Cecilia Humeera, sering disapa Sesil atau Cecil adalah seorang gadis berusia 26 tahun, memiliki perkejaan yang terbilang unik. Yaitu 'Pengusir Pelakor'. Namanya sudah begitu terkenal dikalangan Nyonya-Nyonya sosialita keluarga kaya, mereka berani membayar tinggi jasa Sesil.
Dengan wajah cantik serta tubuh sexi-nya. Menggoda para Suami-Suami mata keranjang bak membalikkan telapak tangan.
Tapi tak jarang dia harus menyusun matang rencana bila perceraian dengan kompensasi kemenangan diinginkan oleh klien-nya.
Jackson Baldev, seorang pria sejuta pesona menjadi targetnya. Namun, Jackson bukanlah lelaki yang dapat dengan mudah Sesil taklukkan.
Sesil merasa tertantang dengan Jackson yang tidak mudah didekati. Ditambah lagi dengan bayaran 1 M yang Nyonya Baldev tawarkan. Dua poin penting itu membuat Sesil akhirnya menerima Misi besar kali ini.
Akankah Sesil mampu menaklukan hati Jackson yang ternyata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Aku menarik napas dalam lalu menghembuskannya pelan, hingga perasaanku sedikit tenang.
"Aku belum memutuskan rencana untuk menghadapi Oliver dan juga Hedden," jawab Jackson santai.
"Ta-tapi, Tuan. Aku sudah menyeret Andreas dalam masalah ini," ucapku dengan mata berkaca-kaca.
Aku turun dari sofa lalu berlutut, kemudian menundukkan wajahku dalam. "Aku mohon maafkan aku, Tuan Jackson. Aku mohon ampuni kesalahanku. Aku berjanji akan menghancurkan Andreas untuk Tuan," Mohonku berdiskusi dengan Jackson agar Jackson mengampuniku jika aku berhasil menyingkirkan Andreas.
Jackson menatapku dengan penuh maksud, ekspresinya menyiratkan bahwa dia tidak akan melepaskanku.
"Dengan cara apa kamu ingin menghancurkan Andreas?" Tanya Jackson tak sedikit pun beringsut dari tempatnya semula.
"Dengan ini, Tuan." Jawabku mengulurkan sebuah dokumen kepadanya. Jackson menerima dokumen yang aku ulurkan, lalu membacanya di atas meja teh.
"Tuan Hadden ingin menggunakan Angkasa Grup untuk menjebak juga menghancurkan Tuan. Dia memanfaatkan sifat Tuan yang tidak ingin kalah darinya. Jika Angkasa Grup tetap berada di tangan Tuan. Maka selangkah lagi, Hadden pasti akan menghancurkan, Tuan. Untuk itulah, kita bisa jadikan Andreas sebagai kambing hitam, dengan memberikan Angkasa Grup kepada Andreas. Sekali tepuk dua nyamuk mati di tangan Tuan," jelasku Membuat Jackson mengeryitkan alisnya membaca dokumen itu.
"Hanya dengan stempel, Tuan Jackson, maka semuanya akan berjalan dengan lancar," ujarku tidak berdaya memberitahu Jackson benda yang aku perlukan.
Jackson membaca saksama kemudian berkata “Ada di kantor.”
"Apa Tuan Jackson ada pergi ke kantor dalam 2 hari ini?" Tanyaku cepat.
Tangan kiri Jackson memegang cerutu, asapnya sangat tebal. Raut wajah Jackson datar namum tidak mengurangi ketampanannya. Aku terus menatap wajahnya yang tegas seksi mempesona. Bibir sensualnya yang berwarna merah alami tak kunjung menyuarakan kalimat. Membuatku bosan menunggu.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi, Tuan. Selamat tinggal," Jackson menahan tanganku agar aku tak jadi pergi.
"Ikut aku," ujarnya menyeretku dibawa masuk ke dalam kamarnya.
"Tuan lepaskan aku! Aku mau dibawa kemana!? Lepaskan!" Teriakku berontak kala ketakutan saat Jackson menarikku masuk ke dalam kamarnya. Walau aku terus berontak, tapi Jackson tak kunjung melepaskanku, dia malah semakin erat menggenggam tanganku, dan langkah kakinya pun semakin lebar membuatku susah mengimbanginya.
"Akh! Sakitt, Tuan," ringisku ketika Jackson melemparku masuk ke dalam kamarnya, beruntung dia tidak melemperku ke atas ranjangnya.
"Ini," ujar Jackson singkat sambil mengulurkan sebuah kotak hitam yang sebelumnya dia ambil dari dalam lemari.
"Ini apa?" Tanyaku penasaran.
"Buka saja, kau akan mengerti," jawab Jackson membuatku segera membuka kotak hitam itu. Aku membulatkan mata sempurna, tubuhku seakan melemas kala melihat isi dari kotak itu. pakaian dalam berenda milikku menjadi isinya. Malu, aku langsung menutupnya dan berdiri diam di tempat.
"Apa maksudnya ini Tuan?" Tanyaku dengan lutut dan suara yang bergetar.
"Dalam dunia bisnis. Bila ada kata memberi, maka harus ada kata menerima," jawab Jackson santai.
Dulu Jackson sulit dijebak, dan sekarang kalau diingat-ingat, renda setengah tembus pandang memang terlalu menggoda.
Jackson mengamati reaksi wajahku yang terdiam, kemudian aku memalingkan wajah sambil minta maaf pada Jackson.
"Aku mohon maafkan aku, Tuan. Ampuni aku," Mohonku masih memalingkan wajah karena takut menatap Jackson.
Jackson menekan daguku erat untuk memaksaku bertatapan dengan matanya. Aku semakin terdiam kala pandanganku dan Jackson bertemu. Hatiku berdenyut seketika, aku langsung menghempaskan tangan Jackson, kemudian pergi dari samping Jackson.
walopun di awal agak bingung dengan alur ceritanya, tapi lama kelamaan ngerti juga..😁😁😁
lanjut baca sekuel berikutnya..
sehat2 terus kak..
semangat dan semoga sukses selalu🙏🏻😘😍🤩🥰