafia mengalir begitu kental di dalam tubuh mereka. Berasal dari Keluarga Billionare tidak membuat keturunan-keturunan mereka menjauhkan diri dari jejak dunia gelap.
Arthur Kennard Romanov, pria yang tidak mudah tersentuh dengan seorang wanita manapun, sikap dinginnya itu diwariskan oleh Sang Daddy kepadanya. Arthur menjadi pewaris Keluarga Romanov dan juga menjadi Ketua Mafia Black Lion. Arthur harus melindungi seluruh keluarga yang sangat berharga untuknya. Berasal dari Keluarga Billionare serta merta selalu menjadi incaran musuh-musuh diluar sana.
Aurelie Cassandra Romanov, adik kembar Arthur yang selalu menjadi alasan pria itu untuk tetap mengawasi pergerakan adik kembarnya. Sikap Aurelie berbeda dengannya, Aurelie selalu welcome terhadap siapa saja meskipun wanita itu menyembunyikan jati dirinya. Dunia model yang digeluti Aurelie menyimpan banyak rahasia, sehingga Arthur selalu posesif terhadap keselamatan adik kembarnya.
Disisi lain, Michale Jhonson tumbuh menjadi pria dewasa dan mewarisi kekayaan keluarganya begitu tergila-gila dengan Aurelie dan bertekad memilikinya. Namun beberapa tahun lamanya Michael tidak berhubungan dengan Keluarga Romanov bagai hilang di telan bumi dan kembali menampakkan diri dengan nama yang baru. Mikel Jhonson ternyata bergabung dengan kelompok Mafia yang merupakan musuh dari Arthur dan Black Lion.
Para anak-anak Mafia yang mewarisi darah Mafia akan selalu menjadi incaran siapa saja. Berbekal kemampuan mereka dan kecerdasan dalam meretas, para pemuda-pemuda Black Lion dan Red Dragon bersatu untuk menyingkirkan musuh-musuh mereka.
Apakah ada pertumpahan darah di antara Arthur dan Michael, mengingat hubungan mereka begitu dekat di masa lalu? Mampukah Michael meluluhkan hati Aurelie disaat dirinya bersiteru dengan kakak kembar dari wanita yang dicintainya?
Ada baiknya kalian membaca novel Yoona yang sebelumnya:
1. Elleana And The King Of Mafia
2. Tawanan Bos Mafia
3. Bastard Mafia (Falling In Love)
Instagram @rantyyoona
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranty Yoona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Untuk Apa Kau Menemuiku Lagi?!
Pagi ini Aurelie datang ke agensi Glory Ent dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Semalaman penuh ia tidak dapat memejamkan mata, pikirannya berkelana, meskipun ia merasakan kantuk yang berat. Namun otaknya seakan menolak untuk mengistirahatkan tubuhnya yang teramat lelah. Akibatnya kini kelopak matanya sedikit sembab serta wajahnya yang cantik nampak memucat.
"Kau baik-baik saja Elie?" Mandy yang sedari tadi mengekor di belakang Elie bertanya dengan nada penuh kekhawatiran. Sorot matanya tidak henti mengamati wajah serta bibir Elie yang sedikit memudarkan warna lipstiknya.
"Hem, aku baik-baik saja. Semalaman aku tidak bisa tidur, jadi wajahku seperti ini," jawabnya begitu langkahnya menapaki ruangan tunggu untuk dirinya merias diri sebelum melakukan pemotretan. Lantas Aurelie segera membenamkan tubuhnya di salah satu kursi yang saling berhadapan dengan cermin. Diperhatikan seksama wajahnya yang masih nampak sembab akibat menangis terlalu lama.
"Kalau begitu setelah selesai pemotretan kau harus minum satu gelas Wassail. Kebetulan sekali aku membuat lebih banyak dari biasanya." Mandy mulai meletakkan seluruh peralatan makeup di atas meja rias, lalu mengeluarkan satu persatu tas berisi alat-alat makeup tersebut.
"Ck, kau ini. Kenapa kau selalu membawa minuman aneh itu?" Bibir Aurelie mencebik. Sungguh ia tidak menyukai minuman yang bernama Wassail. Minuman itu terbuat dari cuka apel, jeruk, lemon, kayu manis dan pala. Minuman yang mampu menghangatkan tubuh dan mengurangi rasa lelah yang berlebihan. Entah kenapa asistennya itu selalu membuatkannya minuman kesehatan itu untuknya, meskipun selama ini ia hanya meminumnya setengah gelas saja.
