NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Status: tamat
Genre:Patahhati / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:203.6k
Nilai: 5
Nama Author: Febti Sela Santi

Karena pada dasarnya, laki-laki mau di jaga gimana pun tidak akan merasa cukup dengan satu wanita.

Semanis apapun, perlakuannya terhadap kita. Semua tidak akan menjamin kalau dia benar-benar setia.

Karena sesungguhnya, setia itu mahal dibandingkan dengan perselingkuhan.

Perselingkuhan teramat murah, bagaikan sampah di jalanan.

Setia hanya bisa di miliki dan dilakukan oleh laki-laki yang bisa menjaga dan menghargai perasaan wanita layaknya ibu sendiri.

Namaku Karina Susilawati, wajahku tak cantik, namun dia tetap mau menikahiku.

Awalnya aku percaya, dia akan menjagaku dan bertanggung jawab nafkah lahir dan batin.

Namun setelah menikah, dia berubah menjadi kasar. Apalagi dia menikahi ku, karena ingin memanfaatkan ku.

Dan akhirnya aku tahu, dia menikah lagi dengan teman sekantor ku.

Hatiku teramat sakit, telah di bodohi hingga kami memutuskan ingin berpisah.

Namun di saat wajah ku terlihat cantik, dia malah meminta rujuk.

Bagaimana kisahku? ikuti di setiap bab nya.

Jangan lupa like, vote untuk mendukung karyaku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Pov Rudi

Setelah mengemasi barang-barang Karina, aku langsung menjalankan motor ku. Segera aku berbalik arah, menuju kantor untuk menjemput Abel.

Aku tak perduli jika nanti ibu menanyakanku, sepulang menjemput Abel, baru aku membuat alasan.

Saat ini aku hanya ingin bertemu dengan Abel, karena sudah bosan melihat kedua istriku. Yang satu bermuka lusuh, karena sudah jarang perawatan. Dan yang satu lagi sehabis melahirkan.

Semenjak menjadi pegawai minimarket, Silvia sudah jarang melakukan perawatan. Karena gajinya yang terbilang kecil, dan hanya bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan Karina walaupun mempunyai uang banyak, tetapi dia sangat pelit. Tak mau memberikan aku uang untuk kebutuhan ku.

Lebih baik aku akan mencari wanita baru, untuk menjamin hidup ku.

Sesampainya di kantor, aku melihat Abel sedang menunggu di halte bus. Sebelumnya aku sudah mengirimkan pesan untuk nya, agar menungguku di halte bus.

" Abel, " panggilku dan Abel pun menoleh ke arahku

" Abang, kok lama banget? " Abel merajuk, dan sikapnya membuatku menjadi gemas.

" Abang harus mengurus Karina, karena hari ini dia pulang dari rumah sakit, " ucap Rudi memberi alasan. " Ayo naik, " ajak Rudi sambil menarik tangan Abel

Abel yang ingin marah karena lama menunggu, akhirnya tersenyum saat Rudi menarik tangannya.

" Kita makan bakso, yuk! " ajak Rudi yang merayu Abel.

" Tak apalah modal dulu, kalau sudah kepincut nanti aku yang meminta uang padanya. " Seringai senyum terulas di sudut bibirnya.

Aku memakai uang ibuku, yang tadi di berikan untuk membeli ayam bakar.

Aku melajukan motor ku, dan membonceng Abel menuju warung bakso.

Aku mencari warung bakso yang terbilang murah. Karena uang yang ada di dalam dompet ku, hanya tersisa tujuh puluh ribu.

Sesampainya di warung bakso, aku langsung memarkirkan motor ku. Ku buka helm yang sedang ku pakai. Setelah itu membukakan helm Abel. Aku merasa seperti orang yang baru pacaran saja.

Aku dan Abel memasuki warung bakso, yang berukuran 5x 3 meter.

" Bang, kok warung bakso kayak gini? " protes Abel.

" Memangnya Abel gak suka? " tanyaku

" Iya seharusnya makan bakso yang bentuknya restoran. " Abel mengeluh padaku.

