NovelToon NovelToon
Wanita Kedua

Wanita Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:374.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sun Shine

Erika yang polos dan miskin jatuh cinta pada Evans, lelaki tampan dan kaya, lelaki yang sangat diidam-idamkan banyak wanita.

Mencintai Evans sama seperti menggenggam mata pisau, semakin menggenggamnya erat semakin berdarah-darahlah yang kamu rasakan.

Rasa kecewa dan sakit hati, itulah yang dirasakan Erika sejak bersama Evans. Tapi Erika tidak mampu melepaskan lelaki itu.

Mampukah Erika meraih hati Evans sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sun Shine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takut

Danish sangat resah. Dia menyempatkan diri mencari tahu di internet tentang kasusnya selama di perjalanan menuju kantor polisi. Dia pun mulai membaca dengan cepat.

Terkait perkelahian satu lawan satu yang mengakibatkan salah satu terluka, tindakan tersebut dapat dipidana berdasarkan Pasal 184 ayat (2) atau Pasal 184 ayat (3) KUHP (bergantung pada luka yang diakibatkan adalah luka berat atau tidak):

Pasal 184 KUHP

(1) Seseorang diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, jika ia dalam perkelahian satu lawan satu itu tidak melukai tubuh pihak lawannya.

(2) Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan empat bulan, barang siapa melukai tubuh lawannya.

(3) Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun, barang siapa melukai berat tubuh lawannya.

(4) Barang siapa yang merampas nyawa lawannya, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, atau jika perkelahian satu lawan satu itu dilakukan dengan perjanjian hidup atau mati, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

(5) Percobaan perkelahian satu lawan satu tidak dipidana.

Danish panik. Jujur dia buta hukum. Dia melakukan pencarian lagi. Membacanya dengan cepat.

Pasal 182 KUHP, Mengajak Orang Berkelahi Satu Lawan Satu

Pasal 182, berbunyi :

Dihukum penjara selama - lamanya sembilan bulan : 1e.Barangsiapa menghasut orang supaya mengajak orang berkelahi satu lawan satu, atau menyuruh orang menerima tantangan itu sehingga karena itu terjadi perkelahian satu lawan satu.

2e. Barangsiapa dengan sengaja menyampaikan tantangan, sehingga karena itu terjadi perkelahian satu lawan satu.

Kali ini Danish bergetar. Jelas-jelas tadi malam dialah yang menghubungi Evans, menantang untuk berduel. Dan kini Evans tergeletak di rumah sakit karena perkelahian itu.

Apa yang harus dia lakukan? Danish berteriak di dalam hati.

***

Kasihan sekali, baik Danish maupun Ibu Wilma, mereka tidak memahami hukum di negara ini. Mereka benar-benar bingung sewaktu berada di kantor polisi.

Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan dan itu semua akan memberatkan Danish apabila dia salah berbicara.

Danish memang menceritakan kronologis peristiwa itu. Tetapi dia tidak menceritakan bahwa dia sempat mengajak Evans untuk berduel. Walaupun demikian polisi menyatakan bahwa Danish adalah pihak yang bersalah karena biar bagaimanapun Danishlah yang mengajak bertemu dan terlebih dahulu melakukan pemukulan.

"Pak, anak saya juga dipukuli. Bapak tidak lihat muka anak saya babak belur?" Suara Wilma sudah bergetar menahan tangis.

"Bu, korban sekarang berada dalam keadaan koma dan Saudara Danish harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saudara Danish juga telah melanggar ketertiban umum. Korban memukul Saudara Danish juga karena ingin membela diri. Tetap anak Ibu di sini yang lebih bersalah," jelas polisi dengan suara meninggi.

Wilma menangis. Sebelumnya Wilma sudah syok mendengar kronologis cerita Danish soal alasan dia terpancing memukul Evans yaitu karena Evans telah merusak Erika. Tetapi Wilma tidak bisa menuntut karena Erika telah berusia delapan belas tahun dan juga melakukannya atas dasar suka sama suka.

"Anak perempuanku dirusak, sekarang anak laki-lakiku mau dipenjarakan. Tolonglah, kenapa dunia ini tidak adil?" teriak tangis Wilma sambil menjambak rambutnya sendiri. Spontan membuat Danish dan beberapa polisi di sana kebingungan karena ulahnya. Mereka pun berupaya menenangkan Ibu Wilma sampai suasana menjadi agak tenang.

"Begini, anak Ibu tetap kami tahan. Ibu bisa temui keluarga korban agar mau berdamai sehingga posisi anak Ibu bisa lebih ringan," jelas salah satu polisi yang bersimpati pada Ibu Wilma. Wilma masih menangis. Danish merangkul ibunya. Dia sangat sedih melihat ibunya yang menangis.

***

Erika gelisah tak menentu di angkutan umum. Guratan kekhawatiran tampak jelas di wajahnya yang cantik. Akhirnya dia sampai di rumah sakit. Setelah bertanya ke bagian receptionist dia pun berlari ke bagian ruang ICU. Tampak beberapa orang sedang berdiri di luar ruang ICU. Mereka adalah kerabat dan teman keluarga Ducan. Dan ada seseorang yang dikenal Erika di sana tetapi dia tak menyadarinya.

Erika berjalan pelan mendekati mereka yang sedang mengamati Evans dari balik dinding kaca ruang ICU. Sepertinya perawat sengaja sedikit menggeser gorden kaca agar mereka dapat melihat pasien. Mereka tampak mengobrol pelan sekali.

