NovelToon NovelToon
Benih Sang Mafia

Benih Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Aksi / Drama
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Setelah ayahnya meninggal, Azalea hidup bagai pembantu di rumahnya sendiri di bawah kekejaman ibu dan kakak tirinya. Hingga suatu hari, Rosalinda menjual Azalea seharga miliaran rupiah kepada Daxon Ravenzo, penguasa mafia kejam.

Azalea diserahkan ke pria iblis itu bukan untuk menjadi istri, tapi hanya sebagai kandang pewaris. Daxon menginginkan tubuhnya hanya untuk melahirkan anak, tanpa cinta, tanpa belas kasihan.

"Kau kubeli untuk jadi BENIH keturunanku. Jangan bermimpi aku akan menyayangimu, karena bagiku... kau hanya alat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Setelah mendengar penjelasan dokter, Daxon mengangguk seolah sudah mencatat semuanya dengan baik. Namun tidak lama kemudian, ia menatap dokter dengan tatapan serius lagi, lalu mengajukan pertanyaan berikutnya dengan nada polos dan terus terang tanpa ragu sedikit pun.

"Baik Dokter, saya mengerti soal perawatan dan jadwal pemeriksaan. Lalu... kapan saya boleh melakukan hubungan intim dengan Azalea selama dia masih hamil ini?"

Begitu kalimat itu keluar dari mulut Daxon, suasana di ruangan pemeriksaan terasa sedikit berubah. Azalea seketika terdiam membeku, wajahnya langsung memerah padam sampai ke telinga dan lehernya.

Matanya terbelalak menatap Daxon, mulutnya terbuka sedikit tapi tidak bisa mengeluarkan suara apa pun karena merasa sangat malu. Ia segera memalingkan wajah, menutup sebagian wajahnya dengan tangan sambil merasakan detak jantungnya berdebar kencang bukan karena khawatir, tapi karena rasa malu yang luar biasa mendengar pertanyaan itu di hadapan dokter.

Dokter pun tersenyum tipis, memahami situasinya, lalu menjawab dengan tenang dan profesional tanpa membuat suasana makin canggung.

"Tenang saja, pertanyaan yang wajar. Untuk kehamilan yang sehat dan tidak ada risiko seperti ini, hubungan intim sebenarnya masih boleh dilakukan selama kehamilan, asalkan dilakukan dengan hati‑hati dan tidak berlebihan. Tapi karena ini kehamilan kembar dan baru saja mengalami benturan beberapa hari lalu, saya sarankan untuk menunggu sampai usia kandungan menginjak 4 bulan ke atas, dan setelah itu dipastikan kondisinya benar‑benar stabil." Jawab Dokter

Daxon mendengarkan dengan saksama, lalu mengangguk paham seolah itu informasi yang sangat penting baginya. Sementara itu, Azalea masih memalingkan wajah, bahunya sedikit bergetar karena menahan rasa malu.

Begitu mereka keluar dari ruang pemeriksaan dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit, Azalea masih memerah padam. Ia berjalan sedikit tergesa, mencoba menjauh sedikit dari Daxon, tapi tangan Daxon tetap menahan pinggangnya dengan lembut agar ia tidak terhuyung.

Begitu sampai di dalam mobil dan pintu tertutup rapat, Azalea langsung menoleh dan menatap Daxon dengan tatapan malu bercampur kesal, suaranya terdengar berbisik tapi cukup tegas.

"Kau... kau benar-benar tidak punya rasa malu ya?! Kenapa bertanya hal seperti itu di depan dokter?!"

Wajahnya masih terasa panas, jari-jarinya mencubit pelan lengan Daxon sebagai tanda protes. "Aku sampai tidak berani menatap wajah dokter lagi, rasanya ingin masuk ke dalam tanah saja!"

Daxon hanya menatapnya dengan tatapan polos, lalu malah tersenyum tipis melihat wajah Azalea yang memerah seperti buah tomat matang. Ia mendekatkan wajahnya sedikit, suaranya menjadi lebih rendah dan lembut, hanya terdengar oleh Azalea.

"Apa yang salah dengan pertanyaanku? Itu hal yang wajar dan penting untuk aku ketahui, bukan? Aku tidak mau melakukan sesuatu yang justru membahayakan kalian. Kalau tidak tanya sekarang, kapan lagi?"

Ia mengangkat satu alis, lalu melanjutkan dengan nada sedikit menggoda.

