NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Aidenmelihat

Mine duduk di taman belakang rumah Catherine menatap ke danau buatan yang ada

di sana. Ia berjalan mendekati Mine dan duduk di kursi yang di duduki Mine.

"Masih

marah pada Uncle?" tanya Aiden membuat Mine menoleh padanya dan

menggelengkan kepalanya.

"Kalau

begitu, kamu mau mendengarkan penjelasan Uncle?" tanya Aiden.

"Tapi

nggak akan bohong?" tanya Mine dengan polosnya membuat Aiden tersenyum.

"Janji."

Aiden mengangkat tangannya di sebelah kepala nya sebagai tanda ia berjanji.

"6

tahun lalu. Aku bertemu dengan Mommy Catherine dalam perjodohan yang di buat

oleh kedua orang tua kami. Sejak awal aku mengatakan padanya kalau aku sudah

memiliki wanita yang aku sukai dan akan menikahinya. Mommy Catherine paham dan

dia pun tidak menerima perjodohan itu," ucap Aiden.

"Waktu

berjalan begitu saja dan kami kembali di pertemukan dalam acara jamuan

perusahaan. Dari sana kami pun memutuskan untuk berteman karena kami merasa

cocok satu sama lain," seru Aiden. "Sampai suatu hari aku mabuk

karena patah hati telah di khianati. Aku salah mengenali wajah. Aku pikir Mommy

mu yang saat itu ingin menolongku malah aku anggap sebagai wanita yang sudah

mengkhianatiku. Aku menyakitinya," seru Aiden terdiam sesaat seakan

memilih dan memilah kata supaya Mine memahaminya.

"Sejak

saat itu aku tidak bisa menemui Mommy mu lagi. Dia pergi tanpa jejak dan kabar.

Aku tidak menyangka kepergiannya itu menyembunyikan fakta tentang dirimu.

Ternyata dia hamil kamu dan pergi menjauh dariku. Aku sungguh tidak menyangka

dia sedang mengandung anakku." Kini Aiden menoleh ke arah Mine yang juga

menatapnya.

"Maafkan

aku Mine. Aku pantas kamu benci, aku bukanlah ayah yang keren dan baik seperti

yang kamu inginkan. Aku sudah membuatmu juga Mommy terluka dan menanggung semua

beban ini selama bertahun-tahun. Maafkan aku."

Aiden

terlihat berkaca-kaca menatap ke arah Mine. Ia ingin menangis dan menyesali

segala perbuatannya di masa lalu.

"Apa

aku boleh bertanya satu hal," tanya Mine.

Aiden

mengangguk. "Tanyakanlah apapun itu," seru Aiden.

"Apa...

Apa kamu mencintai Mommy Catherine?" tanya Mine membuat Aiden terpaku.

"Apa

kamu dan Mommy bisa bersama?" tanya Mine dengan mata polosnya.

Aiden

bergeser mendekati Mine dan mengambil tangan imutnya.

"Apa

yang kamu tau tentang mencintai?" tanya Aiden pada Mine.

"Itu-"

Mine terdiam sesaat seakan memikirkan sesuatu. "Kata Mommy Eve mencintai

itu ingin saling memiliki, bersama saling mengasihi dan hidup bahagia. Apa kamu

mencintai Mommy?" tanya Mine.

Aiden

tersenyum seraya mengusap kepala Mine. "Aku mencintai nya dan ingin

bersamanya selamanya," ucap Aiden membuat mata Mine melebar dan terlihat

bahagia.

"Beneran?"

"Iya.

Aku ingin bersama dengan kalian," ucap Aiden.

"Daddyy...."

Mine langsung meloncat memeluk Aiden dengan sangat bahagia. "Daddy... Mine

sayang Daddy..."

Mendengar

panggilan itu hati Aiden berdebar cepat dan ia merasa terharu hingga air

matanya jatuh membasahi pipinya. Ia tidak menyangka akan di panggil Daddy.

"Terima

kasih," gumam Aiden mengecup kepala Mine.

Mine

melepaskan pelukannya dan menatap Aiden. Ia tersenyum lebar seraya mengusap air

mata di pipi Aiden.

"Jangan

menangis Dad. Mine seneng banget punya Daddy tampan, baik dan keren kayak Daddy

Aiden," serunya sangat antusias.

Sebahagia

inikah seorang anak bertemu dengan Daddy nya...

"Daddy

juga bahagia banget punya anak yang cerdik, cantik dan sangat imut seperti

Mine," ucap Aiden mencubit hidung Mine pelan membuat Mine terkekeh.

"Jadi

sudah tidak akan menangis lagi seperti kemarin?" seru Aiden. "Daddy

sangat ketakutan dan khawatir melihat kamu menangis seperti kemarin," ucap

Aiden.

