Rate 21+
Scrol kebawah.
Amanda Rahayu, Seorang Nanny yang di hadapkan akan takdir cinta yang rumit.
Ketulusan cinta dan kasih sayang yang dia berikan untuk Gisela, Nona kecil asuhannya. Membuat dia bukan hanya mendapat balasan cinta dan kasih sayang dari Gisela, Namun juga, dari Tuan Muda Sergio Putra Kaana, Daddy Nona kecil asuhannya.
Pertemuan cerita singkatnya dengan Salman, Hingga terjadinya sebuah kesalahan yang menyisakan benih di dalam rahim Amanda.
Sergio yang mengetahui akan kehamilan Amanda, justru mengikatnya dengan Ikatan suci pernikahan dan membuatnya tetap tinggal sebagai Istri untuknya dan juga Nanny untuk putrinya.
Kemanakah, Takdir cinta akan membawa sang Nanny, Ikatan suci pernikahannya dengan Gio, atau Ikatan darah dagingnya dengan Salman??
Perjalanan cintanya semakin rumit saat Amanda mengetahui bahwa antara Gio dan Salman terjalin Ikatan Persaudaraan yang erat.
Mampukah ketiganya melewati rumitnya cinta di antara mereka,?
Berakhir dengan bahagia kah? Atau Ikatan yang terjalin itu justru akan tercerai berai??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nasiroh Iroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syukuran empat bulanan
"Mari Nona masuk,Guru agama dan para anak-anak Panti sudah menunggu dan semuanya sudah siap hanya tinggal menunggu ibu dan juga calon bayinya yang akan dido'akan bersama-sama"ujar Wanita separuh baya berambut pendek yang berdiri tidak jauh dari Amanda lalu berjalan mendekat dan menggenggam tangan Amanda dan membawanya masuk kedalam Panti Asuhan sambil tersenyum
Amanda masih diam dia menoleh pada Salman yang tersenyum kearahnya
"Dia pengurus Panti Asuhan ini namanya Bu Saidah, ayo masuk" jelas Salman sambil menatap Amanda dan menganggukan kepala
Bu Saidah tersenyum dan mengelus punggung tangan Amanda dengan kedua tangannya, lalu mengangkat tangannya dan menyeka sedikit airmata Amanda yang masih tersisa di pipi
Amanda mengangguk pelan dan melangkah mengikuti Bu Saidah melangkah sambil terus menatap kedalam Panti Asuhan dan mereka menghentikan langkah didepan pintu dan melihat puluhan anak Panti sedang duduk dan menoleh pada mereka dengan senyuman manis
Amanda kembali meneteskan airmata melihat anak-anak yang tersenyum dengan bahagianya, anak-anak tanpa dosa yang hanya mengelus pucuk rambutnya segala keberkahan akan datang menghampiri, anak-anak yang tidak tahu akan jati dirinya yang tidak tahu cinta dan kasih sayang orangtua tapi ,bersama dengan orang- orang yang tidak mengenalnya dan mampu memberikan cinta dan kasih sayang yang mampu mengobati segala luka dalam kebersamaan dan saling berbagi membuat mereka menjadi anak-anak yang kuat
Salman terus memandangi wajah gadis disampingnya dan melihat tetesan airmata yang mulai akan membasahi gadisnya segera mengangkat tangannya dan memegang wajah gadisnya
"Heii kenapa masih menangis" ucap Salman menatap Amanda
Amanda segera menyeka airmatanya sebelum tangan Salman menyentuh wajahnya
Acara do'a bersama yang dipimpin langsung oleh seorang Penceramah ternama berlangsung dengan khidmat dan berjalan lancar, ketika salah satu anak Panti maju kedepan dan mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara merdu yang terdengar begitu indah membuat siapapun yang mendengarnya menjadi tersentuh , Amanda kembali meneteskan airmata sambil mengelus perutnya menyalurkan energi positif pada bayi dalam kandungannya dengan doa-doa terbaik bagi bayinya untuk masa mendatang
Setelah acara doa bersama usai lalu dilanjutkan dengan pembagian makanan dan minuman untuk para anak - anak Panti Asuhan, Salman juga membagikan sedikit rezekinya untuk para anak-anak Panti Asuhan dan menyumbangkan dana untuk kebutuhan operasional Panti Asuhan yang diterima langsung oleh Bu Saidah selaku pengurus Panti Asuhan
Saat Amanda dan Salman tengah berpamitan didepan pintu masuk, terdengar seorang gadis mengucapkan salam
"Assalamualaikum" ucap gadis berambut hitam panjang yang dibiarkan terurai dengan tas gendong dipunggungnya berjalan kearah Bu Saidah lalu mencium punggung tangan itu dan berdiri tegak melihat Amanda dan Salman bergantian
Amanda memandang gadis didepannya dengan mengingat-ingat bahwa dia seperti mengenal gadis itu
"Tuan Salman Amanda" ucap gadis itu menunjuk Amanda dan Salman bergantian
Salman yang sedang berbicara ditelpon membalikkan badan dan melihat pada sumber suara lalu memutuskan sambungan telpon setelah melihat gadis yang dikenalinya
"Tari" ucap Amanda setelah berpikir keras
"Kau bukankah gadis petugas loket Busway itu, sedang apa kau disini" ucap Salman berdiri disamping Amanda
