NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Kinan dan Darwin bertemu pada malam hujan yang penuh bahaya. Untuk menghilang dari masa lalu mereka, keduanya pindah ke sebuah desa dan berpura-pura menjadi suami istri.

Di balik kehidupan sederhana sebagai guru TK dan petugas kebersihan puskesmas, mereka menemukan berbagai kejanggalan yang merugikan warga. Saat berusaha mengungkap kebenaran, perasaan yang awalnya hanya sandiwara mulai berubah menjadi nyata.

Namun tidak ada yang tahu bahwa Kinan adalah bos mafia yang ditakuti, dan Darwin adalah CEO yang sengaja menghilang dari dunia bisnis.

Ketika rahasia mereka terbongkar, mana yang lebih sulit dipertahankan: penyamaran, atau perasaan yang terlanjur tumbuh?

Pernikahan 2 Rahasia: Antara CEO dan Bos Mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Tristan

Sementara itu, di kota...

Rumah keluarga Tristan masih berdiri megah seperti biasa. Namun kemewahan itu tak lagi menghadirkan kehangatan.

Nyonya Megan duduk di ruang keluarga dengan sebuah album foto di pangkuannya. Jemarinya berhenti pada satu foto Kinan yang sedang tersenyum. Sudah berbulan-bulan berlalu, tetapi tidak ada satu hari pun ia melewati tanpa memikirkan putrinya.

Beberapa cangkir teh di atas meja dibiarkan dingin. Sejak Kinan menghilang, Megan hampir tak pernah menikmati makan dengan tenang.

"Apa masih belum ada kabar?" tanyanya lirih saat mendengar langkah kaki suaminya.

Tristan melepaskan jasnya, lalu menggeleng pelan. "Belum." Jawaban itu terdengar sama seperti hari-hari sebelumnya.

Megan menunduk, berusaha menahan air mata yang kembali menggenang. "Kalau saja waktu itu aku tidak membiarkannya pergi...."

Tristan menghampiri istrinya dan meletakkan tangan di bahunya. "Jangan menyalahkan diri sendiri."

"Lalu harus menyalahkan siapa?" bisik Megan.

Tristan tidak menjawab. Tatapannya lurus ke jendela.

Selama beberapa bulan terakhir, ia telah mengerahkan orang-orang terbaik yang dimilikinya. Jejak Kinan seolah lenyap ditelan bumi. Tidak ada rekaman, tidak ada transaksi, tidak ada saksi yang benar-benar bisa dipercaya.

Namun ia belum berniat menghentikan pencarian. "Dia masih hidup," ucap Tristan akhirnya. Megan menoleh. "Aku yakin."

Kalimat itu bukan sekadar harapan. Tristan mempercayainya sepenuh hati. Dan selama keyakinan itu masih ada, ia akan terus mencari putrinya, ke mana pun jejak itu membawanya.

Keheningan di ruang keluarga pecah ketika seorang pria berjas memasuki rumah dengan langkah tergesa.

"Tuan."

Tristan mengalihkan pandangan. "Ada perkembangan?"

Pria itu mengangguk tipis. "Tim kami menemukan satu aktivitas yang diduga berkaitan dengan Nona Kinan."

Megan spontan berdiri. "Di mana? Apa dia baik-baik saja?"

"Kami belum bisa memastikan, Nyonya."

Harapan yang baru saja muncul kembali meredup.

"Jelaskan," pinta Tristan.

"Beberapa waktu lalu ada akses ke akun pribadi Nona Kinan dari perangkat yang tidak dikenali. Aktivitasnya sangat singkat, kurang dari satu menit. Setelah itu tidak ada jejak lagi."

Megan menutup mulutnya dengan kedua tangan.

"Itu berarti... Kinan masih hidup?"

Pria berjas itu menoleh kepada Tristan, menunggu jawaban.

Tristan menarik napas pelan. "Kalau orang lain yang mengakses akunnya, mereka pasti akan menguras isinya."

"Tapi tidak ada transaksi yang terjadi, Tuan."

Tristan mengepalkan tangan. "Artinya, Kinan sendiri yang membuka akun itu." Harapan yang sempat padam kini kembali menyala. "Teruskan pencarian," perintah Tristan tegas. "Persempit area berdasarkan jejak terakhir. Kerahkan orang-orang yang bisa dipercaya. Jangan sampai informasi ini bocor."

