Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 32 Ternyata Kamu orang nya
Setelah mendengar semua cerita Bi Sum, Kenan pun kembali ke kamar Kanza. Dia berniat untuk minta maaf pada Kanza karena telah membentak nya tadi.
Namun sesampainya di kamar dia mendapati istri nya sudah terlelap di sofa. Kenan mendekat ke arah Kanza, dia berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan keberadaan Kanza saat ini.
"Maafin aku Za, tadi sudah keterlaluan", lirih Kenan.
Tangan kekar nya terulur lembut menyingkirkan rambut Kanza yang menutupi sebagian wajah teduh sang istri.
"Ternyata kamu seindah ini jika dilihat dari dekat", ucap Kenan yang mulai merasa kagum dengan wajah Kanza.
Setelah puas memandangi wajah istri nya, Kenan mengangkat tubuh Kanza dan memindahkan ke atas kasur. Tak lupa tubuh kecil itu dia selimuti supaya tidak merasa kedinginan karena di luar sana masih hujan saat ini.
Kenan sendiri kini berjalan menuju sofa di mana Kanza tertidur tadi, dia berencana ingin tidur di sana. Namun tiba - tiba pandangan nya terpaku di sebuah lemari yang ada di pojok kamar istrinya itu. Kebetulan lemari itu tidak jauh dari posisi dia sekarang ini, mengingat kamar Kanza yang begitu kecil dan sempit jadi barang - barang yang ada di kamar itu nampak terlihat jelas semua.
"Kenapa banyak piala, medali dan piagam di lemari ini, apa ini semua punya Kanza?" batin Kenan sambil membuka lemari itu untuk memastikan apa benar yang dia pikirkan.
Untung saja lemari itu tidak terkunci jadi dia sangat mudah untuk menjangkau apa yang ada di dalam nya.
Kedua mata Kenan membelalak setelah tahu jika apa yang ada dalam pikiran nya benar. Namun ada beberapa piagam tentang siswa yang berprestasi atas nama Kanza Qiara Mecca yang mencuri perhatian nya. Di selembar kertas itu tertulis nama sekolah yang sama dengan dia sewaktu SD dulu.
"Jadi Kanza dulu pernah satu sekolah dengan aku? kok aku tidak tahu ya ? tapi bukan kah Ara bilang Kanza selama sekolah selalu begajulan sering bolos dan tidak naik kelas. Kenapa justru ini banyak piagam penghargaan jika Kanza adalah siswa berprestasi selama sekolah. Tidak hanya itu, ini juga banyak medali dari berbagai ajang olimpiade. Seperti nya aku harus menyelidiki semua nya".
Kenan langsung meraih ponsel nya dan mengirim pesan pada seseorang yang dia percaya untuk menyelidiki tentang semua pendidikan istri nya dan dia juga menyuruh orang kepercayaan nya itu untuk mencari tahu tentang kegiatan Arabella selama ini di belakang nya. Dia harus menemukan bukti - bukti yang akurat untuk meyakinkan diri nya.
"Dari kejadian tadi harus nya aku tidak boleh percaya sepenuhnya pada Ara. Dia terang - terangan sudah menipu ku selama ini. Bentar ini bukan nya ..."
Mata Kenan kembali terbelalak setelah melihat sebuah foto Kanza waktu sekolah dasar dulu, dia beberapa kali mengerjapkan mata nya untuk memastikan apa yang dia lihat benar - benar tidak salah.
"Ya Allah...ternyata gadis yang menolong ku saat itu Kanza", ucap Kenan dengan mata yang berkaca - kaca.
Setelah meletakkan semua barang yang ada di lemari itu dengan benar, pria yang saat ini di liputi rasa bersalah itu langsung menghampiri Kanza. Tidak peduli nanti Kanza akan terbangun atau merasa terganggu tidurnya, dengan gerakan cepat namun lembut Kenan langsung memeluk tubuh Kanza dengan begitu erat.
Dia arahkan wajah polos Kanza ke dalam dada nya, tak lupa dia kecup dahi Kanza berkali - kali sambil mengucapkan kata maaf.
"Maafin aku Za, maaf..karena aku terlalu bodoh selama ini. Aku begitu percaya dengan Arabella tanpa mencari tahu terlebih dahulu tentang kebenaran nya", lirih Kenan sambil mencium dahi Kanza begitu lama.