"Tidak

akan Daddy. Mommy Eve sudah jelasin semuanya sama aku. Jadi aku nggak akan

marah lagi sama kalian," serunya tersenyum menggemaskan.

"Syukurlah.

Mommy mu pasti bahagia dan lega melihat kamu tidak marah lagi," seru

Aiden.

Mine

mengangguk senang.

"Mau

bertemu Mommy?"

Mine

kembali mengangguk dan Aiden membawanya ke dalam gendongannya.

"Ayo

temui Mommy...." Mine terlihat sangat bahagia dalam gendongan Aiden.

"Daddy,

nanti Daddy yang antar jemput Mine ke sekolah yah. Supaya temen-temen Mine tau

kalau Mine punya Daddy yang tampan dan keren," serunya membuat Aiden

terkekeh.

"Baiklah

tuan putri...."

Begitulah

takdir mengantarkan Aiden yang awalnya tidak memiliki alasan untuk hidup dan

tujuan untuk hidup. Kini dia memiliki banyak alasan untuk tetap bertahan hidup

dan menjalani hidupnya menjadi lebih baik. Semua ini berubah karena dua wanita

spesial yang datang dalam hidup nya dan mampu membolak balikkan hidupnya yang

awalnya hampa, kelabu kini penuh warna.

Aiden

bersyukur karena Tuhan tidak berpaling padanya. Aiden tidak akan menyia-nyiakan

kesempatan kedua ini untuk membawa hidupnya menjadi lebih baik bersama dua

wanita yang dia cintai.

Mereka

berdua sampai di rumah sakit dan terlihat Catherine duduk di atas kursi roda.

Ia terlihat melamun menatap keluar jendela ruangannya dimana mampu

memperlihatkan arus lalu lintas. Salju tampak sudah mulai berhenti.

"Mommy..."

Catherine

terpekik saat tangan imut memeluknya dari samping.

"Mine?"

seru Catherine sangat bahagia menarik Mine ke dalam pelukannya.

"Maafkan

Mommy, hikzz..." Catherine menangis dalam pelukan Mine. "Mommy sadar,

Mommy begitu egois tidak memikirkan mu. Mommy telah membohongimu dan

menyembunyikan semua ini," isak Catherine.

"Tidak

Mom. Mommy jangan menangis," seru Mine.

Catherine

melepaskan pelukannya dan menatap Mine dengan sayang.

"Maaf

karena Mommy belum bisa menjadi ibu yang baik untuk kamu. Mommy sering

meninggalkanmu sendiri dan sibuk bekerja. Maaf Mommy tidak bisa selalu ada di

samping kamu saat kamu butuh Mommy," isak Catherine.

Tangan

kecil Catherine terulur mengusap air mata di pipi Catherine.

"Tidak

Mom. Mommy itu ibu terkuat dan hebat di dunia. Mine beruntung punya Mommy kayak

Mommy. Mine sayang Mommy..." Mine memeluk Catherine dengan penuh sayang

membuat Catherine tersenyum lega.

"Kamu

sudah memaafkan Mommy?" tanya Catherine.

"Iya

Mom. Jangan bohongi Mine lagi," ucap Mine.

"Mommy

janji." Catherine mengecup puncak kepala Mine dengan sayang.

Aiden

yang berdiri tak jauh di belakang mereka hanya bisa tersenyum haru melihatnya.

Kali ini dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga mereka berdua.

Dia tidak akan pernah meninggalkan mereka berdua lagi.

"Daddy..."

Panggilan

itu menyadarkan Aiden dari lamunannya. Mine berjalan mendekati Aiden dan

menarik tangannya untuk mendekati Catherine yang sudah berbalik ke arahnya.

Aiden

sudah berdiri di hadapan Catherine saat ini. Mata mereka bertemu satu sama lain

dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Begini..."

Aiden

dan Catherine di buat kaget saat tangan mereka berdua di satukan oleh Mine yang

tersenyum melebar melihat mereka berdua.

"Mine

ini-?" seru Catherine menatap Mine dengan bingung.

"Ayo

kalian cepat menikah. Biar kita bisa tinggal bersama," ucap Mine dengan

nada ceria.

Deg

Catherine

terpaku di tempatnya. Ia menatap ke arah Aiden yang hanya mengusap kepala Mine.

Catherine

menarik tangannya begitu saja membuat Mine dan Aiden melihat ke arahnya.

"Mom?"

"Mine,

pernikahan bukanlah sebuah permainan. Tidak bisa di paksakan begitu saja,"

ucap Catherine.

"Cath-"

Aiden ingin membuka suara tetapi Catherine menggelengkan kepalanya.

"Maaf.

Aku tidak bisa menikah denganmu, Aiden." Catherine memalingkan wajahnya.

Deg

Aiden

hanya bisa terpaku di tempatnya.

Di

tolak lagi...?

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!