NovelToon NovelToon
Laraku

Laraku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: TISSA TTS

Bagaimana jadinya jika seorang wanita yang mengidam-idamkan seorang laki-laki sudah sekian lama, tiba-tiba saja ia bisa menikahi laki-laki tersebut, apakah ia bisa mendapatkan hatinya atau kah semuanya hanya cerita sesaat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TISSA TTS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rigo Menghilang Kembali

Mata Lara dan Rigo kini saling beradu, saling menatap dengan tatapan tajam.

"Kau tahu kan aku tadi me nelepon mu?" Lara memulai serangan.

"Tentu saja aku tahu!" Jawab Rigo dengan Nada kesal nya.

"Kenapa hanya melihat nya saja, kenapa tidak mengangkat nya? aku kan tadi sangat malu!" Mendengar Jawaban Rigo membuat Lara semakin kesal.

"Malas!" Jawab Rigo sambil mengalihkan tatapannya pada Lara.

"Rigooo!" Teriak Rigo, Lara memukul lengan Rigo dengan cukup kencang dengan Refleks karena kesal.

"Aku akan membuat mu masuk penjara jika kau membuat lenganku ini benar-benar terluka!" Rigo kembali menatap tajam ke arah Lara.

"Aku juga bisa memasukkanmu ke dalam penjara! karena perbuatan tidak menyenangkan yang kau lakukan pada istrimu sendiri!"

Setelah itu, selama perjalanan Rigo dan Lara tak lagi berbicara satu sama lain, hanya ada suara musik terdengar selama perjalanan.

Sesampainya di hotel.

Lara buru-buru masuk ke dalam Kamar Mandi, ia hendak mengganti bajunya menggunakan Piyama yang baru saja ia beli, walaupun kala itu waktu menunjukkan pukul 13.00 siang, tapi Lara memutuskan untuk menggunakan Piyama agar ia bisa bersantai di dalam kamar.

"Rigo!"

Rigo menjawab dengan mengalihkan pandangan nya dari ponsel yang ia pegang ke arah Lara.

"Apa belanjaan ku tadi benar-benar 35 juta?"

Tanpa berkata, Rigo mengirimkan mutasi rekening miliknya pada Lara melalui sebuah pesan.

Ketika melihat nya, Lara benar-benar membukakan lebar kedua kelopak matanya.

"Ini benar-benar 35 juta?" Tanya Lara.

Rigo tak mengindahkan nya, ia terus saja menatap layar ponselnya, sibuk membalas grup chat yang berisi teman-temannya.

"Seharusnya kau batalkan saja transaksi nya jika ini memang terlalu mahal!" Ucap Lara menatap Rigo yang tengah asik dengan ponsel di tangannya.

"Aku batalkan dan kau bisa mengadu pada Kakek kan?"

"Tidak!"

"Sudah lah, lagian ini uangmu bukan uang milikku!" Lara mengakhiri percakapan.

Lara berajalan ke meja makan, hidangan semalam sudah berganti dengan hidangan baru, setelah kejadian Lara sakit kemarin, Kakek Adam meminta selalu di sediakan makan pagi, siang dan malam kepada pihak hotel bahkan lengkap dengan menu pendamping lainnya.

"Apa ini makanan baru lagi?"

Rigo tak menjawab.

"Apa ini tidak berlebihan, banyak sekali makanannya!" Ucap Lara dengan tak mendapat respon dari Rigo.

"Apa kau mau makan?"

"Aku tidak berselera!"

"Ish!" Jawab Lara kesal.

"Terserah kalau begitu, aku saja yang makan!" Lara meraih piring dan segera memasukan Nasi beserta lauk-pauk yang berada di atas meja makan, ia pun segera melahap makan siangnya.

Ketika Lara sedang menyantap makan sianganya, Rigo terlihat berdiri meraih Kunci mobil dan berjalan ke arah pintu.

"Mau kemana?" Tanya Lara.

"Bukan Urusanmu!" Jawab Rigo kemudian segera melangkahkan kakinya ke arah pintu, hingga tak terlihat lagi keberadaannya di kamar hotel tersebut.

Setelah makan siang, Lara hanya melakukan aktivitas di dalam kamar hotel, ia memutuskan untuk menonton sebuah drama korea di sana, namun setelah beberapa saat rasa kantuk menerjang, Lara pun akhirnya tertidur di tengah-tengah Drama Kore yang ia saksikan.

Beberapa Jam kemudian.

"Drrr, Drrt, Drrt!" Suara Ponsel Lara bergetar. membangunkan sang pemilik yang tengah bermimpi di dalam tidurnya.

Lara terlihat mengerjapkan kedua bola matanya, kemudian  meraih ponsel yang tergeletak di atas meja, terlihat satu panggilan tak terjawab dari Adiknya.

Lara melakukan panggilan kepada Adik Perempuannya yang beberapa saat lalu memanggilnya namun tidak terjawab.

"Iya Dek?" Ucap Lara ketika panggilan tersambung.

"Kakak baik-baik saja!"

"Bagaimana kabar mu dan Ibu!"

"Syukurlah!"

"Baiklah, kakak akan usahakan, tapi kakak baru akan mengirimkan uangnya hari senin nanti ya!" Ucap Lara setelah itu ia mengakhiri panggilan kepada sang Adik, Seperti biasa Adik Perempuannya mengingatkan untuk mengirimkan sejumlah uang kepada mereka.

Lara merenung sesaat,

"Apa aku minta pada Rigo, tapi dia sangat perhitungan!"

"Kakek Alban?" Lara mengangkat kedua alisnya mencoba memikirkan uang untuk keluarga nya.

"Tidak, tidak, aku baru saja diberi uang oleh kakek alban, sudahlah!"

