WARNING ! JANGAN DI BOOM LIKE! KASIH JEDA WAKTU minimal 3 menitan.
Selamat membaca!
Julia, gadis baik hati yang mempunyai seorang sahabat bernama Dela, namun setiap Julia tertarik pada seorang lelaki, sahabatnya ini selalu menginginkan pria itu.
"Apakah aku harus merelakan Kevin untuk Dela? ataukah aku haru memperjuangkan cintaku?"
Saat Julia ingin memperjuangkankan cintanya, takdir berkata lain, karena Julia terkena penyakit. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Julia bisa sembuh dan berdampingan dengan Kevin, pria yang ia cintai? Atau kan Kevin akan bersanding dengan Dela, sahabat Julia? Skuylah simak kisah Cinta Julia dan Kevin.
jangan lupa like, komen and vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maaf
^Tuhan, inikah takdirku. Kenapa di saat aku mulai membuka hati untuk pria lain setelah Indra, bahkan ketika aku sudah mulai mencintainya, sahabatku sendiri yang telah ku anggap sebagai saudara lagi lagi merebutnya... Hari ini, aku menemukan kertas harian Dela yany terjatuh di kelas, yang entah telah di sobek dari bukunya atau bagiamana. Ku putuskan untuk membacanya di rumah saja, betapa hancur hatiku setelah aku mengetahui isinya. Ternyata, Dela pun punya perasaan untuk Kevin, orang yang ku cintai. Tuhan, aku bingung.. Aku mencintai Kevin, tapi aku juga menyayangi Dela. Jikalau Kevin memilih, pastilah Dela yang ia pilih.. Apalah dayaku, aku selalu di bawah Dela dari segi fisik.. Apa aku harus merelakan Kevin untuk Dela? ataukah aku harus memperjuangkan cintaku? beri aku pentunjuk...^
Dela meneteskan air matanya, menyesali perbuatannya..
"Kenapa kau tidak jujur padaku Julia... Maafkan aku..." ucap lirih Dela
Di samping curhatan Julia, ada sebuah kertas kecil yang di solasi. Dela mengambilnya dan melepas solasi itu..
"Apa ini milikku?" batin Dela
Dela membukanya dan terkejut... Benar saja, ini kertas miliknya.
^Ya tuhan, inikah mimpi? kenapa setiap aku dekat dengan Kevin hatiku selalu berbunga-bunga.. Dan entah kenapa aku merasa bahwa Kevin juga menyukaiku. Ya tuhan.. Aku menyukai Kevin, ya memang aku ini kekasihnya Indra, tapi entah kenapa hatiku selalu berdegup lebih kencang ketika bersama Kevin. Hmmm tapi sepertinya Julia juga tertarik pada Kevin. Jika iya, tolong jauhkanlah Julia dari Kevin Tuhan.^
Dela merobek kertas itu menjadi kepingan-kepingan kecil dan melemparkan ke sembarag arah *dasar nggak ada ahlaq, udah tau itu kamar Julia, malah buang sampah sembarangan.. Entar dia bangkit loh. hahhaa.. oke lupakan.*
"Juliaaa.. Aku minta maaf... Hiksss.." teriak Dela.
Ortu Julia yang mendengar teriakan dari kamar putrinya itu pun segera menuju kamar Julia.
"Dela... kamu kenapa" tanya Ibu julia
"Maafkan Dela tante.. hikksss maafkan Dela." Ibu Julia pun memeluk dan menenangkan Dela
"Maafkan akuuu maaaafff" ucap Dela dalam dekapan Ibu Julia.
"Ada apa Ma??" tanya Ayah Julia
"Dela histeris Pa, wajar saja ia kehilangan putri kita" jawab Ibu Julia lemah
"Tenanglah Nak... Julia pasti juga miris melihat kau begini" ucap Ayah Julia
Dela pun menceritakan semuanya..
----
"Maafkan Dela Om, Tante... Kalian boleh pukul Dela, boleh hina Dela. Dela salah... Aku pembunuh.. hikkss" Ucap Dela masih menangis
Ortu Julia terkejut setelah mendengar cerita Dela.
"Tidak... Ini bukan salahmu semata.. Ini salah faham.. Kau bukan pembunuh nak." Ibu Julia memeluk Dela lagi
"Benar... Apa yang terjadi sudah garis takdir... Mungkin kepergian Julia adalah jawaban dari harapanmu dan juga petunjuk untuk Julia.." ucap Ayah Julia
"Pah, jangan begitu... Kepergian Julia itu karena penyakit.." ujar Ibu Julia
"Maaf Om.. hiiikksss"
Ayah Julia mengusap kasar mukanya kemudian membuang nafas kasar.
"Bahkan Ibumu masih membelaku Julia... Aku benar-benar egois.. aku menyesaal" batin Dela
"Maaf Om, Tante." ujar Dela lemah
"Hhhh baiklah ... Aku memaafkanmu" ujar Ayah Julia yang tak tega melihat Dela sesenggukan bahkan pucat.
"Jangan ulangi lagi" imbuh Ayah Julia.
Dela mengangguk..
"Terimakasih Om, Tante. Kalian adalah keluarga keduaku" ucap Dela tersenyum yang dibalas senyuman pula oleh Ortu Julia.
Dela membalas pelukan Ibu Julia erat dan menangis bahagia.
"Terima kasih" batin Dela
*****
sedih bgttt, keren banget ceritanya
knapa mesri mati sich
knapa mesri mati sich
Thor, mau Baksonya yang pedas pakai lontong.
Eh, Julia kamu sakit apa