NovelToon NovelToon
Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Seina dan Sora adalah saudari kembar yang dibuang oleh orang tua kandung mereka. Takdir membawa Seina diadopsi keluarga kaya, sementara Sora tumbuh dalam kemiskinan.

Diliputi iri hati, Sora berusaha merebut kehidupan adiknya. Namun, ambisinya berakhir tragis. Seina pun tewas setelah diracuni oleh kakaknya.

Ketika waktu berputar kembali, Seina memilih menyerahkan semua yang dulu menjadi miliknya.

"Kalau memang itu yang kau inginkan... ambillah semuanya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Setelah Dokter memeriksa kondisi Ibu Mira, ia menyimpulkan bahwa pinggang wanita itu mengalami cedera urat dan terkilir, namun untungnya tidak ada tulang yang patah. Ia meresepkan obat oles dan obat minum, lalu berpesan:

"Untung hanya urat yang tertarik, tidak sampai menyerang tulang. Cukup istirahat beberapa hari saja Ibu akan pulih. Tapi ingat, ke depannya jangan terlalu memforsir tenaga lagi."

"Dokter, terima kasih banyak atas perhatiannya. Raka, antarkan Dokter kembali."

Setelah mengantar dokter pergi, Raka memanggil adik ketiga, ke ambang pintu. Tak ada yang tahu apa yang mereka bicarakan, namun pada akhirnya Damar kembali dengan wajah lesu dan tak berdaya.

Mereka pun sepakat bahwa Damar tetap melanjutkan sekolahnya seperti biasa, sedangkan Raka akan berdiam diri di rumah merawat ibu selama beberapa hari sebelum berangkat ke kota mencari pekerjaan.

Keesokan paginya, saat Ibu Mira baru saja terbangun, ia melihat putra sulungnya sudah sibuk mengasah kayu bakar dan menyalakan api di dapur.

Seina tertegun melihatnya. Tak disangka, pemuda yang dulu terbiasa dengan kemewahan dan pakaian indah di kehidupan sebelumnya, kini begitu lihai mengurus segala hal kasar ini.

"Kakak, biar aku bantu."

Melihat adik perempuannya masuk membawa kayu bakar, Raka yang sedang berjongkok di depan tungku sempat tertegun. Ia mengucek mata, memastikan bahwa itu benar-benar Seina, lalu bertanya heran:

"Kenapa sudah bangun? Kenapa tidak istirahat lagi?"

"Aku sudah bangun sejak tadi."

Seina duduk di sampingnya dan ikut menambah kayu ke dalam perapian.

Melihat sikap adiknya yang begitu sigap dan mengerti keadaan, hati Raka terasa panas. Ia teringat saat pertama kali Seiba datang ke rumah mereka, gadis itu begitu pemalu, dan ia sendiri sebagai kakak tak pernah bersikap baik padanya.

Namun seiring berjalannya waktu, ia perlahan menerima kehadiran adiknya ini, bahkan merasa Seina jauh lebih perhatian dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.

"Mundur sedikit dari tungku, nanti bajumu terbakar."

Seina tersenyum lebar memperlihatkan gigi-giginya yang putih bersih. "Siap, Kak."

Raka terpaku sejenak. Entah sejak kapan, adik kecil ini terasa begitu menggemaskan. Ia memperhatikan Seina dengan saksama, hatinya yang keras perlahan meleleh, dan rasa tanggung jawabnya sebagai kakak sulung semakin menguat.

Siang harinya, Raka mengajak adik-adiknya yang lain keluar sebentar. Tak sepatah kata pun terucap dari mulutnya sejak awal. Raka pun bersiap berangkat bekerja, menyisakan Arga sendirian di rumah mengurus ibu dan adik perempuannya.

Seina melirik kakaknya dengan tatapan bertanya-tanya. Ia belum paham apa yang sempat dibicarakan kakak sulung dan kakak ketiga, hingga membuat Damar begitu mudah mengalah dan setuju agar Arga yang tinggal di rumah.

"Kamu ingin tahu apa yang kukatakan pada kakakmu yang ketiga, ya?"

Seina tersipu malu lalu mengangguk pelan, namun seketika menggeleng ragu.

Melihat tingkah adiknya yang menggemaskan itu, Raka terkekeh pelan. "Aku hanya menggunakan segala cara, bujukan halus hingga sedikit tekanan. Pada akhirnya, dia tak berkutik menghadapi kakaknya sendiri."

"Jangan khawatir, rahasia ini aman bersamaku. Tapi ingat ya, mulai sekarang kamu harus lebih nurut pada kakakmu. Kalau tidak... kakakmu akan menghukummu."

Sebenarnya, Raka hanya ingin mencairkan suasana dan mendekatkan diri pada adiknya. Selama ini ia hanya dikelilingi saudara laki-laki, sama sekali tak punya pengalaman merawat adik perempuan.

Seina mengangguk berulang kali dalam hati. Ternyata kakak ketiga kalah telak karena tak sanggup menolak kemauan kakak sulungnya. Siapa sangka sosok yang selalu terlihat serius dan kaku itu ternyata punya sisi jenaka juga.

