NovelToon NovelToon
Happy Ending Love Story

Happy Ending Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:112.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Eva IM

Happy Ending Love Story adalah sebuah novel dengan berbagai cerita cinta di dalamnya. Setiap judul akan memiliki episode singkat.
Happy Ending Love Story memiliki tema acak dan berfokus pada cerita romansa manis yang pastinya berakhir bahagia.
"Cerita cinta itu memang harus berakhir bahagia, sesuai dengan judulnya Happy Ending Love Story." Eva IM.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jungkir Balik Dunia Jessy #1

Akhirnya menginjakkan kaki di tanah air.

Perasaan lega dan haru memenuhi hati Jessy. Setelah lima tahun hidup di negeri orang kini Jessy telah pulang ke Indonesia.

Bandara Internasional Seokarno-Hatta terlihat jelas saat dia turun dari pesawat. Matanya menerawang jauh. Dia sudah sampai di Jakarta dan itu bukan mimpi. Ini kenyataan. Jessy mencubit lengannya dan sakit. Itu artinya dia tidak mimpi.

"Akhirnya sampai." Ucap Jessy lirih. Dia berjalan mengikuti arahan petugas menuju pintu keluar.

Selama perjalanan dari Inggris ke Indonesia Jessy mematikan ponselnya. Begitu pintu keluar terlihat Jessy mengambil ponsel di kantong celananya kemudian mengaktifkan ponselnya.

Sebuah panggilan langsung masuk.

"Halo mas?" Sapa Jessy pada orang di seberang sana.

"Sudah sampai?"

"Baru aja di pintu keluar mas, gimana?"

"Mas gak bisa jemput kamu. Naik taksi aja ya?"

"Oke. Tapi aku kan gak tau alamat mas tinggal."

"Ke kantor dulu aja gimana? Bentar lagi mas selesai kok. Habis itu kita pulang bareng."

"Oke mas."

Panggilan terputus dan sebuah pesan masuk. Jessy melambai ke taksi kemudian menunjukkan alamatnya.

Jessy masuk ke lobi sebuah kantor yang besar. Bangunannya tinggi dan mewah. Matanya takjub akan arsitektur rumit di lobi. Mulutnya hampir terbuka lebar. Dia tidak menyangka jika semuanya telah berubah drastis. Terakhir dia melihat tempat ini lima tahun lalu sebelum dia berangkat ke Inggris.

Tangannya masih menyeret koper dan dia berdiri di tengah-tengah. Beberapa orang memperhatikannya. Jessy acuh tak acuh. Dia tidak mempedulikan sekitarnya saat seseorang mendekatinya.

"Ibu Jessy ya?"

Jessy sontak menoleh karena namanya dipanggil.

"Iya saya Jessy." Jawabnya dengan mata menyipit memperhatikan orang itu. Laki-laki muda yang mungkin usianya sama dengannya. "Panggil mbak saja, umurku belum setua itu untuk dipanggil ibu." Jelas Jessy kikuk. Dia baru 27 tahun, belum terlalu tua menurutnya.

"Ah maaf mbak, Pak Juna sudah menunggu di atas."

"Oh iya, anda siapa?"

"Saya asisten Pak Juna mbak."

"Oke yuk naik."

Tanpa diminta orang itu menyambar koper Jessy kemudian berjalan di depannya.

"Pak Juna masih ada rapat mbak, bisa tunggu disini dulu."

Jessy masuk ke ruang kerja yang sederhana. Bukan mewah seperti lobi. Ruang kerja itu ditata sedemikian rupa hingga fungsinya efisien. Jessy melihat keserbagunaan ruang kerja kakaknya, Juna.

"Iya, makasih ya mas." Ucap Jessy santai.

Dia bisa melihat jika orang itu tersentak tapi Jessy acuh.

Setelah pintu ditutup Jessy mengambil tempat duduk Juna. Kursi empuk beroda yang sangat nyaman. Jessy melepas tasnya kemudian meregangkan tubuhnya. Jarak tempuh London ke Jakarta yang hampir 16 jam dengan kaki tertekuk di pesawat membuat tubuh Jessy mati rasa.

