NovelToon NovelToon
Takhta Berdarah Sang Don

Takhta Berdarah Sang Don

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:328
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Raven Alvaro dikenal sebagai Don Mafia paling kejam yang tak pernah memberi ampun pada pengkhianat. Dengan tangan berlumuran darah, ia membangun kekuasaannya di atas ketakutan dan kesetiaan mutlak. Bagi Raven, belas kasihan hanyalah kelemahan yang dapat menghancurkan seorang pemimpin.

Segalanya berubah ketika Aurora Valentia tanpa sengaja masuk ke dalam dunia gelap yang selama ini tersembunyi. Pertemuan mereka memicu rangkaian rahasia, pengkhianatan, dan perang antar keluarga mafia yang telah lama menunggu untuk meledak.

Di tengah hujan peluru dan lautan darah, Raven harus memilih antara mempertahankan takhta yang telah ia rebut dengan nyawa banyak orang atau mempertaruhkan segalanya demi wanita yang perlahan mencairkan hati beku sang Don. Namun, di dunia mafia, cinta memiliki harga yang jauh lebih mahal daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Pertemuan yang Tak Terduga

Suasana di dalam bank perlahan kembali tenang setelah anak buah Damian mundur.

Beberapa penjaga Alvaro memeriksa setiap sudut bangunan untuk memastikan tidak ada musuh yang tertinggal.

Aurora menghampiri Raven yang masih memegang ponsel berisi pesan dari Black King.

"Kau terluka."

"Aku baik-baik saja."

"Kau selalu mengatakan itu."

Tanpa menunggu jawaban, Aurora membersihkan luka di pelipis Raven dengan kain antiseptik dari tas medisnya.

Raven hanya diam memandangi wajah Aurora.

"Apa?" tanya Aurora saat menyadari tatapan itu.

"Terima kasih."

Aurora tersenyum tipis.

"Kalau kau benar-benar ingin berterima kasih, berhentilah membuatku terus mengobati luka tembakmu."

Raven terkekeh pelan.

"Akan kuusahakan."

Leo datang tergesa-gesa membawa sebuah map.

"Tuan, kami menemukan sesuatu di mobil Damian yang ditinggalkan."

"Apa itu?"

"Beberapa dokumen dan alamat."

Raven segera membuka map tersebut.

Di dalamnya terdapat foto seorang pria muda berusia sekitar dua puluh delapan tahun.

Pria itu memiliki mata tajam dan rambut hitam yang sedikit berantakan.

Wajahnya...

Sangat mirip dengan Raven.

Di bawah foto tertulis satu nama.

Luca Romano.

Aurora menatap foto itu bergantian dengan wajah Raven.

"Dia benar-benar mirip denganmu."

Leo menunjuk sebuah alamat yang tertera di halaman berikutnya.

"Sebuah bengkel mobil di pinggiran Kota Ardent."

"Menurut laporan, pria ini sering terlihat bekerja di sana."

Raven langsung berdiri.

"Kita berangkat sekarang."

Sore hari mereka tiba di bengkel yang dimaksud.

Tempat itu sederhana, dipenuhi kendaraan yang sedang diperbaiki.

Seorang pria sedang sibuk mengganti ban mobil dengan tangan yang dipenuhi oli.

Saat pria itu berdiri dan menoleh...

Raven langsung terpaku.

Begitu pula pria tersebut.

Mereka saling menatap tanpa berkata apa-apa.

Wajah mereka sangat mirip.

Hanya ekspresi mereka yang berbeda.

Raven tampak dingin dan berwibawa.

Sedangkan pria itu terlihat tenang dan sederhana.

"Apa yang kalian cari?" tanyanya.

Raven melangkah mendekat.

"Namamu Luca Romano?"

Pria itu mengangguk pelan.

"Ya."

Raven menarik napas dalam.

"Aku Raven."

Luca mengernyit.

"Aku tidak mengenalmu."

"Tapi..."

Raven mengeluarkan foto lama dari sakunya.

"...aku yakin kita memiliki hubungan darah."

Luca mengambil foto itu.

Tatapannya perlahan berubah.

Wajahnya memucat.

"Foto ini..."

"Darimana kau mendapatkannya?"

"Seseorang meninggalkannya untukku."

Luca menundukkan kepala.

Beberapa saat kemudian ia mengembalikan foto tersebut.

"Kalian salah orang."

"Aku tidak punya keluarga."

Ia berbalik hendak masuk ke dalam bengkel.

Namun Raven menahan lengannya.

"Kau berbohong."

Luca langsung melepaskan tangan Raven.

"Jangan ikut campur urusanku."

Aurora melihat mata Luca yang tampak dipenuhi ketakutan, bukan kemarahan.

Seolah-olah pria itu sedang berusaha melindungi sesuatu.

Tiba-tiba suara mesin mobil terdengar dari ujung jalan.

Tiga mobil hitam berhenti mendadak di depan bengkel.

Belasan pria bersenjata turun sambil mengacungkan senapan.

Salah seorang di antara mereka berteriak,

"Luca Romano!"

"Waktumu bersembunyi sudah habis!"

Wajah Luca langsung berubah pucat.

Ia menatap Raven dengan panik.

"Pergilah!"

"Mereka datang karena aku!"

Raven melangkah maju hingga berdiri di depan Luca.

"Tidak."

"Mulai hari ini..."

"...tidak ada seorang pun yang akan menyentuh adikku."

Luca membelalakkan mata.

"Adik?"

Raven menoleh kepadanya dan berkata dengan penuh keyakinan,

"Ya."

"Kau adalah adikku."

Belum sempat Luca menjawab, pria bersenjata di depan mereka mengangkat senapannya.

"Tembak semuanya!"

Rentetan peluru langsung menghujani bengkel.

Pertarungan besar pun tak terhindarkan, sementara dua bersaudara yang baru saja bertemu harus bertarung berdampingan untuk pertama kalinya.

1
Sunflower_6520
Nurut ae Ra, dr pada nyawa lo melayang...
Sunflower_6520
Itu tandanya Aurora punya hati Raven... emang kayak elo? jangan kan hati, simpati aja kayaknya lo gak punya🗿
Sunflower_6520
Urusan Aurora lah, orang dia kan dokter? dimana" dokter itu tugasnya menyelamatkan, gak mungkin ada orang kritis dia biarin gitu aja
Sunflower_6520
Lama kelamaan sih Aurora bisa trauma...
Sunflower_6520
Tamu modelan apa? ini namanya penculikan 🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!