"Baik, Tuan." Pria itu segera meninggalkan ruangan.

Di luar sana, putrinya masih hidup. Dan, ia bersumpah tidak akan terlambat menemukannya.

Di desa SONOREJO.

Siang itu, Kinan berjalan kaki menuju rumah kontrakan. Jalan setapak yang membelah hamparan sawah selalu menjadi rute favoritnya.

Belum jauh melangkah, suara bentakan terdengar dari sebuah gubuk di tepi pematang.

"Sudah kubilang, tanda tangani saja!" Disusul suara benda jatuh dan erangan seorang pria tua.

Langkah Kinan terhenti. Dari balik rumpun bambu, ia melihat tiga pria bertubuh kekar mengerubungi seorang petani yang sudah tersungkur di tanah. Wajah pria tua itu lebam, sementara selembar berkas tergeletak di sampingnya.

"Tolong... saya tidak mau menjual tanah itu," ucap pria tua tersebut dengan napas tersengal.

Salah seorang preman mendengus. "Tanah itu tetap jadi milik Tuan Sanjaya. Cepat tanda tangan sebelum kami kehilangan kesabaran."

Pria tua itu menggeleng lemah. "Ayah saya berpesan... tanah ini jangan dijual...."

"Dasar keras kepala!" Salah satu preman mengangkat balok kayu, bersiap menghantamkannya.

Mata Kinan langsung menyipit. Dalam sekejap, tubuhnya bergerak lebih cepat daripada pikirannya.

Brak!

Tangannya mencengkeram pergelangan pria itu tepat sebelum balok kayu menghantam kepala si petani.

Semua orang terdiam. Preman itu menoleh tajam. "Heh! Siapa kamu?"

"Cukup." Hanya satu kata yang keluar dari mulut Kinan. Namun entah mengapa, nada suaranya membuat ketiga pria itu saling berpandangan. Bukan karena keras. Melainkan karena ada wibawa yang sulit dijelaskan.

Preman yang pergelangan tangannya dicengkeram Kinan berusaha melepaskan diri. Namun semakin ia menarik tangannya, cengkeraman perempuan itu justru semakin kuat.

"Berani juga kamu ikut campur," geramnya.

Kinan menatapnya datar. "Lepaskan orang tua itu."

Preman itu tertawa mengejek. "Kalau aku tidak mau?"

Tanpa mengubah ekspresi, Kinan memutar sedikit pergelangan tangan pria itu.

"Krek." Suara sendi yang bergeser membuat pria itu meringis.

"Aaargh...!"

Dua preman lainnya sontak maju. "Heh! Lepaskan dia!"

Kinan baru melepaskan cengkeramannya setelah pria itu terhuyung mundur sambil memegangi tangannya. Tatapannya bergantian menyapu ketiga pria di hadapannya.

"Aku tidak ingin mencari masalah."

"Kalau begitu minggir!" bentak salah seorang dari mereka.

"Kalian yang harus pergi." Ucapan itu membuat ketiganya saling pandang sebelum tertawa keras.

"Perempuan sekecil ini berani mengusir kita?"

Belum sempat mereka melangkah, beberapa warga yang mendengar keributan mulai berdatangan dari arah sawah.

"Ada apa itu?"

"Itu bukannya Bu Guru TK?"

Melihat jumlah warga semakin banyak, raut wajah ketiga preman berubah.

Salah seorang dari mereka meludah ke tanah.

"Sial." Ia menunjuk Kinan dengan tatapan penuh ancaman. "Jangan merasa hebat. Kami akan ingat wajahmu."

Kinan tidak menjawab. Ia justru berjongkok membantu pria tua yang masih terduduk di tanah. "Pak, bisa berdiri?"

Pria tua itu mengangguk pelan.

Sementara ketiga preman berjalan menuju motor mereka, salah satu di antaranya diam-diam memotret Kinan dari kejauhan.

"Simpan foto ini," bisiknya.

"Dia harus tahu perempuan yang menggagalkan urusan kita ternyata guru TK."

Motor mereka melaju meninggalkan lokasi.

Kinan sama sekali tidak menyadari bahwa sejak itu, namanya mulai masuk dalam daftar orang yang harus disingkirkan.