Matanya mengedar ke seluruh ruangan Juna. Ada sofa panjang dengan meja tunggal serta rak buku dengan berbagai buku dan majalah tertata rapi disana. Jessy juga mengedarkan pandangan ke meja. Disana banyak barang. Dokumen yang menumpuk, foto-foto dengan bingkai kecil, sukulen dengan berbagai jenis dan plakat nama di ujungnya.

Arjuna Soca Jayanegara, CEO Jayanegara Hotel Group. Posisi tertinggi di sebuah perusahaan besar. Kakaknya duduk di kursi CEO dua tahun lalu, dia bukan lagi wakil CEO tapi dialah sekarang CEOnya menggantikan ayah mereka.

Jessy mengingat peristiwa lima tahun lalu dimana perusahaan sedang kacau dan butuh bantuan. Disitulah penderitaannya dimulai. Jessy segera menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi. Kursi tersebut sedikit bergoyang. Jessy tidak mau mengingat hal itu. Dia benci dirinya lima tahun yang lalu. Itu adalah mimpi buruk. Kini dia sudah bangun jadi baginya peristiwa lima tahun lalu adalah mimpi belaka.

"Hei Jess." Sebuah suara mengejutkan Jessy.

"Hei mas." Jessy bangkit dan segera berlari ke arah pelukan kakaknya. "Jessy kangen Mas Juna." Lanjutnya.

"Long time no see Jess." Ucap Juna mengelus kepala Jessy. Rasa hangat segera menyebar. Adik kecilnya sudah tumbuh besar rupanya.

Jessy semakin tinggi di mata Juna. Namun lebih kurus dari sebelumnya. Dia terakhir bertemu Jessy satu tahun lalu saat dia ada urusan pekerjaan di London. Jessy tidak pulang ke Indonesia selama lima tahun. Keluarga merekalah yang datang menemui Jessy. Jessy menolak pulang.

"Gimana perjalanannya?" Juna melepas pelukannya. Mereka berjalan bersama menuju sofa.

"Panjang dan melelahkan." Gerutu Jessy menghempaskan tubuhnya ke sofa. "Gimana kabar mama sama papa mas?" Tanya Jessy.

"Mereka baik Jess, kamu gak ngasih tahu mama atau papa kalau pulang ke Indonesia?"

Jessy menggeleng malas.

"Mas Juna aja yang ngasih tahu. Aku kan anak durhaka mas."

"Jess jangan gitu. Mama sama papa pasti khawatir." Desak Juna.

"Gak akan. Jangan dibahas lagi mas, aku males. Kalau mas mau bahas mama sama papa mending Jessy pergi aja." Jessy bangkit dengan malas.

"Eh mau kemana?"

"Pergi."

"Kemana?"

Jessy kembali menggeleng.

"Duduk dulu. Kamu bahkan gak tau mau kemana. Jangan aneh-aneh nanti ilang." Juna menarik tangan Jessy.

Jessy kembali duduk dengan malas. Tubuhnya bersandar di sofa yang empuk.

"Kalau boleh nih mas, Jessy pengen tinggal di Jakarta aja. Jessy gak mau pulang ke Jogja. Boleh gak tinggal sama Mas Juna?"

"Kamu yakin mau tinggal disini?"

Jessy mengangguk. "Aku belum ada mood ketemu mama sama papa."

"Tapi Jess, cepat atau lambat kamu harus ketemu mereka."

"Iya Jessy tahu tapi gak sekarang mas. Jessy butuh waktu."

"Oke baiklah. Tinggal sama mas saja sesuka hatimu. Lagian apartemen mas masih ada kamar kosong. Tapi ada satu syarat."

"Apa?" Tanya Jessy malas.

"Kalau kamu sudah siap segera temui mama sama papa."

"Oke." Jawab Jessy dengan wajah datar.

"Mau pulang sekarang?"

"Bentar dulu, Jessy mau ngaso dulu mas. Capek tau."

