Perjuangan seorang wanita sederhana, yang bersuamikan seorang direktur sebuah perusahaan besar, penampilannya yang sangat sederhana dan termasuk ketinggalan jaman, membuat sang suami menjauhinya, sang suami yang selalu menghina dan membanding-bandingkan fisik istrinya dengan pacar-pacar nya yang dulu.
akankan perjuangan seorang Berliantina Febrianti berhasil merebut hati sang suami untuk mencintainya?
kisah yang penuh lika liku dan perjuangan seorang istri yang dianggap hina oleh sang suami.
HAPPY READING💖💖💖
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Penyamaran
Dengan cekatan Lian langsung membuat surat lamaran di desktop pribadinya, bukanlah hal yang sulit bagi seorang Lian untuk membuat surat lamaran secara online, namun kali ini ia memiliki misi untuk menyelinap ke dalam perusahaan Andi.
Lian memakai identitas palsu, ia mengedit fotonya sedemikian rupa untuk menyamarkan wajah aslinya, sehingga Andi tidak akan pernah tahu, bahwa Lian adalah sekretaris pribadi Andi.
Setelah beberapa saat Lian sudah selesai untuk mengirimkan lamaran pekerjaan nya secara online, namun ia harus berbicara dengan Zain tentang rencananya ini, agar misi nya untuk menyelamatkan perusahaan Zain tidak bisa diketahui oleh Andi.
Tampak Zain sudah selesai dengan ritual mandinya, ia keluar dan mendapati Lian yang tengah sibuk dengan laptopnya.
Zain mendekati istrinya, dan melihat apa yang sebenarnya Lian lakukan.
"Kamu sedang apa sayang?" tanya Zain yang sedikit penasaran.
"Mas ada sesuatu yang harus kamu ketahui, ini mengenai perusahaan kita" balas Lian serius.
Zain menatap dalam-dalam wajah istrinya, ia melihat keseriusan dalam bola mata istrinya, Zain sangat mengetahui bagaimana sifat Lian, gadis ini pandai sekali menganalisa tentang sesuatu yang akan terjadi dalam perusahaan nya, itu sebabnya dulu Zain menerima Lian untuk bekerja di perusahaan nya, meskipun Lian yang dulu berpenampilan sangat buruk dan lugu.
"Apa yang terjadi?" tanya Zain penasaran.
"Perusahaan Andi Permana membutuhkan sekretaris untuk menemani nya bergabung dengan perusahaan kita" seru Lian sembari terus menunjukkan buktinya kepada Zain.
Zain tampak serius melihat laman yang ditunjukkan istrinya, ia cukup kaget dengan cara dan akal Andi untuk masuk kedalam perusahaannya.
"Apa yang dia inginkan dariku? dari dulu Andi Permana selalu menjadi rivalku dalam berbisnis, sekarang dia ingin bekerjasama dengan ku secara tiba-tiba? pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan" ungkap Zain
"Tapi bagaimana cara kita untuk mengetahui akal bulus Andi, dia pasti sudah merencanakan sesuatu untuk menikamku dari belakang" sambung Zain
Tiba-tiba Lian memberikan nya ide cemerlang, namun Lian berharap Zain mau diajak kerjasama, agar rencana mereka berhasil, dan bisa melindungi perusahaan mereka dari niat jahat Andi.
"Aku sudah merencanakan sesuatu mas!" sahut Lian
"Bagaimana caranya?" tanya Zain penasaran.
"Aku akan masuk kedalam perusahaan Andi dengan cara, aku akan melamar sebagai sekretaris pribadi Andi, dengan begitu akan mudah bagiku mengakses segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan nya, secara tidak sadar, Andi sudah kecolongan, sebelum dia menghancurkan perusahaan ini, dia dulu yang akan hancur" ucap Lian yakin.
Namun rencana Lian, rupanya membuat Zain sedikit keberatan, ia takut keselamatan Lian dipertaruhkan, apalagi setiap hari Lian harus bertemu dengan pria lain, sementara Zain harus melihat Lian setiap hari bekerja dengan pria itu.
"Tidak sayang, aku tidak setuju, aku tidak mau Andi macam-macam sama kamu, apalagi setiap hari kalian bertemu dalam satu ruangan, aku takut Andi menyentuhmu" ucap Zain khawatir.
"Mas, kamu pikir aku akan datang ke perusahaan Andi, dengan penampilan ku seperti ini, tidak ...aku akan datang ke perusahaan Andi sebagai wanita lain, aku akan tampil seperti ini bila bersama dengan suamiku sendiri, kamu jangan khawatir Andi akan berbuat macam-macam kepada ku, aku akan merubah penampilanku bukan sebagai Berlian istrimu, tapi sebagai Intan, gadis cupu dengan segala kekurangannya dalam penampilan, tapi dia sangat jenius, sehingga membuat Andi tidak akan bisa menolaknya untuk tidak bekerja di perusahaan nya" ucap Lian penuh rencana.