Wajah Erika sudah hampir mau menangis, matanya berkaca-kaca. Dia menundukkan kepalanya tanda menyapa beberapa orang yang hadir di sana. Lalu segera dia melihat ke arah dinding kaca. Selain perawat, ada dua orang di sana yang sedang memakai pakaian khusus untuk melihat pasien. Mereka adalah orang tua Evans. Erika cepat-cepat mengarahkan matanya pada Evans. Terdapat ventilator dan alat bantu lainnya yang terpasang di tubuh Evans. Melihat Evans tidak berdaya, Erika pun mulai terisak. Hatinya sakit sekali. Bagaimana bisa Kakak kandungnya menyakiti Evans, pria yang sangat dicintainya, sampai seperti ini?

Isakan Erika menarik perhatian beberapa orang tersebut.

"Adik siapa? Teman Evans?" Salah satu dari mereka menyapa Erika dengan suara pelan.

"Iya, Om," jawab Erika menahan isaknya.

"Erika?" sapa seseorang yang lain hampir berbisik. Etika langsung menoleh ke kiri. Seseorang tersebut sudah berada di sampingnya.

"Kak Revin?"

"Kamu tahu dari mana Evans lagi di ICU?" tanya Revin pelan. Erika menggeleng.

"Siapa, Revin?" tanya Ibu Renata.

"Junior kami, Ma. Temanku dan Evans. Erika namanya." Revin mengenalkan Erika pada mamanya.

"Halo Tante, saya Erika."

"Ah iya, saya mamanya Revin." Ibu Renata tersenyum ramah. Erika pun menanggapi dengan ramah walaupun raut wajahnya masih tampak sangat sedih.

"Keadaanmu bagaimana setelah waktu itu masuk ke rumah sakit?" tanya Revin pelan.

"Sudah baikan kok, Kak," jawab Erika sedikit berbisik.

"Maaf ya, Erika. Aku tidak sempat mengunjungimu lagi waktu itu karena tiba-tiba banyak urusan mendadak." Revin menjelaskan dengan jujur.

"Tidak apa-apa, Kak. Kak Revin bahkan sudah mengantarku ke rumah sakit. Jangan merasa tidak enak," jawab Erika lembut.

"Syukurlah, kamu sudah membaik," ucap Revin. Erika mengangguk.

"Kak. Apa kata dokter tentang Kak Evans?" tanya Erika penasaran.

"Evans koma, Erika. Perdarahan di organ dalam karena pukulan keras di ulu hati. Ada yang memukulnya. Mudah-mudahan dia bisa bertahan. Kita doakan aja." Hati Erika terpukul. Air matanya mengalir. Sulit sekali dia menahan isaknya agar tetap pelan.

"Erika? Kamu tidak apa-apa? Kita keluar dulu." Revin hendak menenangkan Erika. Erika menggeleng, dia melihat ke dinding kaca kembali. Melihat sosok Evans yang terbaring lemah. Revin sendiri juga merasa sedih dan khawatir karena sahabatnya, Evans, sekarang sedang bergumul melawan maut.

Beberapa detik kemudian Tuan dan Nyonya Ducan keluar dari ruang ICU. Tampak wajah mamanya Evans penuh air mata. Semua yang ada di sana menghibur mereka berdua agar tetap tabah. Erika ingin menyapa mereka tetapi di sisi lain ada rasa takut sebab Evans terbaring koma karena ulah kakak kandungnya sendiri. Itu sebabnya Erika hanya berdiri saja sambil memperhatikan mereka yang berbincang-bincang pelan.

"Dia siapa?" tanya Tuan Ducan kepada kerabat dan temannya sambil memandang ke arah Erika.

Degg!

Jantung Erika berdebar.

***

Visual Erika 👆

Visual Erika 👆

Klik Like Hehehehe jangan bosen ya dengan kata klik like. 😉

1
Anonim
bgsss bgtt
Pitriya BiMe
Evans bodo banget yaa,, tanpa konfirmasi udah nyimpulkan sesuatu yg jelas2 itu salah..
Aisyah Nabila
aku mampir thor smoga bgus ceritanya dan gk bnyk typo
Diana Susanti
dibukak nggak bisa
Sumini Harrni
peran semuanya ga ada yg aku sukai . semangat thor
Sumini Harrni
putus aja aku ga suka karakter Evan aku juga ga suka karakter Erika..putus dulu biar Evan. memantapkan rasanya dia cinta Erika apa ga
Sumini Harrni
putus Evan itu ga cinta erica.pria plin plan
🇮🇩Imelda🇰🇷
ada ya saking cinta rela jadi yg kedua
Mamanya Vin Van
up
Yanti Palamani
Erika yg bodoh.
Han Yonggi
Visual Evans tdk keren !
Sun Shine: khayalin tokoh lain aja, kak..
total 1 replies
Redflow
erika kekanak kanakan sekali..terlalu bucin sampai ga inget keluarga...
Redflow
erika kok lama lama ngeselin..gak inget perjuangan kakaknya...gak ada kasihan ma kakaknya yg di penjara gara2 dia
arin
akhiry bahagia,semoga ngga ad kuman amiin
arin
mabok dech si Evans,semoga bucin trs ngga jdi nkhin Alexa...😍
arin
semoga Evan ngga jdi nikahin alexa
arin
haha ad ya yg kaya gni,demi cinta rela jdi yg kedua...klo sy wlpun cinta bngt mah ogah jdi yg kedua🤣
Riski Agustika
akhirnya 😘😘😘
dayutz 💕
makasih kk udah nulis cerita yg bagus,aq tunggu cerita revin dan lisa😊
Kusuma Wardhani Wiwin
makasih kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!