NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Cintamanis / Tamat
Popularitas:237.8k
Nilai: 5
Nama Author: kristina saragih

Keinginan Nita untuk segera punya menantu sepertinya belum dapat diwujudkan oleh Roi. Sikap dingin dan orang yang gila kerja membuatnya tidak tertarik dengan kaum Hawa. Hingga suatu hari ia bertemu dengan Silvia, perempuan cantik dan berdarah batak pula. Silvia adalah paribannya, tempat tinggal yang berbeda membuat Roi dan Silvia tidak begitu dekat, padahal mereka saudara.
Akankah Keinginan Nita terwujud menjadikan Silvia jadi menantu dalam keluarga Chen? Bagaimana dengan kekasihnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristina saragih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ester

Silvi masih duduk dengan cuek ketika Roi pergi meninggalkannya, dan Ester sekretarisnya itu selalu saja lengket kemanapun Roi pergi.

*Mengapa aku jadi bodoh begini, bukannya Roi itu tunanganku, kenapa pula Ester yang selalu dekat dengannya

Arghhh..apa yang kupikirkan , apa aku sedang cemburu, Oh..no*...Silvi menggeleng- gelengkan kepalanya, lebih baik aku selesaikan pekerjaanku, lebih cepat lebih awal aku pergi dari ruangan ini, batin Silvi

Setelah lebih tiga jam sendiri, Silvi asyik dengan beberapa pekerjaannya. Ia tidak menyadari sedari tadi Adnan memperhatikannya.

" Adnan." ucap Silvi, ia baru saja melihat sosok Adnan yang berdiri di depan pintu dengan tatapannya yang dingin.

" Ntah dari mana kau, aku lelah melihat semua pekerjaan ini. " lanjut Silvi dengan muka masem

" Aku mendampingi tuan Roi meeting, kalau kau sudah lelah, istrahatlah dulu, atau mau aku traktir makan siang ? "

" Kau sedang menyogokku. Aku masih marah padamu, kenapa kau nga kasih kabar dari pagi."

" Eii..nona Silvi, atasan kita Roi, perintahnya lebih utama, tak usah kuberitahu seharusnya kamu ngerti dan kerjakan saja tugasmu."

" Setidaknya kau masih menganggapku rekan kerjamu." Silvi membereskan kertas-kertas yang baru saja selesai di printnya, ia masih mode marah.

" Oke...oke...aku salah. Tapi setidaknya aku ingin mengajakmu makan siang, sebagai permintaan maaf, bisakah kita menjadi teman ?" Adnan mengacungkan jari kelingkingnya tepat dihadapan muka Silvi.

Silvi tersenyum dan mengaitkan jari kelingkingnya di jari Adnan.

" Kita teman." lalu mereka berdua tertawa lebar

" Sedang apa kalian ? Aku menggaji orang untuk bekerja." Suara bariton itu membuat kedua orang dihadapannya terkejut.

" Tuan Roi." Adnan membungkukkan sedikit badannya memberi hormat, Silvi menatap Roi dengan sedikit malu.

" Keluar Adnan. Aku ingin bicara dengan Silvi." suara Roi membuat Adnan dan Silvi sedikit ketakutan

Silvi masih menatap Roi dengan pandangan yang menginterogasi, kira-kira apa yang akan dilakukannya batin Silvi.

" Kau menyukainya ? "

" Siapa ? "

" Adnan. Tawamu lebar sekali di dekatnya."

" Apa ketawa dilarang di perusahaan ini ? Aku tidak melakukan sesuatu yang tabu. " Silvi malas bertatapan dengan Roi. Ia kembali duduk di kursi kerjanya.

Silvi mengumpulkan file yang di printnya tadi kemudian dimasukkan ke maaf, ia berjalan menuju meja kerja Roi.

" Ini laporan hari ini." Silvi meletakkan maf biru yang dipegangnya di meja Roi.

" Besok hari libur kerja, aku mau nginap di rumah opung Robert. Nanti tulang David menjemputku sepulang kerja" lanjut Silvi kemudian kembali ke meja kerjanya membereskan file-file yang akan menjadi dokumentasi.

" Malam ini aku ingin pulang ke rumah. Batalkan saja kerumah opung Robert. Lain kali kita pergi bersama." ucap Roi sambil membubuhkan tanda tangan di laporan yang diserahkan Silvi.

" Aku sudah janjian dengan tulang David, Aku tidak bisa membatalkan."

" Silvi." tegur Roi dengan nada kesal.

" Aku ingin bicara denganmu, dan kita akan bicara di rumah." lanjutnya kemudian

" Katakan saja disini, nanti atau sekarang sama saja, tidak ada orang lain. O, ya aku akan pindah ke perusahaan papa, besok aku mau lihat-lihat dulu ke sana."

" Kenapa kau ingin kerja di sana ?"

" Tidak ada alasan khusus, bagiku asal tidak diam dan bengong saja."

" Bukankah disini kau juga sudah bekerja?"

" Argh. Kurasa disana lebih nyaman, lagi pula aku ngak mau terus-terusan mengganggu kalian."

" Siapa maksudmu, Ester ?"

" Nga usah bertanya kalau sudah tahu jawabannya." Silvi kembali duduk di kursinya, dan mulai menyelesaikan pekerjaannya.

Roi masih menatapnya dengan kesal. Ia mengetuk-ngetukkan pulpen yang dipegangnya ke meja, sambil berpikir mungkinkah Silvi cemburu, sehingga ia memilih pindah bekerja, bagaimana kalau tidak, hubunganku dengan dia akan semakin jauh, Roi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Bersambung

1
Rini Haryati
BAGUS
kriwil
mau kerja sama atau nawarin jalang 😅
kriwil
edi ini kayak nya pcr si silvi,tanya dong emang boleh ya keponakan di jodohkan serius nanya
antha mom
suka banget sama ceritanya,, 👍
antha mom
💪💪💪 semangat thor
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Harnio Kenan Alvaro
buat Silvi pergi menjauh
Harnio Kenan Alvaro
yang kuat Boru Sinaga
Harnio Kenan Alvaro
udah ngebet ini pariban
Harnio Kenan Alvaro
CEO bucin ...
Harnio Kenan Alvaro
hahahah togar langsung to the poin
Harnio Kenan Alvaro
aku padamu roi
Harnio Kenan Alvaro
hajarrr roi
Harnio Kenan Alvaro
hormat kau Roy sama tulang mu
Harnio Kenan Alvaro
langsung ikat pariban mu roii
Harnio Kenan Alvaro
Pepet terus roi
Harnio Kenan Alvaro
jgan galak2 pariba gitu donk ROI
Harnio Kenan Alvaro
semangat
Hera Farida
siapa yg ga kesel udah tunangan malah nemplok sama cowo lain
Hera Farida
cewenya murahan sana sini mau di pegang2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!