" Iya itu nanti, sekarang kita isi perut dulu dengan bakso pinggir jalan. " Sebisaku merayu Abel.

Akhirnya Abel menuruti keinginan ku, dia mau makan bersama di warung bakso pinggir jalan.

Segera aku pesan kan semangkuk bakso, dan mie ayam. Tidak lupa secangkir es teh manis, sedangkan Abel memesan es campur.

Setelah pesanan kami tiba, aku dan Abel langsung menyantapnya.

" Bagaimana, enak? " tanyaku yang melihat ke arah Abel

" Baksonya kenyal, kebanyakan sagu. " Abel lagi-lagi mengeluh.

" Ish, kenapa wanita ini banyak sekali permintaan. " Aku bergumam dalam hati.

" Tapi mie ayamnya enak, kok! " kataku memuji.

Padahal aku merasakan mienya yang terlalu lembek, hanya saja aku tahan dan tak ingin aku muntahkan.

" Iya sudah, aku mau pulang saja. " Abel langsung berdiri dan berjalan menuju motor.

Aku pun langsung bergegas menuju pemilik warung bakso.

" Berapa, Bang? " tanyaku.

" Semua, lima puluh lima ribu, " jawabnya ketus, karena tadi dia sempat mendengar keluhan Abel yang menghina jualannya.

" Apa? Lima puluh lima ribu? " Aku terkejut mendengar totalan dari si penjual bakso. " Kok mahal amat? "

" Iya, kan pacar nya minta sebungkus lagi buat di bawa pulang. " Tukang bakso menunjukkan jarinya ke arah Abel. Terlihat Abel membawa bungkusan plastik berwarna hitam.

" Huft, tadi katanya baksonya gak enak! " Aku bergumam dalam hati.

Setelah membayar ke tukang bakso, aku langsung menghampiri Abel.

" Sudah, siap? " tanyaku yang langsung menaiki motor.

" Sudah, " jawab Abel dengan muka malas.

Aku mengantarkan Abel menuju rumahnya. " Dimana rumahnya? " Aku menghentikan motor di pinggir jalan.

" Sedikit lagi, " ucap Abel yang menunjukkan jari telunjuk ke arah depan.

Aku tetap fokus menjalankan motor ku, setelah beberapa rumah aku lewati kemudian Abel menghentikan ku.

" Stop, Bang! " Abel menepuk pundakku.

Segera aku menghentikan laju motor ku, dan memarkirkan di pinggir jalan.

" Yang mana rumahmu? " tanyaku yang melihat deretan rumah minimalis.

" Aku ngekost, dan belum punya rumah. " Abel memberitahuku.

" Kost? "

" Iya, kedua orang tuaku di kampung. Dan aku hanya sendiri di kota ini. " Abel bercerita.

Usai mengantarkan Abel, aku langsung melajukan motor ku kembali ke rumah. Seperti nya membuat alasan macet sungguh tidak masuk akal.

Segera ku tancapkan gas dengan kecepatan penuh. Agar orang rumah tidak ada yang curiga kepadaku, jika aku telah mengantarkan Abel pulang.

Sesampainya di rumah, aku melihat ada Ardi dan ibu yang duduk di depan teras.

Segera aku matikan mesin motor ku, dan memarkirkan nya.

" Rudi, kamu dari mana saja? Kok baru pulang. " Wajah ibuku terlihat sangat kesal, aku tahu pasti dia akan memarahiku.

" Anu, itu ... " Aku mencoba mencari alasan yang tepat. " Ban motor ku kempes, terpaksa aku harus menambalnya. "

" Cepat bantu Silvia untuk merapikan barangnya, karena dia akan pindah ke rumah ibu. " Ibuku langsung memerintahkan ku untuk mengemasi barang Silvia.

" Loh memang ada apa, Bu? " tanyaku heran.

" Karina, minta tinggal di sini. " Ibuku melirik ke arah Ardi, dia tidak ingin rencananya terbongkar dan terdengar oleh Ardi.

" Oh, " ucapku yang langsung masuk ke dalam rumah.

Aku menghampiri Silvia, yang sedang merapikan baju-bajunya.

