NovelToon NovelToon
Tuan Muda Harta Langit

Tuan Muda Harta Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:95.9k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita Gao Rui, murid sekte terkuat yang sekaligus salah satu pemilik Kelompok Dagang Harta Langit. Salah satu kelompok dagang besar dan paling berkembang di Kekaisaran Zhou...
Simak petualangannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Lan Suya

Hari berganti keesokan harinya. Kabut tipis masih menyelimuti Lembah Gianjun ketika matahari perlahan naik dari balik pegunungan. Udara pagi terasa sejuk, dan embun masih menggantung di ujung dedaunan. Satu per satu anggota Kelompok Harta Langit mulai bangun, menyiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan.

Tak butuh waktu lama hingga suasana kembali sibuk. Kuda-kuda dipasangi pelana, kereta disiapkan, dan perbekalan diperiksa dengan teliti. Lan Suya sudah berdiri di dekat kereta utama, ekspresinya kembali tenang seperti biasa, seolah kejadian kemarin tidak pernah terjadi.

Gao Rui keluar dari tendanya sambil meregangkan tubuh. Tatapannya sempat kembali mengarah ke lembah di belakang mereka. Tambang bijih besi.

Pikiran itu kembali terlintas, namun ia segera menggeleng pelan. Sekarang bukan waktunya memikirkan itu.

“Berangkat.”

Suara Lan Suya terdengar singkat namun tegas. Rombongan Kelompok Harta Langit pun kembali memulai perjalanan mereka, meninggalkan lembah yang menyimpan kekayaan besar itu.

Perjalanan berlangsung cukup lancar. Mereka menyusuri jalur pegunungan yang berkelok, lalu perlahan turun menuju dataran yang lebih landai. Matahari semakin tinggi, dan suasana menjadi lebih hangat. Beberapa anggota terlihat mulai bercakap ringan, sementara yang lain tetap waspada mengamati sekitar.

Gao Rui duduk di dalam kereta bersama Bai Kai.

“Sepertinya kita sudah cukup dekat dengan kota terdekat,” kata Bai Kai sambil melirik keluar.

Gao Rui mengangguk pelan. Benar saja menjelang siang hari, di kejauhan mulai terlihat tembok besar berwarna gelap menjulang tinggi. Kota Heisha.

Tembok kota itu tampak kokoh, dengan warna kehitaman khas yang membuatnya terlihat berat dan dingin. Bendera-bendera berkibar di atasnya, menandakan kota itu berada di bawah pengawasan Kekaisaran Zhou.

Tak lama kemudian, rombongan itu tiba di gerbang kota. Para penjaga segera menghentikan mereka.

“Berhenti! Sebutkan identitas kalian!”

Salah satu anggota Kelompok Harta Langit maju ke depan, menunjukkan tanda identitas kelompok mereka. Percakapan singkat terjadi. Para penjaga memeriksa kereta dan orang-orang itu secara sekilas.

Ketika melihat lambang Kelompok Harta Langit, ekspresi para penjaga sedikit berubah.

“Silakan masuk.”

Tanpa banyak kesulitan, rombongan itu akhirnya diizinkan memasuki Kota Heisha.

Begitu masuk ke dalam kota, suasana langsung berubah ramai. Jalanan dipenuhi orang-orang yang berlalu lalang. Pedagang menawarkan dagangan mereka, suara tawar-menawar terdengar di berbagai sudut, dan aroma makanan memenuhi udara.

Namun rombongan Kelompok Harta Langit tidak berhenti. Mereka langsung bergerak menuju cabang toko milik mereka yang berada di kota ini.

Setelah melewati beberapa jalan utama dan gang yang lebih sempit, akhirnya mereka tiba di tujuan. Sebuah toko dengan ukuran tidak terlalu besar berdiri di sisi jalan. Tidak mencolok, namun terlihat rapi dan terawat. Di atas pintunya terpasang papan nama Kelompok Harta Langit.

Begitu rombongan tiba, beberapa orang sudah menunggu di depan. Seorang pria paruh baya segera melangkah maju dengan wajah penuh hormat.

“Itu Pemimpin Ya…!”

Ia langsung membungkuk dalam.

“Kepala toko Ji Un memberi salam.”

Di belakangnya, para pekerja lain juga ikut menundukkan kepala. Lan Suya hanya melirik sekilas.

“Masuk.”

Nada suaranya tenang, namun tidak memberi ruang untuk basa-basi. Ji Un segera mempersilakan mereka masuk dengan sikap sangat hormat.

