Tasya seorang wanita tegar dan baik hati yang hidup sebatang kara di kota besar, membuatnya harus hidup sendiri. tasya hanya memiliki seorang sahabat yang bernama monica, monica yang selalu membantu tasya jika mengalami kesulitan.
dan tasya hanya seorang pegawai toko roti, sudah satu tahun tasya bekerja sebagai pelayan toko. banyak pekerjaan paruh waktu yang di ambil oleh tasya, dia tidak mengenal lelah sedikitpun. yang ia tahu hanya dengan bekerja dia bisa bertahan hidup.
dulu tasya pernah kuliah disalah satu universitas ternama, karena masalah biaya tasya memutuskan untuk berhenti kuliah dan mulai fokus bekerja.
pada suatu hari tanpa disengaja tasya bertemu hans dan membuat hidupnya berubah cepat kilat. bahkan statusnya berubah menjadi seorang istri pengusaha terkaya di ibu kota.
pertemuan yang singkat dengan pria asing, bahkan tasya tidak mengenalnya. dan pria itu mengajak tasya menikah dan menjadikan tasya istrinya hanya untuk membuat mantan pacar pria itu meninggalkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memei Melita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
2 bulan setelah kepulangan tasya dari rumah sakit, hans diam-diam memberikan hadiah kepada tasya.
"sayang". panggil hans
karena tasya tidak menjawab ,hans terus-menerus memanggil tasya dengan lantang.
"sayang, kamu dimana? sayang". teriak hans
tasya yang dari kamar mandi langsung memukul lengan hans.
"ihh selalu teriak-teriak ya kamu, gak lihat zayyan masih tidur".
"aduhh.. aduhh sakit sayang, iya iya ampun,. maaf aku salah".
"ada apa sih pagi-pagi sudah teriak-teriak". ucap tasya
"taadaaa". hans memberikan sebuah kotak kepada tasya
"apa Ini ".
"buka dong sayang". ucap hans
tasya membuka kotak yang di berikan oleh hans.
"apa sih ini? ". sambil membuka
"tiket pesawat liburan ke hawaii? kamu seriusan ngasih aku hadiah liburan? hawaii itu jauh loh sayang, biayanya juga mahal". ucap tasya
"hei hei hei sayang, aku ini CEO perusahaan terbesar di Asia. punya banyak cabang perusahaan di luar negri, dan kamu masih mengkhawatirkan masalah mahalnya biaya". jawab hans yang heran dengan istrinya.
tasya tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan tentang kekayaan suaminya.
"kenapa kamu ketawa?". hans semakin heran
"segitunya kamu ngejelasinnya. iya iya sayang, aku tau kamu kaya. hampir 5 tahun kita menikah dan baru ini kamu ngajak aku liburan. aku pikir selama itu kamu ngumpulin uang untuk biaya liburan.maka dari itu aku bilang sangat mahal biayanya". tasya masih tertawa
"yaa.. kamu mengejekku ya". hans menggelikan pinggang tasya.
"gak gak sayang, makasih banget udah kasih aku hadiah". tasya memeluk hans
hans membalas tasya dengan ciuman maut di pagi hari, hingga tasya terjatuh di atas ranjang.
"mami". zayyan terbangun dan masuk ke dalam kamar tasya.
dengan gerakan spontan, hans melompat dan berlari ke kamar mandi.
"sudah bangun anak mami".
"papi kenapa mi? kenapa berlari? ". ucap zayyan
tasya tertawa sambil menutup mulutnya.
"papi lagi sakit perut sayang".
"mami, aku lapar".
"baiklah, ayo kita sarapan. sayang..
buruan keluar kita sarapan bareng". teriak tasya pada hans.
"iya sayang". jawab hans dari kamar mandi.
zayyan dan tasya menuju ke ruang makan dan makanan telah di sajikan oleh bik ijah.
"selamat pagi non,aden". ucap bik ijah.
"pagi juga bik ijah".
