" Gue jadi pembantu .... arrrrrrrrrr "
Gimana jadinya seorang anak sultan jadi ART⁉ Penasarankan,Ikuti terus kisahnya,bagai mana ribetnya mengurus dua bayi besar sekaligus padahal dirinya bukanlah babysister.
Dan bagai mana pula kisah cinta mereka akan berjalan jika mereka dipertemukana dengan keadaan sedemikian membingungkan.
Akan kah Diandra bisamenerima perasaan cinta itu dan akan kah Dimittriv benar - benar membuka hatinya untuk wanita lain jika dihati terkecilnya masih ada sosok Isbel mantan istrinya.
Lalu bisakah Diandra meluluhkan hatinya disaat dirinya tak yakin cintanya bersambut.
🐼🐼 Pantengin terus ya mentemen ceritanya 🐼🐼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cipand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
...AKHIRNYA KEMBALI...
" Mamaaaaaaaahhhhhh" seru Dirtty yang langsung turun dari gendongan sang oppa saat melihat Dian yang baru saja turun dari taxi.
Dirtty tengah digendong sang oppa karna terus saja menangis sedari tadi bangun hingga sekarang.Dirtty selalu saja menanyakan keberadaan mamahnya dimana.
Semua yang ada dirumah Diwangkara merasa bingung harus bilang apa lagi saat Dirtty sudah ngambek bahkan terkadang susah buat makan.
Kadang Dimittriv ditlpon hanya untuk menenangkan anaknya saat rewel mengingat Dian,bahkan terkadang sampai diminta untuk pulang kalau Dirtty sudah tak mau makan.
Karna hanya dengah bujukan Dimittrivlah Dirtty mau makan.
Surya dan Syafitri pun tak bisa berbuat apa - apa karna Dian memperpanjang liburnya dengan alasan bahwa dia terserang demam.
Dian mempersempit jaraknya dengan berlari kecil karna Dirtty berlari kearahnya.
" Mama... ma..ma...Hiks...hiksss" ucap bocah gembul itu sambil menangis mata hezelnya mengeluarkan cairan bening.
" Ouhhhh... Sayang .. Kok nangis..." ucap Dian sambil menggendong Dirtty dan tangan satunya membawa tas yang lumayan besar entah apa isinya.
" Mama... Ity.. Tanen mama " ucapnya
" Ouhhhh... Mba juga kangen Dir ko ... ouhhhh ..cucup ... cucuppp... jangan nangis lagi ya " ucap Dian berusaha menenangkan anak gembul itu.
" Bapak " ucap Dian seraya membukan tubuhnya memberi hormat.
" Kamu sudah sembu Dian ?" tanya Surya
" Alhamdullilah pak sembuh " jawab Dian
*
Pagi ini Dian kembali beraktivitas seperti biasa kembali dia memasuki kamar yang hampir dua minggu ini tak dijamahnya karna dirinya baru pulang.
Jam menunjukan pukul 04.45 Wib,itu artinya si penghuni kamar sudah tak ada ditempat,karna biasanya jam segini Dimittriv sudah berada dimasjid solat subuh berjamaah bersama sang ayah.
Dian bergegas masuk kedalam Walk In Closet untuk menyiapkan keperluan Dimittriv,namun Dian dibuat kaget saat dirinya membuka lemari pakaian Dimittriv.
" Ya tuhan ... Sejak kapan didalam lemari ada gempa " gumam Dian saat mendapati lemari pakaian tuan mudanya itu telah porak - poranda.
" Apa kemeja kerjanya ada yang selamat ?" tanya Dian yang dibalas oleh kesunyian ruangan ganti itu.
Dian memilih kemeja yang masih bisa dipakai untuk kerja beralih ke jas dan celana bahan,setelah itu Dian beralih kelaci dasi dan kaus kaki Dimittriv dan Dian pun dibuat kaget pula karna tak hanya lemari pakaiannya saja yang porak - poranda.
Tapi laci dasi dan kaus kaki tuannya pun telah hancur lebur.
" Astaga... Ini ulah manusia atau hewan sih atau jangan - jangan ada angin topan lagi didalam laci " celoteh Dian tak bermutu.
Dian memilih kaus kaki dan dasi lantas beralih ke lemari sepatu dan hal yang sama pun terjadi membuat Dian menepuk jidatnya.
Gemas rasanya melihat semuanya berantakan tak beraturan ditempatnya,benar yang dibilang rani barusan bahwa dirinya pasti kaget saat melihat Walk In Closet milik Dimittriv.Ternyata sudah ada yang membom isinya hingga tak beraturan.
