Henry, seorang pria yang berumur 45 tahun dengan status duda beranak satu. Suatu ketika takdir mempertemukan dirinya dengan seorang gadis.
Kejadian ini berawal dari dia menolong tragedi kecelakaan pada seorang wanita muda nan cantik yang bernama Renata.
Seiring berjalan nya waktu Renata tinggal dirumah Henry, sehingga membuat Henry jatuh cinta kepadanya kemudian dia mengajak untuk segera menikah dengan nya.
Suatu ketika kejadian miris menimpa Renata kembali, hingga ia ditolong oleh seorang pemuda yang bernama Kellan.
Singkat cerita, sejak awal bertemu dengan Renata Kellan sudah jatuh cinta terhadap nya. Namun sayangnya, wanita yang dicintainya itu terpaksa harus menjadi ibu sambung nya.
Akankah Kellan terus mengejar cintanya dengan sang ibu sambung?
Akankah Henry mengetahui hal ini? dan jika tahu apa yang akan diperbuat olehnya?
Penasaran? mari kita simak cerita nya!
Jangan lupa vote, komen, dan like dari kalian ❤️❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir.....
Didalam mobil Henry sedang dalam perjalanan untuk pulang terlihat raut wajah nya tampak begitu lelah ingin rasanya ia segera merebahkan dirinya di atas kasur.
Tepat didepan nya, Joni sedang fokus menyetir, tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang tidak enak pada mobil yang dikendarai nya.
"Kok tiba-tiba laju mobil nya berat begini ya?" Joni bergumam pelan.
Henry Melirik kearah depan, ia pun melihat gerak-gerik Joni seperti terjadi sesuatu pada dirinya.
"Ada apa, Jon?" Tanya nya.
"Anu- Tuan seperti nya mobil yang saya kendarai ada masalah." Joni menjawab.
"Ya sudah kalau begitu kita berhenti saja lalu kita cek kendala nya." Perintah dari Henry.
"Baik, Tuan!" Segera Joni menepikan mobilnya di bahu jalan.
"Saya mohon izin untuk memeriksa nya dulu ya, Tuan."
"Baik, Jon!"
Joni keluar dari dalam mobil lalu ia mencari letak kesalahan pada mobil nya, ia pun melirik ke arah ban pada bagian belakang rupanya ban tersebut dalam keadaan bocor.
Kemudian ia memberitahukan Henry yang masih duduk didalam mobil,
"Maaf, Tuan. Ban mobil nya bocor seperti nya waktu pulang anda akan tertunda."
"Hah! Bocor!" Henry terperanjat segera ia keluar dari dalam mobil dan menoleh kearah ban dibawah sana.
"Ya ampun! Ada-ada saja padahal hari ini aku ingin sekali cepat sampai kerumah." Gerutunya.
"Kalau begitu saya perbaiki dulu ya, Tuan. Untuk diganti dengan ban yang lain."
"Tidak perlu, lagi pula kita sudah hampir sampai lebih baik aku jalan kaki saja."
"Tuan yakin ingin jalan kaki tidak menunggu mobilnya perbaiki dulu ?"
"Yakin, Jon. Lagi pula hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk berjalan kaki. Kau perbaiki saja mobil nya."
"Baik, tuan." Joni menuruti apa yang diperintahkan oleh Henry.
Bergegas Henry melangkahkan kaki nya dengan berjalan santai, kebetulan kendala mobil nya sudah area masuk perumahan jadi ia tak sungkan untuk berjalan kaki.
Disebuah pos keamanan ia disapa oleh seorang petugas keamanan, "Malam, tuan Henry."
"Malam juga!" Henry membalas sapaan nya dengan ramah sejenak ia menghentikan langkah nya.
"Habis pulang kerja, Tuan?" Tanya nya.
"Iya, nih!"
"Tumben jalan kaki biasanya diantar oleh supir nya?"
"Tadi pas ingin masuk ke area perumahan mobil saya mengalami ban bocor."
"Oh begitu rupanya. Lalu dimana mobil anda?"
"Di sana, ada Joni yang memperbaiki, karena hari ini saya ingin cepat sampai kerumah sudah terlanjur lelah karena pekerjaan hari ini."
"Ya sudah Tuan, kalau begitu lanjutkan lagi jalan kaki nya selamat beristirahat."