Zain tampak tersenyum lega, ia memeluk istrinya penuh kemesraan.
"Kamu tahu nggak sih, aku takut sekali kehilangan dirimu, aku tidak mau laki-laki itu memandangmu" ungkap Zain
"Kamu jangan terlalu khawatir mas, ini demi misi kita, Andi tidak akan memandang wajah cantik istrimu ini, dia akan memandang wajah buruk dari seorang Intan, Andi tidak akan bisa macam-macam padaku, percayalah mas" seru Lian mencoba meyakinkan.
"Seperti halnya dulu kamu memandangku dengan sebelah mata, tetapi kamu tidak bisa menyingkirkan aku dari perusahaan, seperti itulah aku akan datang ke perusahaan Andi" ucapan Lian membuat Zain merasa tersindir.
"Kamu menyindirku ya" kata Zain sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya.
Lian tersenyum dan mengusap lembut wajah sang suami.
"Setidaknya sebagai pengingat bahwa kamu pernah sangat membenciku mas" ucap Lian lirih.
"Ssssttt...jangan ucapkan itu lagi, aku mohon, jangan ingat kan lagi tentang dosa-dosaku yang telah lalu, Zain yang dulu tidak akan pernah ada lagi, kini suamimu ini akan menjadi pelindung mu sayang, kamu akan selalu menjadi Berlian dalam hatiku, aku sangat mencintaimu" seru Zain sembari menyambar bibir Lian penuh kemesraan.
Sejenak mereka berdua terhanyut dalam pagutan mesra itu, setelah beberapa saat mereka berdua melepaskan tautan bibir itu, yang membuat bibir Lian tampak basah.
Lian melihat ekspresi Zain yang kurang semangat, meskipun ia sudah mendapatkan ciuman dari sang istri.
"Kamu kenapa mas? kamu sakit?" tanya Lian sembari meraba kening Zain, Zain tampak lemas dan lesu, seperti kehilangan sebagian besar kekuatan dalam tubuhnya.
"Aku lemas sayang, aku harus sabar menunggu sampai tamu SETIAmu pulang" ungkap Zain yang membuat Lian tertawa kecil.
"Ya ampun mas, aku pikir apaan, kamu sabar dong, itu kan cuma beberapa hari aja, setelah itu kamu bebas melakukan kapan saja sesuka hatimu" ucap Lian dengan senyum manjanya
"Tapi...aku sangat tidak sabar" rengek Zain manja seperti anak kecil yang meminta sesuatu pada ibunya.
"Aiss... sabar dong sayang, kita turun dulu yuk, mami pasti sudah nungguin kita untuk makan malam" ajak Lian kepada suaminya.
"Turunlah dulu, aku akan segera menyusul, aku mau ganti baju dulu" balas Zain
"Baiklah, aku pergi dulu" pamit Lian
Sebelum pergi Lian mengecup mesra bibir Zain, dan itu membuat Zain tersenyum sumringah.
Lian keluar dari kamar mereka, Zain memperhatikan Lian keluar hingga akhirnya Lian menghilang dari balik pintu.
"Setidaknya aku harus memantau Andi, dia tidak boleh macam-macam kepada istriku, awas saja jika Andi coba-coba mendekat, aku tak segan-segan mematahkan lehernya, sudah cukup dia menyakiti mbak Brenda, kali ini Andi tidak akan aku biarkan menyakiti keluarga ku, perusahaan ini adalah milik keluarga besar kami, tak seorangpun boleh mengganggu, termasuk Andi" gumam Zain dengan tatapan seriusnya.
Sementara Lian sudah turun dan menghampiri Rosa dan kedua anaknya, yang sudah berada di ruang makan.
"Selamat malam semuanya" sapa Lian sembari duduk di kursi.
"Hai sayang, mana suamimu?" tanya Rosa
"Mas Zain sedang ganti baju Mam, sebentar lagi juga turun" jawab Lian tersenyum
"Oh .."
"Lian, kamu benar-benar hebat ya, aku udah lihat loh promosi perusahaan Zain yang menggunakan foto kamu sendiri, sumpah keren banget, aku yakin produk-produk dari perusahaan kita akan semakin laris" ucap Brenda begitu senang.
"Terimakasih mbak, aku hanya membantu mas Zain saja" kata Lian merendah.
Tampak Rosa dan Brenda begitu senang hati itu, namun tidak dengan Zoya yang tampak gelisah, wajahnya tak seperti biasanya, kali ini Zoya terlihat sangat khawatir.
"Zoya, kamu kenapa? tumben hari ini kamu tidak meledek mbak, mbak kangen loh sama itu semua" goda Lian sembari tersenyum.
Zoya hanya terdiam, Lian tampak curiga melihat gelagat Zoya yang terlihat memikirkan sesuatu.
"Zoya kenapa? nggak biasanya dia bersikap seperti ini" gumam Lian penuh tanda tanya
BERSAMBUNG
❤️❤️❤️❤️❤️