"mami, aku ingin makan itu". zayyan menunjuk ke Gurame asam pedas kesukaan hans.
"jangan sayang, itu terlalu pedas". jawab tasya.
"ini sudah bibik siapkan yang lain buat den zayyan, tidak pedas". bik ijah memberikan sepiring gurame bakar.
"wah terima kasih ibu ijah". jawab zayyan.
keluarga kecil tasya sudah terbiasa sarapan dengan menu yang berat karbohidratnya, karena hans dan zayyan sama-sama tidak menyukai roti dan susu di pagi hari.
"pagi sayang dan pagi sayang papi". hans mencium kening tasya dan zayyan.
"pagi papi". jawan zayyan dengan makanan penuh di mulutnya.
"pelan-pelan sayang makannya". ucap tasya
"zayyan sayang, papi kasih hadiah buat kamu dan mami, tadi mami sudah lihat hadiahnya". ucap hans
"apa hadiahnya". zayyan sangat senang ketika mendengar kata hadiah.
"papi mau ngajak mami dan kamu liburan ke hawaii". jawab hans.
"beneran mami kita akan pergi, hore hore hore".
"iya sayang". jawab tasya
"tapi kita perginya sekitar minggu depan, karena papi harus menyelesaikan kerjaan papi dulu". ucap hans
"hore... hore... hore... ". zayyan sangat bahagia ketika hans mengajaknya liburan.
hans dan tasya sangat bahagia melihat zayyan antusias saat di ajak berlibur.
"papi berangkat dulu sayang, kamu baik-baik dirumah sama mami, jangan nakal". hans menggendong zayyan dan menciumnya.
"iya papi". jawab zayyan dengan manjanya.
"hati-hati sayang di jalan". ucap tasya sambil mencium hans.
"iya sayang". hans berangkat ke kantor.
setiap pagi, seperti ibu-ibu rumah tangga lainnya, tasya selalu membereskan rumah, meski ada bik ijah tapi tasya juga membersihkan rumahnya sendiri.
"mami.. mami aku mau main kesana". ucap zayyan
"kemana sayang".
"itu mami, aku mau kesana". zayyan menunjukkan ke arah taman yang berada di bawah apartemennya.
"ohh kamu mau main ke taman itu".
"iya mami, bolehkan". zayyan berharap tasya mengizinkannya.
tasya dan zayyan berjalan menuju ke taman, zayyan terlihat bahagia ketika melihat taman dari dekat, begitu banyak anak-anak seusianya bermain di taman itu.
"jangan lari-lari sayang". tasya berteriak pada zayyan.
"iya mami". zayyan terus berlari mengitari luasnya taman.
tasya duduk di kursi taman sembari memandangi zayyan yang sedang menikmati bermainnya bersama teman-temannya.
angin yang menerpa pepohonan di taman begitu terasa sejuk, membuat rambut tasya berantakkan.
"mami".teriak zayyan sambil melambaikan tangannya.
tasya membalas lambaian tangan mungil zayyan sambil tersenyum padanya.
setelah 1 jam zayyan bermain, dia merasa lelah dan menghampiri tasya yang tengah duduk sendiri.
"gimana sayang mainnya". tasya membasuh keringat di kepala zayyan.
"seru mami, tapi aku udah lelah. ayo kita pulang". ucap zayyan.
"baiklah, karena anak mami sudah lelah, mari kita pulang". tasya menggandeng tangan zayyan dan kembali ke apartemen.
sesampainya di apartemen, zayyan langsung berlari menuju ke dapur untuk membuka kulkas.
"den zayyan, mau ngapain". ucap bik ijah
"aku haus bu". zayyan mengambil air mineral di dalam kulkas.
bik ijah hanya bisa tersenyum manis melihat zayyan yang kehausan.
"sayang, ayo mandi. kamu bau keringat habis main tadi". ucap tasya
"iya mami". zayyan berjalan ke arah kamarnya.
"mami bantu mandi ya". tasya membuka baju zayyan.