Setelah berbincang sebentar dengan seorang petugas keamanan, Henry melajukan kembali langkah kaki nya.
Kini jarak menuju rumahnya sekitar 350m lagi, tiba-tiba sesuatu yang tak diinginkan terjadi kedua kalinya berupa datangnya hujan tak tanggung-tanggung serangan air nya cukup deras.
Mau gimana lagi nasi sudah menjadi bubur, kini Henry sudah terlanjur basah kuyup ingin berteduh pun tak ada tempat untuk meneduh yang terlihat hanya sederet rumah hampir semua memiliki gerbang.
Di sisi lain....
Seperti aktivitas nya dimalam hari Renata tengah asyik menonton televisi, Ia pun mengetahui saat itu sedang turun hujan makanya ia terlihat biasa saja. Kemudian ia melihat jam di handphone milik nya yang kebetulan ia genggam.
"Sebentar lagi paman pasti pulang, kalau begitu aku ingin menunggu diruang tamu saja." Beranjak ia mengambil remote televisi lalu menekan tombol off.
Baru saja ia duduk diruang tamu kemudian ia dikejutkan dengan sebuah pintu terbuka secara tiba-tiba, disana ia melihat Henry dengan keadaan basah kuyup.
Segera ia bangun dari duduk nya kemudian ia menghampiri Henry yang terlihat kedinginan dengan memeluk tubuhnya sendiri.
"Paman, kenapa kau bisa basah kuyup begini. Ayo masuk dulu!" Segera Renata menutup pintu agar udara dingin yang berada diluar tidak masuk kedalam.
"Tunggu lah disini aku ambilkan handuk dulu."
Karena tidak ingin berlarut-larut dalam kedinginan segera lah Henry melepaskan pakaian nya yang basah, kini yang tersisa hanya celana pendek ketat itupun terasa basah.
Renata sudah kembali lagi kini tangan nya sudah memegang handuk, merasa sangat risih serta malu-malu dengan pemandangan didepan, segera ia menutupi matanya dengan salah satu tangan nya.
"Ini Paman handuk nya." Renata memberi handuk tersebut pada Henry dengan berjaga jarak.
Henry meraih handuk nya,
"Kenapa malu-malu seperti itu jika kamu ingin melihat nya, lihat saja." Ucap Henry tertawa kecil.
"Ish.... Tidak mau." Protes nya.
"Ya sudah sana Paman mandi, jangan lupa gunakan air hangat!" Sambungnya lagi.
"Baik, sayang. Aku mandi dulu ya!" Henry beranjak menuju kamar nya, kebetulan didalam nya tersedia kamar mandi lalu segera ia membersihkan tubuhnya.
Sementara itu Renata membenahi pakaian basah yang tergeletak dibawah sana, segera ia angkut dan menaruh nya pada keranjang baju kotor.
Setelah ritual membersihkan badan nya selesai dan berpakaian ala tidur Henry meraih handphone milik nya lalu ia menelepon Joni.
📱"Jon, gimana mobilnya sudah beres?"
📱"Sudah, tuan. Baru saja selesai."
📱"Karena diluar sedang hujan deras kamu pulang saja dengan mobil ku, tenang motor mu disini aman."
📱"Baik, Tuan terimakasih."
Henry menutup telepon nya.
Aiish...
Aiish....
Aiish...
(Suara bersin)
"Seperti nya aku ingin terkena flu, baru kehujanan segitu saja aku sudah bersin-bersin" gerutunya.
Tok... Tok.... Tok....
"Paman, apa kau sudah selesai mandi?" Tanya Renata dari balik pintu.
"Sudah, sayang!" Jawab nya.
"Bolehkah aku masuk sebentar?"
"Tentu saja boleh!" Kemudian Henry beranjak untuk bangun dan membukakan pintu untuknya.
Ia melihat Renata dengan membawa sesuatu untuknya,
"Paman, aku buatkan teh manis hangat untuk mu. Supaya tubuh mu merasa hangat." Ujar nya.
"Terimakasih sayang kau sungguh perhatian." Henry mengambil gelas yang dipegang oleh Renata segara ia menghabiskan minuman nya dalam sekejap.
Renata tercengang, "Kau langsung menghabiskan nya itu kan belum terlalu hangat."
"Tidak apa-apa kebetulan badan ku terasa dingin setelah habis kehujanan tadi." Sahut nya sambil menaruh gelas yang kosong diletakkan di atas meja yang tak jauh dari arah nya.
