Tuntutan hidup dan paksaan menikah dari ibunya secara tidak langsung membuat Bintang terjebak dalam kehidupan malam.
Menjadi wanita penghibur bukanlah pekerjaan yang sepenuhnya diinginkan oleh Bintang. Namun latar belakang pendidikan yang minim dan tidak adanya keahlian khusus membuatnya tak bisa memilih lagi.
Hingga akhirnya seorang tamu hadir dan memintanya melayaninya. Pria muda yang datang padanya dengan segala drama hidupnya itu mengubah nasibnya 360 derajat.
Siapa pria muda itu???
By Idha
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ida Wulansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahan Gosip
...Selamat membaca ya 🌸...
...Maafkan typo yang bertebaran 😀🙏...
...🌸🌸🌸...
"Ya udah sih,, terserah yang di atas aja ya." ucap mbak Yeni sambil menunjuk ke atas yang maksudnya terserah pada tuhan.
Aku hanya diam. Bingung mau jawab apa. Aku juga hanya mengiyakan dan mengantar mbak Yeni sampai di depan lift saat dia pamit pulang.
"Angkasa itu anak baik. Meski dia kesannya dingin,, cuek,,tapi dia baik hatinya. Kalian baik baik tinggal berdua di sini ya. Maafin mbak besok gak bisa ikut kalian ke kampung halamanmu. Mbak doakan semua urusan kalian dilancarkan. Jangan cemaskan papanya Angkasa,,,Biar mbak yang coba beri pengertian lagi sama beliau."
"Terima kasih mbak." hanya itu yang bisa ku katakan padanya.
Mbak Yeni tersenyum lalu menepuk bahuku. Dia lantas menghilang di balik pintu lift yang tertutup dan membawanya turun. Aku menghela napas dan kembal' masuk ke apartemen Angkasa.
Dalam kepalaku masih terngiang kata kata mbak Yeni.
"Angkasa itu anak baik."
Memangnya kenapa kalau dia baik??
Baik tidak baik aku juga sudah memutuskan untuk tidak baper baperan lagi. Pokoknya cukup melakukan apa yang ditulisnya di surat kontrak perkawinan kami nantinya.
"Kamu sudah siapin bajumu untuk besok??" tanya Angkasa mengagetkanku.
"Mmm apa kita lama di sana??" tanyaku.
"Siapkan saja lebih banyak." jawabnya singkat.
"Baik." aku lebih singkat. Pokoknya aku gak mau baper.
"Oh ya,,,langsung tidur setelah kamu selesai. Besok pagi pagi sekali kita sudah berangkat. Aku perlu cari tempat untuk persiapanku tinggal lebih lama di sana."
"Kenapa tidak di rumah bu Marni saja?? Kan dia juga,,,"
"Bukan!!! Dia bukan ibuku."
Aku menelan ludah mendengar ucapannya. Aku kira dengan dia bisa menerima mbak Yeni sebagai istrinya,,maka hal yang sama berlaku juga untuk bu Marni atau pun istri tuan Raharja yang satunya juga. Ternyata tidak,,,hmmm.
Aku tak bicara lagi selain permisi menuju ke kamar untuk menyiapkan baju bajuku. Sebenarnya aku berpikir apa aku perlu menyiapkan bajunya juga,,, Tapi aku takut dapat penolakan darinya. Lagipula selama ini dia juga tinggal sendirian di sini. Jadi ku rasa dia laki laki yang cukup mandiri.
Dan benar saja,,
Dia menyiapkan sendiri barang barangnya dengan menatanya rapi. Bahkan lebih rapi daripada caraku menata barangku. Aku malu jadinya. Masak aku yang perempuan kalah rapi dari dirinya.
"Cepat selesaikan dan tidurlah." titahnya sambil menuju ke sofa tempatnya tidur.
"Mmm Angkasa,, Malam ini sebaiknya aku saja yang tidur di sofa." aku beranikan diri.
"Kenapa??"
"Mmm,,,Ku rasa kamu lebih butuh tidur yang nyenyak daripad aku. Besok kan kita mau melakukan perjalanan jauh. Aku khawatir kamu lelah."
"Tidak perlu cemas. Kamu tetap di kasur dan aku di sofa."
Dasar keras kepala. Tidak bisa apa sedikit berterima kasih atas perhatianku padanya. Angkasa ini benar benar tak bisa kutebak sikapnya. Kadang dia tiba tiba lembut,,,sopan,,,baik,, tapi kalau sudah kumat dinginnya ya seperti ini.
Hhmm sudahlah,,, Aku tidur saja. Aku harus siapkan energi dan mental yang tebal untuk besok. Sebenarnya aku masih takut kalau kalau tuan Raharja tak berdiam diri begitu saja membiarkan putranya menikahiku.