"Atau... kau malah sudah tidak sabar menunggu waktunya tiba? Kalau begitu, kita bisa hitung hari-harinya dengan teliti mulai sekarang."

Azalea terkejut mendengar jawabannya, wajahnya makin memerah dan ia segera memukul pelan dada Daxon sambil mendengus kesal.

"Dasar... dasar pria tidak tahu malu! Aku tidak mau bicara denganmu lagi!"

Ia segera memalingkan wajah, memandang ke luar jendela agar Daxon tidak melihat senyum kecil yang mulai muncul di sudut bibirnya, meski hatinya masih berdebar kencang.

Daxon tertawa pelan, lalu menarik tubuh Azalea agar bersandar nyaman di dadanya. Ia mencium ubun-ubun gadis itu dengan lembut, bisikannya terdengar penuh rasa sayang.

"Baiklah, baiklah. Aku minta maaf kalau membuatmu malu. Tapi ingat, mulai hari ini aku akan menjaga kalian bertiga dengan lebih ketat lagi. Tidak ada yang boleh menyakiti kalian, dan kita akan menunggu semuanya dengan sabar sampai waktunya tiba."

Azalea hanya mendengus pelan sebagai jawaban, tapi tangannya perlahan melingkar memegang lengan Daxon, merasa aman dan bahagia mengetahui di dalam perutnya kini tumbuh dua buah hati yang menjadi bukti nyata cinta mereka.

...****************...

Tak lama kemudian, mobil tiba dan melaju masuk ke halaman luas mansion megah milik Daxon. Begitu pintu terbuka, Daxon turun lebih dulu, lalu membantu Azalea turun dan menuntunnya masuk dengan hati‑hati.

Mereka berjalan menuju ruang tengah yang luas dan terang. Daxon duduk di kursi utama yang biasa diduduki pemilik mansion, sikapnya langsung berubah menjadi tegas dan berwibawa. Sementara itu, Azalea memilih duduk di sofa empuk di sudut ruangan, menyalakan televisi dan mulai menonton film untuk mengisi waktu, meski sesekali matanya melirik ke arah Daxon.

Daxon menoleh ke samping, lalu memanggil dengan suara yang jelas dan tegas.

"Lisa!"

Segera seorang pelayan senior.

"Ya, Tuan Daxon. Ada yang bisa saya bantu?"

"Segera panggil semua pelayan, penjaga, dan anak buah yang bertugas di dalam maupun di sekitar mansion ini. Suruh mereka berkumpul di ruang tengah sekarang juga." perintah Daxon.

"Baik, Tuan. Segera saya laksanakan," jawab Lisa, lalu segera berbalik dan berjalan cepat menyampaikan perintah itu.

Azalea yang sedang menonton film pun menoleh, sedikit terkejut mendengar perintah itu. Ia menatap Daxon dengan tatapan bertanya, tapi Daxon hanya mengangguk padanya sambil tersenyum tipis, memberi isyarat agar ia tetap tenang.

Beberapa menit kemudian, suara langkah kaki teratur terdengar memenuhi lorong. Satu per satu, puluhan orang mulai masuk ke ruang tengah dan berbaris rapi di depan Daxon—mulai dari pelayan dapur, penjaga keamanan, pengurus taman, hingga anak buah kepercayaan yang bertugas mengawasi keamanan secara umum. Semua berdiri tegak, menunduk hormat, menunggu dengan waspada apa yang akan disampaikan oleh tuannya.

Suasana seketika menjadi hening dan penuh rasa hormat, hanya suara film yang diputar Azalea yang terdengar samar dari sudut ruangan.

Daxon berdiri perlahan, punggungnya tegap dan sorot matanya tenang namun tetap berwibawa. Ia menatap satu per satu orang yang berbaris rapi di hadapannya, lalu membuka suara dengan nada yang lebih lembut dari biasanya, namun tetap jelas terdengar ke seluruh penjuru ruangan.

"Dengan ini aku memanggil kalian semua untuk menyampaikan kabar gembira. Tadi pagi kami baru saja selesai melakukan pemeriksaan di rumah sakit, dan hasilnya..."

Ia berhenti sejenak, melirik sekilas ke arah Azalea yang sedang menonton film sambil tersenyum mendengarnya, lalu melanjutkan dengan nada penuh rasa syukur dan bahagia.

"...ternyata di dalam kandungan Azalea, bukan hanya satu, melainkan dua janin yang tumbuh sehat. Kami sedang menantikan kelahiran anak kembar."