Mandy tersenyum menanggapi, selama ini Elie memang tidak menyukai minuman yang ia buat dari bahan-bahan rempah tersebut. Tetapi meskipun Elie tidak menyukainya, wanita itu tetap mau meminumnya demi menghargai usahanya yang begitu peduli dengan kesehatan mereka, mengingat jadwal mereka tidak menentu.
"Demi kesehatanmu," jawabnya masih menyematkan senyuman. Mandy mulai merapihkan sulur anak rambut Elie yang membingkai di dahi Elie, sebelum kemudian mulai memoles wajah Elie sedemikian cantik. Tidak perlu polesan makeup yang tebal, karena Elie memiliki wajah yang sudah cantik tanpa makeup yang berlebihan.
Aurelie duduk dalam diam tanpa membuka suara kembali, matanya terpejam sejenak. Membiarkan wajahnya saat ini di sulap oleh tangan cantik Mandy. Jika model lain lebih memilih menggunakan jasa perias yang lebih ahli, berbeda dengan Aurelie yang hanya ingin menggunakan jasa Mandy. Asistennya itu sangat multitalenta sehingga ia ingin mengasah kemampuan Mandy.
"Sudah selesai, lihatlah wajahmu lebih segar dari sebelumnya." Mandy nampak takjub dengan kecantikan Aurelie. Sebelumnya tetap cantik meski dengan penampilan yang pucat, tetapi kini sudah disulap menjadi lebih fresh dan tentunya sangat cantik.
Aurelie membenarkan ucapan Mandy, ia melihat wajahnya di cermin dengan polesan makeup yang tidak berlebihan, tetapi ia sangat menyukainya.
"Tapi tunggu dulu...." Mata Mandy memicing, menemukan sesuatu yang mengusik penglihatannya. "Kenapa lehermu merah seperti ini? Apa kau digigit oleh serangga?" katanya sembari memperhatikan bercak kemerahan yang membekas di leher Aurelie.
Saat mendengar apa yang diucapkan oleh Mandy, tubuh Aurelie tiba-tiba menegang. Tangannya spontan menutupi jejak kemerahan yang ditinggalkan oleh Presdir mesum itu.
Astaga, kenapa tidak hilang juga? batinnya. Ia pikir tanda yang diberikan oleh Presdir mesum dan gila itu sudah hilang, ternyata masih terlihat jelas.
"Hem, kemarin memang ada serangga yang menggigitku saat turun dari mobil," jawabnya tenang. "Apa terlihat jelas?" tanyanya kemudian. Karena ia pun tidak bisa melihat begitu jelas jejak kemerahan tersebut.
"Tidak begitu terlihat, tapi jika diperhatikan lebih dekat maka akan terlihat jelas," sahutnya. "Aku akan mencoba menutupinya dengan foundation." Kemudian tangan Mandy mengambil salah satu foundation, ia memberikan sedikit demi sedikit lalu meratakannya hingga foundation itu menyatu dengan warna kulit.
"Oke sudah hilang, sekarang ganti pakaianmu. Fotografer Lee pasti sudah menunggumu." ujarnya kemudian meletakkan foundation tersebut, meraih satu set pakaian lalu memberikannya kepada Aurelie. Hingga wanita itu meraihnya dan segera berlalu menuju ruangan ganti.
Penampilan Aurelie memang selalu menjadi pusat perhatian. Wajahnya yang cantik serta tubuh tinggi semampai, di dukung dengan bodynya yang langsing selalu menjadi incaran setiap model pria yang menjadi partnernya. Tidak heran juga jika banyak model wanita yang merasa tersaingi oleh Aurelie. Terlebih Aurelie diperlakukan berbeda oleh Fotografer Leon atau yang lebih sering dikenal dengan Lee.
"Ya bagus seperti itu," ujar Fotografer Lee. Pria itu selalu nampak puas jika mengambil gambar Aurelie. Karena wanita itu tidak sulit diarahkan, bahkan hampir tidak pernah melakukan kesalahan.
Aurelie berpose dengan model pria yang juga tidak kalah tampan dari Brandon. Tangan pria itu melingkar di pinggul Aurelie, jarak mereka saling menempel sehingga model pria itu dapat menghirup aroma parfum yang begitu memabukkan menyeruak dari dalam tubuh partner kerjanya Elie.
