NovelToon NovelToon
Khilaf Terindah

Khilaf Terindah

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 5
Nama Author: Navizaa

Morgan Fernando Alvares putra dari Aland Fernando dan Regina Alvares, seorang CEO dari dua perusahaan besar yang bersatu bernama Sky Alvares Corp, bertemu dengan seorang wanita yang bernama Felicia Belleric dan memaksa wanita itu untuk menolongnya bersembunyi dari kejaran musuh. Tapi tidak di sangka akibat pengaruh obat perangsang membuat Morgan melakukan Khilaf Terindah bersama Felicia.

Ketika mengetahui bahwa Felicia masih perawan, Morgan bertekad untuk menikahi Felicia tapi di tolak oleh gadis cantik tersebut.

Felicia harus bekerja keras demi mendapatkan biaya untuk pengobatan ibunya yang sedang sakit parah, tapi istri sah Ayahnya selalu mengusik dan menghina ibunya sebagai pelakor. Bahkan istri sah Ayahnya itu menyuruh kepala rumah sakit mengusir Felicia dan Ibunya. Demi menyelamatkan sang ibu dan harga dirinya akhirnya gadis itu menerima tawaran dari Morgan untuk menikah agar bisa menjadi istri dari seorang CEO dan membalaskan dendam kepada orang-orang yang telah menghinanya.

Bagaimana kisah perjuangan hidup Felicia setelah menjadi istri dari Morgan yang terkenal Arogan itu. Apakah benih-benih cinta akan tumbuh di hati mereka mengingat pernikahan mereka terjadi karena Khilaf Terindah? yuuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Felix

Happy Reading

Felicia menatap mata Morgan dalam, apakah pria ini bisa di percaya?

"Bagaimana sayang, apakah kamu bersedia menemui keluarga besar ku, aku akan meminta izin pada ibu. pasti ibu akan langsung mengizinkan," Felicia mencubit lengan Morgan sedikit keras.

"Kenapa sekarang mulutmu jadi manis sekali, sayang_sayang, aku tidak terbiasa di panggil seperti itu!" ucap Felicia mengerucutkan bibirnya.

'Oh, jangan melakukan itu, nanti aku tidak akan tahan untuk tidak mencium mu kembali,' batin Morgan gemas.

Felicia memang miliki bibir yang seksi dan pink alami.

"Anggap saja kita sedang latihan, bukankah kita sebentar lagi akan menikah, lagian aku juga mengatakan pada orang tuaku bahwa kita menikah karena saling mencintai," ucap Morgan.

"Baiklah, tapi jangan nanti malam, aku tidak bisa karena aku harus bekerja. Bagaimana kalau sore ini, sebelum petang," ucap Felicia.

"Baiklah aku akan mengaturnya, sekarang bersiaplah, aku akan mengantarkan mu ke rumah sakit sekalian meminta izin pada ibu," Felicia mengangguk kemudian mengambil tasnya di dalam kamar.

Setelah mengunci pintu depan rumahnya, Felicia berjalan lebih dulu dari Morgan. Entah kenapa Morgan mau susah payah menemuinya di rumah yang harus melewati gang sempit itu, Felicia akan menanyakannya nanti.

"Sebenarnya kamu tidak seperti yang di pikirkan oleh orang-orang, ternyata setelah mengenalmu kamu orangnya tidak seangkuh yang mereka kira," ucap Felicia di tengah perjalanan mereka.

"Aku bisa bersikap seperti ini hanya dengan orang yang dekat denganku," Felicia melirik Morgan sekilas.

"Apakah aku termasuk orang terdekatmu?" Morgan menoleh.

"Tentu saja, kamu kan calon istriku, bahkan bukan hanya dekat, tapi sebentar lagi kita akan segera menyatu," jawab Morgan enteng, membuat Felicia merasa ada yang aneh di hatinya setelah mendengar ucapan Morgan.

Lalu bagaimana dengan seorang wanita di masa lalu Morgan? siapa dia dan kenapa aku jadi semakin penasaran!