Mendengar pengumuman itu, seluruh ruangan langsung dipenuhi suara ucapan syukur dan kegembiraan. Semua orang menunduk lebih dalam, lalu mengucapkan dengan serempak.

"Selamat, Tuan Daxon! Selamat untuk Nyonya Azalea! Semoga keduanya sehat dan selamat sampai lahir!"

Daxon mengangkat tangan sedikit untuk memberi isyarat agar mereka tenang kembali, senyum tipis terukir di bibirnya.

"Aku berterima kasih atas doa dan rasa hormat kalian. Sebagai tanda kebahagiaan ini, aku memutuskan. Mulai hari ini, kalian semua bebas memesan makanan apa pun yang kalian inginkan selama bertugas di sini. Tidak ada batasan jenis atau jumlahnya, selama tetap wajar dan tidak disia‑siakan."

Ia menoleh sejenak ke arah Lisa, lalu kembali berbicara.

"Jangan lupa segera hubungi Aldric dan semua anak buah yang sedang bertugas di markas. Sampaikan kabar ini juga pada mereka, dan katakan bahwa mereka pun berhak memesan makanan dan minuman apa pun yang mereka inginkan hari ini dan esok sebagai bentuk perayaan. Semuanya akan ditanggung sepenuhnya olehku."

"Baik tuan," jawab Lisa.

Suasana menjadi semakin riang. Wajah‑wajah yang tadinya tegang karena sikap hormat kini berubah cerah dan bersemangat. Mereka kembali mengucapkan terima kasih dengan suara lantang dan penuh rasa syukur.

"Terima kasih banyak, Tuan Daxon! Kami sangat berterima kasih atas kebaikan Tuan!"

Daxon mengangguk puas, lalu menambahkan satu kalimat terakhir dengan nada yang kembali tegas namun tetap tenang:

"Selain itu, ingatlah tugas utama kalian mulai sekarang, jaga kenyamanan dan keamanan Nyonya Azalea dengan ketat. Setiap kebutuhannya harus segera dipenuhi tanpa menunggu diperintah. Kalian boleh bubar sekarang."

Semua orang segera menunduk hormat lagi, lalu berbalik dan keluar ruangan dengan tertib, membawa kabar gembira sekaligus semangat baru.

Begitu ruangan mulai sepi kembali, Daxon duduk lagi di kursinya, lalu menoleh ke Azalea dengan tatapan lembut.

"Bagaimana? Sudah cukup jelas dan adil?" tanyanya sambil tersenyum.

Azalea menoleh, tertawa kecil sambil mengangguk.

"Kau memang sangat murah hati saat sedang bahagia. Semua orang pasti senang mendengarnya."​

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Mia Camelia
sari dan aldrich bakal jadi pasangan kocak nih🤣🤣🤣
Mia Camelia
thor, kapan daxon pulang ?🤔🤔🤔kasian azalea kesepian gitu😔
Risa Virgo Always Beau
Daxon perhatian banget sampai membukakan pintu buat Azalea
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea mau menemui ibunya Daxon keren deh
Risa Virgo Always Beau
Daxon ngga sadar wajahnya penuh bibir merahnya Azalea
Risa Virgo Always Beau
Tenyata Daxon ingin menikahi Azalea serta melindungi Azalea dan darah dagingnya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Azalea sebenarnya Daxon itu orang baik walau dia mafia
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea itu hamil kembar wah senang banget deh
Risa Virgo Always Beau
Azalea kasihan Daxon tuh dia cemburu
Risa Virgo Always Beau
Wah Azalea pasti kecewa dengan Daxon deh
Risa Virgo Always Beau
Azalea ternyata Daxon mengutarakan isi hatinya kepada kamu
Risa Virgo Always Beau
Daxon kamu perhatian banget ke Azalea ya
Risa Virgo Always Beau
Daxon perhatian sekali ke Azalea sampai menyuapi Azalea bubur
Risa Virgo Always Beau
Wah Daxon sadis juga ke orang yang melukai Azalea dan anaknya
Risa Virgo Always Beau
Valeria kamu wanita kejam banget kalau anaknya Daxon keguguran kamu bakal di hajar
Risa Virgo Always Beau
Wah Daxon sosweet juga ya ke Azalea
Risa Virgo Always Beau
Daxon sudah mencintai Azalea ya sepertinya
Risa Virgo Always Beau
Ibunya Daxon kejam banget membunuh ayahnya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Daxon pasti senang karena di suapi sate oleh Azalea
Risa Virgo Always Beau
Aldric kamu jangan penakut dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!