NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Nikahkontrak / Kriminal
Popularitas:34.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lintang

Hal yang tidak terduga oleh Aileen adalah kedua orang tua yang sangat ia sayangi tega menukar dirinya dengan hutang kedua orang tuanya, menjadikannya pengantin seorang Mafia kejam yang terkenal di Kotanya.

Brian Erlangga tidak membiarkan Aileen merasakan bahagia hidup bersamanya, ia di tuntut untuk bekerja dan menghasilkan uang untuknya sebagai pengganti uang yang telah di berikan kepada Papanya.

Aileen bukanlah seorang wanita yang cengeng, ia mampu mengatasi kesulitannya seorang diri. Suatu hari ia sudah merasakan jenuh hidup bersama Brian lantas menginginkan perceraian, tapi yang ia dapat adalah sebuah siksaan.

Suatu hari pihak kepolisian mengirim seorang detektif untuk menangkap Brian, ia berpura-pura menjadi bodyguard Aileen. Adelio membebaskan Aileen dari tangan Brian dan membawanya pergi jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terluka

Kini John sedang bersama dengan Brian di sebuah gudang kosong miliknya, bangunan itu adalah markas barunya saat ini. Markas lama sengaja ia tinggalkan karena ada salah satu dari mata-mata mengetahui pergerakannya.

Di sana John melaporkan semua hasil pengintaian dan penyelidikannya bersama orang-orang yang di percayainya.

"Bagaimana John, sudah dapat informasi siapa Jefe dan apa peranan Adi selama ini?" kali ini ekspresi Brian sangat tenang di banding sebelum-sebelumnya.

"Silahkan baca laporan dan foto ini tuan" John memberikan sebuah amplop berwarna coklat. Dan Brian langsung menyambar amplop coklat itu, penasaran dengan isi di dalamnya.

Dengan cepat dia meraih foto-foto yang berada di dalam amplop, satu persatu dia lihat dengan teliti. Tapi pergerakan tangannya terhenti saat melihat foto mesra Tifani sedang tidur seranjang bersama seorang laki-laki. Dan orang itu tidak lain adalah Adi.

"John, selidiki masalah ini. Apa benar mereka mempunyai seorang anak seperti apa yang di katakan kemarin oleh Aileen?" ujar Brian dengan meremas semua foto yang berada di genggamannya.

"Baik tuan."

Lalu Brian beralih kepada beberapa kertas dan membacanya dengan seksama. Semua laporan itu adalah tentang Tifani yang selama tinggal di luar negeri selama dua tahun lamanya.

"Brengsek, ternyata aku di bodohi oleh wajahnya yang sok santun itu di hadapanku. Selidiki hal itu terlebih dahulu lalu bawa Tifani dan Adi di hadapanku. Aku membunuh mereka berdua karena telah berani berbohong di belakangku."

"Pergi ke rumah utama, kau awasi Leoni selama aku menikah dengan Aileen nampaknya dia juga semakin dekat dengan papanya. Ambil surat dokter yang menyatakan bahwa Tifani mengalami kanker rahim. Pastikan semuanya aman, karena aku ingin tau surat pernyataan dari dokter itu asli atau palsu."

"Baik tuan, saya undur diri" ujarnya.

Brian memijat pelipisnya yang terasa pusing, selama ini dia bertindak agak lamban karena Aileen sudah berada di bawah pengawasannya dan tak mungkin bisa kabur darinya.

Tapi bukan Aileen yang berusaha kabur tapi malah istri yang begitu di cintainya yang menghianatinya dengan lelaki supir pribadinya.

Mata Brian menunjukkan bahwa dia sangat marah kali ini, bahkan terlihat rahangnya mengeras dan genggamannya pada sisi kursi nampak erat. Buku-buku tangannya mulai memutih saat cengkraman itu semakin kuat.

"Aku akan menghancurkanmu Fani, lihat saja apa yang akan ku lakukan kepada lelakimu itu" senyum seringainya begitu licik, siapa saja yang melihatnya pasti akan merasa ketakutan.

Karena hari beranjak gelap, Brian memutuskan untuk menelponku. Dia mengalihkan semua perhatiannya kini kepadaku, karena berharap aku bisa memberikannya keturunan.

"Sedang berada di mana sayang?" tanya Brian.

"Di rumah."

Dengan sengaja aku menjawabnya singkat dan mengabaikankannya, aku tidak mau memberinya harapan karena memang aku sama sekali tidak mencintainya. Kalaupun nanti bener aku hamil anaknya, aku akan sangat membencinya dengan seluruh jiwaku.

Brian tersenyum sambil menggeleng-nggelengkan kepalanya. Lalu beranjak pergi untuk pulang. Entah kenapa, setelah mengetahui bahwa aku bukanlah anak dari papanya sikapnya berubah kepadaku. Sementara aku masih merasa heran kenapa papa Ibra menyerahkanku kepada Brian, padahal dia tau Brian adalah anaknya sendiri.

Brian pulang dengan wajah yang berbunga-bunga, dia tak sabar untuk bisa bertemu denganku dengan cepat. Bahkan berharap hubungan kami membaik dan hadir bayi di antara kita berdua.

