NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / CEO / Tamat
Popularitas:24.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Kisah seorang gadis desa yang merantau ke ibukota, dikhianati oleh sang tunangan yang selingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Nasib tragis kembali menimpa, dia di pecat dari perusahaan tempatnya bekerja dengan tidak hormat.

Hingga takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang pengusaha muda yang juga memiliki masa lalu kelam, melalui putra kecil pengusaha tersebut yang sangat menyayangi Nabila.

Akankah kebahagiaan berpihak pada Nabila?

Yuk, ikuti perjalanan cinta Nabila dan sang pengusaha, yang mengharukan, romantis, sekaligus kocak 🥰

____

Dalam tahap revisi PUEBI ☺🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan Pertama

"Gue cuma mau mastiin kalau dia baik-baik saja, gue gak mau dia larut dalam kesedihan yang mendalam," menghentikan sejenak ucapannya dan menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskan nya kuat-kuat "kasihan dia, baru minggu kemarin diputusin sama tunangannya dan sekarang harus menerima kenyataan dipecat dari tempatnya bekerja dengan tidak hormat," ucapnya lirih.

"Diputusin?" seru Alex terkejut, "jadi do'a-do'a lu selama ini gak sia-sia dong bro,,," ucapnya sambil tergelak, "dan lu gak perlu lagi repot-repot merebut Nabila dari tunangannya, iya kan?" lanjutnya meminta persetujuan.

"Sialan lu,,," gerutu Rehan, "bukannya bersimpati atas musibah yang menimpa Nabila, malah lu bikin candaan," tukas Rehan sengit.

"Sorry bro, gue gak bermaksud untuk ngeledek nasib nya dia," ucap Alex dengan menyesal.

"Tapi lu benar juga sih Lex,,, mereka sekarang sudah resmi putus, di satu sisi gue memang seneng banget tapi,,," Rehan menjeda ucapannya, "tetap aja gue gak tega liat dia nangis-nangis kemarin," ucapnya dengan rasa iba, "dan minggu lusa mantan tunangannya itu menikah, gue berencana untuk menemani Nabila menghadiri undangan dari mantannya itu," sambil menatap Alex, "Lu dan Pak Rudy harus nemenin kami,, karena perjalanan menuju kota Nabila butuh waktu yang lama," titahnya kepada Asisten Pribadi nya yang suka ceplas ceplos itu.

"Siap Pak Bos,,," ucap Alex mengiyakan titah tuan muda nya, dengan gaya memberi hormat pada atasannya itu.

Melihat tingkah Asistennya yang terkadang lebay itu membuat Rehan menghadiahkan sentilan kecil ke kening Alex, "plethak..."

"Auw,,," sontak saja Alex mengaduh, mendapatkan hadiah yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya itu, "dasar Bos sinting," umpatnya menggerutu dengan mulut komat-kamit gak jelas. Meskipun demikian, Alex sama sekali tidak pernah sakit hati dengan sahabatnya itu.

*****

Di kamar kosnya tampak Nabila sedang menunaikan ibadah sholat dhuhur empat rakaat, dia mengerjakannya dengan khusyuk, nampak dari gerakannya yang runtut dan tertib. Setelah mengucapkan salam, Nabila berdzikir mengagungkan asma Allah, memuji kebesaran Nya dan kemudian berdo'a, memohon ampunan dan meminta kepada Sang Pencipta agar diberikan kekuatan dalam menghadapi semua ujian di hidupnya.

Selesai mengaminkan do'a nya, Nabila beranjak menuju nakas dan mengambil kitab suci Al-Quran. Dengan pelan dan penuh penghayatan dia melantunkan ayat-ayat suci itu, tanpa disadari air mata menetes membasahi pipinya yang lembut. Nabila meneruskan tadarus bacaan Al-Quran sambil sesekali menyeka air matanya, baginya tak ada tempat yang lebih nyaman untuk berkeluh kesah selain kepada Robb nya, tak ada tempat yang terbaik untuk meminta selain kepada Penciptanya.

Nabila mengakhiri tadarus nya dengan mencium kitab suci itu dan kemudian meletakkan kembali di atas nakas, melepas mukenanya dan membereskan sajadah serta mengembalikannya di tempat semula. Perasaannya menjadi lebih baik dan sakit di hatinya sedikit terobati, dia bergegas menuju tempat tidur dan segera merebahkan diri di atas pembaringan.