Dian melihat jam yang tergantung apik didinding ruangan itu,masih jam 5.15 wib pikirnya,Dian bisa menyelesaikan ini dulu sebelum Dimittriv datang.
Biasanya Dimittriv setelah solat langsung olahraga pagi baru setelah itu bersiap ke kantor,itu kebiasaan Dimittriv dan tadi Dian juga sempat melihat pakaian olahraga yang sudah disiapkan diatas tempat tidur.
Jadi dia berfikir Dian bisa menyelesaikan membereskan kekacawan itu sebelum Dimi ada didalam kamarnya.
Dian mulai menggantung paian kerja yang hendak Dimi pakai agar tak lecak lagi,dan menggantungnya ditempat biasa menggantung pakaian yang memang tidak bisa untuk dilipat karna tingkat kelecekan pakaian tersebut.
Dian mulai mengeluarkan isi lemari sepatu dimittriv untuk menyusun kembali sepatu itu,fikirnya jika dimulai dari pakaian yang mesti dilipat itu tak mungkin karna Dian memutuskan untuk menyetrika ulang kemeja - kemeja kerja itu agar licin dan rapih seperti semula.
*
Baru 15 menit Dian berkutat dengan laci sepatu Dimittriv,Dian dikagetkan dengan suara pintu yang digeser dari luar.
Alangkah kagetnya Dimittriv saat mendapati seseorang tengah membereskan lemari sepatunya,karna suara yang bergeser Dian membalikan tubuhnya untuk melihat ada siapa.
" akhhhhhh " teriak Dian lantas langsung berbalik keposisi semula.
" Ba...Pak ngapain disini?" tanya Dian tanpa menoleh kebelakang Dian benar -benar merasakan jantungnya berpacu,saking kagetnya melihat Dimittriv bertelanjang dada.
" Sa...Saya mau ngambil baju kerja saya lah"jawab Dimittriv ditegaskan suaranya agar Dian tak mendengar atau melihat dirinya yang sedikit shok karna adanya Dian diWalk In Closetnya .
" Ohh.... Kemeja bapa ada disebelah sana sudah saya satukan dengan jas dan celana,dasi dan juga kaus kaki dan sepatu ada tepat dibawahnya" jelas Dian sambil menunjuk arah dimana baju kerja Dimittriv yang dia gantungkan tadi.
Dimittriv berjalan kearah yang Dian tunjuk tadi lantas mengambil hanger yang berisi pakaiannya itu.
" Kenapa semuanya porak poranda seperti kapal pecah begini ?" tanya Dian saat Dimittriv hendak berbalik untuk keluar dari ruangan itu yang membuat Dimittriv kikuk itu.
" Ohhhh .... Itu kemarin dirtty main disitu " elak Dimittriv
" Hah... Kalau mau bohong tu yang masuk akal kenapa sih pak.. Ga mungkin kan aden kecil bisa sampe kerak lemari paling atas" ketus Dian masih terus dengan pekerjaannya membereskan sepatu tanpa melihat Dimittriv.
" Sudah lah tinggal kerjakan saja apa susahnya sih... Udah lah saya mau ganti baju dulu nanti saya telat lagi " ucap Dimittriv berlalu dari sana.
Dian mendengus kesal karna kelakun tuan muda itu yang sudah membuat pekerjaannya berlipat saja sepagi ini.
" Hadeh.... Kalau bukan karna ibu yang minta ga mau deh gue nyiapin keperluannya lagi,udah seneng - seneng teh Rani yang gantiin " gerutuh Dian.
Ya semalam saat dia merasakan tenggorokanya haus dian kedapur dan mendapati istri majikannya tengah minum juga,lantas berbicara bahwa keperluan Dimittriv selama dirinya tidak ada Ranilah yang mengganti kannya dan saat dirinya sudah kembali dia diminta kembali untuk mengurus Dimittriv.
" Dasar si Duga itu ga bisa apa buat gue tenang bekerja dikit aja ga usah buat gue jengkel sehari aja " gerutuh Dian sambil terus membereskan sepatu itu kembali
ketempatnya.
***
_Akhirnya tu bocah balik lagi._ Batin Dimittriv tanpa sadar,lesung pipinya yang hanya satu itu tercetak manis saat senyum dibibirnya merekah begitu saja karna Diannya kembali.
Diannya ? sejakapan Dian menjadi Diannya sudah berapa kali dirinya mengklaim bahwa Dian miliknya.