"jangan mami, aku mandi sendiri aja". ucap zayyan.
"loh kenapa sayang, biasanya juga mami yang mandiin kamu". tasya merasa heran.
"aku malu mami, aku kan udah besar".
"hei, kamu itu masih kecil, kamu akan tetap jadi jagoan kecil mami, jadi jangan malu-malu sama mami". tasya mendorong zayyan masuk ke kamar mandi.
"Mami... biarkan aku mandi sendiri". teriak zayyan
tasya tidak memperdulikan teriakan zayyan, dia terus menyiramkan air ke tubuh zayyan.
"anak mami sudah keren". tasya ingin mencium zayyan tapi di tolak.
"mami jangan sering-sering cium aku". zayyan protes pada tasya.
tasya merasa aneh kenapa zayyan selalu menolak apa yang tasya lakukan padanya.
setiap hari, zayyan selalu minta bermain di taman apartemen, tasya melihat begitu bahagia zayyan bermain dengan teman-temannya.
tasya mengahampiri zayyan yang sedang bermain dengan gadis kecil.
"sayang, ayo pulang. sudah terlalu lama kamu bermain, waktunya kita mandi". ucap tasya
"ihhh mami, aku sudah besar bisa mandi sendiri". jawab zayyan sambil menutup mulut tasya.
gadis kecil yang bermain dengan zayyan tersenyum manis mendengar percakapan tasya dan zayyan.
"cium mami sayang". tasya memajukan bibirnya mendekat ke zayyan.
"jangan cium aku mami".
tasya mengerti kenapa zayyan selalu menolak setiap tasya melakukan sesuatu padanya, karena gadis kecil yang bermain bersamanya.
"hmm kamu malu karena dia ya". tasya menunjuk ke arah gadis kecil
"ihh mami". zayyan tampak malu-malu
"ternyata sudah besar anak mami". tasya mengelus-elus kepala zayyan.
"jangan mami". zayyan melepaskan tangan tasya dari kepalanya.
"gadis kecil, zayyan pulang dulu ya, besok bermain lagi". ucap tasya
"iya tante". gadis kecil itu melambaikan tangan mungilnya.
zayyan yang terlihat malu-malu juga ikut melambaikan tangannya.
"nanti, mami mau ceritakan sama papi". goda tasya
"jangan mami". zayyan tersipu malu.
merka berjalan menuju apartemen, sepanjang jalan tasya selalu menganggu zayyan hingga ngambek.
malam harinya saat hans pulang, hans melihat keadaan rumah nya sepi tidak mendengar ada suara berisik antara zayyan dan tasya.
"kenapa sepi? zayyan... tasya... sayang... ".
hans terus memanggil tapi tidak ada jawaban.
hans berjalan menuju kamar zayyan, tapi kamar zayyan terlihat begitu gelap.
"HAPPY BIRTHDAY PAPI". teriak tasya dan zayyan dari balik pintu
hans menghidupkan lampu dan melihat zayyan dan tasya memegang kue Tart.
"wahhh papi dapat kejutan dari orang-orang tercinta". hans terlihat bahagia
"Happy birthday sayang, semoga panjang umur, sehat selalu, jadi suami yang baik dan sayang keluarga". ucap tasya sambil mencium hans
"selamat ulang tahun papi, semoga aku cepat dapat adik baru".
hans dan tasya tertawa mendengar ucapan zayyan yang menginginkan adik.
"terima kasih sayang, papi bahagia merayakannya bersama kalin". hans memeluk tasya dan zayyan.
mereka merayakan ulang tahun hans dengan memakan cake yang tasya buat sendiri.
"enakkan sayang cakenya". ucap tasya
"enak banget sayang, zayyan lagi cakenya". hans memotongkan cake untuk zayyan.
"sayang tau gak? anak kita ternyata sudah besar, dia sekarang malu kalau dimandikan oleh mami, bahkan sekarang tidak mau mami cium di depan umum". ucap tasya sambil tersenyum.