Matanya terpejam namun pikirannya menerawang jauh entah kemana, masih terekam dengan jelas di memory nya ketika minggu kemarin tunangannya memberi kabar undangan pernikahan, tak berselang lama dia harus kembali menerima takdir pahit dalam hidupnya. Dipecat dari perusahaan tempat dia mendedikasikan dirinya dengan tidak terhormat, air mata pun tak dapat dibendung mengalir bebas membasahi kedua pipi nya.

Cukup lama Nabila merenungi kehidupan yang telah dia lalui, hingga akhirnya dia pun tertidur dengan membawa kesedihan di hati.

Tok,,, tok,,, tok,,,

Terdengar samar suara pintu kamar diketuk oleh seseorang, Nabila yang baru saja terbangun mendengar suara berisik dari luar kamarnya itupun segera bangkit, memakai hijabnya dan sejenak mematut diri di cermin dan bergegas melangkah untuk membukakan pintu.

Cek lek,,,

"Assalamu'alaikum Bill,,," sapa Lusi dengan hangat ketika pintu baru saja terbuka.

"Waalaikumsalam Lusi," jawab Nabila tersenyum senang melihat sahabat baiknya datang, "tumben jam segini dah pulang?" selidik Nabila penasaran.

"Ih, kepo..." ucap Lusi asal, sambil menjitak kening Nabila, "gue gak disuruh masuk nih? atau mau langsung di interogasi di sini?" kelakarnya dengan mengerucutkan bibir seksinya.

"Oh iya,,, sampai lupa, yuk masuk Lus, " sambil menyeret lengan Lusi untuk segera masuk kedalam kamarnya.

Setelah mereka duduk di atas tempat tidur Nabila dengan berhadapan, "Bill, yang sabar ya,,, gue yakin banget kalo lu gak salah," lirih Lusi penuh sesal, "dan gue yakin kok pelakunya pasti akan segera ditemukan," lanjutnya antusias.

"Iya, makasih perhatian nya ya Lus,,," ucap Nabila sambil tersenyum hangat, "aku gak apa-apa kok," lanjutnya mencoba menenangkan sahabat nya itu. "Dan siapa pelakunya, serta apa motifnya melakukan itu padaku, aku dah gak peduli Lus,,," menghembuskan kasar nafasnya, "aku mencoba untuk ikhlas aja," lanjutnya datar.

"No,, no,," sahut Lusi menggeleng, "kebenaran harus di ungkap dan nama baik lu harus dikembalikan, Pak Budi dan gue mencurigai seseorang dan kami sedang memata-matai nya, semoga saja semuanya segera terungkap," tutur Lusi menjelaskan.

"Tuh kan gak enak sama Pak Budi deh,,, jadi merepotkan kalian kan?" ucap Nabila dengan tak enak hati.

"Gak apa-apa Billa,,, udah kewajiban kami kan menolong temen dan kami tulus kok melakukannya," sambil memeluk sahabat baiknya itu.

"Makasih ya Lus," membalas erat pelukan Lusi, "kalian memang yang terbaik," lanjut Nabila sambil melepas pelukan mereka.

"Sama-sama Bill,,," tersenyum hangat, "Oh ya Bill, maaf gue harus buru-buru pulang karena tadi mamaku telepon katanya ada saudara yang sakit dan aku harus segera ke rumah sakit," ucapnya buru-buru sambil bangkit dari duduknya, "sampai ketemu lagi ya Bill,, assalamu'alaikum," pamitnya sambil bergegas keluar dari kamar Nabila.

"Wa'alaikumsalam,, hati-hati di jalan," seru Nabila kepada sahabat nya yang sudah melenggang keluar meninggalkan kamarnya.

Nabila melihat kearah jam dinding di kamarnya, "sudah hampir jam 4 dan aku belum sholat ashar," gumamnya dalam hati, lebih Baik aku mandi dulu baru kemudian sholat," sambil bergegas menuju kamar mandi yang berada di sudut kamarnya.

