Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.
impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .
bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Pindah
Aku berdiri disamping Mas Bram yang sedang memasukan kartu debitnya kedalam mesin ATM,kulihat saldo yang tertera pada layar itu yang membuat mataku terbelalak tidak percaya.
"lima belas juta Mas...aku gak mimpi kan mas?"tanyaku melihat mas Bram yang hanya diam berdiri menatap layar mesin itu.
"alhamdulillaah....!!".
Mas Bram mengambil sejumlah uang dari mesin itu dan mengajakku untuk pulang.
"Mas ..jadi dong beli kulkas mas...cumaa berapa juta aja kok cari yg murah"tanyaku memohon padanya.
"hmm...nanti saja !"sahutnya lagi.
"Mas..kamu kenapa si..aku cuma minta kulkas aja ga dikasih!!!padahal kami dapet gajian lumayan loh...itu kan bukan buat aku tapi buat kita nanti nyimpen makanan biar ga cepet basi!!"seruku merasa sedikit kesal.
Aku tidak tau apa yang ada dalam pikirannya,dia menawarkanku emas aku tolak karena aku tidak menginginkannya dan tidak tertarik tapi aku hanya ingin kulkas untuk keperluan dapur kami tapi dia seperti tidak suka dan berat untuk memberikannya untukku.
Seketika aku diam dan tanpa sengaja mengeluarkan airmata,aku tidak menuntut banyak darinya selama ini,rasanya sedih..
"yasudah...cari saja di online shop harga yang murah..nanti aku bayar!!"serunya melihatku menangis.
Aku segera memilih kulkas dua pintu yang tidak ada bunga es nya agar nanti tidak repot repot membersihkanya,dengan ukuran minimalis bermerk terkenal.
Kami harus menunggu sampai siang hari agar lemari es itu tiba ditempat kami dan sebelumnya aku dan mas Bram menceritakan tentang rencana pindah kami beberapa hari lagi kepada ibuku.
"Ka Nency katanya mau nempatin kamar bekas kalian ,karena kontrakannya mau d tempatin sama yang punya..."seru ibuku memberitahu.
"iya Bu...secepatnya kami akan pindah,mudah mudahan yang lain juga bisa punya rumah sendiri ya Bu"ucapku lagi.
"aamiin...ibu selalu doain kalian semua biar rumah tangganya awet dan bahagia...pada punya rumah dan kamu cepet punya momongan!"ucap ibuku.
Terdengar suara mobil yang berhenti didepan rumah ibuku,kami segera keluar dan melihat sebuah mobil bak berisi lemari es dua pintu yang kupesan tadi di aplikasi belanja online.
"apa ini rumah ibu Vayala?"tanya seorang pria membawa bon kecil ditangannya .
"benar pak. Saya Vayala...,tolong bawa lemari es nya disini ya!"sahutku menyuruh pria itu dan temannya yang sedang menunggu diluar untuk menurunkan lemari es itu kedalam kamarku.
Setelah ku terima dan tandatangani lemari es itu dengan hati hati ku buka kardus itu dibantu mas Bram.
"kok ukurannya kecil ya?"tanya Bram memandangi lemari es yang kubeli .
"iya mas .ini ukurannya minimalis tidak terlalu besar jadi tidak memakan tempat!"ucapku lagi,padahal aku pun merasa heran kenapa di gambar terlihat besar saat datang malah tidak sesuai ekspentasi ku.
"ah..yang penting aku punya kulkas sekarang..jadi bisa buat es..makanan dan juga menyimpan bahan makanan sehari hari"gumamku dalam hati.
Beberapa hari kemudian akhirnya aku dan Mas Bram pindah ke rumah sementara pada malam harinya,semua barang diangkut dan dibawa dengan truk diikuti kami didepannya dengan motor dan juga keluargaku yang ingin melihat rumah sementara kami.
"Rumahnya Tante Vay bagus...!"seru Dinda merasa senang berlarian didalam rumah yang baru saja kami tempati.
