"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menu Kematian
Tubuh Logan yang tadinya sedang berbaring nyenyak langsung terjaga dan beranjak dari ranjang. Sesuatu menggelitik perutnya, rasa lapar menganggu tidur nya. Saat matanya melihat ke arah jam, pantas saja dia lapar. Waktu untuk mengisi perutnya sudah datang.
Logan memilih ke kamar mandi, membasuh wajahnya dan mandi. Setelah suhu tubuhnya kembali normal, dia memutuskan untuk menyegarkan tubuh nya.
"Mom, ada sarapan apa hari ini?" Tanya Logan sembari menuruni anak tangga.
"Daddy!" Sapa Aurora. Anak itu sudah duduk di meja makan.
"Putri Daddy sudah bangun ternyata. Selamat pagi sayang."
"Selamat pagi Daddy." Logan memberikan kecupan manis pagi untuk putrinya.
"Apa sarapan hari ini dimasak nenek sayang?"
"Tidak tau! Tapi pastinya enak Daddy! Aku sudah mencium aroma yang lezat!" Logan mengangguk.
"Baiklah, kita lihat saja."
"Mom, apa makanan hari ini....."
"Selamat pagi semuanya!"
"Aunty!" Sapa Aurora riang.
"Apa aunty terlambat? Lihat! Aunty bawa makanan! Kesukaan semuanya!"
"Wah! Apa itu aunty?"
"Ini, ada ayam saus pedas, spaghetti dan juga minuman soda!" Jelas Miranda mengeluarkan satu persatu makanan.
"Kelihatannya e-nak....." Tapi Aurora tampak tak bersemangat melihat nya.
"Ayo, kita makan bersama ya!"
"Tapi Rora mau roti."
"Roti? Tentu, aunty bawa dan untuk selainya saus tomat kita buat burger."
"Rora mau berapa?" Tapi anak itu diam.
"Logan, aku bawakan roti untuk mu juga!"
"Miranda, aku berterimakasih atas jamuan yang kau bawa. Tapi, Aurora baru saja sembuh. Makanan ini kurang tepat untuknya."
"Hidangkan masakan rumahan saja." Celetuk Leonard.
"Baiklah, kalau begitu aku akan...."
"Athena tampak memasak tadi. Sajikan itu saja." Lanjut Leonard.
"Kau juga bisa makan bersama Miranda."
"Ah ya... Uncle."
"Athena! Sajikan makanan nya. Semuanya sudah menunggu!"
"Iya Daddy!" Balas Athena dari dapur.
Wajah Miranda langsung menoleh, menatap jamuan makanan yang dibawa oleh Athena ke meja dan menatanya. "Wah! Apa ini! Terlihat sangat lezat!" Ujar Aurora tak sabar. Seketika makanan yang dibawa Miranda tidak ada apa-apanya diantara makanan yang dimasak Athena.
"Apa ini Athena? Kau masak banyak?" Tanya Logan.
"Tidak banyak, hanya beberapa. Oh! Aku akan kembali, menu terakhir akan segera datang! Sambil menunggu, ayo coba ini. Bola-bola daging!" Jelas Athena.
"Aromanya sangat harum."
"Iya, cobalah." Athena mengarahkan kumpulan bola daging di depan Aurora dan Logan. 'Ayo makanlah, ini bercampur dengan sayuran, Daddy dan anak perempuan ini harus memakan nya.'
"Kau mau Miranda?" Tawar Athena dengan ramah.
"Aku cuci tangan dulu." Ujar Miranda. Dia ke wastafel, tapi tentu saja dengan niat jahat.
'Ini dia, kau ingin mengambil hati semuanya? Tidak akan aku biarkan! Aku akan rusak makanan ini dan kau akan menerima akibat nya!' Miranda dengan hati-hati mengeluarkan botol dari sakunya dengan mata yang memantau situasi.
Miranda tersenyum puas dan kembali seperti tidak terjadi apa-apa. "Sepertinya enak. Aku coba ya." Miranda mengambil satu bola daging.
"Enak kan aunty? Aurora suka! Aurora mau lagi!"
"Ya, rasanya sangat enak. Hanya daging?" Tanya Miranda.
"Sedikit campuran lain." jawab Athena.
"Oh ya? Apa? Aku jadi penasaran."
"Sayuran, ada wortel dan brokoli di dalam nya."
"Sayuran? Tapi Aurora dan Logan tidak suka." Miranda sengaja mengeraskan suara nya.
"Ya, aku tau. Tapi, kalau diolah dengan tepat, suami dan putriku menyukai nya. Lihatlah!"
"Tidak seperti sayuran. Ini enak sekali!" Pujian Aurora memicu amarah dihati Miranda. Tapi mengingat rencananya dia mengulum senyum.
"Sudah masak! Aku ambil dulu!" Athena kembali ke dapur.
'Ambillah Athena, bawalah dan hidangkan menu kematian itu.'
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan ya terimakasih banyak.