Juna mengangguk. "Tapi Jess, kamu benar gak bakal balik lagi ke Inggris? Kuliahmu sudah beres?"

Jessy mengangguk.

"Sudah mas. Aku bawa pulang ijazah lho mas, kalau gak percaya lihat tuh di koper Jessy." Jessy menunjuk koper putihnya di ujung ruangan. Tergeletak tak berdaya.

"Oke, mas percaya kok."

"Eh mas kabar Mbak Jhoya gimana? Aku dah lama gak telponan."

Jhoya adalah adik Juna dan kakak Jessy. Si anak tengah yang berprofesi sebagai dokter. Tinggal di tempat yang jauh bersama suaminya.

"Baik Jess. Kemarin mas habis telpon dia, dia bilang bulan depan ulang tahun Noah."

"Wah Noah dah besar ya mas, aku sama sekali belum pernah bertemu."

"Makanya nanti main ke Seoul kalau ada waktu. Kamu kan sekarang sudah di Jakarta. Gunakan waktumu untuk main-main."

"Dikira Jakarta - Seoul kayak Jakarta - Bandung mas? Jauh tauk mas, Indonesia - Korea."

"Sesekali kan gak papa Jess."

"Iya deh kapan-kapan ya mas."

Juna mengangguk dengan senyum tersungging. Adik kecilnya itu selalu menjawab ucapannya, berbeda dengan adik satunya, Jhoya. Dia lebih tenang dari Jessy. Tapi Juna tak masalah, dimana ada Jessy disana pula ada keceriaan.

"Rencananya kamu mau ngapain aja di Jakarta Jess?"

"Gak tau mas masih bingung."

"Mau gak kerja disini?"

"Hah? Serius?"

"Serius, duarius malah. Lagi ada lowongan untuk bagian arsitektur Jess. Sesuai dengan ijazahmu dari Inggris." Jelas Juna dengan pandangan ke arah koper Jessy yang tidak bersalah.

"Kalau aku memenuhi kriteria sih aku mau mas, itung-itung gak nambah beban negara."

"Itung-itung bantu usaha keluarga juga Jess. Bantu mas buat ngembangin perusahaan ini."

Jessy terdiam. Dia pernah membantu satu kali, lima tahun lalu. Kali ini dia ingin membantu dengan cara lain.

"Oke mas deal, kapan aku bisa mulai kerja?"

"Besok."

Jungkir Balik Dunia Jessy #2 Next...

1
Gendhis Ayunindya
/Drool/
Erni Fitriana
thor...salam kenal😘
Bunda Puput
Luar biasa
Sumini Ningsih
kayanya menarik ceritanya
Sumini Ningsih
salam kenal kak eva semangat
Pillow My
jadi kepo kak
Vita Liana
baca ulang , suka banget sma jessy n mas kem
.bikin cerita juna juga dung thor
Zuli Lestary
salam hangat jugag kakak❤️..
mampir lagi ..
suka alur ya. ni aku baca karya kakak lagi.. sehat selalu
Arik Purwaningsih
ayo up...up...up... kakak author
Arik Purwaningsih
ceritanya seru, lanjut donk
Arik Purwaningsih
wow akhirnya meledak jga veronica
Arik Purwaningsih
sweet love story, karyamu ini di jadikan drama Korea aja author
Arik Purwaningsih
come on Jessy demi si jabang bayi nikah aja lagi sama kent
Arik Purwaningsih
yes , Jessy hamidun
Arik Purwaningsih
di saat" sprt ini kamu kemana kent
Arik Purwaningsih
jadinya suprise kn tuh temen" nx Jessy kalau kak Juna kakaknya jessy
Arik Purwaningsih
ternyata mantan suami toh bikin gregetan ceritanya tp q suka , apakah cowoknx tsundere , kalau yg bau" cowoknya tsundere aku suka coz jika Uda sayang Ama pasanganx bucinx akut
Arik Purwaningsih
penasaran tingkat tinggi akunya baca ini🧐
Arik Purwaningsih
so sweet, ceritanya singkat padat dan jelas, saya suka
Arik Purwaningsih
semangat author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!