Miranda Larasati 38 tahun, seorang janda kaya raya yang di tinggal meninggal suaminya. Sudah 10 tahun dia menjanda, dia memiliki seorang anak perempuan yang bernama Aliya Mutiara 17 tahun, semenjak kepergian suaminya Miranda menjadi janda yang sangat kesepian dia lebih suka menghabiskan waktu di kantor perusahaan furniture milik almarhum suaminya. Miranda selalu menghabiskan waktunya bersama dengan lelaki brondong nya yang bernama Fabian Putra 25 Tahun yang sebenarnya hanya mengincar harta kekayaan nya saja. Bahkan dia sama sekali tidak memperdulikan anak perempuannya yang ternyata mencintai lelaki Irfan Riawan 38 tahun yang lebih cocok menjadi ayahnya. . Bagaimana kelanjutan cerita cinta Miranda Larasati dengan anaknya Aliyah Mutiara.
Apakah Miranda akan mengorbankan hubungan cintanya dengan lelaki yang lebih muda dari nya ??? demi menutupi rasa malu anaknya. Atau akan melanjutkan perjalanan cinta nya dengan Lelaki lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pearlyta Hasna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode (33)
Sepanjang perjalanan Aliya terus mengingat kebersamaan nya bersama dengan Om Irfan, dia terus tersenyum-senyum sendiri sambil memandangi wajah nya di cermin dia memperhatikan seluruh wajah nya.
"Tadi aku kelihatan kusam nggak yaa di depan Om Irfan, hmmmmm aku harus minta ke Mama buat ajarin aku perawatan wajah tiap malam. Supaya aku terlihat cantik walaupun nggak pakai makeup.'
Aliya turun dari mobil nya dia merasa ada keanehan di dalam rumah nya yang pintunya terbuka lebar dan banyak bunga mawar merah kesukaan di setiap sudut ruangan.
"Pak, ada siapa yaa di rumah aku rasa seperti ada seseorang deh. Soalnya banyak banget hiasan mawar merah kesukaan nya Mama."
Aliya melangkah kan kaki nya dengan cepat dia langsung di sambut senyum oleh Mama nya.
"Kamu dari mana saja sayaaaaang, Mama dari tadi menunggu kamu. Ada seorang yang mau Mama kenalkan sama kamu."
Aliya pun mengikuti langkah kaki Mama nya menuju ke ruangan tamu, dan dia melihat sosok lelaki muda yang sedang duduk sambil memainkan handphone nya. Dia pun seketika terkejut melihat Aliya dan Fabian sedikit menundukan wajah nya.
Pikiran Aliya langsung teringat kepada panggilan telephone tersebut dia langsung mengingat nama kontak handphone tersebut.
"Aliya ini adalah Fabian putra, Mama mau memperkenalkan nya sama kamu sayang. Ayo duduk di samping Mama."
Aliya mengikuti perintah Mama nya dia duduk di samping Mama nya, dan saling berhadapan dengan Fabian.
Pandangan sinis Miranda terhadap Fabian yang sama sekali tidak mau memandang wajah Aliya. Fabian tidak bisa menyembunyikan perasaan nya ketika melihat kecantikan wajah Aliya dia hanya bisa terdiam karena takut Miranda curiga terhadap nya.
Aliya memandangi wajah Mama nya dan Fabian mereka terlihat seperti sengat dingin sekali, Aliya pun langsung berpikir jika Mama nya ingin mempertemukan dirinya dengan Fabian karena ada sesuatu.
"Mam, sebenarnya ada apa ini apa maksud dari pertemuan kita bertiga untuk apa. Aku sangat cape sekali Mam dan besok juga kan aku harus sekolah."
Fabian melihat tatapan sinis mata tajam Miranda, dia langsung memandangi wajah Aliya yang begitu sangat cantik menurut nya.
"Hey Aliya perkenalkan saya Fabian putra, semoga kita berdua bisa saling mengenal lebih dekat."
Fabian menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Aliya tapi perkataan nya membuat Aliya menjadi salah paham dia menyangka jika Mama nya ingin menjodohkan diri nya dengan Fabian.
Karena tidak mau membuat hati Mama nya kecewa dengan perlakuan nya, Aliya bersalaman dengan Fabian dengan tersenyum manis.
"Aku Aliya Mutiara, senang berkenalan dengan Kak Fabian Putra."
Miranda seketika tersenyum melihat tingkah laku manis Aliya dan juga Fabian.
"Oke semoga kalian berdua bisa saling mengenal lebih dekat lagi yaa, Mama senang sekali melihat respon manis dari sikap kalian berdua."
Miranda berencana untuk membuat Aliya dan Fabian bisa saling mengenal lebih dekat sehingga mereka berdua bisa saling akrab dan baru lah Miranda mengatakan kepada Aliya secara perlahan jika Fabian adalah calon papa baru nya.
Fabian terus tersenyum memandangi wajah Aliya tapi itu tidak membuat Miranda merasa curiga karena dia yakin karena hubungan mereka yang sangat kuat sekali Fabian tidak akan mengulangi kembali kesalahan nya apalagi sekarang Fabian sudah bisa masuk ke dalam rumah nya dan bertemu dengan putri kesayangannya.
muranda jgn lupa minum y keselek loh nanti😄
mamah Miranda hrus ambil tindakan kalau gak mau sama mamahnya ya jangan ambil anaknya...
goood job fabian, 👍👍👍👍 kembang buat fabian🌺🌹🌸🌷 crazyyy uuup nya plissss