"Kenapa Paman bisa kehujanan, bukan kah naik mobil?"
"Tadi mobilku mengalami ban bocor untung jarak nya tidak terlalu jauh makanya aku jalan kaki karena ingin buru-buru sampai rumah, soalnya aku ingin segera istirahat." Balas nya lirih sambil menetap lekat pada wajah Renata dan mendekati dirinya.
"Apa pekerjaan hari ini begitu menumpuk?" Tanya Renata yang merasa cemas.
"Ya begitulah."
"Ya sudah kalau begitu. Paman beristirahat lah!" Renata beranjak ingin keluar dari kamar Henry tiba-tiba ia menarik pergelangan tangannya.
"Terimakasih sayang atas perhatian darimu. Tapi kenapa kamu masih memanggilku dengan sebutan Paman, kita kan sudah menjalin hubungan, apa aku kelihatan tua di mata mu?" Wajah mereka tampak dekat.
Renata merasa gugup setelah mencerna perkataan dari Henry ia pun nampak bingung, dalam hati kecilnya ia masih dalam proses untuk mencintai Henry sepenuhnya.
"Bukan seperti itu, kau sama sekali tidak kelihatan tua dimata ku." Jawab Renata, perlahan ia menggigit bibir bagian bawah nya agar rasa gugup nya pudar.
Sorot mata Henry terpukau pada si merah jambu yang tampak menggoda disana.
"Sudah cukup aku tidak ingin mendengar alasan mu."
Karena sudah tidak menahan godaan nya segera ia mendaratkan serangan bibirnya, ia mulai ******* nya dengan lembut terasa begitu kenyal.
Entah terkena sihir apa, Renata begitu menikmati nya perlahan ia membuka mulutnya dan membalas dengan ******* nya. Tanpa disadari rupanya Renata sudah hafal pada pergerakan senam bibir, kini lidah mereka saling berdansa disana.
Sambil menekan tengkuk leher Renata, Perlahan Henry merebahkan tubuh nya di atas kasur tanpa meninggalkan aktivitas nya sedikit pun.
Kini posisi Renata tepat di atas tubuh Henry, mereka saling tenggelam dalam kenikmatan nya masing-masing.
Lalu mereka berpindah posisi kini Renata lah yang berada dibawah tubuhnya, kedua tangan Renata mengapit wajah Henry seketika ia menghentikan aktivitas nya secara sepihak.
'Shitt! Sayang kenapa kamu malah menghentikan aktivitas kita, kau tidak tahu betapa lembut dan manis nya bibir mu itu.' Henry menggerutu dalam hati.
Renata mengamati sorot mata Henry begitu dalam yang menandakan bahwa ia masih ingin bermain dalam aktivitasnya itu.
Karena masih dalam posisi yang cukup dekat, segera Henry meraup bibir Renata kini ciuman mereka kembali dibuat panas, sampai-sampai lidah Henry berpindah menelusuri leher Renata perlahan ia menghisap dan menggigit nya dengan kelembutan.
Mata Renata kembali terpejam seolah ia menikmati alur permainan yang dia berikan padanya. Kemudian Henry mulai membuka kancing baju piyama yang dikenakan oleh Renata.
'Dia mulai membuka kancing bajuku apakah dia akan.... Coba! biarkan aku tunggu, kalau sampai ia berani berbuat macam-macam terpaksa aku harus berontak.' gumam Renata dalam batinnya.
Henry baru membuka 2 kancing baju, segera ia hentikan aktivitas nya rupanya tanpa diundang si babang tamvan sudah berdiri tegak dibawah sana.
Segera ia bangun dari atas tubuh Renata dan menjauhkan diri darinya.
"Maaf sayang hampir saja aku berbuat jauh padamu. Se- Sekarang kau beristirahat lah dikamar mu." Perintah Henry pada nya dengan terbata-bata.
Mati aja lu Kellan 😛😕
Renata, Kellan itu suka sama kamu peka dong . masa kamu gk tau sih 😕
🌟💗💜💜💜💜🌟
🌟💗💜💜💜💜🌟
🌟✨💜💜💜✨🌟
🌟✨✨💜✨✨🌟
✨🐬✨🐬✨🐬✨
🌊🌊🌊🐬🌊🌊🌊