"Elie, letakkan tangan kananmu di bahu Larry," ucap Fotografer Lee memberikan arahan yang menurutnya lebih bagus. Aurelie pun menurut, ia meletakkan tangan di bahu Larry, hingga tidak di sadari olehnya jika bibir Larry menyunggingkan senyuman tipis.
Sungguh siapa yang tidak akan tergoda dengan wanita cantik seperti Elie, siapapun pasti akan terpikat dengan Elie. Sebab wanita itu tidak hanya cantik, tetapi juga ramah.
"Ya, kerja bagus untuk kalian." Lee mengacungkan ibu jari. Hari ini ia sangat puas dengan model-model yang ditanganinya, karena mereka mudah diberikan arahan dan tidak ada yang semena-mena.
"Terima kasih Lee," ujar Aurelie dengan seulas senyumnya menghampiri Lee.
Lee merespon dengan membalas senyum. "Tidak, seharusnya aku yang berterima kasih karena kau tidak pernah mempersulit pekerjaanku," katanya lembut. Dan terlebih Aurelie adalah wanita yang diam-diam ia kagumi, jadi tidak mungkin jika ia tidak melakukan yang terbaik untuk wanita itu.
"Kalau begitu kita saling berterima kasih saja," ucapnya terkekeh.
"Seperti itu lebih baik." Lee turut terkekeh. Hingga percakapan keduanya disaksikan oleh Larry. Pria itu segera menghampiri keduanya.
"Seru sekali. Apa yang kalian bicarakan?" tanyanya tersenyum kepada Aurelie.
"Tidak bicara apa-apa. Aku hanya berterima kasih kepada Lee saja," jawabnya ramah.
"Benar dan aku juga berterima kasih padanya karena sudah berusaha sebaik mungkin," sambar Lee. Sorot matanya dapat menangkap jelas jika Larry memiliki ketertarikan kepada Elie.
Larry mengangguk. Meskipun kekompakan mereka sedikit membuatnya terusik. "Kalau begitu aku juga perlu berterima kasih padamu Lee dan partner kerjaku Elie." Tentu Larry tidak ingin membuang kesempatan. Ia harus bisa lebih dekat dengan Aurelie.
"Ya, aku juga berterima kasih." Aurelie tersenyum merespon perkataan Larry. "Kalau begitu aku permisi dulu," ucapnya kemudian berpamitan kepada Lee serta Larry. Sebab saat ini ia sudah menjadi pusat perhatian model lainnya yang menatap dirinya dengan sinis.
Lee mengangguk dan membiarkan Aurelie pergi dari sana. Sementara Larry justru berlari kecil mengikuti jejak Aurelie yang sudah berlalu dari studio rooms.
"Elie...?" panggilnya hingga mempercepat langkahnya agar bisa menjangkau langkah Aurelie.
"Larry, ada apa?" Langkah Aurelie terpaksa terhenti diiringi kening yang berkerut saat mendapati Larry mengejar dirinya.
"Ehm begini..." Sebenarnya Larry nampak ragu namun ia sudah bertekad untuk lebih dekat dengan wanita yang belakangan ini mengganggu pikirannya. "Aku ingin mengajakmu makan siang bersama, bagaimana?" sambungnya kemudian, mimik wajahnya menampakkan keseriusan.
"Maaf, aku tidak bisa. Hari ini aku harus mengunjungi perusahaan MJ Corp," sahutnya menolak ajakan makan siang Larry secara halus. Hingga membuat pria itu melukiskan kekecewaan di wajahnya. Biasanya ia dengan mudah mendekati seorang wanita, tetapi kini ia merasa jika Aurelie tidak mudah di taklukan olehnya.
"Bagaimana jika nanti malam? Kau mau dinner denganku Elie?" Nampaknya Larry masih berusaha lebih keras lagi.
"Maaf, nanti malam aku juga tidak bisa. Sebaiknya kau cari saja wanita yang bisa menemanimu." Aurelie menarik kedua sudut bibirnya tipis. Ia memang tidak suka memberikan harapan palsu kepada seorang pria secara terang-terangan.
Tanpa menghiraukan Larry yang sejenak diam mematung, Aurelie lantas kembali mengayunkan langkahnya yang sempat tertunda.
Grep
Dan sebuah tangan menarik lengannya dengan sedikit kasar, hingga membuat tubuh Aurelie nyaris terjungkal ke arah pria itu.
"Kau....? Untuk apa kau menemuiku lagi?!"
To be continue
Elie
Yoona up segini dulu ya, soalnya ngantuk banget 😅😂
...Jangan lupa untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...