Bagaimana jadinya jika seorang anggota perampok abad 21 tiba-tiba terlempar ke Zaman Dinasti Shang (1600 SM) sebagai seorang calon Permaisuri??
Beberapa kali Xiao Tan mencoba melarikan diri dari perjodohan itu hingga Ia harus menyamar sebagai laki-laki agar tidak dikenali para pengawalnya, namun ternyata usahanya malah diketahui Pangeran Ke-8 membuatnya mau tidak mau kembali dan menjalani perjodohan itu.
Akankah Ia bisa lari dari perjodohannya dan kembali ke masa modern, ataukah harus terkurung disana selamanya?
Karya ini hanyalah karangan dari penulis semata, tidak ada kaitannya dengan sejarah asli Dinasti Shāng, Selamat membaca 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Pernikahan
Benar saja pernikahan kedua Pangeran Zian dan Xiaoling pun dilaksanakan, Istana kerajaan dipenuhi oleh hiasan lampion dan benda serba merah, Pangeran Zian dan Xiaoling melangsungkan upacara pernikahan mereka dihadapan Kaisar Yongle dan rakyat kerajaan.
***
Disisi lain Xiao Tan nampak menyendiri di paviliunnya, seharian ia tidak sedikitpun mau mengisi perutnya yang kosong, yang ia lakukan hanya menyendiri tanpa diganggu oleh siapapun termasuk Na.
"Bedebah! Dia benar-benar menyebalkan!" Xiao Tan hanya melempar batu kerikil ke kolam seakan meluapkan kekesalannya.
Na memperhatikannya dari jauh, ia nampak sedih melihat Nonanya yang murung, Ia kemudian berusaha mendekatinya dan kembali membujuknya agar mau sedikit saja memakan makanan yang ia bawa "Nona makanlah sedikit" ucap Na membawa nampan yang berisi makanan
"Na, sudah kubilang aku tidak apa-apa, biarkan aku sendiri disini kau tau aku tidak suka keramaian, haaahh terasa pengap bagiku" ucap Xiao Tan berusaha meyakinkan Na bahwa Ia baik-baik saja
"Tapi Nona--"
"Na, tolong pergilah" desaknya, Na pun hanya bisa mendesah "Baiklah Nona, jika kau perlu sesuatu aku ada dibelakangmu" Xiao Tan mengangguk setuju
Kemudian setelah beberapa detik terdengar langkah kaki mendekat ke arahnya lagi, Xiao Tan merasa kesal karna Na terlalu berlebihan mencemaskannya "Na! sudah kubilang--" ketika Ia berbalik ternyata orang yang datang adalah Pangeran Zhu Qui.
"Kau... sedang apa kau di paviliunku?" tanya Xiao Tan heran dengan kedatangan Pangeran ke-2 itu
Pangeran Zhu Qui tersenyum dan mendudukan dirinya tepat disamping Xiao Tan
"Kau tidak perlu risau tentang Zian Wei, ini adalah kesempatan bagimu untuk bisa berpisah darinya" ucapnya dengan penuh kebahagiaan
"Maksudmu?" tanya Xiao Tan bingung
"Tan'er apa kau tidak mengerti?" Pangeran Zhu Qui memegang kedua bahu Xiao Tan
"Dengan begitu kita bisa bersama" ucapnya tersenyum bahagia
"Kau dan Aku, dan janjiku padamu Tan'er"
Xiao Tan benar-benar tidak mengerti bagaimana bisa Pangeran Ke-2 memikirkan hal bodoh seperti itu, Xiao Tan melepaskan tangan Pangeran Zhu Qui
"Yang mulia, kupikir diantara kita sudah tidak ada lagi apapun, aku... adalah istri Zian wei, jadi ku harap kau bisa menyudahi ide gilamu itu! dan ya, tentang janji yang pernah kau ucapkan dulu... sungguh aku sudah tidak mengingatnya lagi"
seketika Pangeran Zhu Qui tersentak mendengarnya "Tan'er bicara apa kau ini? bukankah kau juga menyetujui itu, kau mencintaiku bukan? Tan'er ingatlah kau dan aku dulu tak terpisahkan" Pangeran Zhu Qui memegang pipi Xiao Tan
Astaga Dia ini benar-benar membuatku kesal... batin Xiao Tan kesal
"Yang mulia! tolong sadarlah, kau sudah memiliki Permaisuri, Aku bukan Tan'er yang kau kenal lagi" Xiao Tan beranjak pergi meninggalkan Pangeran Zhu Qui yang diliputi kekecewaan
.
****
.
malamnya Xiaoling tampak sedang menunggu kedatangan Pangeran Zian ke kamarnya, wajahnya tertutupi kain merah, nampaknya Ia merasa gugup, beberapa kali ia mencengkram tangannya sendiri.
"Apa yang mulia masih di aula?" tanya Xiaoling pada pelayannya
"Sepertinya begitu Nona"
Disisi lain Pangeran Zian yang sudah mabuk berjalan tak tentu arah, beberapa pengawal menggiringnya menuju kamar pengantin namun tampaknya ia terus saja menolak
"Hei aku bisa berjalan sendiri, kalian pergilah!!" ucapnya dengan mata sedikit tertutup, para pengawal yang takutpun memilih membiarkannya
Pangeran Zian terus berjalan di kegelapan menuju sebuah paviliun yang ia pikir adalah tempatnya bersama Xiaoling
Bruk bruk
Ia menggebrak pintu kamar itu, namun tidak ada yang membuka
"Hei Xiaoling bukalah! aku mengantuk" ucap Pangeran Zian yang berusaha berdiri tegak
Brak
Pangeran Zian terjatuh ketika pintu yang Ia pukul pukul terbuka
"Astaga! Yang Mulia!!" Sedang apa dia disini?
Xiao Tan yang merasa bingung akhirnya membantu Pangeran Zian berdiri dan membawanya masuk, Ia berusaha memapah tubuh suaminya itu hingga terjatuh ke ranjangnya
Brukk
mereka terjatuh secara bersamaan, Xiao Tan terjatuh diatasnya membuat Ia merasa canggung, ketika Ia hendak bangun namun tangan Pangeran Zian memeluk tubuhnya
Grepp
"Xiaoling dengarkan aku, aku.. hanyaaa menikahimu karna perintah ayahku agar rumor tidak menyebar, kau akan selalu menjadi adikku, kau tenang saja" Pangeran Zian membuka matanya dan menangkup wajah yang ada di dadanya itu
"Tapi...kenapa wajahmu seperti Xiu Tan'er?" ucapnya dengan bingung, Pangeran Zian memincingkan matanya untuk memperjelas penglihatannya "Kau tampak mirip sekali dengannya hahah konyol sekali" ucapnya dengan tertawa sementara Xiao Tan mengerucutkan bibirnya kesal.
"Dasar bodoh aku memang Xiu Tan'er!!"
.
.
.
.
Hai 👋 maaf ya klo cerita ini gak seru 😁 dan baru update setelah sekian lama karna ya aku pnya kesibukan di realife dan kdg juga ga sempet ngehalu 😂 jd klo ga suka bisa di skip 🙏😊
.
.
#SalamPenulisAmatiran😁