Seorang Pengusaha Muda Ternama, Bendefidh Reginaldo Wilson. Pria yang dikenal sukses meraih karir di usia muda, memiliki kepribadian tertutup.
Sikapnya yang dingin, arogan, dan terkesan sangatlah cuek itu tak membuat banyak gadis menyerah mendekatinya.
Namun saat menemukan wanita yang berbeda, Dennastasya Yura adalah gadis bagaikan magnet untuk Bende yang terus menariknya untuk masuk dalam kehidupan Denna.
Yuk mampir dan mari simak ceritanya, perjalanan kedua manusia yang menemukan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tasyaaerm05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Entah mengapa Abbas terus saja memikirkan gadis yang baru di temuinya itu, entah mengapa Abbas penasaran dan selalu ingin tahu tentang gadis itu.
"Ayolah Abbas! ada apa denganmuu?" Abbas berbicara pada dirinya sendiri sembari mengetuk keningnya
"Kenapa wanita itu tidak mau pergi dari otakku, arghhh" teriaknya frustasi
Tak lama seseorang datang menghampirinya, perempuan yang cantik dengan bibir tebalnya dan pakaian agak sedikit terbuka
"Kau kenapa Bas?" tanya Sandra, salah satu pengawas di Caffe milik Abbas yang kebetulan teman masa kecilnya
"Tidak" jawab Abbas cepat
"Yasudah, aku pulang dulu, pacarku sudah menunggu di parkiran. Bye!" pamit Sandra lalu berlalu meninggalkan Abbas
.
.
.
Waktu berlalu begitu cepat seiring dengan kesabaran Bende menunggu Denna untuk kembali, sudah 6 bulan gadis itu pergi meninggalkannya. Ia terus mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Denna, namun hingga kini belum juga membuahkan hasil, Denna pergi tanpa meninggalkan jejak.
...Sementara keadaan di kediaman Bende tetap sama, Bende bahkan tak mengurus dirinya sendiri, sekarang mukanya brewokan Bende enggan mengyrus dirinya sendiri, bahkan sejak kepergian Denna pun tak pernah lagi datang ke kantor untuk sekedar mengecek keadaan perusahaan, semua dia serahkan ada kedua tangan kanannya yang selalu setia bersamanya sejak lama....
Siang ini, Bendri bersma anaknya Ken, dan Bendi bersama Nayla istrinya datang ke mansion Bende.
Mereka melihat keadaan adik bungsunya yang tengah terduduk dengan tatapan kosong dan tv yang terus menyala
"Bende!" seru Bendri, Bende menoleh ke sumber suara. Ia melihat kakak sulungnya tengah berjalan mengarah mendekat padanya
"Keluar dari rumahku!" tatapan tajam dengan suara dingin itu tampak sedikit mengejutkan Ken
"Daddy.. I'm coming, do you miss me?" tanya Ken dengan tatapan sedihnya
Bende enggan menjawab pertanyaan Ken, ia terus diam.
"Baiklah jika kau ingin aku pergi, tapi sebelumnya dengarkan aku kali ini. Kita tidak bisa terus-terusan bermusuhan, apa yang kau dengar hari itu hanyalah salah paham" Lalu Bendri mulai menjelaskan semuanya sampai ke akar-akarnya
"Bende, kita akan mencari Denna bersama-sama. Aku dan Bendri berjanji akan membawanya kembali padamu" ucapan Bendi sedikit menggerakan hati Bende
"Kenapa kau begitu yakin dengan janjimu? apa kau tahu sebenarnya gadisku dimana?" tanya Bende dengan menatap tajam mata kedua kakaknya
"Nay, tolong bawa Ken ke dalam" pinta Bendri dan langsung dituruti oleh Nayla
"Katakan! apa kalian yang menyembunyikan Denna selama ini?!" suranya bertambah keras, ia makin emosi ketika kedua kakaknya tak mau menjawab pertanyaannya
"Tenanglah, duduklah dulu" ucap Bendi
"Katakan padaku! aku tak perlu duduk!!" bantahnya
"DUDUK!!" perintah Bendri pada kedua adiknya, ketiganya sama-sama sangat mudah terpancing emosi, bedanya Bendri emosi jika sesuatu itu memang sudah terlewat batas, kalau Bendi selalu bisa mengendalikan emosinya, sedangkan Bende dalam hal sekecil apapun ia sangat mudah emosi dan sulit mengendalikannya
"Denna sebenarnya ia tidak berniat meninggalkanmu, ada alasan mengapa dia pergi" jelas Bendri
"Katakan dengan lengkap, apa alasan dia pergi? mengapa dia tidak memberitahuku? mengapa dia mengingkari janjinya sendiri untuk tidak akan meninggalkanku? kemana dia pergi? katakan! katakan semuanya!!" emosinya kini telah menguasai dirinya sendiri
"DIAM DAN DENGARKAN AKU BICARA! JIKA TIDAK AKU TIDAK AKAN MENGATAKAN SEPATAH KATAPUN TENTANG DENNA!!" kini Bendri juga sudah mulai tersulut emosi, adiknya ini tetap tak mengubah sikapnya, selalu tidak sabaran
"Bendri kendalikan dirimu! dan kau Bende, diam dengarkan kami bicara!" tegur Bende
"Saat berada di Restoran milik Denna, saat jam kerja Papa datang menemui Denna. Papa mengatakan bahwa Denna harus menjauhimu, karena Papa merasa bahwa Denna membawa pengaruh buruk untuk masa depanmu. Jika Denna tidak pergi jauh darimu, Papa mengancam akan membahayakan hidup kedua orangtua asuhnya, itulah sebabnya kenapa Denna pergi" penjelasan Bendi membuat Bende menahan amarah, ia menggepalkan kedua tangannya erat ingin sekali rasanya ia menghabisi seseorang
"Ku mohon jangan gegabah, kami akan membantumu mencari Denna" tambah Bendri
"Kapan kau pulang? bukankah kau membawa Mama dan Oma ke LA bersamamu?" tanya Bende, ia berusaha mengendalikan dirinya sekuat mungkin
"Kemarin aku pulang, Oma dan Mama khawatir padamu, tapi aku melarangnya datang kesini sampai kau benar-benar tenang" jawab Bendri
"Aku mempunyai kabar gembira" sela Bendi
"Apa?" tanya Bende
"Nayla sedang hamil 4 bulan, kau akan menjadi Daddy muda" ucapnya dengan senyuman yang mengembang
"Selamat untukmu, aku sudah menjadi Daddy muda sejak Ken lahir" balasnya
Selesai obrolan itu, suasana di rumah Bende sedikit lebih ramai karena kakak-kakaknya tinggal bersamanya sementara wakty untuk menemaninya
Hubungan ketiganya semakin membaik seiring bergulirnya waktu, namun rasa sepi di hati Bende tak pernah hilang, kekosongan di hatinya membuatnya sangat kesepian.
Hallo kak, jangan lupa vote and comment ya biar author semakin semangat up nya
Happy reading...