Setelah melakukan rutinitas mandi dan sholat ashar, Nabila langsung bersiap untuk menunggu jemputan Rehan. "Bang Rehan tadi kan bilang mau jemput jam 5, berarti sebentar lagi dia dateng dan sebaiknya aku tunggu di teras aja deh," segera mengambil tas selempang warna peach senada dengan sepatunya, dan bergegas keluar dari kamarnya menuju teras.

Baru saja Nabila akan mendudukkan dirinya di bangku teras, terdengar deru mobil Rehan memasuki gerbang rumah kos tempat Nabila tinggal yang terbuka lebar. Nabila mengurungkan niatnya untuk duduk di bangku teras dan dengan sedikit tergesa segera berjalan menghampiri mobil Rehan.

"Assalamu'alaikum Bill,, selamat sore," sapa Rehan tersenyum hangat, sesaat setelah turun dari mobil.

"Waalaikumsalam bang,,," jawabnya lembut.

"Sudah siap untuk kencan pertama kita?" tanya Rehan dengan senyuman menggoda.

"Kencan pertama? maksud abang?" tanya Nabila penuh selidik.

"Iya,,, kencan kita yang pertama, karena hanya ada aku dan kamu?" sambil tersenyum devil.

\_\_\_ Tak ada tempat ternyaman untuk berkeluh kesah selain kepada Sang Pencipta, dan tak ada pula tempat terbaik untuk meminta selain kepada Nya \_\_\_ (Nabila)

1
Suyatno Galih
mobil kok kuda besi thor, kuda besi hrs nya motor
mobil jd gerobak besi
Merpati_Manis (Hind Hastry): wkwk ... harusnya gitu, ya, Kak.
Tapi aku ambil referensi di google;
"Kuda besi" adalah julukan yang digunakan untuk kendaraan bermotor, terutama mobil dan motor, karena melambangkan kekuatan dan ketahanan seperti kuda dengan bahan besi.
total 1 replies
Mama Gezkara
Assalamu'alaikum kak othor... ini ketiga kalinya aku baca cerita Rehan dan Nabila... aku suka aaaa banget cerita ini kaaakk .. semangaatt kaak... barakallah.. sukses selalu..aamiinn
Mama Gezkara: sama2 kak Othooorr
total 2 replies
Vien Habib
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
WaTea Sp
good job
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh bintang limanya, Kak 😍
total 1 replies
🍾⃝ᴘᴀͩᴛᷞɴͧᴏᷠᴢͣ Aja
lanjut kak
D_Mayanti
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰
total 1 replies
Nengs
lanjut kak
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. udah rilis, ya. cari aja judul: Menikah di Atas Perjanjian 🙏
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
SAH
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰
total 1 replies
Farida Wahyuni
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Nuryati Yati
👍👍
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Arwondo Arni
lanjut donk
Merpati_Manis (Hind Hastry): udah rilis, ya, Kak
judul : Menikah di Atas Perjanjian
total 1 replies
Nancy Nurwezia
kapan rilisnya nih thor.. ceritanya
Merpati_Manis (Hind Hastry): udah rilis, Kak
judul ; Menikah di Atas Perjanjian
Mampir, yah 🥰🙏
total 1 replies
Atik Marwati
ditunggu lanjutnya thor dah penasaran nich
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. udah tayang judul barunya, ya. Yuk, merapat ke sana "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Ita Rahmawati
lanjut kak
Ita Rahmawati
saya suka semua karya mu thor..kaget ini jg liat notifnya...lanjut ceritanya😁😁
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kka 🥰🙏
yuk, lanjut ke lapak si Winda "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. yuk, lanjut ke lapak si Winda "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Sonya Kapahang
Wangsitnya udh turun kah, Mba Hind..?? 😂😂😂
Merpati_Manis (Hind Hastry): Baru ngintip, belum tahu jadi turun apa nggak karena di luar hujan
total 1 replies
Sonya Kapahang
Bismillah.. mudah²an wangsitnya cepet turun.. jd bs up disini.. 😁😁😁
Merpati_Manis (Hind Hastry): 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Ira
Enak bgt hendra menyalahkan takdir.. Itu jg salah dia jg mau aja berdua ama saras.. Hbs jebakan dia jg trs melakukan nya.. Jgn salahkan takdir atas perbuatan diri sendiri..
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kka 🥰🙏
total 1 replies
merry yuliana
please stay di NT ya kak winda n mas dudanya
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehe ... Insyaallah, Kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!