Mereka berdua dipertemukan dengan ketidaksengajan...
Ketika kata benci harus berubah menjadi kata Amanah yang harus di penuhi...
Ketika semua itu harus berubah menjadi kata cinta... bagaimana mereka harus menjalani semuanya... sedangkan banyak perbedaan yang terjadi dan masa lalu yang terus membayangi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka y.a.s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sari Menolak Lamaran
Maaf untuk yang sudah baca bab ke 31, ada pengulangan kata yang pas kalimat terakhir.
Maklum bawaan nulis Ceritanya pas kerja.
Jadi sekali lagi maaf ya....
Sari menghentikan langkahnya, dan dia menoleh kearah ibunya.
"Dari keluar jalan-jalan bu" jawab Sari berbohong.
"Bukan dari ketemu dengan Anaza" tanya ibu penuh selidik.
"Bukan bu, untuk apa aku ketemu Anaza. Itu tidak ada gunanya" kata Sari cepat supaya ibu tidak tahu kalau dia sedang berbohong.
Ibu menatap Sari, yang di tatap malah menunduk dan tidak berani untuk melihat wajah ibu.
"Apakah Sari berbohong dengan aku, ibunya. Tapi dari kecil Dari tidak pernah berbohong, ini pasti pengaruh Anaza" ucap ibu dalam hati.
"Ibu kira kamu ketemu dengan Anaza. Ibu tidak melarang kamu untuk bergaul dan berteman dengan siapapun. Tapi jangan dengan Anaza, kamu tidak tahu siapa dia dan yang paling utama adalah umur kalian" jelas ibu.
Sari diam mendengar penjelasan ibu, tapi Sari merasakan sakit yang tidak dapat di katakan waktu ibu bilang soal umur mereka.
"Apakah aku juga merasakan jatuh cinta untuk kedua kalinya dengan seorang pria" gumam Sari dalam hati.
Sari pun turun kebawah dan menghampiri ibunya.
"Ibu, aku tidak akan jatuh cinta dengan Anaza. Ini saja aku tidak ketemu dengan Anaza. Aku tidak ingin buat ibu sedih" ucap Sari sambil memeluk ibunya.
"Ibu tahu kamu tidak akan buat ibu kecewa dan sedih, ibu yakin itu" kata ibu.
"Tapi aku sudah buat ibu kecewa, maaf anak ibu ini sudah tidak perawan lagi. Aku tidak bisa menjaga kehormatan dan harga diri yang selalu ayah dan ibu ajarkan kepada aku" kata Sari dalam hati ingin rasanya dia menangis. Tapi dia takut ibu tahu.
"Sekarang mandi, karena sebentar lagi Magrib" ucap ibu.
"Siap ibu suri" jawab Sari. Dan ibu pun mencubiti pipi Sari.
Sari pun naik ke atas untuk mandi dan kemudian shalat. Tapi Sari sempat mengecek handphonenya yang ada kiriman WA dari Anaza.
"Assalamualaikum, beb sudah sampai kerumah" chatan Anaza.
"Wa'alaikumsalam, sudah baru sampai. Jangan lupa shalat dan makan" Sari membalas chatan Anaza sebelum dia melakukan ritualnya.
Anaza bolak balik tak jelas karena dari tadi dia lagi menunggu balasan chatan dari Sari.
Sebuah notifikasi masuk di handphonenya, cepat-cepat Anaza membuka dan ternyata balasan dari Sari.
Anaza tersenyum melihat chatan Sari, ada perasaan yang tidak dapat di ungkapkan. Dulu Anaza Sangat membenci Sari dan ingin mengerjai Sari. Tapi semenjak pesan dari ayah kemaren Semuanya berubah. Anaza ingin memiliki Sari dan dia tidak pernah memperdulikan soal umur mereka.
Anaza melakukan semua pesan yang di tulis oleh Sari. Sekitar jam 21.00 malam, Anaza menelepon Sari ingin mendengar suara Sari sebelum dia tidur.
Panggilan pertama dari Anaza tidak di angkat oleh Sari, Anaza berpikir Sari masih ada kerjaan. Tapi Anaza tidak tahu kalau Keluarga yang melamar Sari tiba-tiba datang dari Kayu Agung habis Magrib tadi.
Sari menatap ibu yang diam Semenjak Keluarga pria yang ingin melamar Sari pulang.
Flashback Beberapa jam yang lalu.
Sehabis shalat Magrib, Sari turun kebawah untuk membantu ibu. Selagi dia mau ke dapur, bel berbunyi Sari pikir itu Septi yang pulang dan ternyata waktu Sari membuka pintu di lihatnya sepasang orang tua dan satu orang pria. Sari tidak mengenalnya tapi Sari menyuruh mereka untuk masuk.
Sari pun memanggil ibunya yang lagi di dapur.
