Sepeninggal Ibunya , Anne dibesarkan oleh Ayahnya , Antonio . Anne tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tangguh . Namun , berbagai macam peristiwa tak menyenangkan ia alami sejak ayahnya menikah lagi .
Kebahagiaan dan kesedihan silih berganti , hingga akhirnya ia menerima cinta sang kakak yang telah lama menaruh perasaan padanya . Namun , kebahagiaannya harus luntur seketika saat masalah demi masalah datang menerpa hidupnya hingga ia berada di titik terberatnya .
Bagaimana kelanjutan kisah Anne ? Mari membaca !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Nur Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
" Apa yang terjadi dengan nyonya Marlyn , mengapa wajahnya terlihat begitu lesu dan sedih ? " Tanya Anne penasaran .
" Aku telah memberitahukan semua kebenarannya padanya . Sungguh Erika adalah seorang pembohong ulung " Jawab Allen .
Anne memalingkan wajahnya sejenak mencari cela untuk memulai pertanyaannya .
" Apa yang terjadi padamu ? Matamu berkaca-kaca " Ujar Allen yang melihat jelas air mata Anne yang hampir jatuh dari mata indahnya .
Anne mendengus pelan dan kembali menatap wajah suaminya itu . " Jadi , apa kau ingin kembali bersama ku ? " Tanya Anne dengan penuh harap .
" Ya , itu pasti " Jawab Allen seraya tersenyum hangat .
" Apa kau tidak akan meninggalkan kami lagi ? " Tanya Anne lagi .
" Aku seorang laki-laki , aku harus memikul tanggung jawabku yang begitu besar sebagai seorang ayah . Tidak mungkin aku tega menelantarkan istri dan anak-anakku sendiri " Jawab Allen berusaha meyakinkan Anne .
" Tetapi ingatanmu bahkan belum kembali " Ucap Anne ragu-ragu .
" Tidak masalah ingatan itu perlahan akan kembali , aku percaya kau adalah wanita yang jujur "
" Terima kasih Allen , terima kasih " Anne benar-benar tidak menyangka bahwa usahanya tidak akan sia-sia kali ini . Pernikahan Allen dan Erika benar-benar batal dan ia berhasil merebut kembali pria itu dalam pelukannya .
Anne dan Allen melangkahkan kakinya beriringan menuju tempat parkir . Terlihat jelas di antara keduanya ada rasa canggung seperti sepasang muda mudi yang baru berpacaran . Sesekali Allen menatap wanita di sampingnya itu dengan gugup . Jantungnya tidak henti-hentinya berdegup kencang . Bahkan , ia bingung harus bagaimana mencairkan suasana canggung ini .
Dibukakannya pintu mobil untuk wanita itu dengan senyuman yang tersungging di bibir sexy nya .
" Ehem , mengapa jadi kikuk begini yah ? " Tanya Allen seraya menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal .
Anne hanya tersenyum hambar sembari melihat-lihat kukunya .
" Apa kau sudah sarapan ? " Tanya Allen sambil terus mengemudikan mobilnya .
" Be-belum " Jawab Anne ragu-ragu .
" Baiklah , kita sarapan dulu " Allen segera membawa mobilnya menuju ke sebuah restoran .
Setelah sampai , Allen memilih meja VVIP untuknya dan Anne .
" Bukankah kita hanya sarapan ? Mengapa pilih meja VVIP ? " Anne merasa bahwa ruangan VVIP sangatlah berlebihan untuk sekedar sarapan .
" Aku tidak ingin senyuman mu di nikmati oleh pengunjung lain " Jawab Allen dengan suara khasnya .
" Yaah , alasan yang cukup masuk akal " Balas Anne yang dibuat salah tingkah oleh jawaban Allen barusan .
Setelah makan , mereka tidak segera beranjak dari tempat duduk masing-masing karena Anne masih memesan sesuatu . Tak berselang lama , pelayan pun datang dengan membawa kue tart mini yang dihiasi lilin di atasnya.
" Selamat ulang tahun Allen " Ucap Anne dengan nada bergetar .
" Apa benar hari ini ulang tahunku ? " Tanya Allen yang tidak percaya .
" Yah benar , sekarang usiamu genap 29 tahun. Aku tidak menyangka tahun kemarin aku merayakan ulang tahunmu tanpa kehadiranmu serta dengan air mata kesedihan . Dan ... Di tahun ini , ternyata aku harus terharu karena tahun ini kau telah berada di depanku "
Allen hanya membelalak kaget karena tanggal ulang tahunnya sendiri ternyata juga di palsukan oleh Erika . Bahkan , hari ulang tahun yang di tentukan sama dengan ulang tahun Erika .