"Kak, aku mau menjenguk Ibu dulu."

"Pergilah temani Ibu. Aku akan mengambil air dan memotong kayu bakar."

Sementara itu, Ibu Mira memang tak bisa diam. Meski sedang beristirahat di tempat tidur, tangannya tak pernah berhenti bergerak, kali ini ia kembali membuatkan sepatu untuk Seina.

Seina merasa haru melihatnya. Sejak datang ke keluarga itu, selain pakaian bekas kakak-kakaknya dan sepasang sepatu bersulam bunga plum, Ibu Mira juga sudah menyiapkan setelan baru untuk musim semi. Kini saatnya beristirahat, wanita itu justru sibuk menyulam lagi.

Seina segera mengambil benang dan jarum dari tangan ibunya. "Ibu, Dokter sudah berpesan agar Ibu istirahat total. Jangan dipaksakan dulu ya."

"Baiklah, Ibu akan berbaring sebentar."

Ibu Mira tahu putrinya sangat mengkhawatirkannya, jadi ia menurut saja saat Seina membantunya merebahkan diri.

"Tidurlah yang nyenyak. Aku akan menemani Ibu di sini."

Ibu Mira memejamkan mata, merasakan tangan kecil putrinya menarik selimut hingga rapi. Hatinya terasa begitu hangat. Tampaknya ia memang sangat kelelahan akhir-akhir ini, tak lama kemudian napasnya teratur dan ia pun terlelap.

Seina menghela napas lega. Dengkuran halus itu menunjukkan betapa lelahnya ibunya selama ini.

Tiba-tiba pintu terbuka perlahan. Arga melirik ke arah tempat tidur, bertanya tanpa suara: Ibu sudah tidur?

Seina mengangguk, lalu berjinjit mengikuti kakaknya ke luar kamar.

"Kakak, ada yang ingin kau katakan?"

"Aku akan pergi ke Rumah Sia mengambil hak gaji Ibu. Kamu tetaplah di sini menjaganya."

"Kak, biar aku ikut."

"Tetaplah di rumah. Aku akan segera kembali."

Ia takut adiknya diganggu anak-anak desa jika ditinggal sendirian, sehingga ia berpesan berulang kali agar Seina tak pergi ke mana-mana.

Tak lama setelah kakaknya pergi, Seina kembali merenung. Dari cerita para pelayan yang pernah ia dengar, ia tahu perjalanan kakaknya mungkin sia-sia. Orang-orang di Rumah Sia takkan mudah melepaskan uang itu begitu saja.

Benar saja, tak lama kemudian Arga kembali dengan alis berkerut.

"Kak, mereka menolak memberikannya?"

"Penjaga pintu tadi awalnya ramah, katanya akan melapor pada Nyonya Sia. Siapa sangka, ia justru diusir sebelum sempat bertemu. Demi menjaga harga dirinya, aku memilih pulang lebih dulu."

Seina mengusap dagunya berpikir sejenak. "Kalau begitu, izinkan aku ikut Kak. Kita minta lagi setelah makan siang."

"Untuk apa kau ikut?"

"Aku punya caraku sendiri. Percayalah padaku kali ini saja."

Melihat tatapan mata adiknya yang teguh dan tak seperti anak kecil yang sedang bercanda, entah mengapa Arga merasa yakin dan akhirnya setuju.

Siang itu, setelah Ibu Mira makan sedikit dan kembali terlelap, mereka berencana berangkat secepatnya agar bisa pulang sebelum ibunya sadar.

"Kau yakin benar-benar punya cara?"

"Aku bukan anak kecil lagi, Kak. Tolong percayalah padaku kali ini."

1
Dewi Habibah
lanjut 😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Sri Rejeki rahayu
bagus .itulah arti sebuah keluarga sesungguhnya .saling membantu .oh ya aku menumpang promosi 2 cerita takdir yg direnggut da transmigrasi .mungkin awalnya jelek tp bacalah sampai setengahnya bagus apa tidaknya itu terserah kalin .dan juga aku baru pertama kali menulisnya .maaf kalau ada salah kata mohon dimaklumi ya.trims banyak🙏
Sekar
bukanya keluarga sia ya?
aku
🌹 semangat tor 💪🏻
aku
jangan ditebas dulu kepala livia ya adrian, bikin ngesot gk bisa jalan aja klo dy nurutin usulan kk sm ortunya 😁😁 sekalian anak kedua yg usul bkin cacat. jadika rakyat jelata kluarga sia 🤣🤣 seru 🤣🤣
seno
karya nya bagus
cerita nya juga seru
aku
tor 😭 typo masih 😌
aku
pratama tor 😭 kukira aq salah baca ternyata typo 😭😭
aku
gk jd putri kesayangan malah bru ktemu dh jd target permusuhan 🤣
aku
seina apa sora 😭😭 alamak bingung 😌😁
Sekar
ckckck dasar pickme
Sekar
lanjut thor💪💪
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
wajahnya mc seperti apa ya Thor! 🍯
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kali ini aku ajkan baca perlahan perlahan 💓
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
akhirnya 🍯💓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!