NovelToon NovelToon
Berondong Nakalku

Berondong Nakalku

Status: tamat
Genre:Contest / Cintapertama / Berondong / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Satria seorang remaja keturunan kaya raya, telah lama jatuh hati pada wanita yang beberapa tahun lebih tua dari umurnya.

Wanita usil yang selalu menganggapnya bocil.

“Aku ingin Kakak menjadi pacarku.”

“Aku tak sudi jadi pacarmu!”

“Kenapa Kak?”

“Kau bocah! Pipis saja belum lurus.”

“Maksud Kakak, aku kurang jantan? Tapi kita sudah sering berciuman!”

“Anggap saja itu kenangan, carilah pacar yang seusia denganmu!”

“Tidak! Aku ingin Kakak menjadi pacarku! Titik.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa yang Tertinggal

Kemarin,

Nurbaya pergi ke Mall, di mana Aira, Nyonya Besar keluarga Damrah sedang menunggu, tepat di toko perhiasan miliknya.

Nurbaya di minta menjadi kasir di sana, Manager toko pun juga mengajari Nurbaya dan memperlakukannya jauh lebih baik, karena rekomendasi dari pemilik toko itu sendiri.

Malam hari, tepatnya jam 7 malam. Nurbaya bersiap pulang, sebelum pulang ia berjalan ke dalam toilet Mall. Sekelebat ia melihat punggung pria yang ia kenal sedang memeluk pinggang seorang wanita.

Ia pun mengejarnya, hingga menabrak seorang perempuan.

Brak! Auwhh!

“Melani?!”

“Aya?!” ucap mereka berbarengan.

“Kamu ngapain di sini?” tanya mereka bersamaan.

“Aku baru selesai nonton bioskop sama kekasihku.” jelas Melani, teman Nurbaya itu.

“Kalau kamu?” tanyanya penuh selidik.

“Aku tadi melihat... Hm, sepertinya tadi aku melihat Erian deh, bersama seorang wanita, terlihat intens...” ucap Nurbaya lemah.

“Serius?!” tanya Melani, Nurbaya menjawabnya dengan mengangguk.

“Terus kamu lihat siapa ceweknya, gak?” tanya Melani lagi.

“Aku gak lihat, cuma terlihat punggungnya saja. Dia pakai jacket kulit berwarna coklat tua.” jelas Nurbaya.

“Hm...” Melani berfikir.

“Ya sudah, itu cuma perasaanmu saja. lebih baik kamu hubungi saja Erian, bagaimana?” usul Melani.

“Iya juga ya, aku telfon dia dulu deh.”

“Ok, kalau begitu aku duluan ya, gak baik pacar ku lama menunggu, nanti dia ngambek lagi.”

“Eh, tunggu! Kau belum memperkenalkan pacarmu padaku!” sorak Nurbaya, setelah ia sadar Melani sudah berjalan pergi meninggalkannya.

“Ahahahaha. Nanti saja, nanti kamu juga kenal kok.” jawab Melani, Ia mengedipkan matanya pada Nurbaya.

“Ok deh kalau begitu, sampai jumpa ya.” seru Nurbaya lagi.

“Ok. Bye-bye.” Nurbaya mendadah temannya itu sampai punggung Melani hilang di balik kerumunan manusia di Mall itu.

Ia kembali menelfon Erian.

[Hai Erian, kamu di mana?]

[Aku ada di mana, kenapa memangnya?]

[...] Nurbaya terdiam.

[Ada apa lagi? Sudah?] tanya Erian ketus.

[Kamu ada di mana?]

[Aku ada di Mall sama pacar baruku] jawab Erian tak berperasaan.

[Maksud kamu apa Erian?] seru Nurbaya mengepal tangannya.

[Sudah jelaskan? Kamu minta balikan, sudah aku terima. Tapi aku tidak berjanji kan, kalau aku tidak mendua.]

Airmata Nurbaya jatuh meluncur tak tertahan.