Sebenarnya Felicia sangat ingin tahu siapa wanita itu, tapi bukankah Morgan sudah memperingatkan padanya bahwa dia tidak boleh mencampuri urusan pribadinya. Felicia menghela napas, apakah dia sedang cemburu.

'Tidak, tidak, tidak, aku tidak mungkin cemburu karena aku tidak mencintainya'

Morgan menoleh ke arah Felicia yang terlihat menggelengkan kepalanya. "Kamu kenapa geleng-geleng seperti itu?" tanya Morgan.

"Ah, tidak apa-apa,"

###

Felicia menatap kagum ke arah bangunan yang begitu mewah di hadapannya saat ini. Bangunan besar yang mempunyai dua pilar yang menjulang tinggi dan juga dengan sebuah taman yang sangat luas, di tengahnya ada sebuah air mancur dengan ornamen patung seorang putri yang membawa sebuah panah, dan dari panah itu keluarlah air yang mengalir ke atas kemudian meluncur ke bawah.

Felicia masih berada di dalam mobil bersama Morgan dan belum keluar, wanita itu berasa belum siap kalau harus bertemu dengan keluarga Morgan yang tentunya bukan orang biasa.

"Jujur, saat ini aku merasa gugup," gumam Felicia.

"Tidak perlu gugup, keluargaku semuanya adalah orang-orang baik, apalagi Mamaku, dia pasti akan sangat menyukaimu," ucap Morgan.

Felicia menoleh dan menatap Morgan dari arah samping, Morgan terlihat sangat tampan, dengan bulu tipis yang tumbuh di area rahangnya, bibirnya yang tipis namun sangat mempesona, hidungnya yang mancung dan alis yang tebal, benar-benar mahkluk Tuhan yang sempurna.

"Baiklah, aku siap!" ucap Felicia.

"Ayo masuk, ini kediaman kakek Edward dan juga Pamanku Felix, kakek Edward adalah Tetua di keluarga kami sekarang, karena kakek kandungku yang bernama kakek Darren dan Nenek Candy meninggal dunia 22 tahun yang lalu, karena kecelakaan pesawat. Saat itu usiaku masih Empat tahun. Sehingga seluruh warisan kakek Darren di wariskan pada Papaku dan Bibiku Evelyn, tapi adik dari kakek Darren kembali lagi dengan membawa seorang anak kecil seusiaku, kakek Edward mengatakan bahwa itu adalah putranya. Selain itu juga kembalinya kakek Edward karena dia sebenarnya menginginkan harta peninggalan kakek Darren yang pernah di ambil alih sebelum kakek Edward pergi ke Eropa. Kakek Edward memang masih memiliki 20% saham dari keluarga Fernando," ucap Morgan panjang lebar.

Felicia mengangguk seolah paham, padahal dia tidak mengenal siapa mereka yang disebutkan oleh Morgan, yang pasti mereka adalah orang-orang besar yang sangat berpengaruh di kota ini.

Felicia dan Morgan masuk ke dalam dan langsung di sambut oleh beberapa orang berseragam hitam berjejer di kanan dan kiri, mereka memberi hormat kepada Morgan dan Felicia.

"Selamat datang cucuku!" seru sebuah suara, dari seorang pria paruh baya yang Felicia yakini itu adalah kakek Edward.

"Kakek, aku membawa calon istriku kemari, namanya Felicia Bellerick," ucap Morgan.

"Selamat sore kakek," Felicia membungkukkan badannya.

"Kemarilah, nak,, apakah itu adalah sapaan salam mu pada kakek?" Felicia menurut pada kakek Edward dan memeluknya.

"Kamu sangat cantik dan sopan, ternyata Morgan sudah selangkah maju di depan Felix, anak itu memang tidak bisa mencari calon istri, dia selalu membawa wanita-wanita liar yang sangat memalukan!"

