WARNING MENGANDUNG ADEGAN 21+❗
HARAP BIJAK DALAM MEMBACA.
Arunayu Putri Ramadhani adalah seorang gadis yang memiliki kepribadian tomboy. Sering di panggil Aruna atau Una. Aruna tak terlalu mementingkan yang namanya masalah percintaan. Dia juga bukan gadis yang selalu caper atau suka menggoda kepada setiap laki-laki. Justru cenderung introvert pada kaum adam.Namun hingga suatu saat, ia bertemu seseorang yang dapat mengalihkan perhatiannya. Seseorang yang seharusnya tak boleh ada dalam hatinya, seseorang yang akan membuat dirinya dilibatkan Dengan berbagai macam masalah perasaan yang ia selalu hindari selama ini.
“Kenalin Runa, ini Galang… “ ujar Mika. Aku hanya mengangguk dan tersenyum simpul. Tanpa tau pandangan pertama itu akan jadi boomerang untuk hatiku di kemudian hari.
“Gimana Na? Mau nggak gua jodohin sama galang? Ganteng loh.” Ujar Mika sahabat dari Aruna.
“Apaan sih lo mik. Nggak ah! Orang dia minatnya sama elo ngapain lo kasih ke gua?” ujar ArunaDengan acuh. Ia sedikit tercubit Dengan tawaran mika
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon story adult7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Pasrah.
“Pak.. Hmmmppp…
Tak sempat aruna bicara, galang sudah menyambar bibir aruna. Pelan tapi sangat dalam. Indra perasa galang masuk menjelajahinya rongganya aruna dan ia menyes*p dengan leluasa. Tak lupa tanganya memberi usapan lembut diatas bukit kenyalnya yang masih terhalang kain. Gapang kini perlahan turun menuju bukit kenyal aruna.
Sedangkan aruna telah tak berdaya dibuat galang dengan ciummannya, seperti pasr*h tak bertenaga. Ada rasa yang belum pernah ia rasakan. Debaran jantungnya berpacu cepat. Tubuhnya terasa memanas. Namun ada rasa nikmat yang ia rasakan. Seperti tak ingin mengakhiri kegiatan malam ini. Ada rasa mendamba dalam diri aruna pada galang. Aruna tak paham mengapa ia seperti ini. Namun ia tak bisa menolak.
Galang terus turun menuju depan bukit kenyal aruna. Masih menikmati sekitar ceruk leher aruna, galang perlahan membuka kancing pejamas aruna satu persatu.
“Ehmmm…” rinttih*n kecil keluar dari mulut aruna.
Kini terbuka sudah bagian depan pejamas aruna, menampakan braset berwarna hitam yang membungkus bukit kenyalnya. Terlihat bahwa ukuran yang aruna miliki cukup besar. Galang mengusap-usap perlahan bukit kenyal itu. Di tatapnya aruna yang kini malu. Galang bisa melihat rona merah di wajah aruna.
“Pp.. pak…”
“Mas aruna..” bisik galang. Sambil terus mengusap-usap bukit kenyal aruna. Jantung aruna semakin bergerup.
“Mm..mas” suara aruna mengecil dan bergetar. galang dapat merasakan detak jantung aruna begitu cepat dan keras. Ada rasa debar juga di hati galang saat ini. Entah kenapa kali ini terasa berbeda saat dengan Mika. Ini tak pernah ia rasakan.
“Kamu gugup? Tanya galang. Namun aruna hanya diam.
“Kamu takut?” Tanya galang lagi. Aruna masih diam. Jujur saja aruna takut. Tapi bibirnya terasa kelu untuk bicara. Galang mencium kening aruna, lalu kedua mata, hidung , pipi dan mengecup bibir aruna.
“Trust me” Bisik galang.
Galang ingin menurunkan sebelah tali brasset, namun ia melihat bahwa braset tersebut di depannya ada pengait. Bagai sengaja telah di persiapkan, galang meraih pengait tersebut dan membukanya. Perlahan galang menyingkirkan satu persatu kain yng menutupi bukit kenyal tersebut. Kini terpampanglah bukit kenyal tersebut dan menunjukan puncaknya. Terlihat puncak nya sudah tegak. Dengan segera galang menyambar puncak itu. menyessappnya, memberinya gigitan kecil dan memainkannya.
“Aahhh… ehmmm..” aruna tak bisa lagi menahan rinttih nya. Ini adalah pertama kali bagian terlarangnya di jamah orang. Aruna tak bisa tahan rasanya geli bercampur nikmat. Seakan nalurinya bergerak, aruna tanpa sadar membussunk kan bukitnya. Meminta secara tak langsung agar galang memperdalam dan memperkuat sessappannya.
“Ehmmm…cup..cup.. ehmmm…” galang sangat menikmati. Rasanya lembut dan gemas. Galang semakin gencar menyessapp, dan memainkan tonjolan puncaknya
“Ahhh.. maass” rintih aruna, sebelah tangannya meremas sepray dengan erat. Libido galang semakin meningkat. Saat ingin menggenggam tangan aruna guna menyalurkan rasa mendambanya, Tanpa sengaja ia meremas tangan aruna yang terluka.