"Syukurlah kalian akhirnya bertemu, aku senang melihat kalian bersama lagi seperti ini, kalian itu sudah seperti aktor dan aktris drama korea favoritku, cinta yang indah" ujar Tari dengan kedua tangan yang disatukan dan ditempelkan dipipi dengan tersenyum
"Tuan Salman dan Nona Amanda mengenal Tari, dia putri asuhanku" ucap Bu Saidah merangkul bahu Tari
Di Mansion
"Pak Har kapan Daddy akan kembali" tanya Gisela dimeja makan saat makan malam dan menatap kursi kosong yang biasa diduduki Daddynya tanpa menoleh pada Pak Har yang berdiri disampingnya melihat pelayan yang sedang meletakan makanan dipiring Nonanya
"Tuan sedang diluar kota dalam tiga hari baru akan kembali" ucap Pak Har melihat Nona Gisela yang selalu bersedih jika Daddynya pergi keluar kota karna dia akan selalu merindukan Daddynya
Amanda mengangkat tangan kirinya dan mengelus pipi Gisela lembut , Gisela menoleh dan menatap Amanda
"Mommy jangan pernah tinggalkan aku, aku tidak mau sendirian lagi " ucap Gisela mengambil tangan Amanda lalu menempelkan dengan kedua tangannya dan menggenggamnya erat
Amanda tersenyum mengangguk
"Kau tidak pernah sendirian Nona, ada Pak Har yang sangat perduli padamu,dan juga banyak pelayan yang akan selalu ada untukmu, dan kau harus tau bahwa semua orang di Mansion ini sangat menyayangimu"
"Apa mereka pernah meninggalkanmu, apa mereka pernah mengeluh dengan segala sikap dan perlakuanmu pada mereka, mereka masih disini masih setia menjagamu dan menemanimu, bukan hanya tentang gajih besar yang Tuan Gio berikan, tapi karna perasaan dan hati mereka yang ingin tetap disini"
"Hampir semua pelayan disini pernah mendapat perlakuan kasar darimu, benar "tanya Amanda
Gisela menganggukan kepala pelan, lalu Amanda meraih tangan pelayan wanita yang berdiri disampingnya
"Kau tahu siapa nama pelayan wanita ini" tanya Amanda pada Gisela
Gisela menggelengkan kepala menatap pelayan wanita itu
"Namanya Mega dia pelayan wanita yang menggantikanku saat aku pulang kampung dulu, apa kau bersikap baik padanya" tanya Amanda lagi
Gisela kembali menggelengkan kepalanya
Amanda lalu menatap Mega
"Apa kau membenci Nona Gisela yang selalu bersikap kasar padamu" tanya Amanda pada Mega
Mega menggelengkan kepala
"Sudah berapa lama kau bekerja disini " tanya Amanda lagi
"Lima tahun" jawab Mega pasti
"Kau dengar dia sudah menemanimu disini selama Lima tahun dan kau bahkan tidak tahu siapa namanya, dan bagaimana sikapmu padanya diapun tidak membencimu" ujar Amanda
"Percayalah, banyak sekali orang yang menyayangimu, karna sebenarnya kau adalah anak yang manis, jadi tetaplah menjadi anak yang manis, dan mulai sekarang jangan memikirkan apapun lagi, bersikaplah baik pada mereka yang selalu menyayangimu, dan kau akan selalu bahagia, kau mengerti" ujar Amanda menatap dalam mata Gisela, ada penyesalan dalam mata indah Nona kecil itu
Gisela menganggukan kepala dan menatap Mega dan Pak Har bergantian lalu bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Pak Har dan Mega
"Pak Har, Bibi Mega maafkan aku"ucap Gisela tulus
Pak Har dan Mega menganggukan kepala lalu tersenyum
" Pak Har maafkan aku yang selalu menyusahkanmu"ucap Gisela
"Tidak, aku senang bisa selalu melayani Nona, apalagi jika Nona selalu tersenyum" ucap Pak Har
Gisela tersenyum mengangguk,
"Bibi Mega mulai sekarang kau akan menjadi Nannyku, apa kau mau" tanya Gisela
Mega belum menjawab dia melihat Pak Har dan Amanda bergantian
Pak Har diam dia tidak menunjukan ekspresi apapun , lalu beralih menatap Amanda yang tersenyum
Gisela melihat Mega yang seperti kebingungan dan ragu dengan pertanyaannya lalu ikut menatap Amanda
"Nannyku yang ini sudah menjadi milik Daddy, jadi aku membutuhkan Nanny yang baru bukan" ucap Gisela melingkarkan tangannya dileher Amanda lalu tersenyum bahagia dan menciumi setiap inci wajah Amanda, Amanda terdiam dengan pemikirannya sendiri menatap kosong kedepan
Salman Ayah dari bayinya atau Tuan Gio Tuan suami yang selalu membuat jantungnya berdebar kencang hanya dengan melihat tatapan dan senyumannya??
Amanda kembali berkelana dalam hatinya, lalu diapun menoleh pada kursi kosong tempat biasa Tuan Gio duduk saat makan, dan melihat bayangan Tuan Gio dengan tatapan elangnya yang tersenyum dengan manis menatapnya, dan sudut bibir Amanda melengkung dan kembali terdiam saat dilihatnya tempat duduk itu kembali kosong.
Terima kasih atas dukungan readers semua, semoga masih selalu setia menunggu "Iloveyou Nanny" up ya
Tinggalkan LIKE dan KOMENT nya biar tambah semangat nulis akunya .. 💖💖💖💓💞
tapi yang ngasi Vote kok dikit yaa
semangat Kakak