"Jam Berapa ini?" Kedua bola mata Lara membulat seketika ketika menyadari saat itu waktu sudah menunjukan pukul 08.00 malam, Lara menatap ke arah sekitar mencari keberadaan Rigo.

"Rigo!" Lara menyebut nama Rigo mencoba memanggilnya, berharap Rigo berada di dalam kamar mandi, sayangnya tak ada sahutan dari arah kamar mandi.

"Dia belum pulang?"

"Rigo!" Panggil Lara Lagi, karena sang pemilik nama tak berada di sana, tentu saja tak ada yang menjawab panggilan Lara.

Lara berjalan menuju kamar mandi, memastikan keberadaan Rigo, dan benar saja, tidak ada siapapun di dalam sana, Lara segera meraih ponsel yang ia letakkan begitu saja di atas tempat tidur, ia menekan tombol panggilan pada Rigo, sayangnya Rigo tak menjawab panggilannya.

"Laki-laki menyebalkan! selalu saja pergi se enaknya!"

Lara memberi pesan pada Rigo.

"Dimana?"

"Kenapa belum pulang?"

"Jangan pulang terlalu malam!"

Pesan tersebut Lara kirim untuk Rigo.

Dan malam itu Lara habiskan waktunya untuk menonton drama Korea di dalam Kamar hotel, sekaligus mengistirahatkan  badannya yang baru sembuh dari sakitnya.

Pagi hari.

Lara bangun pagi-pagi sekali, saat itu waktu menunjukkan Pukul 05.15. Lara terlihat mengerjapkan kedua matanya, sedangkan badannya terbaring di tempat tidur, ada hal baik yang Lara dapatkan ketika Rigo tidak pulang ke kamar hotel milik mereka, ia bisa menguasai tempat tidur dengan bebas.

"Segarr sekali!" Ucap Lara sambil mengangkat kedua tangannya.

"Jam berapa ini?" Lara segera meraih ponsel yang tersimpan di atas nakas.

"Jam 05.15!"

"Rigo!" Lara memanggil nama Rigo, sayang nya sang pemilik nama tidak menjawab karena ia tidak ada di dalam kamar hotel tersebut.

"Dia juga tidak membaca pesanku!"

"Kemana dia!" Lara melakukan panggilan kepada Rigo, berkali-kali namun urung mendapat jawaban. Lara mengetikkan sebuah pesan kepada Rigo.

"Rigoooooo, dimana kamu, kenapa tidak pulang!" 

"Angkat teleponku Rigo!" 

Lara mencoba menghubungi Rigo kembali, namun hasilnya tetap nihil, sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.10 pagi, namun Rigo masih  belum ada kabar, sudah tak terhitung Lara melakukan panggilan pada Lara, lebih dari seratus panggilan, Lara terlihat berjalan kesana-kemari dengan ponsel menempel pada telinga nya.

"Rigo, kau benar-benar!" Lara mengingat pesan Kakek Alban Kembali, agar ia terus bersamanya.

"Aku benar-benar harus mendapatkan nomor ponsel teman-teman suamiku yang menyebalkan itu!"

Lara yang terlihat sangat kesal membanting ponselnya ke atas kasur.

"Sudah lah, terserah apa maumu!" Lara pun pergi ke kamar mandi hendak membersihkan tubuhnya sekaligus fikirannya yang sedang kesal karena Rigo tidak memberinya kabar.

Cukup lama Lara berada di kamar mandi, hingga Pukul 12.00 Lara baru keluar dari kamar mandi, ia terlihat sudah mengenakan celana Jeans dan kaos yang kemarin di beli menggunakan uang Rigo.

"Baju dan Celana termahal yang pernah aku miliki!" Ucap Lara sambil menatap sebuah cermin di dalam kamar.

Setelah menyantap makan siang sekaligus makan pagi nya yang telah di sediakan oleh pihak hotel. Lara merebahkan kembali badannya di atas kasur. Sesekali ia melakukan panggilan pada Rigo, tentu saja tidak ada yang menjawab, ia pun kembali menyalakan televisi dan menonoton sebuah FIlm.

"Lama-lama aku bosan!" Ucap Lara sambil menatap televisi, tak lama kedua mata Lara tertutup, ia tertidur ketika tengah menonton televisi, dan tak terasa waktu menunjukkan Pukul 07.30 Malam.

Lara menggeliat mengangkat kedua tangannya ke atas.

"Ya Ampun, jam 07.30!" kedua bola mata Lara membulat sempurna.

"Kenapa aku tidur terus si!"

Akhirnya Lara memutuskan untuk keluar Kamar Hotel malam itu.

"Ting!" Bunyi LIft terbuka.

1
Milah Rossa77
bagus
Nurdin Nurdin
cerita
Nurdin Nurdin
seru
Nurdin Nurdin
hebat
Nurdin Nurdin
seru
Nurdin Nurdin
asik
Nurdin Nurdin
seru banget
Nurdin Nurdin
semaking seru aja cerita ini
Nurdin Nurdin
cerita yg bagus
Zahwa Nisa
sangat bagus
rio
lanjut up-nya tor 🙏
Muhammad Refli
jangan lama2 tor upnya😁😁
yah lama lagi nih nunggu upnya
Oktavia Utomo
buat rigo bucin sama lara Thor , aqu gemes sama rigo...pengen tak jitak tu orang tak berperasaan
up lagi dong....
kenapa lama kali up nya thor...
padahal tiap hari diintip
Oktavia Utomo
akhirnya up juga Thor setelah sekian purnama....yuk tak tunggu upnya
Beby AMy
Kirain sdh tamat ceritanya
ngilang authornya
Zubaidah Baidah
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!