"Ibu, ada tamu tiga orang. Sepasang orang tua dan satu orang lelaki" kata Sari.
Ibu menatap Sari heran, siapa tamu yang datang malam-malam seperti ini. Ibu pun pergi kedepan untuk melihat siapa tamunya.
"Yuk Mira" sahut ibu.
"Ani, apa kabar" tanya ibu Mira. Rupanya ibu mengenal siapa tamu yang datang.
"Bang Arul" sahut ibu.
Mereka pun duduk bersama, "Sari buatin minuman untuk tamu kita" ujar ibu.
"Itu Sari Ani" tanya ibu Mira.
"Iya itu Sari, anakku" kata ibu.
Sari hanya diam sambil membawa nampan berisi teh dan kue.
"Sari duduk dulu, ada yang mau ibu tanyain dengan Sari" kata ibu Mira.
Sari pun duduk di samping ibunya, dan dia menunduk tidak berani menatap wajah tamu yang datang terutama pria yang duduk di antara orang tuanya.
"Maksud kedatangan kami kesini, ingin melamar nak Sari untuk anakku Prio. Nak Sari juga sudah tahu bagaimana statusnya anak kami, dia duda mempunyai dua orang anak. Kalau soal pekerjaan jangan di ragukan lagi" jelas ibu Mira.
Sari diam mendengar penjelasan ibu Mira, Sari akui pria yang ada di depannya tidak jauh berbeda dengan Mas Arlan. Tapi bagaimana mungkin Sari menerimanya sedangkan Sari sendiri sudah tidak perawan lagi. Mau mengakui dengan mas Prio yang sebenarnya, nanti semuanya pada tahu dan Sari tidak ingin terjadi suatu dengan ibunya.
"Bismillah maaf Bapak, ibu dan mas Prio. Aku tidak bisa menerima lamaran ini, aku masih fokus ingin melanjutkan kuliahku dulu mau mengambil S3. Dan sekarang aku lagi mengajukan beasiswa ke Malaysia" jelas Sari dengan melipat kedua tangannya.
Ibu terkejut dengan perjelasan Sari sedangkan ibu tahu kalau Sari tidak ikut program beasiswa manapun.
Orang tua Prio dan Prio tersenyum mendengar penjelasan Sari.
"Tidak apa-apa nak Sari, seharusnya dari dulu kami kesini melamar nak Sari" ucap ibu Mira memegangi tangan Sari. Sari pun tersenyum beda dengan ibu walaupun tersenyum tapi dengan terpaksa.
Keluarga Prio pun pamit untuk pulang, setelah mereka pulang Sari membereskan semuanya.
Flashback end.
"Ibu marah dengan aku" tanya Sari.
"Sari, ibu tidak tahu apa yang kamu pikirkan. Tapi kenapa kamu harus menolaknya?, apa karena dia duda?. Sari ingat umur kamu sampai kapan kamu mau hidup sendiri?. Minggu depan Arlan akan menikah, atau jangan-jangan kamu ingin menjadi isteri kedua Arlan" ucap ibu marah.
"Ibu, aku tidak akan pernah mau menjadi isteri kedua mas Arlan. Aku tidak akan pernah mengambil milik orang lain bu. Maafkan anakmu" kata Sari.
Sari pun naik keatas dan meninggalkan ibu di bawah dengan sejuta pikiran ibu kenapa Sari menolak lamaran ini.
"Atau jangan-jangan, Sari dan Anaza pacaran. Ya Allah jangan sampai itu terjadi" gumam ibu dalam hati.
Sari masuk kekamarnya, dan langsung membaringkan tubuhnya dan Sari menangis.
"Ayah, ibu maafkan aku yang tidak bisa menjaga diriku. Anakmu ini sudah kotor bu" kata Sari menangis.
Anaza menelepon Sari kembali, setelah lima kali di telepon tapi tidak diangkat oleh Sari. Sari Mendengar handphonenya berbunyi, waktu di lihatnya yang menelepon Anaza. Sari langsung mengangkat telepon dari Anaza.
"Assalamualaikum".
"Wa'alaikumsalam, kamu mau apa lagi Anaza?
Malam ini pertama kalinya ibu tidak tersenyum dengan aku" kata Sari menangis.
"Beb, kenapa menangis?. Ada apa beb?" Anaza bertanya dengan Sari secara beruntun dan dari nadanya Anaza sangat khawatir dengan Sari.
"Kamu mau tahu, gara-gara kamu aku menolak lamaran... gara-gara kamu ibuku menangis dan marah dengan aku. Ini karena kamu Anaza" teriak Sari dan mematikan handphonenya.
Cerita ini akan aku revisi ulang di akun Aku yang baru
Datangnya 😘
💪💪💪
Semangat buat up,makin seru,aku suka banget cerita nya 👍
Salam dari "Cium aku atau bunuh aku"