"Papa, jangan mengatai ku di depan keponakanku ini, padahal aku bisa membawa ratu kecantikan sejagad kalau aku mau," ucap Felix yang datang dari arah tangga dan turun untuk menyapa keponakannya atau bisa di sebut rivalnya.

Morgan mendekatkan wajahnya dan berbisik pada Felicia. "Dia adalah Pamanku, suka bergonta ganti wanita, dan suka mengajak wanita bermain di toilet karena menurutnya itu adalah sebuah keseruan tersendiri," Felicia melotot sambil mulutnya menganga lebar.

Diapun menatap intens pria yang berjalan ke arahnya itu, benar saja, wajah Felix dan Morgan memang terlihat mirip, hampir seperti kakak beradik, tetapi kulit Morgan terlihat lebih putih di banding dengan Felix yang memilki kulit sedikit gelap eksotis.

Felix memiringkan kepalanya sambil menatap Felicia yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangan darinya. "Hai, nona,, namaku Felix? apakah kamu terpesona dengan ku?" Felicia tersadar dan langsung menetralkan wajahnya.

"Maaf Tuan, saya tidak tertarik dengan anda, karena saya adalah calon istrinya Morgan," jawab Felicia sedikit jijik setelah melihat Felix dan mengetahui kelakuan buruknya.

"Hahahaha, ternyata kamu calon istri keponakanku? Morgan, sepertinya kamu tidak pandai memilih wanita!" Morgan langsung menatap tajam Felix.

"Calon istriku adalah wanita luar biasa dan kamu tidak akan bisa menemukan wanita seperti Felicia di dunia ini, bahkan ratu kecantikan dunia tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Felicia," ucap Morgan.

Felicia menatap Morgan dan Felix yang terlihat bersitegang, tiba-tiba kepalanya terasa begitu pusing dan pandangannya menggelap.

Bersambung

Mohon terus dukungannya ya akak2 semuanya

1
Bundanya Pandu Pharamadina
Zidane orang tuanya baik, Zidane janganlah kau ngikutin jejek Fellix paman kecil ayahmu
Bundanya Pandu Pharamadina
Felicia demi ibu 💪
Bundanya Pandu Pharamadina
like favorit dulu 👍❤
Rita Juwita
luar biasa...
Arsen Arsenio
katanya kerja jd pengawal...tp kok banyak gugup ny
Andi Tri putra
Luar biasa
pipi gemoy
☕ Thor
suka sama karakter Morgan n Feli
ta vote Thor
tapi kok Zidane jadi nakal😏😏😏😏😏
pipi gemoy
feli ternyata 👍🌹
Fay
Luar biasa
xiao xiao bai
ceritanya bagus tidak bertele-tele singkat padat pokoknya bagus banget yg penasaran harus segera baca
Qaisaa Nazarudin
Ckk jadi teh celup aja bangga..Noh semoga perkutut mu gak bisa bangun lagi,Rasain noh..
Qaisaa Nazarudin
OMG jangan bilang yg di kerjain Feli itu tadi Felix dan bukannya Morgan,Kan outhor bilang mereka mirip banget wajahnya..hadeeuuhh..😄😄
Qaisaa Nazarudin
Noh sana hajar,Barusan jyga kamu bilang akan menghajar habis habisan valon suami kamu,kalo kelakuannya kek Akex..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Rival Morgan..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Aku suka karakter Felicia..
Qaisaa Nazarudin
Cari tau Morgan,Jangan langsung menghakimi orang,Pasti setiap sesuatu yg terjadi ada sebabnya..
Qaisaa Nazarudin
Feli harus Tegas,baru bertemu kamu dan ibu kamu gak akan di injak-injak lagi,jangan kek ibu kamu jadi wanita yg lemah..
Qaisaa Nazarudin
Lemah..
Qaisaa Nazarudin
Heran aku sama nek lampir ini,udah kayak lipas kudung,orang gak gangguin dia,malah dia yg kayak cacing kepanasan..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Jane wanita yg lemah,Udah tau kamu gak bersalah kenapa malah diam aja,Untung ada Feli..Ckck..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!