"kenapa sayang? ". tanya hans pada zayyan
"tidak papi, itu semua gak benar". zayyan malu menundukkan kepalanya.
"anak kita sudah punya teman papi, temannya gadis kecil". tasya terus menggoda zayyan depan hans
"ahh mami, jangan begitu. gak papi.. gak gitu".
"iya iya sayang". hans tertawa sambil mengelus kepala zayyan.
"apa kamu sudah selesai packing". ucap hans pada zayyan.
"sudah papi, aku sudah menyiapkan banyak baju dan mainan yang akan aku bawa besok". zayyan dengan semangat mengatakannya.
"kamu tau sayang, dia menyiapkan tiga koper untuk liburan". ucap tasya
"sayang, kenapa begitu banyak baju yang kamu bawa. kita disana akan belanja pakaian juga".
"benarkah papi, oke aku akan membawa satu koper saja". zayyan langsung berlari ke kamarnya.
"hans, kenapa kamu mengatakan seperti itu. kamu terlalu memanjakan dia". tasya tidak ingin hans terlalu memanjakan zayyan.
"tidak apa-apa sayang, itu hanya hadiah kecil untuknya selama liburan. lagian sebanyak apapun yang ingin dia beli, kartu kreditku tidak akan mengalami limit sama sekali". ucap hans.
"iya iya iya". jawab tasya sambil menggelengkan kepala.
( orang kaya mah bebas 😂😂 )
sebelum tidur, tasya selalu mengecek kamar zayyan dan melihat zayyan tidur.
"kamu sudah tidur sayang". bisik tasya sambil melangkah ke ranjang zayyan.
tasya melihat zayyan tertidur dengan memeluk foto keluarga. tasya menyelimuti zayyan dan mencium keningnya.
"selamat tidur anak mami, semoga mimpi Indah. I love you sayang". ucap tasya
tasya perlahan meninggalkan kamar zayyan dan pelan-pelan menutup pintunya.
"zayyan sudah tidur sayang". ucap hans
"sudah, begitu cepat dia besarnya". jawab tasya
"kenapa kamu sedih".
"aku tidak ingin dia begitu cepat tumbuh dewasa sayang, aku tidak ingin dia menjauh dariku". ucap tasya khawatir
"kenapa kamu berpikir seperti itu sayang, zayyan tidak akan melakukannya". jawab hans
"begitu dia dewasa, dia pasti sering bermain dengan teman-temannya, jarang ada di rumah, kuliah di luar negri dan jarang pulang".
"kamu terlalu jauh berfikirnya sayang, jangan berfikir seperti itu lagi ya. sekarang jalani saja, habiskan waktu sebanyak-banyaknya bersama zayyan dan buat kenangan Indah bersamanya. kenangan itu yang akan membuat dia terus ingin kembali kerumah ini". ucap hans
"janji padaku, kita akan sering berkumpul bersama dan membuat kenangan Indah bersama juga". tasya menatap mata hans dengan harapan yang baik.
"iya sayang, aku janji. ayo kita tidur. besok kita akan melakukan perjalanan untuk liburan".
keesokan harinya ...
"mami, ayo cepat". teriak zayyan
"sayang, buruan. nanti kita ketinggalan pesawat". hans juga teriak memanggil tasya
"iya iya.. ini mami sudah selesai". tasya keluar dengan membawa dua koper besar.
mereka semua buru-buru menuju ke bandara karena hampir telat.
"sayang, passpornya ada kamu bawa kan". tanya hans
"bukannya kamu yang pegang tadi malam".jawab tasya dengan wajah panik
"tidak ada sayang".
"jadi kemana dong, apa ketinggalan di rumah". ucap tasya
"apa? sudah tidak ada waktu lagi untuk kembali ke rumah".
hans dan tasya berdebat masalah paspor yang mereka lupa bawa.
"stooopp...". teriak zayyan
"kenapa sayang". jawab tasya
"mami dan papi jangan berdebat lagi. paspornya ada sama aku". zayyan mengeluarkannya dari tas kecilnya.
