NovelToon NovelToon
Air Mata Di Atas Mahkota

Air Mata Di Atas Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Frenzy hrp

Saat hamil tujuh bulan, Kayla baru sadar bahwa pernikahannya hanyalah kebohongan.
Suaminya berselingkuh.

Mertuanya membencinya.
Dan rumah mewah yang dulu ia sebut rumah perlahan berubah menjadi neraka.
Padahal tanpa Kayla, Adrian Wijaya bukan siapa-siapa.

Dikhianati saat mengandung, dibuang ketika paling rapuh, Kayla memilih bangkit. Perlahan, wanita yang dulu diremehkan itu berubah menjadi sosok yang tak lagi bisa disentuh.

Kini saat semua pria mulai berlutut memperebutkan hatinya...
mantan suaminya justru kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frenzy hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar baik dan sepiring bakso

Klik. Kayla menekan tombol merah pada layar laptop barunya untuk mengakhiri panggilan video. Layar monitor beresolusi tajam itu seketika menggelap, memantulkan bayangan wajah Kayla yang tampak mengembuskan napas panjang dengan bahu yang perlahan melonggar rileks.

Dia menyandarkan punggungnya pada dinding semen kontrakan petak yang terasa dingin. Telapak tangannya yang semula sedingin es kini perlahan mulai menghangat.

Rasa lega yang luar biasa mendadak muncul di dalam dadanya, membuat matanya terasa sedikit panas dan berkaca-kaca.

Bukan karena dia sudah pasti diterima bekerja, melainkan karena sebuah kesadaran sederhana: dia masih memiliki kemampuan. Selama bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang tekanan mental keluarga Wijaya, Kayla selalu dibuat merasa tidak berguna dan hanya dianggap sebagai pajangan pelayan rumah tangga.

Hari ini, di depan layar laptop di dalam kamar kontrakan sempit, Kayla membuktikan pada dirinya sendiri bahwa otaknya belum tumpul. Dia masih seorang auditor yang kompeten, yang argumennya didengarkan dan dihormati oleh profesional lain.

Tok! Tok! Tok!

Pintu kayu depannya digedor kasar tanpa ritme yang beradab. Kayla tersentak bangun dari lamunannya, bergegas membuka selot pintu besi, dan langsung disambut oleh wajah Mbak Rina yang tampak kegerahan sambil menggendong Arsen yang untungnya masih tertidur pulas.

"Aduh Neng, untung udah kelar laptop-laptopannya! Ini anakmu ditaruh kasur dulu deh, keringetan mulu dari tadi, bajunya sampai basah semua nih," cerocos Rina tanpa basa-basi sambil melangkah masuk dan langsung meletakkan Arsen ke kasur lipat.

Kayla buru-buru mengambil tisu untuk menyeka leher Arsen, merasa agak sungkan. "Maaf ya, Mbak Rina, jadi merepotkan banget. Alhamdulillah wawancaranya lancar kok tadi."

"Nah kan! Kelihatan dari mukamu kayak orang pintar, gak kayak saya" sahut Rina blak-blakan sambil mengipas-ngipas leher dasternya yang basah oleh keringat. "Udah ah, daripada sumpek di kamar, ikut saya keluar bentar yuk. Makan bakso di ujung gang, sekalian saya mau ngegosip, pusing saya di rumah mulu!"

Kayla tidak punya pilihan untuk menolak karena lengan dasternya sudah ditarik paksa oleh tetangganya yang super cerewet itu.

Sembari menggendong Arsen yang kembali terlelap, Kayla melangkah menyusuri Gang Haji Umar yang mulai ramai oleh anak-anak kecil yang bermain sepeda sore.

Warung bakso di ujung gang itu sangat sederhana, hanya berupa gerobak kayu dengan kepulan asap kaldu gurih dan barisan kursi plastik biru di atas semen trotoar.

Begitu mereka duduk, beberapa ibu-ibu kompleks yang sedang mengantre bungkus langsung melirik tajam ke arah Kayla, berbisik-bisik kecil sambil memperhatikan Kayla.

"Bang! Bakso urat dua mangkok, teh esnya manis ya, jangan hambar kayak hidup abang" teriak Rina lantang, membuat abang tukang bakso tertawa dan beberapa tetangga menoleh geleng-geleng kepala.

Rina menopang dagu, matanya yang besar menatap Kayla dengan binar kepo yang tidak disembunyikan sama sekali. "Tapi asli deh Neng, saya tuh penasaran dari kemarin. Kamu pindahan sendirian, barang-barang dikit, terus kerjaan cuma modal laptop. Suamimu itu sebenarnya kerja proyekan luar kota apa gimana sih? Kok gak pulang-pulang pas anaknya baru lahir?"

Deg. Pertanyaan Rina terasa seperti belati yang mendadak menusuk tepat di ulu hati Kayla. Jari-jemari Kayla yang sedang merapikan selimut Arsen seketika membeku, dan senyum mendadak terasa kaku di sudut bibir.

