Raihana seorang gadis dari keluarga yang berada kedua orang tuanya protektif terhadap pergaulan putrinya sehingga dia masukkan kepesantren.setiap bulan kedua orang tuanya selalu datang menyambangi anak bungsunya Raihana biasa disapa Hana memiliki seorang adik laki Haikal namanya mereka saling mengasihani namun kebahagiaan itu tak berjalan lama ketika suatu hari kejadian yang sangat memilukan itu terjadi dimana mobil orang tuanya mengalami kecelakaan yang menyebabkan seluruh keluarganya harus berpulang kepangkuan ilahi dan itu tentu membuat batin Hana sangat terpukul.
Namun sahabat ayahnya Ridwan beserta istrinya datang merangkul Hana yang saat itu sangat terpukul dan kedua sahabat ini dulu pernah berencana menjodohkan anak mereka suatu hari nanti. Bagaimanakah kelanjutan dari perjodohan ini? kita simak cerita selengkapnya. Cerita ini akan sedikit menguras emosi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ichag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hadiah mobil
" Alhamdulillah non Hana sudah pulang kerumah lagi jadi bibi nggak kesepian lagi sekarang " ni Mina sambil berkaca kaca. Bu Mina adalah orang yang dipekerjakan oleh bapak shofian sejak mereka baru menikah bahkan dia yang membantu ibunya Hana untuk mengurus hana bayi.
" iya Bi Hana nggak akan pergi pergi lagi" kata Hana dan tampak ada titik kristal bertengger di sudut mata Hana dengan cepat Fitri memeluk Hana dan menepuk pundaknya dia tau betapa berat kenyataan yang Hana hadapi dimana dia harus kehilangan orang orang yang sangat dia sayangi secara bersamaan.
"Han sudah jangan sedih lagi kita akan tetap ada disamping kamu"
" terimakasih tan, Tante dan om sangat perhatian sama Hana"
" ya udah ayo senyum dong " kata Tante Fitri
" oh ya non bibi sudah bikinin non Hana gado gado kesukaan non tuan dan nyonya harus mencoba juga gado gado buatan saya" Bu Mina mencairkan suasana.
"oh ya ..?wah aku sudah lama banget gak makan gado gado buatan bibi" wajah Hana sumringah mendengar makanan favoritnya
" saya kok penasaran juga bi klo gitu kami juga mau " kata Tante Fitri
" klo gitu saya pamit ke dapur dulu mau nyiapin gado gadonya" Bu Mina pun pamit masuk ke dapur.
tak lama kemudian Nadia asisten sekaligus orang kepercayaan bapak Sofyan pun datang.
"assalamualaikum maaf saya terlambat tadi agak macet dijalan" kata Nadia
"waalaikum Salam oh Tante Nadia masuk Tan sini bergabung sama kita " balas Hana
" maaf non Hana saya nggak bisa menyambut kedatangannya " ujar Nadia lagi
"ah nggak papa kok Tante Nadia kesini aja aku sudah senang" jawab Hana lagi
tak berapa lama Bu Mina pun datang membawa beberapa piring gado gado tak lupa dengan kerupuknya kemuadian Bu Mina meletakkan gado gado tersebut diatas meja.
" wah kayaknya enak ni kita coba ya bik" kata Ridwan
" ayo om silahkan Tante Fitri Tante Nadia pasti nanti bakal ketagihan sama gado gado ini " kata Hana lagi kemudian mereka menyantap gado gado yang bikinan Bu Mina
semua memakannya dengan lahap karena saat ini juga sudah masuk jam makan siang
setelah selesai makan Hana pun bergegas masuk ke kamar untuk melaksanakan sholat zuhur .begitu juga om Ridwan dan istrinya juga Nadia mereka malaksanakan sholat Zuhur berjamaah. selesai sholat mereka lalu duduk duduk ditaman belakang disana terdapat kursi rotan dan juga terdapat joglo untuk duduk sambil melihat taman yang disampingnya terdapat kolam ikan.
taman itu terlihat tidak begitu terawat semenjak orang tua Hana meninggal saat kecelakaan.
" nona hana saya mau memberikan ini "
sambil mengeluarkan kartu kredit dari tasnya.
"apa ini tan ?" tanya Hana karena selama ini dia tidak pernah memegang kartu kredit selama di pesantren Hana hanya dibekali kartu ATM saja oleh orang tuanya.
"ini kartu kredit sayang bisa kamu gunakan untuk berbelanja apapun jadi kamu nggak usah pake uang tunai dalam bertransaksi" Fitri menjelaskan kepada Hana
" oh gitu maaf aku belum tau dan belum pernah menggunakan kartu kredit" hana senyum malu
jadi kartu ini non Hana bisa gunakan untuk berbelanja memenuhi kebutuhan rumah dan juga kebutuhan non sehari hari batas transaksi maksimal 25 juta " Nadia kembali menjelaskan
" untuk gaji semua asisten rumah tangga dan jua sopir itu sudah diatur oleh perusahaan." Nadia menjelaskan segala keperluan masalah rumah tangga dan pengaturannya kepada hana. Hana mendengar kan sambil mengangguk angguk kan kepalanya.
" dan ini handphone buat non Hana disana sudah saya simpan beberapa nomor penting orang orang diperusahaan dan juga para pegawai dirumah ini" begitulah Nadia mengatur sedemikian rupa segala kebutuhan hana secara detail.
kemudian om Ridwan bangun dari duduknya dan mengajak Hana berjalan ke bagasi.
"Han sini ada sesuatu yang akan om tunjukkan"
kemudian Hana pun mengekor dari belakang disusul Fitri dan juga Nadia.
sesampai di bagasi Ridwan membuka sarung penutup mobil. dan terlihat sebuah mobil sport berwarna merah keluaran terbaru .
Hana tercengang tampak bahagia dan tak percaya . dia ingat dulu ayahnya pernah bertanya mobil kesukaan Hana dan kini ayahnya mengabulkan keinginannya walaupun Hana tak pernah memintanya.
" Han ini adalah mobil buat kamu, mobil ini adalah hadiah dari ayahmu sebetulnya hadiah ini akan diberikan saat kau lulus kemaren tapi takdir berkata lain" om Ridwan terdengar suaranya seperti tercekat.
" ya ampun om ini bagus banget Ya Allah om ayah kenapa sih bahkan saat ayah tidak ada pun masih tetep aja manjain Hana "
tampak bulir air mata sudah mulai membasahi pipi Hana. dia sangat merindukan ayah dan ibunya dan juga adiknya.
***
maaf ya readers lama updatenya ayo dong komentnya dan like juga supaya author nya tambah semangat 🤣