[Aku sudah katakan padamu bukan? Aku tak bisa bersabar lagi denganmu, aku butuh kehangatan, kau tidak bisa memberikannya untukku. Ciuman saja kau tak bisa mewujudkan. Aku tak bisa setia dengan wanita Erothophobia sepertimu lagi, Aya.] ucapnya tegas.

Deg! Serasa di tancap belati, tepat di ulu hati, sakit, sungguh sakit.

[Sudah ya, pacarku sedang menunggu.] Erian mematikan handphone nya sepihak, dan tinggallah Nurbaya berurai airmata.

Nurbaya berjalan gontai, mengambil tas sligbag nya kembali ke dalam toko, berpamitan pulang pada managernya. Ia tak bisa lagi menahan hatinya yang gundah.

Bergegas ia keluar dari Mall itu. Berjalan menelusuri malam dengan langkah kaki yang tak tau arah, hingga ia kelelahan dan bersandar duduk di rumah pagar orang lain. Menangis tersedu-sedu di sana.

Hingga, entah berapa lama dia di sana menangis, sebuah sorotan lampu mobil menyinarinya. Ia mengangkat kepalanya, melihat mobil Satria.

Ya, pemuda yang selalu mencarinya saat malam datang dan ia belum pulang ke rumahnya. Pemuda yang selalu melihat dirinya dalam ke adaan sedih dan lemah. Pemuda yang dia anggap Adik Kecil.

Pemuda itu menggendongnya dengan gagah ke dalam mobil, menghiburnya, hingga sebuah ciuman yang mendebarkan terjadi. Inilah ciuman yang sesungguhnya, seperti inikah ciuman pertama itu?

**

Nurbaya berjongkok di sebalik pintu, meraba bibirnya, menepuk-nepuk pipi, menggelengkan kepalanya beberapa kali.

“Ah, tidak. Aku harus mandi. Merilekskan diri ku dulu!” Ia menyemangati dirinya, sembari mencoba menghilangkan bayangan yang barusan terjadi di dalam mobil.

Di dalam kamar mandi, bukannya hilang bayangan ciuman itu, tapi malah tambah parah. Nurbaya bergegas mandi, memakai baju, dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut.

Lagi, lagi, dan lagi, wajah baby face Satria muncul, bibir merah yang sexsy itu terpampang jelas dalam ingatan Nurbaya.

Rasa yang tertinggal di bibir itu, begitu membekas, tak bisa hilang.

“Beginikah rasanya berciuman itu? Itu alasan Erian menginginkannya? Karena ciuman ini akan selalu membekas?” Nurbaya menyentuh bibirnya.

Ia berdiri, melihat bibirnya di cermin.

“Bibirku masih seperti biasa, tak ada yang berubah. Tapi kenapa rasanya terasa tebal, dan masih ada rasa bibir yang tertempel?” Meraba kembali bibirnya, lalu tersenyum.

“Dasar bocah nakal.” ucapnya sambil tersenyum dengan pipi merah merona.

“Tak di sangka, Adik Kecilku itu bisa juga. Apakah dia sering melakukan dengan pacarnya? Dasar bocah nakal.” Masih terkembang senyuman di bibir Nurbaya.

Entah perasaan apa, namun tubuhnya terasa ringan, bibirnya tak bisa berhenti tersenyum.

Di kamar Satria.

Pemuda itu merebahkan tubuhnya di ranjang dengan kedua tangan terbuka lebar. Tersenyum puas. Masih membayangkan rasanya mencium wanita yang sangat ia sayangi itu.

“Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, akan aku hapuskan rasamu pada laki-laki bajing*n itu. Dia tidak pantas memiliki hatimu sedikit pun, Kak.”

“Aku akan berusaha sekuatnya membuat hatimu terbuka dan menerima diriku, hanya ada aku di sana. Hanya ada aku.”

Ia terus bergumam menyemangati dirinya, hingga matanya pun terlelap.