Di bawah tatapan Rina yang terlalu blak-blakan dan lirikan penasaran dari ibu-ibu di meja sebelah, Kayla terpaksa menelan pahitnya kenyataan dalam-dalam.

Dia menarik napas pelan, mengontrol riak wajahnya agar tetap terlihat tenang. "Iya, Mbak. Proyeknya di pedalaman Kalimantan, sinyalnya susah dan kontraknya tidak bisa diputus tengah jalan, jadi terpaksa saya urus Arsen sendiri dulu di sini."

Rina mendengus kencang, menepuk meja plastik hingga botol kecap berdenting. "Aduh, laki-laki zaman sekarang ya! Duit sih duit, tapi masa anak baru lahir begini ditinggal, kalau saya jadi kamu udah saya omelin itu lewat telepon!"

Kayla hanya bisa tersenyum getir, mengangguk setuju demi mempertahankan kebohongannya. Rasa bersalah karena harus mengarang cerita bohong bergesek hebat dengan rasa takut jika sewaktu-waktu statusnya sebagai wanita yang dibuang keluarga Wijaya terbongkar di gang ini.

Mangkok bakso yang mengepul hangat akhirnya dihidangkan, sedikit mengalihkan interogasi sepihak dari Mbak Rina. Kayla baru saja mengunyah satu butir bakso kecil ketika ponsel baru di dalam saku dasternya bergetar panjang.

Sebuah notifikasi email dari akun Glints miliknya muncul di layar. Dengan debar jantung yang kembali berpacu, Kayla membuka pesan digital dari HRD Delta Global Solusindo tersebut.

Halo Bu Kayla Putri, terima kasih atas waktu Anda dalam sesi wawancara pagi ini. Tim user kami sangat terkesan dengan pemaparan draf manajemen risiko Anda. Dengan ini kami mengundang Anda untuk mengikuti sesi lanjutan berupa draf finalisasi kontrak kerja daring pada besok pagi pukul 09.00 WIB...

Satu draf harapan baru benar-benar terbuka di depan matanya, membuat Kayla refleks mengembuskan napas lega. Namun, binar bahagia di matanya mendadak padam sepenuhnya saat dia menggulir draf email tersebut hingga ke baris paling bawah.

Ada satu draf catatan tambahan dengan huruf tebal yang ditulis oleh tim administrasi perusahaan:

Catatan Penting: Mohon draf dokumen legalitas berupa Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran Anak (jika ada), dan draf KTP suami. disiapkan dalam bentuk PDF untuk proses verifikasi draf jaminan kesehatan serta administrasi kontrak kerja freelance online Anda besok pagi.

Dokumen keluarga. Kalimat pendek itu seolah menjadi hantaman gada besar yang meruntuhkan seluruh rasa lega Kayla dalam sekejap.

Pikirannya langsung melompat panik pada kenyataan bahwa dia tidak memiliki Kartu Keluarga baru, Akta Kelahiran Arsen belum dibuat karena nama ayahnya—Adrian—pasti akan memicu pelacakan dari keluarga Wijaya, dan dia tidak mungkin meminta foto KTP mantan suaminya tersebut.

Bagaimana mungkin dia bisa meloloskan kontrak kerja ini besok pagi jika status hukum dirinya dan Arsen saat ini benar-benar kosong yang berantakan?

Kayla menatap layar ponselnya dengan tangan yang mulai gemetar hebat, sementara di depannya, Mbak Rina masih asyik mengunyah bakso tanpa menyadari badai baru baru saja menghantam Kayla.

maaf ya telat updatenya badan author masih belum fit 😷

1
Mundri Astuti
semoga lekas sehat kembali KK author
Mundri Astuti
dr. Raditya kayanya yak 🤔
Mundri Astuti
bukannya Kayla dpt bonus ma dp byran tenaganya yak, knapa ga ambil kosan yg bersihan minimal, kan anakmu masih merah kayla
marwah: abis biaya rumah sakit kak Kayla disana 2 minggu devan bayar nya cuman seminggu
total 1 replies
Hari Saktiawan
cerita yang bagus lanjut
Mundri Astuti
next thor
Mundri Astuti
masih kurang thor 😄
Mundri Astuti
tegang juga euy
Mundri Astuti
kereennn kamu Kayla
Mundri Astuti
jangan lupa gugat cerai si bunglon Kayla, tapi sebelumnya kamu harus kuat dulu secara finansial biar bisa melindungi arsen
Yusria Mumba
ya nangung cerita ny pendek, nda seru ahh
marwah: terimakasih kakak cantik udah mampir dan dukung ceritaku mohon sabar ya author lagi bingung bikin jalan Kayla kedepannya, kan dia gak punya apa-apa sekarang kalo langsung ngemis ke devan jadinya gak seru😇😇
total 1 replies
Yusria Mumba
laki2 kurang ajar,
Yusria Mumba
nayla kenapa mesti berhan,pergi aja
rumah poke
mau nyimak dl
𝚔𝚞𝚌𝚒𝚗𝚐 ამოყჹ
🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!