Mereka dibawa ke sebuah ruangan khusus di dalam toko. Ruangan itu tidak terlalu besar, namun tertata rapi. Meja panjang sudah disiapkan, dan di atasnya tersaji berbagai makanan dan minuman.

Gao Rui sedikit terkejut melihat banyaknya hidangan. Ia duduk bersama yang lain.

Di dalam ruangan itu kini terdapat Lan Suya, Gao Rui, Ji Un serta dua pengawal, Bai Kai dan Rou Xi. Bai Kai bahkan duduk tepat di samping Gao Rui, seperti biasa.

Gao Rui menatap meja di depannya. Berbagai hidangan tersusun rapi seperti kue-kue, buah-buahan segar, hingga minuman beraroma harum.

Namun suasana di ruangan itu tidak sepenuhnya santai. Di sisi lain ruangan…

“Tidak berguna!”

Suara Lan Suya tiba-tiba meledak. Gao Rui sedikit terkejut. Ia menoleh cepat. Lan Suya berdiri, menatap Ji Un dengan tatapan dingin yang menusuk.

“Aku sudah memberi perintah sejak lama! Tapi sampai sekarang kau belum melakukannya?!”

Suaranya keras. Tajam dan menekan.

Ji Un menunduk dalam, tubuhnya sedikit gemetar.

“Pemimpin… saya....”

“Diam!”

Bentakan itu membuat suasana langsung membeku.

Gao Rui yang melihat dari kejauhan hanya bisa terdiam. Ini pertama kalinya ia melihat Lan Suya benar-benar marah seperti ini.

Aura yang ia pancarkan menyeramkan. Tidak ada sedikit pun kelembutan seperti biasanya saat bersama dirinya.

Ia tidak tahu kesalahan apa yang dibuat Ji Un hingga membuat Lan Suya naik darah seperti itu.

Gao Rui sedikit memiringkan tubuhnya, lalu berbisik pelan ke arah Bai Kai.

“Senior… apakah Bibi Ya memang sering marah seperti itu…?”

Bai Kai menoleh, lalu tertawa kecil.

“Haha… tidak juga.”

Ia menyandarkan tubuhnya santai.

“Nyonya Ya hanya akan marah jika bawahannya melakukan kesalahan.”

Ia melirik ke arah Ji Un yang masih menunduk gemetar.

“Anggap saja ini… cara ia mendisiplinkan mereka.”

Gao Rui kembali menatap ke arah Lan Suya. Tatapannya sedikit berubah. Ia mulai menyadari sesuatu. Wanita di hadapannya itu bukan hanya seorang pemimpin yang tenang dan cerdas. Namun juga seseorang yang tidak segan menjadi menakutkan ketika diperlukan.

Suara Lan Suya masih menggema di dalam ruangan.

“Berapa kali aku harus mengulang perintah yang sama?!” ucapnya dingin, tatapannya menekan Ji Un tanpa ampun.

Ji Un semakin menunduk dalam, keringat dingin mulai membasahi dahinya.

“Pemimpin… saya akan segera...”

“Akan segera?” potong Lan Suya tajam. “Kau sudah mengatakan itu sejak dua bulan lalu!”

Suasana menjadi semakin mencekam. Gao Rui bahkan tanpa sadar menahan napasnya. Ini jauh berbeda dari sosok Lan Suya yang ia kenal selama ini.

Namun setelah beberapa saat. Lan Suya akhirnya terdiam. Ia menatap Ji Un untuk beberapa detik, lalu menghela napas panjang. Amarah di matanya perlahan mereda, meskipun sisa ketegasannya masih terasa kuat.

“Cukup,” ucapnya singkat.

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berbalik dan berjalan menuju Gao Rui dan Bai Kai.

“Ayo kita pergi.”

Nada suaranya kembali datar, seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Rou Xi dan Bai Kai langsung berdiri tanpa ragu. Gao Rui sempat terkejut sesaat, namun ia buru-buru ikut berdiri. Tanpa menunggu lebih lama, keempat orang itu pun meninggalkan ruangan tersebut, lalu keluar dari toko.

...******...

Jalanan Kota Heisha kembali menyambut mereka dengan keramaian. Pedagang berseru menawarkan dagangan, orang-orang berlalu lalang tanpa henti. Gao Rui berjalan di samping Lan Suya. Sementara itu, Rou Xi dan Bai Kai berjalan beberapa langkah di belakang mereka.

Beberapa saat, tidak ada yang berbicara. Lan Suya hanya berjalan lurus ke depan, ekspresinya kembali tenang seperti biasanya. Lalu ia menatap Gao Rui sekilas dan menghela napas pelan.