**

Pagi hari.

Satria dengan pakaian putih abu-abu nya berjalan ke dapur, lurus terus, sampai di taman belakang, lebih tepatnya di tempat menjemur pakaian. Di sana terlihat Nurbaya sedang membantu Mona menjemur baju.

“Hai, Kak.” sapa Satria.

Entah kenapa, jantung Nurbaya berdetak cepat, bayangan mereka berciuman di mobil, tiba-tiba saja slow motion di hadapannya.

Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. “Pergilah.” ucap Nurbaya.

“Baiklah, Kakak sudah baikan kan? Aku hanya ingin memastikan Kakak baik-baik saja.” jelas Satria, lalu dia berjalan pergi, meninggalkan Nurbaya yang terpana.

Padahal, tadi Nurbaya mengatakan pergilah untuk mengusir bayangan yang muncul dalam ingatannya.

Aaaaaahhhhh! Ia menghela nafas kasar.

“Apa-apa-an sih nih pikiran konyolku? Kenapa selalu terbayang itu sih!” Menggerutu.

Ya, semalaman Ia tak tertidur nyenyak. Ia masih teringat bagaimana adegan ciumannya dengan Satria.

“Argggghhh!!! Kenapa tidak aku pukul saja bocah itu tadi, ya? Gara-gara dia aku tak bisa tidur, gara-gara dia otakku jadi error!”

**

Satria terus berjalan, mengambil roti yang telah di siapkan Bi Mona. Lalu menuju parkiran, di mana Pak Hamdan menunggu.

[Kakak, aku berangkat sekolah dulu ya. Apakah Kakak marah padaku?] Ia mengirim pesan kepada Nurbaya sebelum mobil melaju ke sekolah.

Jam 3 sore.

Siswa siswi sudah banyak yang pulang. Hanya tersisa beberapa siswa dan siswi. Salah satunya Satria bersama teman-teman nya.

Ia sedang latihan main basket.

Tiba-tiba saja, seorang gadis berlari ke tengah lapangan itu, menangis, memeluknya erat. Lalu, Gadis itu langsung mengecup bibirnya di tengah lapangan itu, di hadapan semua teman-teman nya.

?!!!! Satria terkejut.

1
Chris Antono
Luar biasa
Yuni Herwani
kata2 nakal sering kali ditulis bisa diganti kata yang lain
Yuni Herwani
lucu kayak pertama kali ciuman/Proud/
Lies Atikah
gak ngerti ah aku jadi kecwa sa ma si satria
Lies Atikah
ngaca aya siapa elo
Lies Atikah
cewe oon baru nyadar keoonan nya berlan di lewat batu kerikil yang di mau jadi esmosi thor
cctv putralawu
bagus banget ceritanya nggak bosenin,semangat terus sukses buat author👍
Reni Wati
kenapa novel My brothers overprotektif gak bisa di temukan ya thor!!
Rasti Rasti
aku mampir thoor, jangan lupa mampir juga ya. LENTERA.karya baru aku.
my name
semoga semua dendam benar benar berakhir
my name
kok jd begini sih jalan ceritanya 😤
my name
tegang banget,kok bs satrya kenapa sebodoh itu sih
my name
waduh kalau sudah ber urusan sama mafia bakalan repot, jalan ceritanya pasti bakalan bikin tegang ngak ada lagi uwu uwuan
my name
nyesek, ngak terasa sampai keluar air mataku 😭😭😭😭
my name
kamu terlihat kuat mel tp sebenarnya kamu rapuh sangat rapuh 😭😭😭
my name
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
my name
erian melani.....kenapa endingnya begini 😭😭
my name
aku sudah dag dig dug ku kira hamil ternyata belum, y sudah semangat bikin lg aja sat 😁😁
my name
karma dibayar kontan, benerkan erian
my name
tk pikir bakalana ada adegan yg uwu uwu ternyata diskip 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!