Ibuku yang sudah menyiapkan perbekalan dari rumah mulai mengeluarkan nya untuk kami makan bersama sama setelah membantu kami pindahan rumah .
"seharusnya aku yang menyiapkan makanan untuk mereka yang sudah mau ikut membantuku membawa barang barang pindahan kesini,tapi aku tidak punya uang,mas Bram yang mengatur keuangan kami..dia tidak ada sedikitpun berinisiatif membelikan makanan untuk keluargaku" ucapku dalam hati.
Setelah barang barang kami sudah semuanya di angkut kedalam rumah,mereka berpamitan untuk pulang.
"semoga kamu betah tinggal di rumah barumu nanti Vay,ibu pulang dulu sudah malam.."ucap ibuku .
"makasih ya Bu ..dan kalian yang sudah mau membantu kami pindahan"seruku menyalami mereka satu persatu.
Mereka terlihat senang dan mulai meninggalkan kami berdua dirumah itu.
Rumah yang terdiri dari dua kamar itu dengan luas tanah lima puluh meter lebih kecil dari rumah yang kami beli cukup nyaman,kata pak Muhsin rumah ini sudah enam bulan kosong setelah penghuni sebelum kami pindah .
Dengan keramik yang bermotif ulir berwarna pink terlihat menarik,bangunannya tampak kokoh dan modern.
"yank besok kita kepasar yuk beli bahan belanjaan sama aku mau buat makanan"ucapku pelan.
"yaudah besok kita bangun pagi pagi .."sahut mas Bram.
Keesokan paginya sedikit demi sedikit aku mulai menata barang dapur yang belum sempat aku keluarkan dari kardus bekas pindahan semalam.
Setelah itu mandi dan bergegas pergi bersama mas Bram menuju pasar dekat daerah tempat tinggal kami sekarang.
"Far...kamu lagi dimana...sini main..kakak bikin mpek mpek nih kamu cobain ya!"
Aku yg mengirim pesan pada adik iparku untuk mengajaknya kerumah yang baru kami tempati.
"lagi dirumah nih kak sama galih..oke kak aku kesana sekarang!"
sepulang dari pasar aku membuat mpek mpek dengan kuah cuko resep dari YouTube yang terlihat enak mengikuti setiap step demi step sampai berbentuk.
Beberapa menit Fara dengan anaknya tiba dirumah,mereka menikmati makanan yang dibuat dengan berselera.
"makasih ya kak...enak mpek mpeknya!"ucap Fara sambil menyantap makanannya.
"sama sama...Far...!"sahutku dengan senang.
Mereka pun segera berpamitan setelah menyantap makanan buatanku,Mas Bram yang sudah pergi dengan menjadi driver ojol sejak pulang dari pasar membuatku beristirahat dikamar sambil menunggu sore tiba.
berhari hari kami jalani dengan senang menunggu rumah kami jadi,sesekali kalau ada waktu Mas Bram mengajakku untuk ke lokasi pembangunan rumah kami yang tidak begitu jauh dari kami tinggal sekarang.
"Mas aku boleh beli sepeda?"tanyaku menatap mas Bram yang sedang asik bermain dengan handphonenya di tepi jalan,"ngapain kamu beli sepeda kaya bisa aja!"sahutnya dengan santai.
"aku bisa kok naek sepeda...cuma motor aja yang aku enggak bisa,kan biar sehat mas enggak dirumah terus bosen..."ucapku .
"terserah kamu aja...!".
"kita beli dideket rumah ibuku ya mas disana ada bengkel sepeda,kali harganya murah murah".
"pokoknya kalau mahal aku enggak mau beliin ya...!",ucapnya lagi .
"iya mas...!".
Dengan budget empat ratus ribu dari mas Bram aku pergi ke bengkel bersama mas Bram memilih sepeda bekas yang terpajang disana.
Kulihat satu sepeda ontel dengan boncengan di belakangnya berwarna pink membuatku tertarik melihatnya.
...****************...