Pintu ruang kerja terbuka pelan.

Tiga pria yang baru kembali dari desa berdiri dengan kepala tertunduk. “Tuan… kami gagal meminta tanda tangan Pak Sukri.”

Tatapan Tuan Sanjaya langsung mengeras. “Gagal?”

“Pak Sukri tetap menolak menjual tanahnya.”

Sanjaya melempar pulpen ke atas meja. “Kalian bertiga tidak bisa menghadapi seorang petani tua?”

Salah satu anak buah buru-buru menjawab, “Sebenarnya hampir berhasil, Tuan. Tapi ada yang ikut campur.”

“Siapa?”

“Guru TK di desa itu.”

Tangan Sanjaya yang semula mengetuk meja mendadak berhenti. “Guru TK?” ulangnya pelan.

“Iya, Tuan. Perempuan itu datang tiba-tiba dan menahan tangan kami. Warga juga mulai berdatangan, jadi kami terpaksa mundur.”

Beberapa detik ruangan itu sunyi.

Nama yang pernah dilaporkan Roni kembali terlintas di kepala Sanjaya.

Kinan.

Perempuan yang membuat Linda membatalkan penandatanganan tanah.

Perempuan yang menurut Roni “bukan guru TK biasa”.

Sanjaya menyipitkan mata. “Jadi benar dia.”

Ketiga anak buahnya saling pandang. “Tuan mengenalnya?”

“Roni sudah pernah melaporkan perempuan itu.” Suara Sanjaya berubah lebih pelan, namun justru terdengar lebih berbahaya. “Dia terlalu sering muncul dalam urusanku.”

Salah satu anak buah mengeluarkan ponsel dan menunjukkan foto yang sempat diambil dari kejauhan.

Sanjaya menatap wajah Kinan beberapa saat.

“Cantik… tapi matanya bukan mata perempuan biasa. Aku ingin bertemu langsung dengannya.”

Sanjaya mengembalikan ponsel berisi foto Kinan kepada anak buahnya. "Hubungi Roni. Suruh dia siapkan semuanya."

"Baik Tuan."

"Besok..." sudut bibirnya terangkat tipis. "Aku akan datang ke desa itu."

1
Zed Analytical Number Nine
ngeri kalo ada yang tiba-tiba ada yang mencurigai
Kayla Rane
suka sama aksi kinan
Kayla Rane
lanjut thor penasarrrn😤
Kam1la
iya e...
Kayla Rane
😍🤭 Darwin romantis kali kali atuh🤭
Kayla Rane
Kinan salam bahaya
Kam1la: tenang saja, Kinan kan juga jago
total 1 replies
Kayla Rane
bener tuh Bu Ratih, kayaknya Darwin dan Kinan perlu refresing (honeymoon) terlalu serius di kerjaan lupa nyenengin hati. pasangan ini kebangetan sifatnya sama² dingin 😤🤭
Kayla Rane
tambah seruuu lihat aksi Kinan. kak indah mau masuk grup author gak. kalau mau chat japri yuk. tukeran no wa
Kayla Rane
lanjutt Thor tmbah seru
Kayla Rane
tuh kan bener. keukehh waeee... 🤨
Kayla Rane
huuuh dsr Roni rese. mau nyulik Sasa, ntar jd jaminan lagi nyuruh Linda kudu nandatangani surat lahan 😤
Kam1la: terimakasih kak...sudah berkomentar 👍👍
total 1 replies
Kayla Rane
Yee Kinan pahlawan wanita. gak nyangka ih Thor Kinan trnyata ahli bela diri /Joyful//Bye-Bye/
Kam1la: kan bos dia...😄
total 1 replies
Kayla Rane
Kinan ayo bantu Sasa! kasian ibunya
Kayla Rane
kesel si Roni, maksa pisan heuuh
Kayla Rane
bagus Linda lawan aja suamimu yg TDK tanggungjawab tapi sok tanggung jawab 😤
Kayla Rane
kasar ih s Roni, GK tau diri ga tau malu🤨
Kayla Rane
🥺 ya kasian linda
Kayla Rane
Andika siapa tiba2 Dateng, jahat apa baik ga ya orangnya /Scream/
Kayla Rane
yee keren banget kinan🤭💪
Kayla Rane
lanjut seru 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!