" Bang, gimana sih? Masa aku harus tinggal sama ibu kamu? " Silvia merengek sambil melipat baju-bajunya.

" Sabar, kita ikuti saja rencana ibu. Kalau aku sudah mendapatkan harta warisan dari bapak, kita langsung beli rumah yang besar. " Aku merayu Silvia agar jangan terlalu banyak protes.

Mungkin ibu sengaja menyuruh Karina pindah ke rumahku, karena tidak ingin membebaniku untuk memikirkan bayar kontrakan.

Ibuku sungguh amat sayang kepada ku, sehingga aku harus menuruti perkataannya.

Setelah baju-bajunya Silvia sudah rapi, segera aku bawa ke rumah ibu.

" Lekas rapikan baju Karina, karena dia akan tinggal bersama mu. " Ibuku memberikan perintah yang tidak bisa di bantah.

Aku dan Silvia berjalan menuju rumah orang tuaku. Dan kami pun masuk ke dalam kamar Karina.

" Karin, " ucap ku memanggil Karina yang sedang menyusui anaknya.

" Iya, Bang! " Karina menoleh ke arahku.

" Silvia akan pindah kesini, dan abang akan merapikan barang-barang mu. " Aku mendekati Karina.

" Oh, ya sudah. Yang rapi ya Bang, masukin ke lemari nya. Jangan sampai berantakan, karena kondisi ku belum stabil untuk mengurus rumah. " Karina berucap namun tak memandangku, dia masih fokus menyusui anaknya.

" Iya, " ucapku yang langsung menuju lemari. Aku melihat jejeran pakaian yang mahal, dan bermerk.

Wajah Silvia seketika menjadi cemberut, kala melihat baju-baju mahal tertata rapi di lemari Karina.

Silakan like dan berikan komentar mu.

1
Vien Habib
Luar biasa
Elok Pratiwi
sangat tidak menarik ... cerita buruk karakter pemeran utama nya bodoh ... jadi tidak ada greget nya cerita nya
Febti_Sela🌹: terima kasih anda sudah membaca sebagian
mungkin anda tipe orang yang tidak pernah menghargai orang lain
tercermin dr ketikan anda
total 1 replies
Heldina Togatorop Dina
alurnya ngak jelas melebar, kayak indosiar
Heldina Togatorop Dina
Karina bego udah gila didekatin thoir bikin alur yg masuk akal ding
Heldina Togatorop Dina
mana ada org LG kayak Karin totol
Heldina Togatorop Dina
thoir kog sebegitu menderitanya karin
Heldina Togatorop Dina
masih cinta sama laki" tukang selingkuh dan pemalas Bagun Karin jgn bodoh jdi orang
Heldina Togatorop Dina
karena murahan kali ya, laki pemalas aj masih suka mending janda daripada diduakan, bodoh namanya
Margaretha Sukmawati
karin ko tergoda lg dgn rudi yg dah menikah lagi. ga kapok apa di manfaatin
Sri Wahyuni
mls bca g suka s karin yg oon mau az d dketin s rudi gila
Upik Zuraidah Pasaribu
blm up juga ya?
Efi Hartati
kok cerita nya gantung tor
Dasih Sunarti
jreng jreng jreng
Aumy Re
kaburnya epik
Dasih Sunarti
jreng jreng jreng.. alamat silvia,,, balas dendam nih..
Aumy Re
mampir baca lagi, thor ☺☺
tetap semangat berkarya 💪💪
Aumy Re
halo thor
aku mampir lagi 🖐🖐
semangat up 💪
Febti_Sela🌹
sebelumnya author minta maaf, karena terlambat update.
Menjelang bulan Ramadhan author harus kehilangan bapak tercinta. sehingga membuat author belum bisa meneruskan ceritanya. Author usahakan besok sudah mulai aktif.

Terima kasih atas perhatiannya karena sudah berkunjung ke karyaku.
Aumy Re
mampir lanjut baca lagi, ka
😊
Aumy Re
yuhu....
mampir baca lagi, ka
semoga nggak bosan sama komenku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!