"ahh syukurlah". ucap hans sambil mengelus dada
"terima kasih sayang, anak mami pintar". tasya memeluk zayyan.
zayyan masih berumur 3 tahun tapi dia sudah sangat pintar bahkan nalarnya melebihi orang dewasa.
sesampainya di hawaii, hans sudah memesan sebuah villa mewah untuk keluarganya tinggal.
"sayang, kenapa begitu mewah villanya". ucap tasya
"ini semua agar kamu dan zayyan merasa nyaman. apa kami senang suka sayang".
"suka papi, aku sangat suka". zayyan berlari mengitari villa
"jangan lari-lari sayang, hati-hati". teriak tasya
"papi, ayo kita bermain di pantai".ajak zayyan
"iya sayang, sebentar ya. papi bereskan barang-barang kita dulu, selesai itu baru kita bermain". jawab hans sambil membawa koper ke kamar.
zayyan berdiri di balkon villa, sambil memandangi pantai yang Indah penuh dengan turis-turis asing yang berlibur juga .
"apa kamu senang sayang". ucap tasya
"senang sekali mami, apa lagi bersama papi dan mami. tapi.... ".
"tapi kenapa sayang".
"kakek, nenek dan tante Alexa tidak ikut". zayyan memasang wajah muram
"lain kali kita akan ajak nenek, kakek dan tante alexa berlibur bersama, tapi kali ini hanya kita bertiga saja". jawab hans
"papi janji sayang". hans mengelus kepala zayyan.
"ayo kita bermain di pantai". hans mengajak zayyan
"hore... ". teriak zayyan bahagia.
"tunggu mami, mami juga ikut". tasya mengejar zayyan dan hans yang berlari ke pantai.
hans terlihat bahagia bersama zayyan dan tasya, mereka bermain di pantai bersama.
terkadang bahagia itu bukan dari uang atau harta yang kita punya. tapi bahagia itu mensyukuri apa yang kita punya walaupun kecil harganya.
nikmatilah waktu mu bersama keluarga selagi ada kesempatan, jika kesempatan itu hilang maka tidak ada waktu lagi untuk memutar kembali.
Ungkapan perasaan tasya kepada hans:
"terima kasih telah mencintaiku dengan hatimu".
Ungkapan perasaan hans kepada tasya:
"tetaplah menjadi bidadari bagiku dan anakku".
Pada akhirnya, Cinta ini menyatukan kita.
by: Hans & Tasya
-TAMAT-
Terima kasih buat teman-teman semua yang Setia membawa novel saya. maaf jika ada salah kata dalam pembuatan novel, semoga teman-teman semua terhibur.
I LOVE YOU 💜💜
Sampai jumpa di cerita novel lainnya.
ko kebalik yang yang berusaha di peenikahan malah Tasya .Aneh banget kalo g kenal sebelumnya langsung mau diajak merit .Aku mah jd Tasya kabuur .
kemarin nekad naik bus tanpa sadar dia sudha menyakiti anaknya dalam bus, hanya memikirkan perasaannya dan org lain tidak memikirkan bayinya.
masalah datg juga karna kamu Tasya, terlalu naif dan bodoh
dari awal aja sok tegas dan marah, ya itu wajar krn dia tiba2 diajak menikah.
eh setelah menikah kok kelamaan naif dan bodohnya semakin meningkat, mau mau aja di tindak suami dan org lain apalagi mantan nya suaminya.
kemarin katanya mandiri dan tegar ehh krn Hans tidak peduli sama dia malah menyiksa dirinya sendiri, kan sdh diblg kan sama Hans kalau tidak membuka hatinya tp malah Tasya menyiksa dirinya sendiri. katanya mandiri ya urus saja dirimu jadi yg terbaik biar hubungan mu dan Hans mengalir saja yg penting kamu bisa urus diri sendiri dan bisa dibanggakan bukan mengemis perhatian dan cinta.
kok Tasya bego banget dari awal yaa.