Ah semoga saja semua aman.
Kupejamkan mataku mencoba membayangkan betapa senangnya ayah menyambut kepulanganku. Tapi senyum di wajahku mendadak hilang saat aku membayangkan reaksi ayah karena aku pulang membawa laki laki yang akan mempersuntingku. Itu pun tanpa persiapan apa apa.
Hmm di kampung pasti akan heboh gosip tentang pernikahanku yang kesannya mendadak ini. Masa bodohlah yang penting selama mereka tidak tau apa yang sebenarnya jadi pertimbanganku menikah seperti ini.
...🌹🌹...
POV AUThOr,,,
Di kampung halaman Bintang,,, Raharja langsung mengunjungi rumah orang tua Bintang begitu tiba di kampung itu tanpa pulang ke rumah Marni terlebih dahulu.
"Aku tidak mau tau. Kalau putrimu Bintang datang,,,Aku mau kalian menolak siapa pun yang melamarnya. Ingat,, Aku yang lebih dulu melamarnya. Dulu kalian sudah permalukan aku dengan membiarkan Bintang kabur dafi rumah. Kali ini aku tidak akan diam saja kalau kalian macam macam lagi." ancam Raharja pada Lastri dan Wahyu.
"Memangnya apa ada yang mau melamar Bintang?? Anak itu selalu saja buat masalah baru. Sekarang siapa coba orang yang mau melamarnya itu kok bisa sampai tuan Raharja tau." batin Lastri sebelum menjawab apa apa.
"Maaf tuan Raharja,,, Sebaiknya anda sopan sedikit.Anda ini sedang bertamu di rumah saya. Tidak seharusnya anda mengancam kami di rumah kami sendiri meski anda punya segalanya. Saya tegaskan sekali lagi,,, Bintang anak kami berhak menentukan pilihannya sendiri dan kami akan menghormati keputusan dan pilihannya itu." Wahyu pasang badan membela putrinya.
Raharja terdiam oleh kata kata ayahnya Bintang itu.
"Kalau anda sudah tidak ada perlu apa apa lagi sebaiknya anda keluar dari rumah saya." usir Wahyu meski dengan napas tersengal sengal menahan emosi dan batuknya.
"Jangan sombong kamu Wahyu. Sudah bagus aku ini masih mau mengharapkan Bintang si pelacur itu jadi istriku. Setidaknya aku bisa menghapus noda yang dicorengkannya di wajahmu!!"
Bagai disambar petir mendengar itu. Baik Wahyu maupun siapa pun yang berada di ruangan itu selain Raharja semua merasa terkejut. Tak terkecuali Marni,,, istri Raharja yang juga ikut meski terpaksa karena hatinya sama sekali tak menginginkan suaminya itu menikah lagi apalagi dengan Bintang,,,si primadona kampung.
Bisa kalah jauh dia dibandingkan Bintang yang sudah lama tinggal di kota dan tentunya bisa dandan lebih modis darinya.
Tapi mendengar apa yang diucapkan oleh Raharja itu membuat Marni tersenyum puas.
"Ada deh bahan buat gosip besok sama ibu ibu sekampung. Biar makin tercoreng dan malu si Lastri ini punya anak pelacur. Ternyata ya,, kesombongan Lastri selama ini juga cuma duit hasil jual diri si Bintang. Pokoknya orang sekampung harus tau kalau yang selama ini dipuji puji dan dijadikan primadona tak lebih hanya sampah masyarakat."
Marni tak sabar menunggu hari esok supaya pagi pagi sekali sambil belanja sayur dia bisa langsung menyebar gosip itu.
Lastri sepertinya paham dengan arti senyuman yang memenuhi wajah Marni itu.
"Kurang ajar Bintang. Aku bisa jadi sasaran empuk Marni kalau begini ini.Besok pagi pasti berita ini sudah menyebar sekampung." batin Lastri gelisah dirinya sendiri jadi bahan gunjingan dan bukannya memikirkan nasib Bintang ke depannya kalau orang orang kampung tau semua.
"Jangan sembarangan anda bicara!! Bintang bukan pelacur." bentak Wahyu.
"Hhh,,, Tanyakan saja sendiri padanya besok kalau dia pulang." Raharja berdiri dan meninggalkan rumah itu dengan wajah penuh kepuasan karena telah berhasil membuka aib bintang.
...🌸🌸🌸🌸...
...Ada yang mau ikutan emak emak kampung gosipin Bintang gak?? 😀...
Jangan lupa sebelum otw gosip kasih dulu dong author hadiah. Berupa vote, like dan komen aja udah demen author mah. Terima kasih ❤️🌸🌹
terimakasih indah sekali