Karena terlalu lelah dengan apa yang terjadi hari ini tentang Arabella, di tambah dia mendapatkan bukti yang membuat dirinya merasa bersalah begitu dalam pada Kanza, akhir nya Kenan pun ikut terlelap sambil masih tetap mendekap tubuh istri nya.
#Flashback beberapa tahun lalu
Tepat nya di sebuah sekolah dasar swasta yang elit. Yang sekolah di sana rata - rata anak - anak dari kalangan atas.
Brak,
"Tolong...tolong... siapapun tolong aku", teriak seorang anak laki - laki memakai seragam SD swasta elit yang saat ini sedang terkulai lemas di bawah tangga darurat di sekolah itu.
Seperti nya anak laki - laki itu baru saja terjatuh dari tangga.
Sudah dua jam anak itu berteriak meminta tolong, namun tidak ada satu pun yang datang untuk menolong nya. Selain dia saat ini berada di tempat yang memang tidak terjangkau oleh penghuni sekolah, seperti nya semua anak - anak sudah pulang dari sekolah karena saat anak laki - laki itu terjatuh memang sudah sudah dalam posisi bel pulang sekolah.
"Papa...mama...Kenan takut, kaki Kenan sakit Pa..Ma..hiks..hiks..di sini sudah tidak ada orang".
Anak laki - laki yang terjatuh itu adalah Kenan, siswa kelas tiga. Kenan di jebak oleh beberapa tenan - teman nya sehingga dia bisa masuk di kawasan tangga darurat itu. Dan karena Kenan merasa panik serta kebingungan maka dari itu dia terjatuh.
Klik,
Terdengar suara pintu terbuka dan muncul lah seorang anak perempuan kecil berkepang dua memakai tas ransel bergambar hello Kitty warna pink. Gadis kecil itu dengan cepat menuruni satu per satu anak tangga yang ada di sana. Seperti nya gadis kecil itu sudah biasa melakukan hal itu.
Mendengar suara langkah kaki di tangga, Kenan pun mencoba untuk berteriak minta tolong kembali dengan sisa - sisa tenaga nya. Namun hal itu sia - sia karena tubuhnya begitu lemas sehingga suara nya pun ikut melemah bahkan seperti sudah habis.
"Eh kamu siapa? kenapa ada di sini?" tanya gadis itu dengan suara khas anak perempuan usia sekitar enam tahun.
"Tolong..." ucap Kenan begitu lirih sekali.
"Astaga..kamu terluka?"
Dengan cekatan gadis kecil itu langsung menghampiri tubuh Kenan yang terkulai lemas. Gadis itu melihat ada beberapa luka di lutut dan dahi Kenan mungkin akibat benturan keras di lantai saat terjatuh dari tangga tadi. Tangan mungil gadis itu mengambil dua plaster dalam tas nya dan di tempelkan pada lutut dan dahi Kenan yang terluka.
"Ini minum dulu supaya kamu tidak lemas", gadis itu menyodorkan Tumbler milik nya pada Kenan.
Dengan sekali teguk air yang ada di Tumbler itu pun habis.
"Maaf ya, air nya memang tinggal sedikit", ucap polos gadis kecil itu sambil terkekeh.
"Oh ya, kamu bisa jalan?"
Kenan menggelengkan kepalanya," ya sudah sini aku bantu untuk berjalan."
Gadis kecil itu pun dengan susah payah memapah Kenan untuk keluar dari tempat itu. Tubuh Kenan yang besar dan lumayan berat membuat gadis kecil itu kesusahan. Namun pada akhir nya ke dua nya bisa keluar dari tempat itu.
"Makasih..." ucap Kenan saat kedua nya sudah berada di luar gedung sekolah.
"Iya sama - sama, kalau begitu aku duluan pulang ya", pamit gadis kecil itu sambil berlari kecil meninggalkan Kenan.
"Eh tunggu dulu...ini ada yang jatuh," teriak Kenan saat mendapati sebuah jepit rambut dari gadis kecil itu jatuh.
Namun sayang yang punya jepit rambut itu sudah tidak nampak lagi batang hidungnya.
#Flashback off
"Ternyata gadis kecil yang menolong ku dulu kamu Za, istri ku ".
kenan mulai ke pancing cemburu sama Arga.