" Terima kasih Ann , aku bahagia " Ucap Allen seraya tersenyum bahagia ke arah Anne .
" Aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena sudah mau kembali " Ujar Anne dengan air mata bahagianya kali ini .
***
Di rumah sakit
Hari ini Airy sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit karena kondisinya yang sudah membaik . Namun , kabar tida mengenakkan datang dari Ester yang ditugaskan untuk menjaga Arron dan Airy selama Anne pergi .
" Arron sama Airy , ikut bibi ke desa yah , mau tidak mau bibi harus membawa kalian kalau tidak , siapa yang akan menjaga kalian . Saudara bibi baru saja meninggal tadi pagi " Ucap Ester dengan mimik wajah sedihnya .
" Baik bibi , Arron mengerti situasinya " Balas Arron .
Hari ini juga mereka bergegas pergi menuju kampung halaman Ester yang berada di desa yang terisolasi . Bahkan saking terisolasinya signal sangat sulit untuk di peroleh di desa itu . Ester pun hanya mendapatkan berita duka itu melalui salah satu tetangganya yang kebetulan ke kota hari ini . Dan fatalnya , ia lupa untuk memberitahu Anne tentang anak-anak yang ikut dengannya ke desa .
🌫️
" Allen apakah kau akan ikut denganku ? " Tanya Anne saat sedang mengemasi barang-barangnya .
" Hhmmm sepertinya aku akan menyusul mu minggu depan , karena masih ada beberapa pekerjaanku yang belum selesai " Jawab Allen seraya mengambil tempat duduk di sisi ranjang kamar yang Anne tempati .
" Baiklah , aku tunggu "
" Sampaikan salam ku pada anak-anak besok " Ucap Allen .
Wajah Anne merona seketika , sikap manis yang sangat ia rindukan sejak bertahun-tahun lamanya .
" Ehm iya " Balas Anne tanpa mampu menyembunyikan perasaan gugupnya .
" Wanita itu sangat manis jika sedang gugup " Allen mencoba menggoda istrinya itu .
" Aku , aku sama sekali tidak gugup " Bohong Anne .
Allen bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di depan Anne . Cup . Satu kecupan mendarat tepat di bibir ranum wanita itu .
" Itu tandanya jangan coba-coba berbohong padaku " Ujar Allen sembari menatap lekat ke arah Anne .
" Aku , aku tidak ... " Ucapan Anne terpotong seketika saat Allen kembali mendaratkan kembali bibirnya di bibir Anne . Namun kali ini berbeda , bukan kecupan melainkan ******n yang sangat menuntut .
Anne mencoba melakukan perlawanan , namun semuanya sia-sia karena Allen telah mengunci pergerakannya .
" Berbohong lah , agar aku bisa melakukan tindakan yang lebih jauh dari ini " Allen melepaskan ******nnya .
" Tujuh tahun kita tidak pernah sedekat ini , jelas saja aku gugup . Itu hal yang wajar " Tukas Anne seraya memanyunkan bibirnya karena kesal .
" Lagi pula , kita sepasang suami istri , jadi sah sah saja bagiku melakukan itu " Tandas Allen .
" Tidak " Pekik Anne seraya menatap intens kearah suaminya itu .
" Mengapa tidak ? "
" Karena ingatanmu belum kembali , aku juga tidak yakin kau masih mencintaiku atau tidak " Jawab Anne dengan sedikit rasa kecewa dalam hatinya .
" Cinta itu bisa tumbuh jika kita selalu sering bertemu . Aku menyayangimu " Ucap Allen seraya mencium kening Anne dengan lembut .
Jantung Anne berdebar kencang , akhirnya kesabarannya berbuah manis . Semua ini akan menjadi hadiah terindah untuk anak-anaknya nanti saat ia sudah tiba di kotanya .
" Tidurlah , besok kau akan bangun lebih pagi " Titah Allen pada istrinya itu .
" Iya " Jawab Anne singkat .
" Maaf , aku belum bisa menemanimu tidur malam ini , karena aku masih ada urusan pekerjaan . Besok aku akan menemui mu di bandara " Jelas Allen .
Anne hanya mengangguk paham sembari terus menatap wajah tampan suaminya itu .
" Jika ada sesuatu , telepon aku " Ucap Allen seraya menggenggam jemari lentik Anne .
" I love you " Ekspresi seriusnya kini berganti seketika dengan senyuman nakal yang cukup untuk membuat Anne merasa kesal .
apa yg akan dilakukan ane ya,apa dia akn kuat atw minta pisah..???