“AAKhhh!! Sakit” pekik aruna. Seketika galang sadar dan melepaskan tangannya.
“Maaf aruna” ujar galang dengan merasa bersalah. Aruna langsung membenahi pakaiannya. Namun di tahan galang.
“Biar saya saja. Tangan kamu sakit” ujar galang. Lalu ia mengaitkan kembari braset dan menutup kembali baju aruna.
Galang langsung turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi. Dikamar mandi ia harus bermain sollow untuk menuntaskan libiddo yang tak tercapai. Entah sengaja atau tidak, ia membayangkan aruna sebagai fantasinya memasuki lembah aruna. Hingga saat puncak ia meneriakan nama aruna.
“Aahh..ahh..runn..nah… Ahhh… ARUNAAAHH…!” Galang pun mencapai puncak nya. “Hah..hah.. hah… hahhaahaha… gila.. gila.. gua nggak pernah main sollow. Se kangen-kangennya gua sama mika, gua nggak pernah sekonyol ini.”
Galang keluar dari kamar mandi. Lalu ia melihat aruna yang telah kembai tertidur. Galang menaiki ranjang, lalu berbaring disebelah aruna. Ia menatap aruna yang baru saja make out bersamanya. Seperti ada sebuah dorongan, tangan galang terulur memeluk aruna. Galang merasa tubuh aruna menegang lalu ia tersenyum. Ternyata istrinya ini belum tidur.
~Cup~ galang mencium kening aruna
“Tidurlah…” ujar galang. Lalu tangan galang memeluk erat tubuh aruna. Galang mendengus mencium aroma rambut aruna. ‘Wangi mawar’ benak galang.
‘Duh ketawan. Bodo ah! Gua gak mau buka mata’ aruna berujar dalam benaknya. Ia malu sekali pada galang. ‘Hampir aja tadi. Ssshh.. nyut-nyut tangan gua’. Kepala aruna berada di bawah dagu galang. Tubuh aruna bagai tenggelam dalam pelukan sang suami yang tak diharapkannya itu. Lambat laun keduanya terlelap dalam suasana yang hening.
Pagi-pagi raya sudah datang kerumah galang untuk memeriksa aruna. Tak lupa raya membawa buah, kue dan cemilan untuk aruna.
“Tubuh kamu sudah jauh lebih baik. Ini aku kasih obat, vitamin dan salep untuk luka kamu. Habiskan semua obatnya. Nanti kalau semisal masih nyeri, kamu tinggal bilang sama aku aja. Nanti aku bakal periksa ulang” tutur raya.
“Iya mbak. Terima kasih mbak. Maaf ngerepotin mbak raya.” Ujar aruna.
“Bukan ngerepotin tapi bikin panik! Lagian aku mau Tanya sama kamu, kok bisa-bisanya kamu ngelawan pencopet segala? Emang kamu bisa beladiri?” Tanya raya. Dan tepat galang dan kedua orang tuanya masuk ke kamar.
“Saya… pernah belajar beladiri mbak” jawab aruna.
“HAH?! Masa?” Tanya sarah. Aruna mengangguk.
“Iya kamu emang pernah belajar beladiri, tapi paling sampe sabuk putih atau kuning” celetuk galang dengan acuh. Dan akhirnya mendapat injakan kaki dari sarah. “Aduh.. Bun! Sakit”
“Lagian kamu ngeremehin banget!” jawab sarah ketus.
“Kamu belajar beladiri apa dan sudah sampai sabuk apa Na?” Tanya albi ayah galang.
“Saya di Judo ayah, sudah Dan satu” jawab aruna.
“WAAAhhh… hebat bini lo lang” ujar raya tak percaya. Aruna yang terkesan kalem ternyata bisa beladiri.
“Siapa dulu. Mantu bunda” celetuk sarah.
Ponsel galang bordering dan tertera nama sang istri pertama ‘My Wife’ galang pun langsung mengangkat panggilan tersebut.
“Halo sayang..”
“Halo sayang. Aku kangen” ujar mika.
“Aku juga. Kapan kamu pulang?” Tanya galang.
“Aku sekitar semingguan yang. Disini sibuk banget.. Ehmm…” jawab mika. Terdengar ada dessahan pada mika.
“Sayang. Kamu lagi apa?” Tanya galang dengan dahi berkerut.
“Aku… lagi peregangan badan. Ehhmmmmm… pegel banget aku.” Jawab mika. Dan ya, galang mendengar mika seperti sedang meregangkan tubuhnya.
“Videoan yuk” ajak galang.
“Kamu kan tau, disini banyak temen-temen aku. Aku nggak mau mereka sampe liat kamu. Nanti mereka ngebet buat godain kamu!” ujar mika dengan suara yang seperti ngambek. Galang tertawa.
“Yaudah kalau gitu kamu mandi dulu. Pasti belum mandi.”
“Iya sayang. Bye”
“Bye”.. galang menutup panggilannya. Aruna, raya, dan kedua orang tua galang hanya terdiam. Galang melihat pada sekeliling yang terdiam.
NOTE : gagal maning gagal maning soonn.. gara-gara pencopet nih tangannya menjadi penghalang. :P