“Maaf.”

Langkah Gao Rui langsung terhenti sejenak. Ia menoleh dengan ekspresi terkejut.

“Eh…?”

Ia benar-benar tidak menyangka akan mendengar kata itu dari Lan Suya. Lan Suya tetap berjalan, namun suaranya terdengar lebih ringan.

“Aku minta maaf… karena tadi marah-marah di toko.”

Gao Rui masih sedikit bingung. Ia menggaruk pipinya pelan.

“Tidak masalah…” jawabnya canggung. “Lagipula… bukan aku yang dimarahi…”

Ia bahkan merasa aneh. Dalam pikirannya, Lan Suya sama sekali tidak punya kesalahan padanya.

Namun tiba-tiba saja mata Lan Suya berbinar. Langkahnya sedikit melambat. Di depan mereka, berdiri sebuah toko besar dengan desain elegan. Pintu kayunya berukir indah, kain-kain mahal dipajang di etalase, dan beberapa pelayan berdiri rapi menyambut tamu.

Itu jelas bukan toko biasa. Itu adalah salah satu toko pakaian paling mewah di Kota Heisha. Lan Suya menatap toko itu sesaat lalu menoleh ke arah Gao Rui.

“Sebagai permohonan maafku,” ucapnya santai, sambil menunjuk ke arah toko itu, “aku akan mengajakmu berbelanja pakaian di sana.”

“……”

Gao Rui terdiam.

“Eh…..?”

Otaknya seolah belum sempat memproses ucapan itu.

Di belakang mereka Rou Xi menutup mulutnya, menahan tawa kecil. Ia lalu sedikit mendekat ke arah Bai Kai dan berbisik pelan.

“Lihat… Nyonya bahkan menggunakan alasan permintaan maaf ke Tuan Muda Rui untuk bisa membeli baju baru baginya…”

Bai Kai melirik ke depan, lalu tersenyum tipis.

“Haha… benar juga.”

Ia ikut tertawa kecil.

Di depan, Gao Rui masih berdiri dengan ekspresi bingung, sementara Lan Suya sudah melangkah lebih dulu menuju toko pakaian itu dengan wajah yang tampak sedikit lebih cerah dari biasanya.

Tanpa memberi kesempatan menolak....

“Cepatlah,” ucapnya ringan.

Tanpa sadar Gao Rui pun hanya bisa mengikuti.

1
adek Darma
kok up ny cmn keseringan 1eps truss thorrr
budiman_tulungagung
masih satu mawar 🌹
Armoire
Aduh duh duh duh duh... Author nya paling pinter bikin readers mati penasaran... Lagi seru2 nya malah "To be continued" 😭😭😭😭
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Rui emang numero uno 🔥🌽
Nanik S
Naga Baja... apakah akan mengubah Kerjasama Patriak Shoi dan Harta Langit terus berlanjut
Nanik S
Gao Rui... membuat kejutan gak main main....Bahkan tidak sebanding dg Emas dan Permata ..Baru Naga Baja
Arie Chaniago70
kapan Thor Gao rui ini melanglana buana seperti gurunya,,,masak main dikandang aja nggak paten,,,jadi kurang Greg ceritanya
Eka Haslinda
hadiah pertama.. hadiah kedua.. ketiga.. owalaahhhh buanyak.. gak payu lagi hadiah rumah dagang Naga Emas 🤣🤣🤣
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
tariii
ayo, Rui.. kamu mau kasih hadiah apa? yg pasti harus lebih wowwww dari si cincaooooo itu yaaa...😂😂
will
klo ada pil anti miskin..mau donk gao rui 🤭👍
Heri Victor Purba
maen kali ceritanya bah.. bikin dag dig dug ser.. jalan ceritanya macam jalan kelok 44 .. gas thor
y@y@
⭐👍🏾🌟👍🏾⭐
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...hadiah yg melebihi hadiah orang lain🤣👍👍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😍😍🤭
indrawanto djiwanto
hadiah pertama berarti ada hadiah lanjutan. hadiah kedua pil utk membantu kultivasi, hadiah ketiga pil kecantikan.
Jeffie Firmansyah: Bisa jadi pil kecantikan tuk istrinya
total 1 replies
Maz Shell
lagi update terbaru
sam
Jagoan turun tangan
Arie Chaniago70
🙂🙂🙂🙂🙂👍👍👍👍💪💪💪💪🍩🍩🍩🍩☕☕☕🌹🌹🌹
y@y@
👍🏿💥👍🏼💥👍🏿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!