Hampir tengah malam Brian datang, dia langsung menemuiku di kamarku. Kebetulan sekali aku sedang terbangun waktu itu, karena merasa haus. Sedangkan air minum di kamarku telah habis.

"Sayang kau belum tidur?" tanyanya dengan mencium keningku.

"Aku haus, mau ambil air minum di dapur" jawabku dan pergi begitu saja meninggalkan dia di kamar.

Aku menggerutu kesal, kenapa Brian dua hari ini sering sekali menciumku. Ku gosok-gosok bagian kening yang tadi di cium olehnya. Hingga tanpa sadar aku menabrak Elli yang saat itu berada di dapur.

"Astaga nona, anda mengagetkan saya saja. Anda mau apa?" tanyanya.

"Maafkan saya Ell, saya mau ambil air minum."

"Biar saya ambilkan nona" tawar Elli sambil mengambil alih gelas yang ku pegang.

Sambil menunggu Elli mengambilkan air minum untukku, aku duduk di ruang makan. Tak lama Elli memberikan segelas air minum untukku. Saat ingin meminum air putih itu, tiba-tiba terdengar suara Brian yang menggelegar seisi ruangan. Dia memanggil namaku dengan sebutan 'Sayang', hal itu membuatku geli dan marah. Kenapa dia berubah seperti itu kepadaku.

"Pergilah nona, sepertinya tuan muda sedang membutuhkan anda" ujar Elli sambil menutup mulutnya.

"Aku heran kenapa srigala itu berubah menjadi jinak Ell" jawabku lalu meninggalkan Elli yang masih berdiri terpaku di ruang makan seorang diri.

Aku setengah berlari menuju kamarku, di sana aku melihat Brian sudah mengenakan baju piyamanya dan bersiap untuk tidur.

"Ada apa Bri, kenapa anda teriak-teriak?" tanyaku sambil meletakkan gelas air minum.

"Aku ingin tidur bersamamu malam ini dan seterusnya."

"Aku tidak salah dengar, kenapa anda seperti ini kepadaku?" aku protes karena perubahan sikap Brian kepadaku.

"Karena di dalam perutmu ada anak kita."

"Berhenti mengatakan hal itu, sampai kapanpun aku tidak akan melahirkan atau mengandung anakmu!" jawabku dengan tegas.

Sepertinya Brian marah kali ini, saat aku ingin mengucapkan kata-kata lagi Brian menamparku dengan keras. Sudut bibirku terasa perih aku segera memegangnya dan benar saja ujung bibirku berdarah karena tamparannya yang keras.

Tanpa terasa air mataku meleleh, Brian masih menyaksikan diriku yang tengah berusaha menghapus air mataku. Aku beranjak ingin pergi dari kamar itu, namun tangan kekarnya menarik lenganku.

"Lepaskan tanganku Bri, aku ingin pergi dari sini?" ujarku sambil berusaha melepaskan genggaman tangannya.

"Aku sudah berbuat baik padamu, tapi kenapa kau selalu menolakku?!" teriakan itu, terdengar begitu nyaring di telingaku.

"Karna aku tidak mencintaimu, sampai kapanpun itu. Dan biarkan aku meminta cerai darimu ..."

Nafasku naik turun menahan rasa sakit di hati serta dadaku. Brian menyentakkan tanganku kembali dengan keras, dia meraih rambutku dan mengatakan bahwa sampai kapanpun dia tidak akan melepaskanku sampai kapanpun.

Dan tanpa sadar aku menamparnya karena rasa sakit akibat rambut yang dia tarik. Rupanya dia juga mengalami kesakitan untuk membalasku, dia meraih kepalaku lalu membenturkannya ke tembok.

Akibat benturan itu, aku pingsan seketika dan tak sadarkan diri. Brian begitu panik manakala terdapat darah segar mengalir di pelipisku.

"Sayang maafkan aku, aku tidak sengaja" tangisnya pecah dan segera membopongku untuk pergi ke rumah sakit.

Brian begitu merasa bersalah terhadapku, dia terus saja menangis takut kalau aku semakin membencinya.

1
Fawaz Al ashy
sangat baik alur nya saya suka
Eca Sallsavy
lanjut
Wienda Na
lamma
Wienda Na
seru,jalan ceritanya bikin penasaran
Olive Vivi Lalujan
nexxx
Hanna Devi
sampai di sini dulu, besok2 mampir lagi 😁
Hanna Devi
nyicil2 bacanya 🤭
Hanna Devi
semangat selalu 💪💪
Hanna Devi
Hai..
Hati Terbelah Di Ujung Senja mampir nih 😍
Ridi Alifia
Nextttt
Ulfa
semangat kak

maaf baru sempat mampir lagi
Keiro
semangat akak
♕FiiStory_
mampir lagi, jangan lupa mampir lagi di karyaku ya
Keiro
Astaga jahatnya
Keiro
Kasian Aileen Thor
Keiro
Lagi...
Keiro
Lanjut thor
Keiro
Tega amat tuh orang tua, kasian anaknya
Ulfa
nyicil jejak kak

semangat
Ulfa
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!